NovelToon NovelToon
TUBUH PENELAN LANGIT

TUBUH PENELAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Kutukan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rendy_Tbr

Ling Fan, pemuda 17 tahun dari Klan Ling, lahir tanpa Dantian—cacat yang membuatnya dihina sebagai sampah. Di balik ejekan, dia menyimpan rahasia: tubuhnya mampu melahap Qi langit dan bumi.

Saat Klan Ling dihancurkan klan saingan, Ling Fan selamat seorang diri. Di reruntuhan, dia juga menemukan Telur Hitam misterius. Teknik terlarang terbangun "Tubuh Penelan Langit" aktif, mengubahnya dari manusia biasa menjadi pemangsa energi. Setiap luka, setiap penghinaan, hanya membuatnya makin kuat karena dia menelan semuanya.

Kini dia berjalan sendirian, dikejar sekte besar, diburu iblis kuno, dan dicap sesat. Dari Arena Batu Hitam hingga Lembah Guntur, Ling Fan menelan petir, menghancurkan jenius, dan membalik takdir. Tapi harga kekuatan itu adalah kemanusiaannya.

Ketika langit sendiri menginginkannya mati, mampukah pemuda tanpa Dantian ini menelan langit sebelum dia dilahap kegelapannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Langkah Angin Menantang Langit*

​Ling Fan berhasil meloloskan diri dari eksekusi Ketua Sekte Fan Yun berkat bantuan tak terduga dan insting Langkah Angin yang luar biasa. Meski Dantiannya kosong melompong, ia berhasil memojokkan dua mantan penindasnya, Wang Kuat dan Li Leher Panjang, di kedalaman hutan bambu. Alih-alih membantai mereka, Ling Fan memaksa keduanya menghancurkan kultivasi mereka sendiri sebagai penebusan dosa, sebelum akhirnya ia memantapkan tekad menuju Kota Tianxuan demi menuntut balas dan mencari kejayaan.

​Ketua Sekte Fan Yun menatap kawah ledakan di tanah dengan pandangan sedalam jurang es yang membeku.

​“Bajingan mana yang berani menyerang gerbang Sekte Pedang Awan Biru malam-malam begini? Dan kau, anak buangan Klan Ling, beraninya kau mencoba melarikan diri dari takdir kematianmu!”

​“Ketua Sekte, jika langit saja tidak bisa membunuhku hari ini, apakah kau merasa hukum sekte buatan manusiamu lebih agung daripada kehendak langit?”

​“Lancang sekali! Apakah kau pikir karena kau berhasil menelan sedikit petir kesengsaraan, kau sudah bisa setara dengan ahli Pembentukan Inti? Kau hanyalah semut yang kebetulan menemukan sayap!” Bentak Fan Yun dengan suara menggelegar yang menggetarkan dedaunan bambu, sementara aura kekuatannya membuat tanah di bawah kaki Ling Fan mulai retak seribu.

​Liu Chen, yang masih berlutut tidak jauh dari sana, segera memanaskan suasana dengan teriakan penuh kebencian.

​“Ketua Sekte! Jangan dengarkan omong kosong si iblis ini! Dia pasti menggunakan teknik terlarang untuk mencuri energi langit! Lihatlah matanya, itu bukan mata manusia biasa, itu mata monster yang akan menghancurkan sekte kita!”

​“Ling Fan, tujuh tahun kau tidak menunjukkan bakat apa pun. Jelaskan padaku, teknik sesat apa yang kau gunakan hingga bisa mencapai ranah Kondensasi Qi dalam waktu satu kedipan mata?” Tanya Fan Yun dengan nada mengancam tanpa menoleh sedikit pun pada Liu Chen.

​“Jelaskan? Apakah seorang Ketua Sekte yang agung membutuhkan penjelasan dari seorang murid buangan? Jika kau ingin membunuhku, lakukanlah sekarang. Tapi jangan harap aku akan berlutut memohon ampun pada aturan yang hanya tajam ke bawah namun tumpul pada mereka yang berkuasa seperti Liu Chen!” Tantang Ling Fan sembari menyeka darah di sudut bibirnya dan berdiri tegak meski tulang-tulangnya terasa hampir remuk.

​Su Mei, yang sejak tadi bersembunyi dengan tubuh gemetar, tiba-tiba berlari ke tengah lapangan dengan wajah pucat.

​“Ketua Sekte, tolong hentikan! Kakak Ling Fan tidak bersalah! Dia hanya membela diri dari siksaan Tuan Muda Liu yang kejam! Jangan biarkan orang baik dihukum sementara orang jahat tertawa!”

​“Su Mei, tutup mulutmu! Kau ingin kita semua mati?! Ketua Sekte, mohon maafkan adik saya, dia masih kecil dan tidak mengerti beratnya urusan ini!” Ucap Su Han dengan panik sambil menarik adiknya agar kembali berlutut di tanah.

​Fan Yun menoleh sekilas, tatapan dinginnya memberikan tekanan yang membuat Su Mei langsung terduduk lemas tak berdaya.

​“Klan Su... apakah kalian sudah merasa cukup kuat untuk mencampuri urusan eksekusi sekte? Aturan adalah aturan. Siapa pun yang menyerang gerbang utama, nyawanya adalah milik sekte!”

​“Cukup! Jangan libatkan orang yang tidak bersalah. Fan Yun, jika kau ingin nyawaku, mari kita lihat apakah pedang cahayamu itu bisa menangkap angin!” Teriak Ling Fan sebelum ia menghentakkan kaki dan melesat menghilang ke kegelapan hutan bambu, meninggalkan kehebohan di belakangnya.

​Satu jam kemudian, di dalam sunyinya Hutan Bambu Angin Senja, Ling Fan merasakan kehadiran dua orang yang mengikutinya dari balik semak.

​“Siapa di sana? Wang Kuat? Li Leher Panjang? Keluarlah sebelum aku mematahkan leher kalian dalam kegelapan ini!”

​“Kakak Ling! Ampun! Kami tidak bermaksud jahat! Kami hanya takut Ketua Sekte akan membunuh kami juga karena kami gagal menangkapmu tadi siang!”

​“Benar, Kakak Ling! Kami tahu kami telah berbuat salah. Kami mohon, biarkan kami ikut denganmu! Kami tahu jalan rahasia keluar dari gunung ini tanpa melewati pos penjagaan!” Ratap keduanya sembari merangkak keluar dan bersujud hingga kepala mereka terantuk akar pohon yang keras.

​Ling Fan menatap mereka dengan tatapan yang sangat dingin, teringat memori pahit saat tulang rusuknya dipatahkan oleh kedua orang ini.

​“Kalian ingin ikut denganku? Setelah kalian meludahi wajahku dan menyebutku sampah yang tidak layak hidup? Apakah kalian pikir aku adalah orang suci yang bisa memaafkan serigala hanya karena mereka sekarang sedang terluka?”

​“Kami terpaksa, Kakak! Klan Liu mengancam akan mengusir keluarga kami! Aku punya ibu yang buta di rumah, siapa yang akan menjaganya jika aku mati?”

​“Ibu... kau menggunakan nama ibumu untuk meminta belas kasihan dariku? Apakah Liu Chen pernah memikirkan ibu orang lain saat dia menyiksa murid-murid lemah di sekte ini?” Tanya Ling Fan dengan nada getir, teringat akan kenangan ibunya sendiri yang memicu kemarahan tersembunyi di dadanya.

​Li Leher Panjang memeluk kaki Ling Fan dengan putus asa, mengabaikan segala harga dirinya.

​“Kami berjanji akan menjadi anjing setiamu, Kakak Ling! Kami akan memberikan semua tabungan batu spiritual kami, asalkan kau tidak membunuh kami di sini!”

​“Aku tidak butuh anjing yang hanya setia karena rasa takut. Kalian ingin hidup? Baiklah, aku akan memberimu satu kesempatan untuk tetap bernapas di bawah langit ini.”

​“Apa pun, Kakak! Kami akan melakukan apa pun!”

​“Patahkan kultivasi kalian sekarang juga. Hancurkan Dantian kalian dan kembalilah menjadi orang biasa yang tidak memiliki kekuatan untuk menindas siapa pun. Jika kalian melakukan itu, aku akan membiarkan kalian pergi menemui keluarga kalian.” Perintah Ling Fan dengan tegas sembari menunjuk ke arah perut mereka.

​Keduanya terperangah mendengar syarat yang begitu berat, namun melihat niat membunuh yang nyata di mata perak Ling Fan, mereka tidak memiliki pilihan lain.

​“Lebih baik hidup sebagai rakyat jelata yang jujur daripada mati sebagai kultivator sampah yang tangannya berlumuran darah orang lemah. Pilihan ada di tangan kalian: Dantian hancur atau kepala kalian yang pecah?” Tanya Ling Fan memberikan ultimatum terakhir, hingga terdengar bunyi letupan kecil dari perut keduanya saat mereka terpaksa menghancurkan masa depan kultivasi mereka sendiri demi nyawa.

"​Teruslah berlari, kalian tikus-tikus kecil. Setidaknya kalian masih punya ibu untuk ditemui, tidak sepertiku yang kini harus menantang seluruh dunia sendirian." Batin Ling Fan sambil menatap punggung mereka yang merangkak menjauh, sebelum ia sendiri terduduk lemas di akar pohon untuk memulihkan sedikit energinya.

​Tanpa ia sadari, Tetua Zhang Wei mengawasinya dari pucuk bambu dengan senyum tipis, merasa kagum akan watak Ling Fan yang lebih memilih memurnikan daripada membantai secara buta.

​Kota Tianxuan, tunggu aku. Su Mei, hutang budimu akan kubayar, dan kalian yang telah menginjakku akan melihat bagaimana langit ini runtuh di tanganku. Pikir Ling Fan sembari menatap cakrawala utara dengan mata perak yang menyala redup namun penuh tekad, sebelum ia bangkit dan memulai langkah pertamanya menuju takdir yang baru.

1
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
💥⭐👍🏼⭐💥
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿⭐👍🏼⭐👍🏿
y@y@
💥👍🏾👍🏻👍🏾💥
y@y@
🌟👍🏿⭐👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏾💥👍🏼
y@y@
👍🏻👍🏿⭐👍🏿👍🏻
y@y@
😂🤣😂🤣😂
y@y@
🌟👍🏾💥👍🏾🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏼👍🏻👍🏼💥
y@y@
🌟👍🏿👍🏾👍🏿🌟
Maya devayanti
Mantaaaaapp👍
Maya devayanti
Bisa bangkrut nih bandar 😄
Maya devayanti
Bakal kaya nih 😍
Maya devayanti
Uang itu penting.. 😍
Maya devayanti
Baru tau dia 😄
Maya devayanti
Gaasssskeuun.. 👍
Maya devayanti
Lanjuuuttt... 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!