NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Kekhawatiran Teman-teman

Setelah beberapa jam berlalu, matahari meninggalkan bumi, menyisakan kegelapan yang tak berujung, pertengkaran antara Ibu dan Ayah ikut leyap meskipun masih ada sisa jejak amarah dari mereka masing-masing, terutama Gua melihat sendiri Ibu menangis tersedu-sedu menatap kertas yang bisa ditebak itu adalah kertas yang berisi surat perceraian.

Gua mendekat lalu berkata "Bunda jangan sedih, lana selalu ada untuk Bunda"ucap Gua meski terdengar polos namun Gua hanya bisa menghiburnya dengan cara ini

Bunda tersenyum lalu memeluk Gua meskipun terjadi ketegangan antara kami berdua, Ibu tak berbicara sedikitpun namun Gua tau kalo Ibu perlu waktu untuk mengisi kembali energi miliknya melalui Gua, Gua ngerti kenapa Gua introvert akut, ternyata buah tak jauh dari pohonnya.

"Bundahh"ucap kak Viera berlalu lalu ikut memeluk Gua di belakang, kemudian disusul kak Liam, namun kak Kaylo hanya diam menatap kami dengan tangan yang mengepal erat,

"aduh Bunda, kak Viera, kak Liam, Lana nggak bisa napas"ucap Gua berusaha mencairkan suasana yang sangat menegangkan ini, hasilnya Gua menjadi bahan cubitan pipi dari mereka, Gua tak merasa risih tapi merasa senang senyum mereka kembali terbit, Gua tau kalau kak Liam ini cuma pura-pura doang, tapi Gua ikut alur aja, sampai mana kak Liam ini akan menyembunyikan hal ini pada kami.

Setelah itu kami pun masuk ke kamar kami masing-masing, meski Gua meresa enggan tapi Ibu tetap menyuruhku untuk tidur lebih awal, setelah semua reda, Gua luapkan semua rasa dan kekesalan Gua ke canvas yang biasa Gua pakai untuk berkarya, namun kali ini tak memakai kekuatan tangan kiri Gua ini. Hasilnya tetap sempurna meski tak ada pergerakan dari lukisan itu.

Setelah itu Gua membuka ponsel lalu terlihat pesan Grub , terlihat semua orang menanyakan kabar Gua

Yura : @Qirana kamu kemana aja hari ini, kok nggak ke perpus?

Erin : apa ada terjadi sesuatu @Qirana ?

Ghina : iya nih kami sampe gedek denger Denger @Delvano nanyain kamu mulu

Delvano : eh Gua cuma nanya kenapa dia nggak dateng doang ya kok malah nyalahin Gua

Max : nggak usah munafik

Alvin : hahaha lan kenapa kamu nggak dateng hari ini? apa di rumah ada masalah soalnya aku ngechat kak Kaylo tapi nggak di bales

Edward : pasar palimo disini, ramai sekali

Yudhistira : apalah kalian ini ganggu orang aja

Ghina : kakak juga ngapain buka hp

Yudhistira : cuma mau liat kelakuan kalian

Yura : hahaha lucu banget liat Delvano tadi @Qirana soalnya dia tadi pagi...

Delvano : eh lo Yura jangan gitu dong

Erin : kalian berisik banget siapa tau @Qirana ada hal penting kita kerumahnya nanti besok

Grub ini cukup menghibur perasaan Gua yang sedang kacau ini, terutama Ghina yang selalu menjadi kompor di antara semua orang, tapi kenapa dengan Delvano? apa dia sedang mengkhawatirkan Gua? mengetuk layar lalu mengetik papan tombol kemudian mengirip pesan ke mereka

Qirana : maaf ya ges, aku tadi ada masalah kecil di rumah, besok nanti ada yang mau gua omongin ke kalian

Yura : bubar ges ada anomali :V

Erin : ini anak bener bener dah [emoji marah] tapi lan kamu ada masalah di rumah ya? apa perlu bantuan?

Ghina : Yura! kamu bener bener ya, oh ya lan kalo kamu nggak bisa selesain sendiri kami ada kok

Yura : ish aku tadi bercanda loh, tapi lan kamu lagi kena masalah apa sampai segitunya, biasanya nggak separah ini

melihat balasan mereka membuat mood Gua kembali, tapi Gua nggak bisa menjelaskan masalah Gua karna ini bersifat pribadi, Gua kembali mengetuk layar ponsel Gua lalu mengetik pesan dan mengirimnya

Qirana : tak perlu gua oke kok, besok ya ketemuan kita bay~"

setelah mengirim pesan tersebut Gua mengetuk profil Erin dan mengirip pesan pribadi dengannya

Qirana : rin soal rencana kita nanti Gua pengen pakai identitas baru yang akan menjadi legenda untuk sekolah

Erin : tapi lan bukannya ini sangat merepotkan? kenapa nggak pakai identitas QieronYc aja? biar popularitas lo semakin naik

Qirana : kalo Gua pakai identitas itu cepat ketahuan kalo Gua ini QieronYc, tenang Gua pakai style yang berbeda, biasanya Gua pakai art style melankonis, tapi kali ini cukup abstrak dan berani

Erin : okelah kalo begitu, Gua ikut lo aja lan, tapi kenapa lo sampe segitunya ngelakuin semua ini?

Qirana : lo akan tau suatu saat nanti rin

Erin : nggak asik lah main rahasia-rahasia begini okelah besok kita bicarain lagi, udah istirahat lah sana entar kamu sakit Delvano yang pusing sendiri

Qirana : oke [emoji jempol]

Setelah bertukar pesan dengan Erin, Gua niatnya mau istirahat namun sesuatu terjadi lagi di canvas milik Kuro dan Tedy. mereka seperti di gambar ulang dan kembali seperti semula, hal ini membuat Gua semakin bingung, bukankah setelah mereka ke dunia imajinasi, semua akan menghilang?

tak lama setelah itu cahaya yang familiar bersinar di kertas tersebut lalu keluar Tedy dan Kuro

"eh bukannya kalian nggak bisa keluar lagi atas kehendak Gua? kok bisa?!"ucap Gua berseru kaget, namun kali ini mereka bukan sekedar lukisan biasa, tapi sudah mendekati makhluk hidup

"ini berkat kamu lan, kami bisa hidup kayak hewan lainnya"ucap Kuro membusungkan dadanya

"tak usah merasa bangga, ini berkat nona"ucap Kuro menjilati telapak tangannya seperti kucing namun ukurannya ini tidak main-main, sebesar harimau

"duh kalian jangan asal keluar begini dong kalo ketahuan ibu bisa gawat!"ucap Gua panik lalu berusaha mendorong mereka kembali ke canvas tempat mereka masing-masing, duh bukannya Gua cuma gambar beruang dan kucing besar aja, apa mereka makhluk imajinasi yang jadi kenyataan??

karna suara yang begitu keras, suara ketukan terdengar pelan di pintu,

"lana sayang apa kamu sudah tidur? jangan tidur kemalaman ya sayang nanti kamu sakit"ucap Ibu dengan lembut, untung itu Ibu kalo Ayah Gua bingung harus bicara apa

"iya bu lana tidur setelah ini"ucap Gua lalu tak lama setelah itu tak ada lagi suara Ibu, Gua bernafas lega, namun tatapan Gua beralih ke mereka berdua, gimana tidak Kuro tingginya lebih dari 2 meter, badannya yang gempal penuh bulu, begitu pula Kuro yang masih asik tidur di kasur Gua.

"hadeh kalian ini, sekarang jelasin kenapa kalian bisa keluar dari canvas lagi? bukannya kata kalian kalo keluar akan menghabiskan energi mental Gua, tapi kok Gua nggak kenapa-kenapa?"ucap Gua

"sebenarnya kami juga nggak tau nona, tapi setelah nona menggambar lukisan peristiwa akhir bencana 2018 itu kami merasa hidup"ucap Tedy yang duduk di lantai

"sebelum kami menjelaskan terlalu jauh nona mending ikut kami menjelajahi dindin dunia ini"ucap Kuro lalu membawa Gua ke punggungnya, belum sempat bereaksi mereka bergerak ke dinding, tentu Gua panik lalu menutup mata, namun aku tak merasakan rasa sakit di kepala maupun tubuhku

"ini... bagaimana mungkin!"

Nyahoo sampai sini dulu hehe makasih udah baca cerita Gua sejauh ini, sampai jumpa di bab selanjutnya, See you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!