NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Putra Anda sudah menikah tapi tidak mengenalkan istrinya?" tanya Luna penasaran dengan seorang anak yang melakukan hal itu pada orang tuanya.

"Iya" jawab Nyonya Aida lalu melanjutkan.

"Putra bungsu kami memang kelakuannya sedikit lain daripada kakak-kakaknya. Bisa dibilang dia terlalu ekstrim disaat tumbuh"

"Pasti karena terlalu sering berkumpul dengan pembunuh bayaran itu. Pengawal kasar itu juga mempengaruhi pertumbuhannya" tambah Tuan Budi yang baru selesai membersihkan diri.

"Pembunuh bayaran? Pengawal kasar?"

Segera saja Luna merasa menyesal menerima kedua orang asing dalam rumahnya tanpa banyak pertimbangan.

"Hahaha tidak, itu tayangan yang sering dilihat oleh ayahnya di televisi" koreksi Nyonya Aida melegakan perasaan Luna.

"Hemmm"

"Putra bungsu kami memiliki perilaku yang kasar dan bisa dibilang kurang manusiawi. Dia seperti tidak memiliki kasih sayang pada sesama manusia yang lain. Apapun cara kami berusaha mengubah perilakunya, tidak ada yang berhasil. Akhirnya kakaknya tidak bisa menahan diri dan mengusirnya pergi. Agar dia bisa berdiri sendiri dan memikirkan semuanya dengan baik" jelas Nyonya Aida

"Anda membiarkan putra bungsu itu pergi sendiri dengan perilaku seperti itu?"

"Tidak ada pilihan lain. Tapi untungnya pilihan itu tepat. Dia yang dulunya tidak bisa merasakan empati, akhirnya perlahan percaya pada kasih sayang antara manusia karena kehadiran menantu kami"

Luna tersenyum mendengar cerita Nyonya Aida.

"Jadi, Anda ingin bertemu dengan menantu ini?"

"Tentu saja. Sejak lama sekali kami ingin bertemu dengan wanita yang berhasil mengubah si bungsu. Tapi anak kurang ajar itu selalu menunda pertemuan kami. Dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Karena itu sekarang kami kemari tanpa rencana untuk bertemu dengan menantu. Tapi rasanya ... Ekspektasi kami terlalu tinggi"

"Terlalu tinggi? Kenapa?" tanya Luna tidak mengerti kenapa keduanya kini tampak tidak senang.

"Kami melihat seorang wanita yang mengaku sebagai istri si bungsu tadi di lobi. Dan tampilan serta sifatnya tidak seperti yang kami bayangkan. Dia tidak tampak penuh kasih sayang" kata Nyonya Aida lalu wajahnya lesu.

"Mungkin yang kita lihat dan dengar baru saja semuanya salah. Bungsu tidak akan salah pilih. Tenang sayang!" tambah Tuan Budi lalu memegang bahu istrinya.

Luna seperti melihat bayangan seseorang di wajah dan penampilan Tuan Budi. Seseorang yang selalu memanggilnya sayang meski setelah bercerai. Luna menggelengkan kepala, berusaha mengusir bayangan mantan suaminya yang mendadak muncul.

"Lalu bagaimana denganmu? Kenapa wanita secantik dan sebaik dirimu masih sendiri?" tanya Nyonya Aida membuat Luna terhenyak. Dia tidak pernah membeberkan cerita tentang dirinya pada orang lain. Hanya pada ayah dan ibunya saja. Tapi, kalau dia tidak mau menjawab, sepertinya tidak sopan. Karena kedua orang di depannya begitu terbuka pada Luna. Sangat terbuka. Bu

"Saya ... Pernah menikah"

"Pernah menikah? Sekarang?"

"Sudah berpisah"

"Berpisah? Maafkan aku karena bertanya, tapi karena ada masalah apa?" tanya Nyonya Aida membuat Luna ragu menjawab. Dia tidak ingin mempermalukan diri sendiri.

"Kalau tidak ingin menjawab, kau tak perlu menjawab" tambah Tuan Budi.

"Dia ... Berselingkuh" jawabnya singkat.

Nyonya Aida segera maju dan memegang tangan Luna.

"Berselingkuh? Bagaimana bisa wanita secantik dan sebaik dirimu diselingkuhi? Apa suamimu buta?"

Luna tersenyum kecut.

"Tidak tahu. Dia ... ketahuan melakukan adegan mesra di ranjang dengan sahabatku"

"Sahabatmu? Dia berselingkuh dengan sahabatmu? Apa dia gila? Dan kau ... "

"Tentu segera diceraikan dan ditinggalkan begitu saja" jawab Luna menciptakan keheningan di dalam ruangan itu.

"Mantan suamimu gila. Untunglah kalian sudah bercerai. Kalau tidak aku pasti akan membunuhnya" tambah Tuan Budi disetujui oleh Luna.

Tidak mengerti kalau orang yang ketiganya hujat benar-benar berubah gila sekarang. Berkeliling kesana kemari untuk mencari kedua orang tuanya yang menghilang dari atas kapal pesiar.

Di Philipina, Arya melampiaskan kemarahannya pada semua pengawal yang tak berhasil menemukan kedua orang paling penting di keluarga Santoso.

"Bagaimana bisa dua orang tua yang usianya bila dijumlah hampir 140 tahun, tak pernah sekalipun keluar dari rumah sendirian. Menghilang dari mata kalian semua?!!" teriaknya membuat pengawal menunduk dalam.

Pengacara Herman yang baru saja menerima telepon dari informan, segera menengahi agar tidak ada orang yang terbunuh sekarang.

"Ada orang kita yang melihat keduanya di luar gedung apartemen Anda"

Mata yang penuh tatapan setajam pisau itu tiba-tiba mengarah pada pengacara Herman.

"Gedung apartemenku? Keduanya terlihat di depan gedung apartemenku??!! Apa-apaan itu?!"

"Sepertinya, Tuan dan Nyonya memang ingin datang ke tempat Anda. Keduanya nekad pergi dari kapal pesiar dengan alat transportasi yang ada untuk pergi kesana. Tapi saya tidak mengerti tujuannya datang secara sembunyi-sembunyi seperti ini" jelas pengacara Herman.

"Siapkan semuanya, aku akan pulang. Dan untuk mereka ... Bawa kembali ke kediaman Santoso untuk pelatihan lanjutan!!"

Segera saja semua wajah pengawal yang ada di belakang Arya berubah pucat. Membayangkan semua hukuman yang akan mereka terima.

"Tuan, malam ini tidak ada penerbangan" kata pengacara Herman membuat suasana hati Arya kembali memburuk.

"Apa??!! Tidak ada jalan untuk membuat kita sampai disana sebelum matahari terbit besok?"

"Tidak ada Tuan. Satu-satunya kendaraan yang mengarah kesana sekarang adalah kapal. Tapi saya tidak bisa menjamin akan sampai secepat kalau kita menunggu pesawat besok"

Arya terpaksa menunggu pagi untuk berangkat pulang. Dalam hati dia mengkhawatirkan keadaan ayahnya yang baru sembuh dari stroke. Dan juga kondisi kesehatan ibunya yang lemah. Dia begitu tidak sabar untuk sampai di apartemen.

Setelah menunggu selama lebih dari dua belas jam, akhirnya Arya bisa pulang. Dalam penerbangan dia terus berdoa untuk kedua orang tuanya.

Sesampainya di gedung apartemen, dia melihat orang tuanya sedang digiring oleh penjaga keamanan keluar. Tentu saja Arya bergegas untuk menghajar petugas keamanan yang berani mengusir kedua orang tuanya dari gedung miliknya. Tapi segera dia batalkan ketika mendengar perkataan penjaga keamanan.

"Maaf Tuan, Nyonya. Tapi ini adalah peraturan gedung apartemen ini. Anda tidak boleh lagi menginap disini. Atau saya akan menerima sanksi dari pemilik gedung. Maafkan saya harus membawa Anda berdua keluar dari gedung apartemen ini"

Karena dikatakan dengan sopan, amarah yang tadinya memuncak segera menghilang. Penjaga keamanan tidak salah. Peraturan seperti itu memang diciptakan oleh Arya untuk menjaga keamanan para penghuni di gedung apartemen miliknya. Dan kali ini, apa yang terjadi jelas bukan salah penjaga keamanan gedung.

"Hentikan!!" kata Arya lalu menahan tangan penjaga keamanan yang menggiring kedua orang tuanya keluar gedung.

"Tuan!!"

"Arya, akhirnya kau datang juga!" kata ibunya yang segera memeluk Arya.

"Ibu, apa kalian baik-baik saja?"

"Tuan Arya, Anda mengenal mereka?" tanya penjaga keamanan nampak bingung.

"Mereka? Iya, aku mengenal mereka. Ayah dan ibuku. Aku akan mengurus mereka dari sini" kata Arya pelan lalu membawa kedua orang tuanya ke lantai 16.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!