NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:46.7k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Pasti Sibuk

Di dalam mobil, keheningan kembali tercipta. Sopir pribadi Kayvan mengemudi dengan sangat halus.

Aluna duduk di kursi belakang bersama Kayvan, namun ada jarak sekitar tiga puluh sentimeter di antara mereka.

Kayvan sibuk dengan dokumen di pangkuannya, sementara Aluna menatap keluar jendela.

Tiba-tiba, mobil berhenti di depan sebuah toko buku besar yang belum buka.

"Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Aluna.

"Sopir, turun sebentar." perintah Kayvan pada sopirnya. Begitu mereka hanya berdua di dalam mobil yang kedap suara itu, Kayvan meletakkan dokumennya.

Dia mengambil sebuah amplop kecil dari saku jasnya dan memberikannya pada Aluna.

"Ini."

Aluna membukanya dan menemukan sebuah kartu kredit tambahan berwarna hitam dengan nama Aluna Putri Madhava terukir di sana.

"Mas, aku sudah bilang...." ucapnya terpotong.

"Jangan ditolak." potong Kayvan cepat.

"Ini bukan untuk pamer, ini untuk keadaan darurat. Jika kamu butuh buku, makan siang, atau apapun saat aku tidak bersamamu, gunakan ini karena aku tidak ingin mendengar kabar istriku pingsan lagi karena telat makan hanya demi menghemat uang saku." ucap kayvan serius.

Aluna menunduk dan menatap kartu itu, dia teringat kejadian beberapa minggu lalu saat Kayvan menemukannya hampir pingsan di kafe karena dia melewatkan makan siang demi membeli buku teks yang mahal.

Ternyata pria ini mengingat hal itu dengan sangat detail.

"Terima kasih." bisik Aluna.

"Tapi aku akan tetap menggunakan uang tabungan ku sendiri untuk keperluan pribadi, ini hanya untuk keadaan darurat, janji." ucap Aluna.

Kayvan menghela napas, tampaknya mulai terbiasa dengan keras kepala Aluna.

"Terserah kamu dan satu lagi."

Kayvan mendekat membuat Aluna secara refleks menahan napas, jarak mereka kini sangat dekat hingga Aluna bisa mencium aroma parfum Kayvan yang menenangkan.

Tangan besar Kayvan terulur bukan untuk memeluk melainkan untuk merapikan kerah blus Aluna yang sedikit terlipat ke dalam.

Sentuhan jarinya yang tidak sengaja mengenai kulit leher Aluna membuat gadis itu merinding halus.

"Jangan terlalu lelah di kampus." ucap Kayvan dengan suara rendah yang terdengar hampir seperti bisikan romantis, meski wajahnya tetap tanpa ekspresi.

"Jika kelasmu selesai lebih awal hubungi aku, aku akan menyuruh sopir menjemputmu."

"Aku bisa naik bus seperti biasa mas." ucap Aluna.

"Aluna," panggil Kayvan dengan nada peringatan.

"Baiklah... aku akan menghubungi mas nanti." Aluna mengalah.

Mobil kembali melaju, saat sampai di gerbang kampus, Aluna bersiap untuk turun namun dia melihat banyak mahasiswa yang mulai berkerumun, penasaran dengan mobil mewah yang berhenti di area drop-off.

"Mas turunkan aku di sini saja, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian." pinta Aluna.

Kayvan melihat kerumunan itu dan mengerti, dia memberikan isyarat pada sopirnya untuk berhenti sedikit lebih jauh dari lobi utama.

"Terima kasih untuk tumpangannya... Mas Kayvan." ucap Aluna berterima kasih.

Kayvan tampak tertegun sejenak mendengar panggilan itu dan matanya sedikit melembut.

"Hm, belajarlah yang rajin." balas Kayvan.

Aluna turun dari mobil dan bergegas masuk ke koridor kampus, dia bisa merasakan tatapan mata Kayvan yang terus memperhatikannya hingga dia hilang di balik kerumunan mahasiswa.

Di kelas Aluna tidak bisa fokus, pikirannya melayang pada interaksi singkatnya dengan Kayvan di mobil tadi.

Dia merasa aneh, pria itu begitu dingin, tapi tindakannya sangat hangat dan dia kaku, tapi sangat peka.

"Hayo! Melamunkan apa? Melamunkan Om ganteng ya?" Raline tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah Aluna, mengagetkannya.

"Raline!" bisik Aluna malu.

"Sekarang Om Kayvan suamimu! Jadi teknisnya dia adalah Om dari sahabatmu sendiri, aduh kepalaku pusing membayangkan silsilah keluarga kita sekarang." Raline tertawa terbahak-bahak.

"Tapi jujur Luna, aku belum pernah melihat Om Kayvan sepeduli itu pada orang lain karena biasanya dia hanya peduli pada angka di laporan keuangan." ucap Raline.

Aluna tersenyum kecil mendengar ucapan Raline yang masih tidak Aluna percaya juga.

"Dia memang orang yang baik Raline, hanya saja... caranya menyampaikannya agak unik." ucap Aluna.

"Unik? Itu namanya Tsundere, Luna! Gengsinya setinggi gedung Madhava Tower." sahut Raline sambil membuka buku catatannya.

"Tapi aku senang kamu yang jadi bibi iparku, setidaknya aku tahu Om Kayvan berada di tangan yang tepat dan Opa... dia sangat bahagia semalam dan dia bilang rumah itu jadi terasa punya nyawa lagi sejak kamu datang." ucap Raline.

Kalimat Raline membuat hati Aluna bergetar, dia tidak pernah menyangka bahwa kehadirannya bisa memberikan dampak sebesar itu bagi keluarga Madhava.

Dia yang selama ini merasa sebatang kara, tiba-tiba memiliki tempat yang menerimanya dengan tangan terbuka meski dimulai dengan sebuah jebakan pernikahan kontrak.

Sore harinya, sesuai janjinya Aluna pergi mengajar les privat, meskipun tubuhnya mulai terasa lelah, dia tetap memberikan penjelasan matematika dengan sabar kepada dua muridnya.

Setelah selesai, dia berjalan menuju halte bus untuk menunggu bus atau harus menelepon suaminya itu.

Hujan tiba-tiba turun dengan deras, Aluna merapatkan jaketnya, berdiri di bawah atap halte yang bocor bersama beberapa orang lainnya.

Dia mengeluarkan ponselnya, ragu apakah harus menghubungi Kayvan atau tidak.

'Dia pasti sibuk.' pikir Aluna.

'Lagipula, ini hanya hujan biasa.'

Namun tiba-tiba sebuah pesan masuk di ponselnya membuat Aluna segera memeriksanya.

Kayvan: [Di mana? Hujan deras. Jangan naik bus.]

Aluna tertegun. Bagaimana dia bisa tahu?

^^^Aluna: [Aku di halte depan komplek perumahan murid ku, tidak apa-apa aku tunggu hujan reda.]^^^

Dua menit kemudian, sebuah mobil hitam yang sangat dia kenali berhenti tepat di depan halte.

Kaca jendela belakang turun sedikit, menampakkan wajah dingin Kayvan.

"Masuk." perintahnya singkat.

Aluna dengan cepat masuk ke dalam mobil, sedikit basah kuyup karena berlari kecil.

Kayvan segera mengambil handuk kecil yang entah dari mana sudah tersedia di kursi belakang dan memberikannya pada Aluna.

"Sudah kubilang hubungi aku." ujar Kayvan sambil membantu mengeringkan butiran air di bahu Aluna dengan handuk tersebut.

"Aku tidak ingin merepotkan, kantor mas kan jauh dari sini." sahut Aluna merasa tidak enak.

"Aku yang memutuskan apakah itu merepotkan atau tidak, tugasmu hanya memberitahuku di mana kamu berada." balas Kayvan.

Meski nada bicaranya masih terdengar seperti atasan yang memarahi bawahan, tangan Kayvan yang dengan lembut mengusap rambut Aluna yang basah menggunakan handuk menceritakan hal yang berbeda.

Di dalam mobil yang hangat itu, di tengah suara rintik hujan yang menghantam atap, Aluna menyadari satu hal yaitu Kayvan mungkin tidak pandai berkata manis, tapi dia adalah pria yang akan selalu menjemputnya di tengah badai.

Dan bagi Aluna yang sudah lama sendirian, itu sudah lebih dari cukup.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Rahma Inayah
tnp sadr Aluna cemburu takut kay kmbli ke wanita masa lalunya
aku
agak direm ya lin...insecure boleh tp jgn berlebih, jatuhnya kekanakan. upgrade diri lin. 😁
Shabrina Darsih
lanjut Ka seru cerita nya
Dartihuti
Benih benih cinta mulai mekar ...🤗🥰
sundusiyah86
lanjut Thor..... lanjut kapan MP nya iihhh🤭
Dartihuti
Kenapa ya mayoritas org masa lalu selalu yakin merasa org terpenting mesti menyakiti...🤭🤭kok malah nanya ya Thour🥰
Rahma Inayah
km hrs percaya Luna klau kau SDH memilih mu tu artinya km ratu di hati nya bukan masa lalu nya
erviana erastus
hadehhh selalu gini udah tenang2 kalo nggak masa lalu yg kembali pasti ada plakor gtu terus 🤣
Dartihuti
Lama mencair si kutup es...jd bucin akut🤗
Nur Janah
bisa bgt dah c Opa...🤣🤣🤣
Nur Janah
Kayvan mulai tertarik ma Aluna vi ga mau kentara,,🤭🤭🤭
Rahma Inayah
lanjut Thor
Rahma Inayah
bgus ceritanya
sundusiyah86
Aluna kegiatan nya bikin anak aja SM mas kayvan wkwkwk ayooo dong Thor kapan MP nya .. lanjut Thor lanjut
Rahma Inayah
nah biar kicep tu Clarisa apa yg dia ucapkan adlh kesalahan fatal bginnya jgn main api klu GK mau terbakar
Rahma Inayah
biar GK JD gosip miring publikasikan pernikahanu dgn kaivan makanya Luna
erviana erastus
makax lu nikah sama kayvan diumumkan noh biar semua tahu
Rahma Inayah
lnjut thor
Nna Nna 💖
orang tua raline kmn? apa aku yg terlewat info ya tp sprt nya ga pernh di bahas
Rahma Inayah
lanjut Thor
Lala_Syalala: siapp kakk,, terus pantengin ya ceritanya🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!