NovelToon NovelToon
Jerat Nurani

Jerat Nurani

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:374
Nilai: 5
Nama Author: Si tupai yang merokok

Hino dijebak obat oleh Irmi, kenyataannya Hino sudah punya istri bernama Erni. Bagaimana nasibnya, apakah cerai atau mati?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si tupai yang merokok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Sisa Kebenaran

Langkah kaki Hino terasa seperti baru saja dibebani timah saat ia menutup pintu kamar kosan. Di luar sana, tatapan tajam Bu Linda masih membekas di ingatannya, namun ia tidak punya pilihan. Ia harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih menghancurkan di dalam kamar ini.

Erni duduk di pinggiran kasur, menatap kosong ke arah jendela. Hino menarik napas dalam, membiarkan dadanya sesak oleh beban yang selama ini ia pikul sendirian. Ia tidak bisa lagi berbohong. Ia menumpahkan segalanya—tentang jebakan jamu, tentang kehamilan Irmi, hingga ancaman yang membuatnya terpaksa menjual kebebasannya sendiri.

Hino tidak menuntut maaf. Ia hanya berdiri mematung, membiarkan hening merayap di antara mereka, jauh lebih menyakitkan daripada sebuah teriakan.

"Jadi, kau pikir dengan jujur padaku, kau sudah menjadi pria terhormat, Mas?" suara Erni memecah kesunyian. Ia tidak berteriak, namun setiap katanya terasa seperti belati yang menusuk ulu hati Hino.

"Aku tidak minta dimaafkan, Erni. Aku hanya tidak ingin kau hidup dalam kebohongan yang kubangun," jawab Hino parau.

Erni perlahan menoleh. Tatapannya dingin, tanpa binar tulus yang dulu selalu ia berikan. "Kebenaran ini tidak mengubah kenyataan bahwa aku hamil anakmu, dan wanita itu juga sedang mengandung darah dagingmu di atas sana. Kita miskin, Mas. Dan sekarang, kita punya pengkhianatan yang akan jadi santapan kita setiap hari."

Hino mencoba mendekat, namun Erni mengangkat tangannya, sebuah isyarat tegas untuk berhenti. "Jangan bicarakan soal tanggung jawab saat harga diriku sudah hancur. Mulai malam ini, jangan pernah bicara soal cinta padaku. Kita hanya dua orang yang terjebak dalam satu atap demi anak yang tidak berdosa ini."

Erni bangkit, melewatinya begitu saja tanpa menatap wajahnya sedikit pun. Saat pintu kamar tertutup, Hino merasa separuh jiwanya telah pergi. Namun, ia tidak punya waktu untuk meratapi keadaan. Ketukan pintu yang keras dan otoritatif terdengar.

Hino membuka pintu, dan di sana berdiri Bu Linda. Dosen itu menatapnya dengan senyum yang tertahan, memindai isi kamar seolah menilai properti rusak. "Malam yang berat, Hino? Aku mendengar semuanya dari balik pintu."

Hino mematung, nyalinya menciut. "Apa maumu, Bu?"

Linda melangkah masuk tanpa diundang. Ia menatap Hino dengan tatapan predator. "Aku punya akses ke dokumen medis rumah sakit tempat Irmi periksa. Aku bisa membuat posisinya terpojok, atau membuat Erni semakin membencimu. Pilihannya ada padamu, Hino. Apakah kau ingin aku menjadi sekutu dalam kerajaan ini, atau aku harus mulai mempublikasikan riset perilaku sosial yang sedang kubuat tentang keluargamu?"

Hino menarik napas panjang, mencoba menguasai gemetar di tangannya. Ia tahu, jika ia menolak, kehancuran bukan lagi sekadar ancaman, melainkan masa depan. "Apa syaratnya agar kau tetap diam?"

Linda tertawa kecil, sebuah suara yang terdengar dingin di ruangan yang kini terasa menyempit. "Aku adalah dosen yang sedang melakukan riset lapangan. Aku butuh subjek yang bisa kuamati secara langsung tanpa hambatan. Biarkan aku menetap di sini, berikan aku akses penuh ke kehidupan pribadi kalian, dan bantu aku dengan kebutuhan risetku."

Hino terdiam. Ini adalah sebuah pertukaran. Ia baru saja kehilangan kepercayaan istrinya, dan sekarang ia harus memberikan akses penuh kepada seorang dosen yang bisa melihat segala kebusukan di dalam kosan ini. "Kau akan menjamin tidak ada seorang pun di kampus atau di luar sana yang tahu?"

"Jaminan terbaik adalah kepuasan pribadiku atas riset ini," jawab Linda dengan nada yang tidak bisa diganggu gugat. Ia mendekat, jemarinya yang lentik menyentuh lengan kemeja Hino. "Mulai besok, aku akan mulai mengamati bagaimana kau membagi perhatian antara istri sahmu dan wanita yang menjebakmu. Aku ingin melihat apakah kau benar-benar seorang raja, atau hanya pelayan di istana yang kau bangun sendiri."

Hino merasakan mual yang luar biasa. Ia terjepit di antara ancaman Linda dan ketakutan akan kehilangan Erni sepenuhnya. "Baiklah. Lakukan apa yang kau mau."

Linda tersenyum puas, lalu berbalik menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti dan menoleh kembali. "Oh, satu lagi, Hino. Jangan pernah berpikir untuk berbohong padaku. Aku dosen perilaku sosial, dan aku tahu kapan seseorang sedang menyembunyikan sesuatu."

Begitu Linda pergi, Hino jatuh terduduk di kursi. Ia menatap kosong ke arah pintu yang kini terbuka sedikit, memperlihatkan lorong gelap yang seolah sedang mengawasi setiap gerak-geriknya. Ia tahu, ia bukan hanya sedang menghadapi satu musuh, melainkan sedang dikepung dari berbagai sisi.

Ia beranjak berdiri, berjalan menuju dapur, dan menuangkan segelas air dingin. Ia memandang bayangannya sendiri di kaca jendela. Pria yang ia lihat di sana tampak asing—wajah yang lelah, mata yang penuh keputusasaan, dan jiwa yang perlahan terkikis oleh ambisi dan rahasia.

"Apakah ini harga yang harus kubayar demi anakku?" bisiknya pada diri sendiri. Tidak ada jawaban. Hanya suara jangkrik di luar dan keheningan yang menyesakkan di dalam rumah.

Hino berbalik, menyadari bahwa besok adalah awal dari hari-hari yang lebih panjang. Ia harus tetap bekerja di toko Irmi, ia harus tetap tersenyum di depan Erni yang kini membencinya, dan ia harus tetap waspada terhadap setiap gerakan Linda.

"Kita lihat saja siapa yang akan bertahan paling lama di sini," gumamnya, suara yang lebih dari sekadar tekad, melainkan sebuah sumpah untuk mempertahankan kerajaan kecilnya, apa pun taruhannya.

Ia melangkah kembali ke kamar, namun ia tidak berniat tidur. Ia hanya akan duduk, menatap dinding, dan merencanakan langkah selanjutnya agar musuh-musuhnya tidak lagi memiliki senjata untuk menghancurkannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!