NovelToon NovelToon
Hati Yang Selalu Dijauhkan

Hati Yang Selalu Dijauhkan

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Perjodohan / Tamat
Popularitas:43.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Lolitta telah melewati begitu banyak penderitaan hidup. Berbagai masalah bahkan menyeretnya hingga ke penjara, menempa dirinya menjadi seorang gadis yang tangguh dan mandiri. Ia selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Meski bertunangan dengan pria kaya dan tampan, Lolitta tak pernah menjadi manja atau bergantung pada tunangannya.Di
balik ketegarannya, ia menyimpan luka yang hanya bisa ia tangisi dalam diam.

Dev Zhang, seorang konglomerat berpengaruh, menerima pertunangan itu hanya demi memenuhi permintaan sang kakek. Ia tak pernah menyadari bahwa gadis yang berdiri di sisinya telah mencintainya selama sepuluh tahun. Kedekatan Dev dengan cinta pertamanya membuat Lolitta memilih menjauh dan selalu menjaga jarak, mengubur perasaannya dalam diam.

Akankah Lolitta akhirnya berani mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam pada Dev Zhang?
Dan di antara Lolitta dan cinta pertamanya, siapakah yang benar-benar dicintai Dev?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Dev menatap Lolitta beberapa saat setelah percakapan mereka yang panjang.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia melangkah lebih dekat lalu memeluk Lolitta dengan lembut. Pelukan itu hangat, tidak memaksa, seolah ingin menenangkan sesuatu yang tidak terlihat.

"Lolitta… kau hanya perlu percaya padaku," ucap Dev pelan di dekat telinganya.

Lolitta tidak menolak.

Ia juga tidak membalas pelukan itu.

Gadis itu hanya berdiri diam dalam pelukan pria tersebut. Matanya menatap kosong ke arah lampu jalan di depan mereka.

Namun di dalam hatinya, pikirannya bergerak tenang. "Dev… bukan janji yang keluar dari mulutmu yang aku butuhkan. Yang aku butuhkan adalah bukti."

Ia menarik napas perlahan.

"Aku tidak akan melarangmu bekerja sama dengan mantanmu. Justru ini adalah ujian untukmu. Seberapa serius kau dengan hubungan kita. Kalau kau masih menyimpan rasa pada mantanmu… maka kau tidak layak menjadi suamiku. Jadi aku tidak takut jika suatu hari aku kehilanganmu."

Ucapan Lolitta membuat Dev terdiam sejenak.

Beberapa detik kemudian, Dev perlahan melepaskan pelukannya.

Ia menatap wajah Lolitta dengan serius.

"Lolitta… bagaimana kalau kita mengumumkan hubungan kita?" tanya Dev.

Lolitta menatapnya tenang.

"Sebuah hubungan bertahan atau tidak… tidak ada hubungannya dengan diumumkan ke publik," jawabnya pelan. "Semuanya tergantung pada kita. Kalau kita saling setia, walaupun hubungan itu tersembunyi… tetap akan bertahan."

Dev mengamati ekspresi Lolitta dengan saksama.

"Apakah kau keberatan orang lain mengetahui bahwa kau adalah tunanganku?" tanyanya lagi.

Lolitta tersenyum tipis.

"Anggap saja ini ujian," jawabnya.

"Sebelum aku benar-benar siap, aku tidak ingin ada yang tahu. Kalau suatu hari kita berpisah… aku tidak ingin menjadi bahan lelucon publik."

Dev terdiam mendengar kalimat itu.

Lolitta melanjutkan dengan nada yang tetap tenang.

"Kau juga tahu mulut netizen tidak bisa dihentikan ketika mereka mulai bergosip. Posisimu sebagai direktur… dan aku hanyalah manajermu. Kalau hubungan ini terbuka, perhatian orang akan tertuju pada kita."

Ia menarik napas pelan.

"Dan kalau suatu hari kita putus… yang paling dirugikan adalah aku."

Tatapannya menjadi lebih tajam, namun tetap tenang. "Aku seorang wanita. Akulah yang akan menjadi bahan hinaan mereka."

Dev menatap Lolitta beberapa saat sebelum akhirnya menghela napas ringan.

"Baiklah," katanya akhirnya, suaranya terdengar lebih lembut.

"Aku akan mengikuti keinginanmu."

Ia lalu menatap jam di pergelangan tangannya."Sudah malam. Kau pasti belum makan."

Dev membuka pintu mobilnya.

"Mari kita pergi makan."

Lolitta tidak menolak. Ia hanya mengangguk pelan sebelum masuk ke dalam mobil.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu meninggalkan halaman pabrik dan melaju menembus jalan kota yang mulai sepi.

Beberapa jam kemudian, keduanya menghabiskan waktu makan malam dengan tenang. Tidak banyak percakapan serius seperti sebelumnya. Dev sesekali mencoba mencairkan suasana, sementara Lolitta tetap bersikap tenang seperti biasanya.

Pukul sebelas malam.

Dev akhirnya kembali ke mansionnya.

Begitu memasuki ruang tamu yang luas, ia langsung melepaskan jas panjangnya dan menarik dasinya dengan sedikit kesal.

Jas dan dasi itu ia lemparkan ke sofa.

Rumah besar itu terasa sunyi.

Dev berjalan menuju jendela besar, namun langkahnya berhenti di tengah ruangan.

Ucapan Lolitta tadi kembali terngiang di kepalanya.

"Aku tidak akan melarangmu bekerja sama dengan mantanmu. Justru ini adalah ujian untukmu. Seberapa serius kau dengan hubungan kita. Kalau kau masih menyimpan rasa pada mantanmu… maka kau tidak layak menjadi suamiku. Jadi aku tidak takut jika suatu hari aku kehilanganmu."

Dev memejamkan matanya sesaat.

"Lolitta…" gumamnya pelan.

"Sikap tegasmu kadang membuatku khawatir."

Ia menghela napas panjang. "Apakah kau tidak mencintaiku… sehingga bisa berkata seperti itu?"

Dev menunduk sambil mengusap wajahnya.

"Lolitta sama sekali tidak percaya padaku. Itulah sebabnya dia tidak ingin hubungan kami diketahui orang lain."

Pikiran itu membuat hatinya terasa berat.

Di sisi lain — Apartemen Carmen Hong.

Lampu ruang tamu apartemen mewah itu masih menyala terang.

Carmen Hong duduk santai di sofa sambil memegang segelas anggur merah. Di sampingnya berdiri asistennya, Lolla Fan, yang sedang memegang tablet.

"Carmen," kata Lolla sambil melihat layar.

"Dev Zhang menemui Lolitta malam ini."

Carmen menoleh.

"Mereka bahkan terlihat sangat dekat. Berpelukan… dan pergi makan bersama."

Lolla mengangkat alisnya.

"Apakah kau yakin Dev masih mencintaimu?"

Carmen tertawa kecil, seolah pertanyaan itu tidak masuk akal.

"Tentu saja dia masih mencintaiku," jawabnya dengan penuh keyakinan.

Ia menyilangkan kakinya dengan santai.

"Kalau tidak, mana mungkin dia bersedia bekerja sama denganku? Dan dia juga datang sendiri menjemputku di bandara."

Senyum percaya diri muncul di bibirnya.

"Bertunangan dengan gadis desa itu… hanya untuk mengisi waktu dan menyenangkan kakeknya. Bukan dari hatinya."

Lolla mengangguk setuju.

"Benar juga. Hanya gadis desa. Dia tidak bisa dibandingkan dengan dirimu. Statusmu sekarang adalah artis terkenal yang dikenal banyak orang."

Ia menatap Carmen dengan kagum.

"Kalau dipikir-pikir, hanya kau yang pantas berdiri di sisi Dev Zhang. Sedangkan Lolitta Fang…" Lolla mendengus pelan. "Hanyalah gadis yang dibesarkan di desa."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada lebih pelan namun tajam.

"Orang tua kandungnya bangkrut. Dan yang paling menarik… ternyata dia adalah mantan narapidana."

Carmen langsung menoleh tajam.

"Mantan narapidana?" tanyanya terkejut.

Lolla mengangguk.

"Benar. Dia pernah dituduh menabrak seseorang. Tapi sebenarnya pelaku aslinya adalah adik tirinya."

Carmen terdiam sejenak.

Namun perlahan… senyum licik muncul di wajahnya. "Walaupun begitu…" katanya pelan.

"Dia tetap mantan narapidana."

Ia meletakkan gelas anggurnya di meja.

"Lolla."

Asistennya langsung menegakkan tubuh.

"Sebarkan berita ini."

Mata Carmen berkilat penuh rencana.

"Bukankah dia seorang manajer? Kalau begitu sebarkan masa lalunya."

Senyum tipis penuh kemenangan muncul di bibirnya. "Aku ingin melihat… apakah rekan kerjanya masih akan menghormatinya. Dan apakah posisinya sebagai manajer masih bisa bertahan."

Carmen lalu bersandar santai di sofa.

"Walaupun Dev mungkin akan melindunginya… Investor lain belum tentu akan diam saja."

1
Liana Simon
seru ceritanya
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
lee zha
bagus.....authorrr
MataPanda?_
udahan kak.. gk kerasa udh tamat aja semangat trus kak buat karya yg lain y
Pikachu: Terima kasih kak, jangan lupa mampr ke karya terbaru author ya🙏🙏
total 1 replies
DG s
bagus ceritanya👍
Pikachu: Terima kasih kak🙏🙏
total 1 replies
stela aza
katanya udh end tapi nggantung 🤦
Pikachu: endnya di bab 61 kak
total 2 replies
Kustri
☕nggo jeny, bn kuat ngadepi masalahmu😂🤭
Osie
mpus dah ente jenny🤣🤣🤣🤣
Maria Mariati
masih belum sadar dia, apa perlu si Dev yang datang memborgol dirimu jeny
stela aza
rasain loe belagu g ingat asal usul dr mana dulu berasal
Dian Fitriana
up lg thor
Maria Mariati
god job thorrr
Brown choco
Crazy up thor
Maria Mariati
jebakan buat para musuh dan antek2 nya
Dame Manalu
akhirnya....
Dian Fitriana
akhirnya ksalahpahaman Lolita berakhir....persatukan mereka thor
irala
lanjuut kak
Dian Fitriana
mantap dev... akhirnya dirimu menunjukkan perhatian KPD Lolita...smoga Lolita luluh dn menerima cinta dev... update lg thor
Maria Mariati
gitu dong Dev sebelum Lolita fi tolong lain kamu harus datang lebih dulu
Suci Dava
Nah gitu Dave, jd laki hrs tegas dan gantleman , goodjob
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!