NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:96.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Aku Takut ....

Bab 21

 

Entah sudah berapa lama berada di lokasi tempat pesta ulang tahun Sesil. Gita tidak nyaman. Selain pengap karena asap rokok dan berisik. Sudah meminta Leni pesankan minuman non alkohol akhirnya datang juga.

“Ini apa?” tanya Gita menerima segelas cairan coklat macam soda, tapi lebih pekat. Memandang botol yang masih berisi setengahnya.

“Cola atau saparila.” Leni mengedikan bahu sambil menggoyangkan kepala, tangannya memegang gelas dan rokok. “Turun yuk, nggak tahan pengen goyang gue.”

“Ayo, gue lihat Arlan tadi. Biar melek dia sama kita-kita ini. Mana Sesil ajak sekalian,” seru Bela.

“Lo ikut turun nggak?” tanya Leni agak berteriak dan Gita menggeleng.

Tangannya memegang erat handbag berisi dompet dan ponsel, juga inhaler. Sangat haus, meski ragu akhirnya ia teguk minuman yang tadi Leni berikan bahkan menghabiskannya karena haus.

“Soda kok gini, agak hangat.” Menunduk untuk menambahkan es batu di gelas dan menuangkan lagi sisa minuman dari botolnya.

Sesil dan Rani kembali ke meja di mana Gita berada. “KOk sendirian, yang lain mana?”

Gita menunjuk ke arah di mana Bela dan Leni asyik bergoyang.

“Ayo, ikutan,” ajak Sesil dan dijawab Gita dengan gelengan pelan. Rani terlihat sudah mabuk karena mengoceh tidak jelas bersandar di sofa tepat di samping Gita.

“Parah nih bocah, norak maboknya. Gue tinggal ya, lo jangan di sini aja ayo nikmati malam ini.”

Gita hanya mengangguk sambil meneguk lagi minumannya sampai tandas. Semakin tidak nyaman berada di tempat itu, apalagi beberapa laki-laki yang melewati di depan mejanya sempat melirik dan menggodanya.

“Ran, kita pulang yuk, kamu udah mabuk.”

“Hah, mabok apaan bajigur? Gue mau minum lagi. Eh mana gelas gue.”

Perasaan Gita semakin tidak nyaman karena kepalanya mulai berat dan pandangan perlahan mengabur.

“Ran, aku butuh air,” seru Gita mengusap wajahnya.

“Ini air. Ayo minum.” Rani menyodorkan gelas berisi alkohol.

“Nggak, aku nggak mau minum ini.”

“Sedikit aja, minum ya.” Rani memaksa dan Gita menolak sampai beranjak dari tempat itu. “Heh, mau kemana?”

“Toilet.” Gita berpegangan pada tembok menuju toilet, merasakan kepalanya semakin berat.

“Wah, nggak nyangka kita ketemu di sini.”

Deg

Gita terkejut mendapati Arlan, berpapasan di depan toilet.

“Sendirian? Bodyguard lo mana? Apa udah putus sama dia, karena lo nggak asyik. Makin cantik aja sih.”

“Minggir!”

“Gue tunggu di sini ya, kita have fun.”

Gita mendorong Arlan agar menyingkir lalu memasuki salah satu bilik toilet dengan nafas terengah dan duduk di toilet yang tertutup. Merasa tidak aman dan ia harus pergi dari tempat itu.

Tidak mungkin menghubungi Papa atau Pak Iwan, mulai besok hidupnya akan semakin terkekang. Mengeluarkan ponsel lalu menghubungi seseorang.

“Abang, tolong aku. Aku mau pulang, aku takut ….”

Brak

“Gita, ayo keluar!”

***

Rama bersenandung keluar dari area OK. Jam kerjanya sudah berakhir setengah jam yang lalu, menuju parkiran dan sempat membakar sebatang rokok. Masih gerimis dan tadi siang memang hujan lebat makanya dia membawa mobil.

Mengepulkan asap sambil membuka ponsel. Pesannya untuk Gita masih belum dibaca.

“Udah tidur kayaknya. Anak manja belajar kerja, malah tepar.” Rama terkekeh geli. Besok ia akan hubungi kekasihnya itu untuk bertemu, mungkin agak sedikit memaksa dikenalkan pada keluarga Gita. Tidak ingin terus-terusan kencan di belakang seperti laki-laki pengecut.

Membuang puntung rokok lalu menginjaknya dan bersiap menuju mobil.

Drt drt

“Gita,” ucap Rama menatap layar ponsel ada panggilan dari gadis itu.

“Halo, sayang ….”

“Abang, tolong aku. Aku mau pulang, aku takut ….”

“Kamu di mana?” tanya Rama sambil bergegas menuju mobilnya. “Share lock, segera!”

Mulutnya mengump4t saat sudah mulai melaju dan mengetahui  posisi Gita. Kenapa bisa kekasihnya itu ada di luar di jam segini dan merengek minta tolong.

“Shittt.” Rama menekan klakson berkali-kali karena jalurnya terkecoh oleh pengendara motor. Beruntung jalanan tidak terlalu padat karena sudah malam, hampir jam sebelas saat ia keluar dari SM.

Berlari sambil mengikuti sherlock live yang dikirim oleh Gita. Lampu kerlap kerlip, suara dentuman musik seakan memekakan telinga, asap rokok parfum serta aroma minuman bercampur baur.

Lokasinya semakin dekat dan menuju toilet. Tangan Rama mengerat pada ponselnya mendapati pria di depan bilik.

“Woi, ngapain lo!” teriak Rama pada Arlan, menarik bahu pria itu agar menjauh.

“Santai bro.”

“Nggak bisa santai gue. Ngapain lo bikin takut pacar gue? Jadi penjaga wese ‘kah?” Ejek Rama membuat Arlan geram dan melayangkan bogem mentah, berhasil dihindari oleh Rama. Dari fisik jelas Arlan kalah, ditambah pria itu sudah mulai oleng. Ditendang oleh Rama lalu tersungkur.

“Sayang,” panggil Rama mengetuk pintu toilet. “Gita, buka sayang. Ini aku!”

Menekan beberapa kali handle pintu sabil mengetuk, akhirnya terbuka dan ….

“Astaga, kamu ngapain di sini?” tanya Rama langsung meraih Gita ke dalam pelukannya. Dress tanpa lengan membuatnya terlihat dewasa dan wajahnya terlihat panik.

“Bang, aku mau pulang,” rengek Gita. Cukup lama berada di toilet dan akhirnya sang pahlawan pun datang.

“Ayo.” Rama hendak memuntahkan ocehannya mendapati Gita juga mulai oleng dengan langkah terhuyung dan mengeluh pusing, sudah pasti gadis itu mabuk.

Semakin malam, suasana tempat itu semakin ramai, agak sulit keluar dan sempat berdesakan sambil mendekap Gita agar tidak terpisah apalagi bersinggungan dengan pengunjung lain yang lawan jenis.

“Oke, kamu aman.” Gita sudah mulai tidak sadar saat Rama memakaikan seatbelt.

Sudah berada di perjalanan, sambil fokus dengan kemudi Rama bertanya kemana ia harus mengantar. Namun, Gita hanya bergumam tidak jelas.

“Ck, bisa-bisanya lo di tempat lakn4t begitu. Emang harus dibina temen-temen lo itu.” Sempat menepi untuk memeriksa ponsel Gita yang posisinya di silent. Mencoba membuka layar untuk menghubungi keluarganya. Dengan sidik jari, tapi tidak berhasil. Ternyata Gita mengunci dengan pola.

“Sayang, aku harus antar kamu kemana?” tanya Rama menepuk pipi Gita dan tidak mendapatkan jawaban.

“Bang … pusing,” keluh gadis itu dan terlihat kedinginan. Kebetulan Rama tidak membawa jaket. Tidak mungkin Rama membawa Gita pulang ke rumah atau kosan, ibunya bisa pingsan. Didepan sana ada plang penginapan, sepertinya mereka harus menepi sejenak untuk Gita istirahat.

Mendapatkan kamar, Rama membawa Gita untuk istirahat. Dengan telaten melepas heels dari kedua kaki gadis itu. Tidak menyadari Gita perlahan beranjak duduk dan ….

Hoek

“Ya ampun, Gita! Boro-boro bisa gue cip0k malah dapat jackpot."

 

1
Arin
Itu memang obat paling mujarab dan manjur ya Rama untuk meredam emosi🤭🤭🤭🤭🤭
Shee_👚
obat emosi gita😂😂😂
Shee_👚
sombong keluarin ram, punya mertua kaya tujuh turunan g usah takut🤣🤣🤣
Shee_👚
bisa jawab kagak lo pada, kemana waktu bapaknya rama masih idup kagak ada ngaku sodara, sekarang bapak rama dah g da ninggalin warisan banyak pake acara ngaku sodara, dah gitu minta jadi besan situ waras?? 🙄
Shee_👚
mau tau, sini aku bisikin.
gita itu anak kesayangan nya papih arya, keturunan nya Bimantara, tau kagak?? g bakalan tau lah orang maenannya di sawah sih😂
Shee_👚
lah emang kelakuan kalian harus di aduin, kalau kagak mah tuman😏
mmh nengmuti
dasar rama sableng🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
dah kaya pengangguran tapi di gaji, duh mau aku🤣
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
sabar ram, ora g sabar kan tanah luas
Shee_👚
di rumah sakit dah di bikin emosi sama palkiran, nyampe rumah di bikin emosi sama cing ihsan sudahlah cing ihsan jadi sasaran emosi rama🤣
Felycia R. Fernandez
obat lelah ya Ram 🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Rama/Curse/ sempet²nya kamu ya, Astaghfirullah/Facepalm//Facepalm/
💟노르 아스마💟
kudu sempat yo bang ...hadehhhh
mery harwati
Mau disuntik anestesi sama Rama kayaknya Ida & Ihsan 😀
Rahmawati
kesampaian nikah karna digrebek 🤣🤣🤣
Rahmawati
ikut deg deg an jadinya
Rahmawati
Gita jgn ikut ikutan ke club lah, apalagi nanti disana ada arlan
Rahmawati
wah, langsung ketahuan sama papa arya
Rahmawati
langsung tembak tanpa basa basi
gina altira
Sikat Rama, kasih paham tuh si Ida yang sok ke pedean
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!