NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Pasukan Taring Serigala berjalan semakin jauh ke dalam lorong bawah tanah itu, kegembiraan di wajah mereka semakin jelas terlihat. Mereka membayangkan kekayaan dan kekuatan yang akan mereka dapatkan hari ini. Namun, mereka tidak sadar bahwa kematian sedang mengintai di setiap inci tanah yang mereka pijak.

"Berhenti di situ," suara Yue-Jian mendadak menjadi dingin dan tegas. "Sepuluh langkah di depan barisan terakhir mereka, ada garis ukiran biru tipis. Itu pemicu Formasi Pedang Berduri. Biarkan mereka yang duluan menjadi korban."

Ye Chen diam tak bergerak, bersembunyi di balik bayangan tikungan. Matanya menatap tajam ke arah pasukan yang berjalan ceroboh di depannya.

Tepat saat anggota terakhir pasukan itu melewati garis ukiran itu...

ZIIINGGG!!

Cahaya biru menyala terang sepanjang lorong. Suara dengungan tajam memenuhi ruang tertutup itu.

"Ah?! Apa ini?!" teriak salah satu anggota.

"Kembali! Itu jebakan!" jerit sang Pemimpin, namun sudah terlambat.

SRAAA!!! SRAAA!!!

Ribuan bilah es tajam menyembur keluar dari dinding, lantai, dan langit-langit secara bersamaan. Jeritan mengerikan dan suara tubuh tertusuk bersahutan. Dalam sekejap mata, lebih dari separuh pasukan Taring Serigala tewas seketika, berubah menjadi saringan darah yang membeku di lantai batu.

Sang Pemimpin dan kedua wakilnya bereaksi cepat, memancarkan energi kuning kecokelatan untuk membentuk perisai. Meski selamat, mereka terpental menghantam dinding dengan napas memburu dan wajah pucat pasi.

"Sialan! Banyak anak buahku mati!" maki Pemimpin itu marah besar. "Lanjutkan! Gunakan Batu Penahan Formasi! Kita harus dapatkan harta itu!"

Mereka kembali bergerak, kali ini jauh lebih hati-hati dan penuh ketakutan.

Setelah mereka menjauh cukup jauh, Ye Chen baru melangkah keluar dari persembunyiannya. Dia berjalan melewati tumpukan mayat yang membeku dengan tenang, tidak ada sedikit pun rasa iba di matanya. Di dunia ini, kelembutan hati hanya akan membawa pada kematian.

Semakin ke dalam, hawa dingin semakin pekat hingga napas Ye Chen pun berubah menjadi uap putih. Akhirnya, lorong itu melebar menjadi sebuah ruangan raksasa yang megah. Di tengah ruangan, di atas sebuah altar berbentuk bunga teratai, terdapat wadah kristal bening berisi cairan hitam kebiruan yang berputar perlahan.

Itulah Cairan Sumsum Yin.

Namun, di sekeliling altar itu, tiga sosok sedang bertarung mati-matian melawan empat patung raksasa setinggi sepuluh meter. Itu adalah Pemimpin dan dua wakil Taring Serigala yang tersisa. Wajah mereka penuh darah dan ketakutan. Patung-patung penjaga itu bergerak dengan kekuatan setara ranah Qi Condensation tingkat kesembilan, jauh melampaui kemampuan mereka.

"Sialan! Kita tidak bisa mengalahkan mereka! Mundur!" teriak salah satu wakil yang lengannya sudah hampir putus.

"Kita tidak bisa mundur! Cairan itu milikku!" sang Pemimpin masih keras kepala, meski tulang rusuknya sudah ada yang patah.

Namun, patung penjaga itu tidak memberi ampun. Salah satu ayunan pedang batu raksasa menghantam bahu wakil terakhirnya, menghancurkan tulang dan daging seketika. Pemimpin Taring Serigala terpental jatuh di dekat dinding, darah segar memancur dari mulutnya. Dia terkapar tak berdaya, menyaksikan patung-patung itu berbalik arah perlahan, siap menghabisinya.

Saat itulah, langkah kaki pelan terdengar.

Tap... Tap... Tap...

Sosok Ye Chen muncul dari kegelapan, wajahnya tertutup kain samaran, matanya sedingin es.

"Ka... kau... siapa...?" gumam Pemimpin itu dengan sisa napasnya, matanya membelalak kaget. "Kau... mengikuti kami dari awal...?"

Ye Chen berhenti di depannya, menatap rendah. "Kau sudah mati saat kau memilih menjadi perampok."

Tanpa ampun, Ye Chen menginjak dada pria itu, meremukkan sisa nyawanya dalam satu gerakan halus.

Kini, hanya tersisa Ye Chen dan keempat patung penjaga.

"Mereka sudah melemah karena pertarungan tadi, tapi tetap berbahaya," peringatan Yue-Jian. "Ingat titik lemah persendian mereka. Gunakan Seni Pedang Bayangan."

Ye Chen mengangguk. Dia melangkah maju, aura dingin meledak dari tubuhnya.

Langkah Bayangan Hantu!

Sosoknya menghilang sekejap. Patung-patung itu meraung dan mengayunkan senjata raksasa ke arah bayangan hitam yang bergerak di antara mereka. Namun, gerakan Ye Chen terlalu cepat, terlalu sunyi. Pedang Hitam di tangannya berkilat samar, menebas tepat di sela-sela sambungan batu yang menjadi inti tenaga mereka.

Krak! Krak!

Satu per satu patung raksasa itu hancur berantakan menjadi tumpukan puing. Dalam waktu kurang dari seperempat jam, ruangan itu kembali hening. Ye Chen berdiri tegak di depan altar, napasnya sedikit memburu namun matanya bersinar penuh kemenangan.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!