NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Kaget

Sheza dan Paul sudah berada di lobby hotel. Sheza mengenakan gaun malam panjang berwarna hitam pekat dengan model body fit mermaid, membentuk lekuk tubuh dengan pas lalu melebar lembut di bagian bawah mendekati kaki. Kainnya tampak dihiasi payet atau sequin hitam berkilau, membentuk pola garis-garis geometris yang memberi efek glamor saat terkena cahaya.

Bagian atas gaun memiliki model high neck, kerah tinggi yang menambah kesan anggun dan eksklusif. Di area bahu, terdapat detail untaian manik-manik menjuntai seperti rumbai halus, menciptakan kesan dramatis dan feminin. Potongannya tanpa lengan, memperlihatkan bahu dan lengan dengan elegan.

Detail rumbai manik-manik di bahu menjuntai lembut seperti perhiasan, menambah nuansa dramatis dan aristokrat. Sementara siluet mermaid fit yang memeluk tubuh lalu melebar di bawah memberi aura megah, seperti gaun yang nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, setara busana desainer eksklusif.

Siapapun orang kaya dan berkelas akan.tahu sekali lihat, gaun itu bahkan hanya satu dibuat di haute couture. Butik paling mahal di kota ini.

"Nyonya, acaranya di sana!" kata Paul.

Sheza mengangguk, agak lucu sebenarnya. Bahkan tidak ada yang menjemputnya di lobby. Bukankah ini acara pertunangannya? tapi kenapa dia malah seperti tamu?

Tapi tidak masalah, dia memang datang karena Jendra bilang akan memberikan kejutan untuknya dan kedua orang tuanya.

Begitu Paul membuka pintu Ballroom hotel itu. Suasana begitu ramai. Sheza masuk ke dalam ballroom itu. Dari tempatnya berdiri, Alex melihat kedatangan Sheza yang di kawal oleh Paul.

Dan bukan hanya kehadiran Paul yang membuatnya terkejut, gaun yang Sheza kenakan itu. Jelas bukan gaun yang dia kirimkan. Mereka sungguh tampak tidak serasi. Jas Alex berwarna abu-abu, sedangkan gaun Sheza warnanya hitam.

Alex terburu-buru menghampiri Sheza. Kedua orang tua Sheza yang melihat itu segera pergi mengikuti Alex. Karen tentu saja tidak akan melewatkan hal itu juga.

"Sheza... gaunmu?"

Sebenarnya Karen berdiri paling jauh jaraknya dari Sheza. Tapi, dia bahkan bicara lebih dulu. Dia merasa harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat perselisihan antara Alex dengan Sheza.

Dan mata Alex juga langsung tertuju pada gaun Sheza yang warnanya begitu tidak senada dengan jas yang dia pakai.

"Sheza, kenapa tidak pakai gaun yang dipilihkan Alex, apa terjadi sesuatu?" tanya Nella yang tentu saja tidak ingin terjadi keributan di waktu yang penting begini.

Sheza melihat ke arah ibunya.

"Gaunnya sudah aku bakar!"

"Kau..."

"Sheza, apa kamu pikir saat ini waktu yang tepat untuk bercanda? kamu pikir begitu?" Pras bicara dengan nada yang agak keras dan tegas.

Namun Sheza masih menanggapinya dengan santai.

"Tidak percaya, ya sudah!" katanya yang malah berlalu menuju ke arah meja untuk mengambil minuman.

Namun Alex yang merasa Sheza sengaja melakukan semua ini mencengkeram lengannya dengan kuat.

"Kita akan bertunangan, apa maksudmu dengan membakar gaun itu. Bukan masalah harganya Sheza, tapi gaun itu kita sendiri yang pilih..."

"Sebelum aku tahu kamu selingkuh dengan Karen!"

"Sheza!" bentak Pras.

Beberapa tamu yang hadir, sampai menoleh karena bentakan Pras pada Sheza.

"Mas..." Nella mencoba mengingatkan suaminya kalau mereka sedang berada di tengah para tamu yang ramai.

"Ada apa ini?" tanya Adiyaksa, ayah Alex.

"Tidak ada apa-apa ayah, kita bisa mulai pengumuman pertunangannya sekarang!" kata Alex pada ayahnya.

Pras juga mencoba untuk menenangkan dirinya. Sementara Sheza, dia menoleh ke arah Paul yang sudah menganggukkan kepalanya. Tandanya, Jendra sudah datang.

Alex segera mendekati Sheza, berdiri di samping Sheza dan mencoba meraih tangan Sheza, namun dengan cepat Sheza menepisnya.

"Sheza..."

"Siapa yang bilang aku datang untuk bertunangan denganmu. Aku mau beri hadiah padamu!" kata Sheza.

"Apa-apaan lagi ini Sheza? jangan membuat keributan lagi!" Pras tampak marah.

Ya, sebagai seseorang yang punya nama baik dan terpandang, tentu saja dia merasa kalau apa yang dikatakan anaknya itu akan membuatnya malu.

Namun Sheza yang bahkan sudah tidak begitu perduli dengan nama baik siapapun yang ada di ruangan ini tetap menjauh dari Alex. Dia justru mendekati Karen.

"Paman, bibi. Aku rasa ada kesalahan disini. Apa dari tadi paman dan bibi tidak menyadarinya? seseorang bahkan mengenakan gaun dengan warna yang sama dengan Alex?" tanya Sheza yang langsung merangkul kedua lengan Karen.

Dan semua orang yang pada akhirnya memperhatikan Karen. Baru menyadari hal itu. Ibunya Alex juga tampak mengernyitkan keningnya. Dia tidak menyadarinya.

Karen ingin melepaskan tangannya dari cekalan Sheza. Tapi Sheza menekan dengan kuat, sampai Karen tidak bisa bergerak.

"Sheza, lepaskan!"

"Alex, kenapa dia..."

"Nyonya Rosma, ini hanya kebetulan. Sejak dulu, Sheza dan Karen kan memang dibesarkan bersama. Mereka tumbuh bersama, jadi selera gaun mereka juga sedikit sama!"

"Ibuku sayang, kenapa ibu berbohong!"

"Sheza, sudah cukup. Kemari!" kata Alex.

Namun Sheza kembali menepis tangan Alex yang ingin menggandengnya.

"Tuan, tuan! apa yang kalian lakukan?" dua orang security hotel tampak kesulitan melarang beberapa orang yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu dengan beberapa layar LED yang cukup besar.

Keluarga Hadiwinata dan keluarga Adiyaksa juga tampak terkejut. Sementara Sheza, dia segera melepaskan tangan Karen. Sebenarnya malas juga menyentuh Karen. Hanya saja, dia tadi memang ingin semua orang memperhatikan Karen.

"Apa-apaan ini?"

Adiyaksa mulai berteriak. Dia tidak kenal dengan orang-orang itu.

"Siapa kalian ini, kenapa membuat ribut di acara orang?"

Sama dengan Adiyaksa, Pras juga terlihat begitu marah.

Tak ada satupun anak buah Paul yang menjawab. Hingga ketika pintu ballroom kembali di buka, terlihat Vins berada di depan membuka pintu. Setelah itu dia bergeser ke samping, membiarkan Jendra Alvaro Kenz masuk dengan segala karisma dan gayanya yang begitu mendominasi.

"Pria itu!" geram Alex.

Adiyaksa yang merasa mengenal pria yang masuk ke dalam ruangan itu segera melebarkan matanya.

"Tuan muda Kenz!" ujarnya.

Pras yang tentu saja mengenal nama besar itu juga terkejut. Keduanya bahkan segera mendekati Jendra.

Alex yang melihat itu menarik ayahnya.

"Ayah, usir pria itu! dia..."

"Apa kamu bodohh? dia adalah tuan muda Kenz. Pemilik Kenz Grup. Di dunia bisnis, atau mafia, dia adalah triliuner paling disegani di kota ini!" terang Adiyaksa.

Alex dan Karen terkejut. Sebenarnya bukan Alex dan Karen saja. Sheza juga terkejut.

'Ternyata aku punya suami sehebat itu?' batinnya cukup merasa bangga mendengar siapa sebenarnya Jendra.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tapi gimana, dia kan ibunya 😔
Noer: dilema ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!