NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Otw Bikin Dedek

 Dua minggu kemudian. Arjuna dan Yura sudah kembali beraktivitas seperti biasa nya .hubungan mereka pun semakin membaik dan menjadi lebih dekat lagi setelah Arjuna mengatakan yang sebenarnya kepada Yura tentang perasaan nya dan niat baik nya dalam hubungan mereka.sejak saat itu hati Yura luluh . ternyata ia tak perlu berjuang sendirian dalam rumah tangga mereka.Arjuna pun mulai bersikap lembut dan mengubah total baik sikap maupun panggilan nya kepada Yura.

"Sekarang Kamu boleh angkat kaki dari rumah Arjuna, terimakasih sudah menjaga calon suami ku.sudah cukup lama Aku berbaik hati memberikan Kamu waktu menikmati posisi yang seharusnya menjadi milik ku." Sela tiba-tiba muncul di hadapan Yura.

Setelah beberapa kali di usir dari kediaman Raharja,Sela masih nekat mencoba mendatangi Yura di depan kampus nya.karena wanita itu frustasi tidak tahu alamat tempat tinggal Arjuna dan Yura yang baru.

" Kamu seharusnya tahu diri, cepat pergi dari hidup Arjuna.sebelum Aku buat hidup mu lebih menderita."sambung Sela dengan nada meremehkan.

Hening sejenak,Yura terlebih dahulu menyimpan ponsel mahal nya ke dalam tas ,jangan sampai Sela kepanasan melihat ponsel keluaran terbaru ini lalu merampas ponsel ini dari tangan nya.biasa nya Yura akan mengalah dan pergi karena malas berdebat dengan Sela .jika ujung-ujungnya dia juga yang selalu di salahkan oleh orang tua nya.namun sekarang ia tak lagi hidup dalam tekanan keluarga itu.bagaimana pun keadaan nya rumah tangga nya harus selalu di jaga demi cinta dan janji nya kepada almarhum ibu mertua nya.

Yura ikut membalas tatapan Sela.untuk pertama kali nya Yura merasa bebas setelah cukup lama tertekan oleh keluarga nya sendiri.toh Arjuna sudah berjanji akan selalu mendukung semua apapun yang ingin dia lakukan terhadap Sela.

" Kalau Aku tidak mau pergi bagaimana?" tantang Yura lalu beralih menatap bagian perut Sela.

" Apa Kamu bilang?"Sela melotot tak menyangka adik nya yang selama ini menjadi budak keluarga kini sudah berani melawan ucapan nya.

" Berani Kamu menatap Aku seperti itu hah? Merasa menang Kamu sekarang ya?" semprot Sela tak suka dengan cara menatap Yura ke arah nya.

Yura terkekeh kecil.sang Kakak rupanya masih tetap sama seperti dulu.selalu ingin menang sendiri dan sangat keras kepala.

" Kenapa Aku harus takut? Kita sama-sama manusia,darah yang mengalir dalam tubuh kita sama.hanya saja beda nya Kakak di perlakukan dengan baik oleh orang tua kita sementara Aku...Mirip seperti anak tiri." balas Yura tak ada amarah dalam setiap kata yang ia ucapkan karena hati nya sudah terlalu kuat untuk mengingat bagaimana cara keluarga nya memperlakukan nya selama ini.

Hahahha...Darah kita sama? batin Sela .

Tapi mulut Sela tetap memilih menutup rapat rahasia ini,biar lah Yura menganggap demikian.dengan begitu ia bisa semakin menekan dan memperalat Yura.

"Jadi kapan Kamu akan pergi dari sana?" tanya Sela lagi.

" Sudah Aku bilang,Aku tidak akan pergi kemana pun.kecuali suami ku sendiri yang meminta Aku untuk pergi." balas Yura dengan tenang.

Sela semakin murka.tangan nya terangkat hendak menampar Yura.

" Berani Kamu..." teriak Sela dengan mata melotot.

" Cukup..." teriak Arjuna berlari menutupi tubuh Yura agar tidak di sentuh oleh Sela.

" Pergi dari sini." Arjuna mendorong keras tubuh Sela sehingga membuat tubuh wanita ini limbung tersungkur membentur jalanan.

Aww...Sela mengaduh kesakitan.tapi Arjuna malah memeluk erat tubuh Yura.di balik dada kokoh suami nya,Yura sengaja memelet kan lidah mengejek Sela yang jelas-jelas sudah kalah dari nya.

" Tunggu saja.. Sepuluh menit lagi Kamu akan mendapatkan kejutan." sinis Arjuna lalu mengajak Yura masuk ke dalam mobil.

Beruntung Arjuna datang tepat waktu.kalau tidak mungkin Yura harus menghadapi sikap nekat Sela yang suka di luar nalar.

" Arjuna...Ini tidak seperti yang Kamu bayangkan,Yura yang mengajak Aku ketemuan di sini." ucap Sela lemah lembut.

Namun Arjuna sama sekali tidak berniat untuk mengubris nya,dunia Arjuna sepenuhnya tertuju pada Yura.

Sela mengepal tangan nya dengan kesal.kaki nya masih terasa sakit untuk berdiri mengejar Arjuna.beberapa pasang mata menatap iba campur aneh kepada Sela.rasa malu itu menjalar hingga ke ubun-ubun nya.

" Ini belum berakhir Yura...Aku belum kalah.Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ku."teriak Sela lagi seiring dengan mobil mewah Arjuna yang sudah melesat jauh.

Perjuangan hari ini sia-sia. Jika sampai dalam waktu dekat ia tidak bisa memisahkan Arjuna dan Yura.Bambang nekat akan menjodohkan nya dengan pria tua kaya raya.

Sela tidak rela di jodohkan dengan pria itu, bagaimana pun rintangan nya ia bertekad untuk mengambil paksa posisi milik Yura.

" Kamu kok bisa datang ke kampus? Kata nya ada meeting penting?" tanya Yura sambil menatap dalam sosok suami tampan nya.

" Pak Usman yang telepon Aku,maka nya Aku segera datang." jawab Arjuna menatap sekilas Yura namun tangan nya bergerak cepat menggenggam tangan mungil sang istri.

Oh..Yura ber oh ria saja.jantung nya terlalu lemah menerima perlakuan manis dari Arjuna.

Alamak! Tugas!

Yura teringat dengan ide dari kedua sahabat nya.tapi Yura bingung gimana cara melakukan nya.jika saja tidak ada tugas lain yang lebih mendesak .Yura pasti bisa mengerjakan tugas dari Arjuna dalam waktu semalam.namun tugas dari Bu Beti juga tidak bisa dia acuhkan karena Bu Beti terkenal sangat galak suka bermain dengan nilai.

" Sayang!" panggil Yura pelan.

" Hm..Lapar?" tanya Arjuna sok tahu.

" Ih...Kamu pikir perut Aku semurahan itu apa?" kesal Yura padahal sebenarnya ia tak akan menolak jika di ajak Arjuna mampir makan.

Maklum saja semenjak menikah dengan Arjuna ,Yura mulai ketagihan makan di tempat enak-enak selain warung pinggir jalan pasti nya.selama ini Yura selalu di hina ketika memohon kepada orang tua nya untuk ikut serta dengan mereka makan di luar.

Arjuna mengulum tawa.bahasa istri nya ini sering aneh-aneh.tapi begitu ketemu sang mertua Yura berubah menjadi lebih dewasa dan obrolan mereka sangat nyambung sekali.salah satu daya tarik Yura ya itu . sampai membuat Arjuna enggan berpaling dari nya.

" Terus apa sayang? Biasa nya kan kalau sudah seperti ini pasti ada mau nya? Kamu mau minta apa?" tanya Arjuna melirik istri nya.

Hm...Yura masih sibuk merangkai kata-kata.jangan sampai salah ngomong dan berakhir memalukan diri sendiri.

" Mm...Itu...Itu loh Mas." Yura menggaruk kepala yang tidak gatal.

Tanpa terasa mobil milik Arjuna sudah berhenti sempurna di garasi rumah mereka.namun Arjuna masih belum membuka pintu mobil menunggu kelanjutan dari ucapan sang istri.

" Itu apa sayang?" tanya Arjuna lembut dan begitu sabar.sangat jauh berbeda dengan Arjuna ketika berada di luar rumah.

" Mmm....Boleh nggak tugas dari Kamu di kumpulkan hari Jum'at saja.Aku belum mengerjakan nya sayang,ini saja baru pulang karena banyak tugas tambahan.boleh ya sayang..." mohon Yura bergelayut manja di lengan suami nya.

"Nggak bisa! Tugas nya harus di kumpulkan besok pagi,Aku tidak terima alasan apapun." balas Arjuna tegas.

Meskipun Yura adalah istri nya,namun soal tugas dan tanggung jawab maka Arjuna tidak akan mencampur adukkan nya.dia saja masih bisa membagi waktu masa istri nya tidak bisa.

" Mas! Tugas Aku belum siap.Kamu pelit banget sih jadi suami." keluh Yura masih mencoba peruntungan nya.

" Masih ada waktu malam ini.Kamu bisa mengerjakan tugas itu,jangan jadi pemalas sayang.stop dulu nonton dracin nya. " jawab Arjuna lagi masih kekeuh dengan pendirian nya.

Haduh...Yura stres memikirkan tugas-tugas yang menumpuk,si suami malah tidak bisa di ajak kerja sama.tidak ada keringanan sedikit pun membuat Yura semakin susah, padahal kemarin Arjuna sudah melihat sendiri betapa sibuk nya Yura di kediaman utama mana sempat mencicil tugas.ini saja masih banyak barang-barang milik mertua nya yang harus segera ia lelang lalu hasil nya di sumbang kan ke panti asuhan sesuai dengan pesan yang Ningsih tinggal kan kepada suami nya.

" Aku kasih hadiah bikin dedek aja gimana?Tapi janji tugas nya di undur ya sayang."

Cup...Cup.. Setelah mengecup pipi Arjuna,Yura buru-buru memejamkan mata nya tidak sanggup melihat ekspresi wajah dari suami nya.

Brum....Brumm...

" Lah mau kemana?"

" Bikin dedek." jawab Arjuna cepat.

" Ya di kamar lah sayang...Terus ini mau kemana?" tanya Yura bingung.

" Kita bulan madu di hotel."

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!