NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hobi nyamar

Mahen pergi ke studio foto yang Naya rekomendasikan dan ternyata pemiliknya sudah di hubungi Naya sehingga Mahen langsung di terima tanpa wawancara dan mulai bekerja hari esok.

"Cukup berpengaruh juga ternyata Naya," gumam Mahen dengan tersenyum tipis. Karena hari ini tidak ada kesibukan, Mahen memutuskan untuk pulang ke rumah menemui sang ibu.

Dengan motor sederhananya itu, ia masuk ke komplek perumahan elit dan sampai akhirnya menghentikan motor itu tepat di depan gerbang tinggi.

"Pak satpam ... Bukain pak!" panggil Mahen.

Dengan tatapan heran, satpam membukakan pintu gerbang. "Lah, Tuan Mahen?"

"Yaiya, emang bapak kira siapa? Nih tolong amankan motorku jangan sampai hilang," ujar Mahen seraya memberikan kunci motornya pada pak satpam yang masih keheranan.

"Orang kaya ada-ada saja. Mobil mewah berjajar di garasi, ini malah motor butut yang di pake!" satpam itu hanya menggelengkan kepalanya sambil meminggirkan motornya ke tempat aman.

"Mama ... Mama ..." panggil Mahen berteriak-teriak.

"Maaf, Tuan. Nyonya sedang pergi keluar," ujar salah satu pelayan itu.

"Kemana mbak?"

"Nyonya tidak ada bilang, Tuan."

"Agh salahku juga sih tidak mengabari terlebih dahulu. Yaudah mbak, aku mau makanan enak dong. Tolong bikinin," pinta Mahen.

"Siap Tuan."

Mahen beranjak pergi ke kamarnya, kemudian menjatuhkan diri ke atas tempat tidur yang empuk sangat berbeda dengan kondisi kasur di kontrakannya.

"Aghhh nyamannya ..." gumam Mahen.

Ia beberapa kali menghubungi Ibunya, tapi tidak ada jawaban. "Mama kemana sih? Katanya kangen, aku kemari malah tidak ada!" gerutunya.

Di sisi lain, Naya pergi meeting bertemu client dengan di temani Rossi seperti biasanya dan sebelum kembali ke kantor, Naya menghadiri pameran properti yang tidak jauh dari tempat sebelumnya.

"Bu Naya mau beli rumah lagi?" tanya Rossi.

"Liat-liat aja sih, siapa tahu ada yang cocok. Katanya lagi ada diskon besar-besaran ..." jawab Naya.

"Bu Naya senang diskonan juga ternyata," ucap Rossi.

"Hehhh ini tuh kesempatan bagus. Apalagi properti setiap tahunnya pasti ada kenaikan, ah kau tidak akan mengerti," cetus Naya.

Mereka berkeliling pameran itu. Selain rumah, ada apartement dan juga Villa. Ada beberapa yang menarik perhatian Naya.

"Wihhh bu, villa kota B ini bagus banget," tunjuk Rossi pada miniatur villa yang terlihat mewah itu.

"Agh biasa aja!"

"Saya jadi semakin semangat buat nabung. Kalau sudah banyak uang, saya akan membeli rumah mewah seperti ini," rossi begitu bersemangat.

Bagi Naya membeli properti adalah investasi. Sudah banyak properti yang Naya miliki saat ini.

Saat sedang melihat-lihat, Naya mendapati seorang sales paruhbaya sedang di marahi oleh pembeli. Karena tidak tega, ia menghampirinya.

"Stop ... Jangan marahi lagi. Kalian keterlaluan sekali."

Sungguh terkejut saat melihat dua orang itu ternyata Miko dan Shella. Ingin mundur, tapi sudah tanggung.

"Naya ..." seru Miko.

Naya hanya menatapnya sinis.

"Bu, anda tidak apa-apa?" tanya Naya pada sales itu yang tidak lain tidak bukan adalah Rina–mama Mahen. Ternyata anak sama ibu sama saja, senang menjadi pura-pura miskin.

"Tidak, saya baik-baik saja. Terima kasih," ujarnya.

"Maaf, mbak Naya. jangan ikut campur deh dengan urusan kami," timpal Shella. Dengan erat merangkul tangan Miko seakan sengaja memamerkan kemesraan.

Naya tidak ingin berdebat dengan mereka, tapi ini urusan kemanusiaan.

"Hmmm ... Aku tidak bermaksud ikut campur, tapi aku melihat tadi kalian bersikap kasar pada ibu ini."

"Ya bebas dong Naya, toh dia cuman sales! Lagi pula dia juga salah, gak bisa menjelaskan dengan detail yang di jualnya!" cetus Miko.

Naya melihat keadaan ibu itu yang tidak seharusnya bekerja seperti ini.

"Ya kamu bisa panggil sales lainnya atau managernya dan selesaikan baik-baik tanpa membentak dengan kasar seperti tadi!" bela Naya.

"Sudahlah, sayang. Naya ada benarnya kok, sudah jangan di teruskan. Tujuan kita kemari untuk mencari rumah pernikahan yang akan kau siapkan untukku, kan?" tutur Shella begitu lemah lembut.

"Ciihh ..." Naya mendelikkan matanya kesal mendengar ucapan yang terkesan pamer itu.

"Karena calon istriku sangat baik hati, aku tidak akan mempermasalahkan urusan ini lagi!"

"Terima kasih, Tuan, Nona ..." ujar Rina.

"Ayo sayang, kita lanjutkan cari rumahnya dan kita cari sales lain," ajak Shella.

"Tentu sayang."

Mereka berdua berlalu pergi. Naya begitu muak melihat tingkah dua orang itu, kenapa dulu ia sangat bodoh dengan mencintai pria seperti itu?

"Bu, calon istri pak Miko gitu banget ih. Keliatan banget fake-nya," bisik Rossi.

"Emang cocok kok mereka! Bersyukur banget aku gak sampe nikah sama cowok kayak gitu!" tutur Naya.

Rina menguping pembicaraan mereka dan senyuman tersungging di bibirnya. Merasa menemukan jodoh yang cocok untuk Mahen.

"Nona-nona terima kasih, ya ..." ucap Rina.

"Eh sama-sama bu. Mmmh kenapa di umur segini ibu masih kerja?" tanya Naya.

"Agh, hanya cari kesibukan saja. Di rumah juga bosan karena anak-anak pada kerja," jawab Rina asal.

"Wah ibu keren. Walaupun anak-anak ibu bekerja, ibu masih semangat kerja. Yasudah, ibu yang pegang ini, kan? Kalau gitu saya akan membelinya cash dan ibu bisa dapat uang banyak," tutur Naya.

"Kau serius? Wah baik sekali kamu, yasudah, ibu urus-urus ya ..." Rina terlihat bersemangat dan mengambil beberapa berkas. Itu membuat Naya terharu dan merasa senang karena bisa membantu orang lain.

Naya menyelesaikannya dengan cepat dan transaksi jual beli itu terjadi.

"Terima kasih ya, Nona ... Saya senang sekali," ucap Rina.

"Agh ibu terima kasih terus pada saya. Jadi gak enak, semoga ibu selalu sehat dan selalu bersemangat ..." doa Naya tulus.

Rina mengusap lembut tangan Naya dan menatapnya dengan nanar. Berpikir kalau akan sangat beruntung jika Mahen bisa memiliki istri sebaik Naya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu ya, bu." Naya hendak beranjak pergi, tapi Rina menahannya.

"Tunggu, apa boleh saya minta nomor wa-mu? Ya siapa tahu di kemudian hari saya bisa mentraktirmu," ujar Rina.

"Oh boleh banget, bu." Naya mengeluarkan ponselnya meng-scan barcode dari ponsel Rina. Lalu setelah itu beranjak pergi.

Di dalam mobil ....

"Saya berpikir sesuatu, kayaknya tadi ada yang aneh, deh dengan ibu itu, tapi apa ya?" cetus Rossi.

"Apa?"

"Agh itu, ponsel ibu itu ..." ungkap Rossi.

"Emang kenapa sama ponselnya?" tanya Naya.

"Merek ponselnya sama dengan ponsel bu Naya dan sepertinya modelnya juga sama."

"Mungkin barang kw. Udah sih jangan di bahas lagi, mending rekap aja itu hasil meeting tadi daripada gabut!" titah Naya.

"Hmmm iya iya bu ..." angguk Rossi.

Sementara itu, Mahen di rumah sudah selesai makan dan mamanya belum kunjung kembali.

"Ah elah ... Mama kemana sih?" gerutunya.

Kemudian Mahen melihat ponselnya dan mendapatkan pesan dari Rina yang mengatakan bahwa untuk menunggunya dan jangan pulang dulu.

"Begitu tuh, sukanya kelayapan tuh ibu-ibu ..." ketusnya pada ponsel di pegangnya.

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!