NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Arash membuka mata dan terkejut melihat kuntilanak itu tepat di depan wajahnya.

Jarak mereka benar-benar tidak sampai lima sentimeter!

Wajah yang tadinya terlihat cantik jelita di bawah lampu remang jalanan, kini berubah total menjadi sedekat ini.

Mata roh cewek itu melotot jenaka, tapi hawa dingin yang pekat langsung menyergap seluruh permukaan kulit Arash.

Ini bukan lagi sekadar godaan tipis-tipis, wajah roh cegil itu benar-benar mengunci pandangannya dengan senyum lebar yang kelewat mengerikan untuk ukuran kamar tidur yang tenang.

Pertahanan akting "pura-pura buta gaib" yang dibangun Arash selama sepuluh tahun runtuh sehancur-hancurnya dalam satu detik. Rasa syok, merinding, dan panik bercampur menjadi satu, meledak tepat di ujung tenggorokannya.

"Allahuakbar! bundaaaaaa!"

Arash berteriak sekencang mungkin, suaranya melengking tinggi memecah kesunyian malam rumah mereka.

Saking paniknya, Arash melompat dari kasur dengan gerakan kayang yang tidak estetis sama sekali. Kakinya sempat tersangkut ujung sprei hingga dia berguling di lantai abu-abu kamarnya.

Tanpa memedulikan rasa sakit di pinggang atau penampilannya yang acak-acakan, dia bangkit berdiri secepat kilat.

Arash langsung memutar knop pintu, membantingnya terbuka, dan berlari keluar kamar sekencang yang dia bisa, seolah-olah sedang dikejar malaikat maut.

Langkah kakinya yang berat bergedebuk di atas tangga kayu saat dia setengah melompat menuruni anak tangga menuju kamar orang tuanya di lantai bawah.

"Ayah! Bunda buka pintunya!"

*Tok tok tok! Tok tok tok!*

Arash menggedor pintu kayu jati kamar orang tuanya dengan brutal, menggunakan kedua telapak tangannya. Napasnya memburu, keringat dingin sebesar biji jagung sudah membanjiri pelipisnya.

"Bundaa! Buka bundaaa!" teriaknya lagi, hampir menangis saking histerisnya.

Bayangan wajah roh cewek tanpa lengan yang menatapnya lekat-lekat tadi masih berputar-putar di kepalanya seperti film horor berkualitas 4K.

Tak lama kemudian, terdengar suara kunci diputar dari dalam. Pintu kamar orang tuanya terbuka, menampilkan sosok sang ibu dengan gurat wajah yang sangat cemas.

"Astaghfirullah Arash, kamu kenapa nak?" tanya Fatimah panik.

Dia langsung memegang kedua pundak anak sulungnya yang gemetaran hebat.

Belum sempat Fatimah mendapat jawaban, sosok sang ayah, Arfin, muncul dari belakang istrinya dengan wajah mengantuk yang langsung berubah tegang.

"Ayah! Di kamar arash, itu kamar arash!" Arash menunjuk-nunjuk ke arah lantai dua dengan jari yang bergetar. Suaranya panik, serak, dan putus-putus.

Arfin membenarkan letak sarung samarnya yang agak melorot akibat terbangun mendadak.

(Ini beneran melorot gak sengaja ya! jangan suudzon 🙈)

Sebagai kepala keluarga, dia mencoba bersikap tenang meskipun jantungnya ikut berdegup melihat ketakutan luar biasa di mata anak laki-lakinya.

Dengan langkah tegas, Arfin berjalan menaiki tangga menuju kamar anak sulungnya, diikuti oleh Arash yang berjalan menyelinap di belakang punggung lebar ayahnya, menjadikan Arfin sebagai tameng hidup.

Begitu pintu kamar abu-abu itu dibuka lebar...

Kosong! Tidak ada apapun di sana. Kamar berukuran 4 \times 5 meter itu tampak rapi seperti semula.

Kasurnya sedikit berantakan bekas Arash melompat tadi, tapi tidak ada sosok kuntilanak berbaju hitam, tidak ada hantu, tidak ada makhluk halus jenis apa pun.

Hanya ada gorden jendela yang bergoyang pelan ditiup angin malam. Tidak ada apa-apa, tapi anaknya ketakutan setengah mati.

"Ada apa Arash? Gak ada apa-apa," ucap Arfin sambil melangkah masuk, mengedarkan pandangannya ke kolong tempat tidur dan ke balik lemari pakaian.

"Ada, ayah, itu tadi ada anu!" Arash masih ketakutan, matanya bergerak liar menyisir setiap sudut langit-langit kamar, khawatir si roh cegil mendadak muncul sambil merayap terbalik seperti cicak.

"Apa sih? Coba kamu lihat sini!" titah Arfin sambil menyalakan lampu utama kamar hingga ruangan itu terang benderang.

Arash akhirnya ikut ayahnya masuk dengan langkah ragu-ragu, menapakkan kakinya di atas lantai kamar yang terasa lebih hangat dari sebelumnya.

Dan benar saja. Kamar itu kosong melongpong. Roh cewek yang tadi menarik-narik kaosnya seolah lenyap ditelan bumi.

Seketika, akal sehat Arash kembali berputar. *Waduh,* batinnya berteriak.

Kalau dia jujur bilang melihat kuntilanak atau roh gentayangan, penyamarannya sebagai anak normal selama bertahun-tahun akan terbongkar malam ini juga.

Ayah dan Bundanya pasti akan kembali cemas dan teringat trauma masa kecil mereka yang hampir dibawa oleh sosok gaib hitam besar itu.

Arash tidak mau merusak ketenangan keluarganya. Dia harus mencari alasan rasional secepat mungkin, apa pun itu, asal bukan hantu.

"Ada apaan emang?" tanya Arfin sekali lagi, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Arash penuh selidik.

Arash menelan ludah, otaknya berputar cepat mencari kambing hitam.

"Oh itu... tadi ada tikus Yah, iya ada tikus!" jawab Arash asal, sambil memaksakan senyum kaku yang terlihat sangat tidak meyakinkan.

Arfin menghela napas berat, menepuk jidatnya sendiri mendengar jawaban super antiklimaks dari anaknya yang bertubuh bongsor itu.

"Kamu ini, masa anak cowok takut tikus. Sampai gedor-gedor pintu kamar Ayah malam-malam kayak ada gempa bumi."

"Ih, ayah gak lihat sih..." Arash membela diri, matanya mendadak menangkap siluet transparan berambut panjang yang tiba-tiba muncul di atas lemari baju, sedang duduk bersila sambil melambai-lambaikan tangan padanya dengan wajah tanpa dosa.

Sambil menahan kedutan di matanya agar tidak ketahuan Ayahnya, Arash melanjutkan kalimatnya dengan spontan, "Tikusnya beda, dia berdasi!"

Arfin melotot, dahinya berkerut dalam. "Tikus bberdasi! ngawur kamu!"

1
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
heh Lala,,knp kamu ngagetin Arash🫵🫵🫵

bisa kan,,,sapa,,

Assalamualaikum dlu😅😅😅
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
ayooohh Arash,,,banguuunnnn
suci nurfarida
cerita yang menarik dan unik dengan latar belakang spritual, menegangkan, lucu
HR_junior
eee alah JD PD di jadiin tumbal ya..Fira juga ya
HR_junior
knp LG Lo..apa si Fira juga korban ibunya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!