Luo Chen merupakan tuan muda keluarga Luo, namun demi menutupi kesalahan adiknya ia harus dikorbankan oleh keluarganya sendiri berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang. Banyak orang menduga jika Luo Chen akan bernasib buruk ketika berada dalam penjara bawah tanah tersebut, dimana kematian menjadi lebih baik daripada bertahan hidup.
Namun tanpa diduga, bekas Kaisar sebelumnya yang secara kebetulan menemukan Luo Chen memiliki tulang langka 1000 tahun memilih untuk menyelamatkannya dan menjadikannya sebagai murid rahasia dengan pelatihan khusus. Dengan bakat serta tekad yang kuat, akhirnya Luo Chen tidak mengecewakan gurunya, ia berubah dari sosok pemuda yang pendiam menjadi pribadi yang penuh semangat serta aura bertempur yang sangat mengerikan.
Kini 7 tahun telah berlalu, nama Luo Chen di Klan Luo perlahan memudar dengan catatan buruk yang melekat di dirinya. Tanpa orang lain sadari, Luo Chen telah menjadi sosok pembunuh yang paling ditakuti oleh kelompok pemberontak Kekaisaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian Luo Chen
Mendengar perkataan Luo Chen, wajah Cheng Yi terlihat cerah. Ia tidak menyangka jika perjuangannya untuk menemukan Luo Chen dan membawanya kembali ke Gerbang Naga bisa berjalan dengan mulus.
"Dasar wanita bodoh, betapa konyolnya sudah menyia-nyiakan ahli pedang terbaik di Kekaisaran Tang. Entah sudah berapa banyak keluarga besar Ibukota yang ingin menjadikan Luo Chen sebagai menantu mereka.." Gumam Cheng Yi dalam hati.
Sejak awal ia sudah menyelidiki keberadaan Luo Chen yang hidup seperti budak cinta terhadap gadis yang bernama Wu Nian. Hanya saja ia tidak ingin terlibat jauh dalam urusan percintaan, tetapi baru saat ini Cheng Yi merasa bersyukur atas keputusan bodoh keluarga mantan tunangan Luo Chen.
"Tuan, mari ikuti saya.." Ucap Cheng Yi dengan sopan.
"Baiklah" Jawab Luo Chen patuh.
Setelah beberapa saat kemudian, keduanya segera bergegas melakukan perjalanan dengan menggunakan sebuah kereta kuda. Bagi seorang kultivator, umumnya mereka menggunakan pedang terbang sebagai alat transportasinya, bahkan untuk tingkatan tertentu bisa melipat jarak dengan merobek ruang dan waktu.
Pada saat ini kekuatan Luo Chen belum dipulihkan, jadi Cheng Yi tidak terburu-buru membuka tabir rahasia identitas Luo Chen yang sebenarnya adalah tuan muda Gerbang Naga. Luo Chen adalah orang nomor dua setelah Tang Yibo di Gerbang Naga, hanya dengan satu ucapan Luo Chen bisa menggerakkan seluruh sumberdaya organisasi Gerbang Naga. Bahkan Kaisar saat inipun tidak dapat menolak keinginan Gerbang Naga, sebagai organisasi rahasia dan tersembunyi keberadaan Gerbang Naga menjadi momok tersendiri di kalangan elit keluarga besar di seluruh Kekaisaran Tang.
"Sebenarnya apa itu Gerbang Naga?" Tanya Luo Chen saat berada dalam perjalanan.
"Tuan, anda sebenarnya adalah pemuda berbakat yang sudah disiapkan oleh Tuan besar Tang Yibo. Dengan Gerbang Naga, anda bisa memiliki kekuasaan dan kekuatan yang tidak terbatas yang melampaui sebuah negara" Jawab Cheng Yi dengan mantap.
"Hah, sehebat itu?" Tanya Luo Chen dengan nada tidak percaya.
"Ya tuan, hanya saja setelah anda menghilang selama dua tahun ini banyak kekacauan yang harus diluruskan di dalam organisasi" Cheng Yi berkata dengan suara pelan.
"Apakah setelah aku pergi tidak ada yang mengatur Gerbang Naga?" Luo Chen bertanya dengan heran.
"Pada dasarnya sudah ada Ye Tian dari keluarga Ye ibukota, dulu ia juga merupakan junior yang berada di bawah anda. Namun dalam dua tahun terakhir, ia memiliki prestasi yang membanggakan dan dijadikan sebagai ketua sementara Gerbang Naga" Jelas Cheng Yi menyampaikan kondisi Gerbang Naga.
Luo Chen nampak terdiam, ia tidak ingat dengan nama orang yang dimaksud. Saat ini baginya Gerbang Naga masih merupakan nama yang asing untuk diketahui lebih dalam.
Cheng Yi pun menyadari tentang keadaan Luo Chen yang saat ini belum pulih dari ingatan masa lalunya, baginya bisa membawa Luo Chen kembali ke Ibukota adalah hal terpenting dalam pencapaian hidupnya. Setelah di Kota Chang An, ia hanya perlu membawa Zhao Lushi yang merupakan tabib dewa di lingkaran Gerbang Naga.
Zhao Lushi berada dalam inti organisasi, seringkali dilibatkan dalam misi khusus yang menyertai Luo Chen. Namun sayang sekali, pada misi terakhir Zhao Lushi tidak dapat menemani Luo Chen dalam menjalankan misi di perbatasan, hal ini juga yang membuat Zhao Lushi merasakan penyesalan selama dua tahun terakhir. Dari satu kota ke kota lain, ia terus mencari keberadaan Luo Chen tanpa lelah, seperti istri yang kehilangan suaminya.
Sementara itu, berita kepergian Luo Chen dari Sekte Pedang Langit tidak berarti apapun. Hanya Wu Minghao dan Wu Nian yang merupakan kakak beradik itu merasa gembira.
"Adik, lihatlah!" Ucap Wu Minghao sambil mengeluarkan surat pembatalan pertunangan.
Wu Nian mengulurkan tangan, mengambil surat pembatalan pertunangan yang sebelumnya sudah melewati persetujuan dirinya.
"Akhirnya aku terbebas dari ikatan pertunangan yang memalukan itu" Wu Nian berkata sambil menyunggingkan senyuman.
"Apakah orang itu tidak menuntut sesuatu hal?" Tanya Wu Nian kemudian.
"Orang bodoh itu menandatanganinya dengan patuh, bahkan tidak menanyakan pedang pribadinya yang masih berada di sudut ruangan" Jawab Wu Minghao dengan ringan.
"Seharusnya hanya pedang itu yang tampaknya memiliki nilai" Ujar Wu Nian seolah mengingat sesuatu.
"Akupun bingung, bagaimana ayah menemukan orang itu. Namun setelah dua tahun aku melakukan penyelidikan, tidak ada informasi yang berguna tentang Luo Chen" Kata Wu Minghao menimpali.
"Lalu sekarang apakah kita harus segera meninggalkan Sekte Pedang Langit juga?" Tanya Wu Nian meminta saran kepada kakaknya.
"Sebelumnya aku sudah berbicara dengan Tetua Wang, kita memang harus segera menuju ibukota Chang An untuk menjalani kehidupan yang lebih baik" Wu Minghao menjawab pertanyaan adiknya itu dengan wajah ceria.
"Baiklah jika begitu, setidaknya kita harus mengumpulkan bekal untuk hidup di Ibukota. Aku yakin dengan identitas kita sebagai murid Sekte Pedang Langit, para penguasa Kota tidak akan bersikap sembarangan" Wu Nian berkata dengan penuh percaya diri.
Di Sekte Pedang Langit, kekuatan Wu Minghao bisa dikatakan cukup tinggi yakni berada di ranah pendekar raja. Sedangkan Wu Nian berada di tahap Inti emas yang usianya masih 20 tahun pada saat ini.
"Benar, apalagi dengan kekuatan kultivasi kita maka masyarakat biasa tidak akan berani mengganggu kita" Wu Minghao menegaskan.
Tingkatan Kultivasi dalam cerita fantasi ini dibagi menjadi beberapa bagian, yakni :
- Tahap Pemurnian Qi;
- Tahap Pondasi Qi;
- Tahap Inti Qi;
- Tahap Inti Emas;
- Pendekar Raja;
- Pendekar Kaisar;
- Pendekar Bumi;
- Pendekar Langit;
- Alam Suci;
- Alam Setengah Jiwa;
- Alam Dewa;
- Alam Surgawi; Batas Ketua Sekte
- Alam Keabadian/ Penguasa.
Setiap tahapan memiliki tiga tingkatan, yakni Awal, Menengah dan Puncak.
Pada keesokan harinya, Luo Chen dan Cheng Yi sudah berada di wilayah inti Kota Chang An. Mereka melakukan perjalanan tanpa henti dibawah pengaturan kelompok Gerbang Naga. Kehadiran Luo Chen yang saat ini belum pulih dari kekuatan utamanya, menjadi ancaman serius jika diketahui oleh kelompok Bunga Merah yang menjadi musuh bebuyutan Gerbang Naga.
"Bagaimana mungkin jika aku berasal dari tempat ini?" Ujar Luo Chen sesaat menginjakkan kakinya di Kota Chang An.
Selama beberapa detik, Luo Chen membeku di tempat. Ia seperti memasuki kehidupan yang baru serta kagum dengan pemandangan yang baru dilihatnya itu.
"Tuan, anda jangan bercanda. Jika saja pemimpin para keluarga besar melihat anda, maka sudah pasti Kota Chang An akan bergetar hebat" Cheng Yi berkata sambil menahan tertawa.
Luo Chen dikenal sebagai Pembantai Iblis, tidak ada yang mengenal nama aslinya. Sebagai anggota kelompok Gerbang Naga, ia wajib memiliki identitas ganda dalam menunjang setiap misi yang diembannya. Bahkan dalam beberapa misi, seseorang anggota Gerbang Naga bisa saja memiliki beberapa nama yang berbeda. Namun pada umumnya, setiap orang memakai julukan khusus untuk membuat dirinya terkenal tanpa melibatkan nama keluarganya.
Langsung blokir supaya tidak ada lagi author yang cuma iseng masuk disini !