Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.
Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]
[Menganalisis Target...]
[Budget: Rp150.000.000 ]
[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |
[Tingkat Kepercayaan: 15%]
[Misi Terbuka! Closing produk!]
[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]
Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.
Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
Melihat Andre yang mematung dengan wajah pucat sudah cukup bagi Naufal. Ia tidak butuh validasi dari pecundang yang hanya berani bicara di belakang. Fokusnya kini beralih pada panel biru transparan yang berkedip di sudut penglihatannya.
[Ding!]
[Misi terselesaikan!]
[Selamat tuan rumah menyelesaikan misi rahasia: transaksi untuk 3 cucu]
[Hadiah: rp 10.000.000
Kemampuan memahami part komponen ponsel tingkat tinggi ]
Naufal memandang deretan notifikasi tersebut, hadiah 10 juta itu lumayan tapi paling penting adalah kemampuan memahami part komponen ponsel tingkat tinggi.
'Menarik ini bisa dijadikan riset kalau aku memang mau buat brand baru.’ batin dia.
Hari ini Naufal pulang sore,dia jadwal shif pagi. pengetahuan tentang "jeroan" ponsel adalah kunci jika ia ingin membangun brand sendiri. Ia memacu Ducati-nya menuju kawasan
Jalan Blok M, sebuah area yang dikenal sebagai jantung servis dan kanibal komponen elektronik terbesar di kota ini.
"Kalau cuma jualan barang orang, gue cuma jadi kacung korporat. Gue butuh tahu tentang semua basic part ponsel" batin Naufal.
Ia berhenti di depan sebuah ruko kumuh bertuliskan "Sanjaya Tech - Spesialis Mesin & Chipset". Berbeda dengan toko dia yang berkilau, tempat ini pengap dan penuh dengan bau timah solder.
Disini sangat terkenal bahkan bagi para sales, ini tempat service terbaik di kota. Begitu masuk, mata Naufal langsung bekerja.
[Ding!]
[Analisis Objek: Mesin Smartphone Flagship (Rusak)]
[Nilai Komponen: Rp 1.200.000]
[Kerusakan: Jalur IC Power terputus. Solusi: Jumper jalur 0.02mm.]
Seorang pria paruh baya dengan kacamata tebal mendongak dari meja kerjanya. "Cari apa, Mas? Sales ngapain kemari? Mau service HP?”
Naufal tersenyum tipis, ia mendekat dan melihat mesin yang sedang dikerjakan pria itu. "Bukan mau servis, Pak. Saya mau beli beberapa logic board mati dari seri Snapdragon 8 Gen 2 dan layar AMOLED yang retak."
Pria itu, yang dikenal sebagai Pak San, mengerutkan kening. Ia sudah berada di dunia sevice puluhan tahun,tentu curiga dengan kemauan Naufal.
"Buat apa? Jadi rongsokan?"
"Buat riset," jawab Naufal singkat. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan meletakkannya di meja. "Saya butuh belajar arsitekturnya. Dan saya dengar, Pak San adalah orang paling jago soal urusan bedah mesin di kota.”
Mendengar pujian itu, pertahanan Pak San runtuh. Ia terkekeh. "Tahu saja kamu. Oke, ambil saja di kotak pojok itu. Tapi hati-hati, itu teknologi rumit. Anak muda jaman sekarang biasanya cuma tahu pakai, nggak tahu cara kerja. Cuma bisa ngerusak, kamu sales jadi kurasa kamu paham.”
Naufal mulai membongkar kotak tersebut. Di bawah penglihatan sistemnya, tumpukan sampah elektronik itu berubah menjadi diagram data.
[Analisis Dimulai...]
[Kekurangan Chipset Kompetitor: Overheating pada penggunaan jangka panjang.]
[Peluang: Mendesain ulang sistem pembuangan panas berbasis Liquid Cooling yang lebih tipis.]
Tiba-tiba, sebuah ide gila muncul di kepala Naufal. Dengan sistem ini, ia bisa membeli barang-barang "mati" dengan harga sampah, memperbaikinya dalam hitungan menit, dan menjualnya kembali dengan harga tinggi sebagai modal awal pabriknya.
Nice, ia menulis di catatan Hp tentang ide tersebut. Nanti jatuhnya dia cuma jual ulang hp rongsok dan memperbaiki, tapi lama kelamaan dia bisa membuat Hp limbah bahkan kalau sudah lihai ini jadi langkah awal membuat brand baru
Saat sedang asyik memilah, pintu ruko terbuka. Seorang wanita cantik dengan pakaian kantoran yang sangat rapi masuk dengan wajah panik. Dia memegang sebuah ponsel lipat mahal yang layarnya mati total.
"Pak San! Tolong, ini HP kantor saya mati. Di dalamnya ada data te proyek penting yang harus dipresentasikan satu jam lagi! Service center resmi bilang harus ganti mesin dan data bakal hilang!"
Pak San memeriksa ponsel itu sejenak, lalu menggeleng.
"Aduh Mbak, ini Foldable. Jalur fleksibelnya kena mesin utama. Butuh waktu dua hari buat urut jalurnya, itu pun nggak menjamin data selamat."
Wanita itu hampir menangis. Pasalnya dia butuh banget sekarang, terus juga ada resiko data hilang? Mampus dia bisa digoreng sama atasan.
Naufal melirik ponsel tersebut.
[Analisis Nilai: Samsara (plesetan dari samsung) Z-F 5]
[Status: Mati Total)]
[Tingkat Kesulitan Perbaikan: Rendah (Bagi pemilik sistem)]
[Nilai Data di Dalamnya: Rp 500.000.000 bagi perusahaan target, sebuah data penting yang bisa buat wanita ini di eksekusi masal kalau hilang.]
Naufal mengerutkan kening menatap kasihan wanita berseragam kantoran itu.kerja sebagai kantor juga resiko gini ya.
Naufal berdehem pelan. "Pak San, boleh saya pinjam pinset dan soldernya sebentar? Sepertinya saya tahu masalah kecilnya di mana."
Wanita itu dan Pak San menatap Naufal dengan tatapan tidak percaya. Wanita itu melihat seragam naufal, sales OMNI (oppo) itu kan saingan brand dari Samsara (samsung) ia jadi khawatir sendiri lagian sales emang bisa lakuin teknisi?
Pak San mengetahui rasa khawatir wanita itu, lagian dia gak bego banget bisa seenaknya membiarkan anak enta berantah ikut campur dalam pekerjaan dia.
"Kamu? Anak muda, ini Samsara Z-F 5, ponsel lipat, barang puluhan juta!" seru Pak San. “Lagian kamu siapa? Jangan sembarangan ya!”
“Santai pak, saya niat bantu kakak cantik itu.” Naufal hanya tersenyum tenang. "Kalau gagal, saya ganti unit barunya sekarang juga. Tapi kalau berhasil, saya cuma minta satu hal."
Ini adalah kesempatan Naufal untuk mendapatkan relasi tingkat tinggi lainnya. Bukan di dunia retail, tapi di dunia korporasi.
“Aku mau anda jadi suplai distribusi pertama saya, berikan beberapa akses komponen part Hp ke saya.”
****************
A/N : Author bawa novel baru lagi nih, jangan lupa dibaca juga gays
Judul : Sistem Petani : Mengubah Sampah Menjadi cairan Dewa
Sinopsis:
Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut.
Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.
Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.
Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]
[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]
[Hadiah : alat penyulingan esensi emas]
[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]
Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi.
. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa,
dengan cairan ini dia aka menjadi petani sultan!
(sekalian nunggu up yuk gas baca)
DAYA KHALYAL MEMBAGINGKAN