NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waspada

Ini bukan kali pertama Yan Diming mengalami hal seperti ini. Setiap kali dia menggunakan cermin spiritual, hal pertama yang dilihatnya pasti seekor kelinci gemuk milik Bai Muzhi.

Masalahnya, cermin spiritual itu selalu memperlihatkan bagian ekor atau pantat kelinci tersebut. Seolah-olah sengaja mengejeknya. Siapa yang tidak kesal setengah mati melihat pemandangan seperti itu berulang kali?

"Apakah cermin ini memiliki kebiasaan mesum mengintip pantat seekor kelinci? Benar-benar tidak berguna!" gumamnya jengkel.

Yan Diming meletakkan cermin spiritual itu secara sembarang di atas meja batu. Meski begitu, ia masih cukup berhati-hati agar benda langka tersebut tidak rusak.

"Kamu kembali saja. Aku sendiri yang akan pergi dan mencari tahu seperti apa pasangan naga putih itu," katanya pada Xu Aoshan.

"Ya." Xu Aoshan tidak memiliki hal lain untuk dikatakan. Ia segera pergi untuk menghindari pengintaian Hong Maxing.

Setelah Xu Aoshan pergi, Yan Diming memikirkan banyak hal. Tiga ratus tahun telah berlalu dan dia masih belum bisa mengambil alih Istana Shing di wilayah Baiyun. Kesabarannya hampir habis.

Yan Diming menyipitkan mata. Senyum tipis muncul di bibirnya. "Jika kondisi Bai Muzhi mulai membaik gara-gara gadis manusia itu, maka gadis manusia itu pantas untuk dilihat."

"Oh, aku benar-benar menantikannya," imbuhnya sebelum akhirnya tertawa pelan penuh perhitungan.

Tawa rendahnya bergema di ruangan dingin itu dan terdengar menyeramkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sudah sebulan berlalu lagi sejak Li Yunru tinggal di zaman kuno para manusia setengah binatang. Sedikit demi sedikit, ia mulai memahami garis besar dunia ini.

Meski masih terasa aneh melihat hewan bisa berbicara, ia sudah mampu menerima semuanya dengan cukup baik. Terutama ketika dia sesekali berdebat dengan Ruu.

"Hatchiu!!"

Li Yunru bersin saat baru saja tiba di kebun sayur milik suku kelinci yang terletak tak jauh dari Istana Shing. Ia memegang keranjang anyaman bambu sambil berjalan santai di antara petak-petak sayuran yang tumbuh subur.

"Tuan, apakah kamu sakit?" tanya Ruu yang sedang mengekorinya.

"Tidak. Hidungku hanya gatal. Sepertinya ada yang membicarakanku akhir-akhir ini," jawab gadis itu datar seraya menggosok ujung hidungnya. "Mungkinkah aku mulai alergi bulu kelinci?"

"Jangan fitnah." Ruu langsung kesal hingga telinganya bergerak-gerak.

Li Yunru tidak lagi memedulikannya. Ia berjalan menuju petak bawang bombai yang daunnya sudah layu.

"Ini benar-benar siap panen. Suku kelinci sepertinya sangat suka menanam banyak sayuran," ucapnya senang sambil berjongkok.

Ruu menghampirinya dan melihat sekilas daun bawang bombai yang telah menguning. "Tentu saja. Suku kelinci sangat suka makan sayuran."

Li Yunru melirik kelinci gemuk itu dengan ekspresi tidak suka seraya mencabut beberapa bawang bombai.

"Lalu mengapa kamu hanya suka makan daging? Apakah kamu benar-benar seekor kelinci roh?"

"Apa salahnya makan daging? Aku bukan kelinci sungguhan juga."

Li Yunru memutar bola matanya malas. Memang, hanya kelinci jadi-jadian yang bisa begitu doyan makan daging. Setelah mencabut bawang bombai, ia mulai mencari sayuran lain yang mungkin bisa dimasak hari ini.

"Kira-kira siang ini kita makan apa, ya?" gumamnya sambil berpikir cukup lama.

"Mengapa tidak memasak ayam atau ikan?"

"Tidak. Aku sedang ingin makan sayuran hari ini."

"Ugh ... kalau begitu, aku tidak punya saran." Kedua telinga panjang Ruu langsung terkulai lemas. Mengapa tuannya sangat suka makan sayur?

Li Yunru tidak memedulikan kelinci gemuk yang membosankan itu. Pandangannya secara alami tertuju pada beberapa terung ungu yang terlihat mencolok di salah satu sisi kebun.

Matanya langsung berbinar kecil ketika memikirkan masakan yang akan dibuat hari ini. Ia pun buru-buru memetik dua terung ungu yang tampak besar dan segar.

Setelah mendapatkan semua yang ia inginkan, akhirnya mengucapkan terima kasih kepada pemilik kebun sayur—sebelum akhirnya kembali ke Istana Shing bersama Ruu.

Li Yunru suka memasak di ruang terbuka sehingga ia pergi ke halaman belakang, mencari tempat yang cocok untuk memasak.

Kesadarannya memasuki ruang cincin spiritual untuk memeriksa beberapa rak bumbu. Melihat betapa lengkapnya bumbu di rak tersebut, ia mulai berpikir jauh.

"Apakah gadis kecil ras peri itu benar-benar seorang penjelajah waktu dari masa depan? Jika tidak, bumbu dapur yang ada di sini tidak mungkin berasal dari masa depan," gumamnya pelan.

Ia jadi teringat dengan Bai Shenzhen yang pernah menyamar menjadi penjual di toko hewan peliharaan. Mungkinkah lelaki tua itu sendiri yang mengumpulkan semua jenis bumbu ini?

Rasanya tidak mungkin. Mungkin benar jika gadis kecil ras peri itu yang mengumpulkannya dari zaman modern.

Tapi, apakah Bai Muzhi tahu soal ruang spiritual di cincinnya sendiri?

Haruskah dia memberi tahunya?

Kesadarannya kembali ke dunia luar. Ia mengeluarkan minyak wijen, lada dan kecap asin dari ruang spiritual. Sedangkan peralatan memasak sudah disediakan oleh Istana Shing sehingga ia tidak perlu repot mengeluarkannya dari ruang cincin spiritual.

Li Yunru segera menyalakan api di tungku batu lalu membersihkan dua terung ungu dan memotongnya berbentuk dadu. Ia juga mengiris tipis satu buah bawang bombai yang telah dibersihkan.

Namun, ia sama sekali tidak menyadari bahwa dari balik salah satu pohon tak jauh darinya, seekor ular hitam besar sedang mendesis pelan dan melata perlahan. Sepasang mata kuning keemasannya menatap Li Yunru dengan penuh minat dan keserakahan.

Ruu sangat sensitif terhadap aura asing sehingga kedua telinganya langsung terangkat tegak.

"Siapa itu?! Jangan sembunyi!" katanya keras sambil menoleh tajam ke arah pepohonan.

Li Yunru memiliki tanda tanya di kepalanya. Melihat Ruu menatap ke arah belakang dengan waspada, ia pun bingung.

"Ada apa?"

Ruu tahu aura yang dia rasakan bukanlah aura biasa. Rasanya dingin dan licik. "Aku merasakan kehadiran manusia setengah binatang yang tidak menyenangkan."

Li Yunru baru saja memasukkan irisan bawang bombai ke dalam mangkuk kecil. Karena tidak merasakan apa pun, ia mengabaikan ucapan kelinci gemuk itu.

Namun saat ia mengambil sudip kayu dan hendak memanaskan wajan di atas tungku, embusan angin yang cukup kencang tiba-tiba berembus. Disertai suara desisan rendah yang seketika membuat bulu kuduknya berdiri.

Tubuh Ruu membeku saat melihat rumput tinggi di sekitar pepohonan bergerak pelan. Seakan ada sesuatu yang panjang tengah menyeret tubuhnya di tanah.

Baru kemudian Ruu melihat kepala seekor ular hitam muncul dari belakang pohon. Ia berteriak dan sangat waspada.

"Ular! Pria ular! Tuan, hati-hati!"

Ular hitam besar itu perlahan mengubah sebagian tubuhnya menjadi manusia. Dari pinggang ke bawah masih berupa ekor ular hitam mengilap yang memantulkan warna keunguan saat terkena cahaya matahari.

Li Yunru juga melihat sosok itu dan membeku untuk waktu yang cukup lama. Ular—manusia dengan tubuh setengah ular. Yakin itu bukan siluman?

Sebagai orang modern, ia hampir bodoh di tempat. Benar-benar ada manusia setengah ular di dunia ini.

Pria tersebut memiliki rambut panjang ungu kehitaman, sepasang mata ungu gelap yang tajam, serta kuku panjang bercat hitam. Wajahnya tampan, tetapi aura yang dipancarkannya begitu berbahaya dan mematikan.

Li Yunru akhirnya pulih dari keterkejutannya dan segera memasang kewaspadaan penuh. Ia mengambil pisau di atas meja kecil untuk berjaga-jaga.

"Siapa kamu?!" tanyanya.

Yan Diming terkekeh pelan. Lidah ularnya menjulur beberapa kali dari sela bibirnya. "Oh, jadi kamu adalah pasangan Bai Muzhi?"

Sebelum Li Yunru sempat bereaksi, Yan Diming tiba-tiba bergerak mendekatinya dengan kecepatan mengerikan lalu melilit pinggang gadis itu menggunakan ekornya.

Tetapi Li Yunru yang memegang pisau daging dan sudip kayu langsung bereaksi refleks. Tanpa ragu ia mengayunkan pisaunya dan berhasil melukai ekor Yan Diming.

"Arrghh!!"

Yan Diming berteriak kesakitan dan segera melepaskan lilitannya. Ia menatap luka yang mengeluarkan darah hitam keunguan di ekornya. Wajah tampannya langsung berubah gelap dan menyeramkan.

Ia jelas tidak menyangka manusia biasa dapat bereaksi secepat itu. Karena meremehkan lawannya, ekornya terlambat menghindar.

Yan Diming yang marah melotot tajam ke arah Li Yunru, lalu mengulurkan tangan berkuku panjangnya untuk menangkap gadis itu.

"Manusia, beraninya kamu melukaiku!!"

Sayangnya, Li Yunru yang panik melihat pria ular itu kembali menyerang tanpa sadar langsung mengayunkan sudip kayu ke wajahnya.

Tuk!

Sudip itu menghantam tepat di hidung Yan Diming dengan keras.

"Owwhhh!!"

Yan Diming mundur sambil meringis kesakitan. Saat menyentuh hidungnya, ia melihat darah di telapak tangannya sendiri. Pupil mata ularnya tiba-tiba menyempit dingin.

Mulut Yan Diming terbuka memperlihatkan taring panjangnya yang sangat runcing. "Beraninya kamu, manusia! Cari mati!" geramnya marah.

Sekarang, ia mencoba menerkam Li Yunru dan siap untuk menggigit lehernya. Tanpa perlindungan Bai Muzhi, apa yang bisa dilakukan oleh manusia biasa?

1
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
wahh, teka-tekinya semakin membesar 🙀🙀 semoga segera dipertemukan ya Yunru ortu mu dan juga Peijun untuk bertemu ibunya🥺
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!