NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 3. Maaf

Nyaring dering alarm ponsel di atas nakas membangunkan Krisna yang tengah larut dalam buaian mimpi. Kedua bola mata pria itu seketika terbuka kala suara nyaring alarm ponsel miliknya terdengar memekak telinga hingga menembus alam bawah sadarnya. Tubuhnya bergeliat dan nampak di samping tubuhnya seorang wanita cantik juga tengah tertidur pulas. Perlahan, Krisna menggeser posisinya, ia sandarkan punggungnya di head board ranjang dan ia raih ponsel yang sejak beberapa saat yang lalu seakan berteriak meminta untuk dijamah olehnya.

"Hah astaga, aku lupa!!!"

Seketika tubuh Krisna terperanjat kala ia lihat notifikasi alarm ponsel miliknya. 10th anniversary, itulah notifikasi yang terbaca. Satu notifikasi yang mungkin terlihat biasa-biasa saja namun tidak bagi seseorang yang saat ini tengah menunggu kepulangannya.

Krisna menyibak selimut tebal yang masih membungkus bagian bawah tubuh yang hanya terdapat sepotong boxer yang menutupi bagian inti miliknya. Lelaki itu bangkit dari posisinya dan cepat-cepat mengenakan pakaian yang berserakan di lantai kamar.

"Astaga, gara-gara Dinda menggodaku ketika mau pulang, aku jadi terlambat pulang seperti ini."

Krisna bergumam lirih sembari merapikan pakaian dan juga rambutnya. Ingatannya tiba-tiba tertuju pada saat ia berniat untuk pulang di jam delapan malam, namun secara tiba-tiba Dinda mengenakan lingerie yang sangat menggoda. Sampai akhirnya lelaki itu tergoda dan lupa jika ia harus segera pulang.

"Mas, mau ke mana malam-malam seperti ini?"

Dinda yang merasakan ada sebuah pergerakan di kamar miliknya turut membuka mata. Dahi wanita itu sedikit mengernyit kala melihat lelakinya sudah rapi dengan pakaian yang dikenakan.

"Aku harus pulang, Din. Aku lupa jika malam ini aku harus merayakan anniversary bersama Ganis. Dia pasti sudah menungguku."

"Ckkcckkkckkk... Jadi hanya perkara perayaan anniversary itu sampai membuatmu tergesa-gesa ingin pulang seperti ini?" tanya Dinda dengan nada sedikit kesal.

"Bukan tergesa-gesa, Dinda... Sudah sejak semalam aku berniat untuk pulang, tapi kamu terus saja menggodaku, akhirnya sampai kebablasan seperti ini."

Bibir Dinda mengerucut, kepalanya menunduk, ia elus-elus perutnya yang sudah nampak sedikit buncit.

"Nak, ternyata keberadaanmu tidak lantas membuatmu menjadi prioritas papamu. Lihatlah, papamu bahkan memilih untuk pulang sekarang daripada menemanimu di sini."

Krisna menghela napas panjang kemudian ia hembuskan kasar. Jika sang istri sudah melibatkan anak yang berada dalam kandungannya seperti ini, pertanda harus ada sesuatu yang ia berikan untuk membujuk agar tidak semakin merajuk.

Tungkai kaki Krisna terayun. Ia dekati wanita cantik yang di dalam perutnya sudah ada calon anak yang berasal dari darah dagingnya. Ia berjongkok sembari mengelus-elus perut istrinya yang tengah merajuk ini dan ia ciumi berkali-kali.

"Malam ini Papa pulang dulu ya Sayang. Dua minggu yang akan datang Papa janji akan nengokin kamu lagi. Kamu mau minta apa saja Papa turuti, oke?"

Mendengar ucapan Krisna membuat senyum bahagia merekah di bibir Dinda. Perasaan kesal dan marah karena melihat Krisna yang memutuskan untuk pulang secara tiba-tiba seketika menguap begitu saja. Tergantikan perasaan bahagia yang tiada terkira.

"Benarkah itu? Aku boleh minta apa saja?" tanya Dinda manja.

"Tentu Sayang. Apa yang kamu mau pasti akan aku belikan."

Dinda nampak berpikir sejenak. Tak berselang lama seutas senyum kembali terbit di bibirnya.

"Aku mau kalung berlian yang dijual oleh temanku boleh?"

Tanpa berpikir panjang, Krisna menganggukkan kepala. Ia berpikir semakin cepat ia bernegosiasi dengan Dinda maka ia bisa cepat kembali ke Jogja.

"Boleh Sayang. Aku janji dua minggu yang akan datang aku akan membelikannya untukmu."

"Makasih Sayang."

Dengan hati yang dipenuhi oleh kebahagiaan, Dinda memeluk erat tubuh Krisna. Entah mengapa ia merasa begitu dicintai oleh lelakinya ini.

"Terima kasih Sayang."

"Sama-sama Sayang. Kalau begitu aku pulang ya. Dua minggu mendatang kita bertemu lagi."

Dinda melepaskan pelukannya dari tubuh Krisna. "Hati-hati Sayang. Aku tunggu dua minggu mendatang."

Sebuah kecupan penuh cinta Krisna daratkan di bibir Dinda. Sebuah kecupan yang seakan mengisyaratkan berapa bahagianya ia saat ini memiliki seorang istri yang tengah mengandung darah dagingnya.

Tak ingin berlama-lama lagi yang bisa jadi membuat dirinya semakin terlambat tiba di rumah istri pertama, Krisna bergegas keluar kamar dan melajukan kuda besi miliknya, meninggalkan halaman rumah sang istri kedua.

"Semoga Ganis tidak curiga dan berpikir macam-macam perihal ini," ucap Krisna lirih merapalkan doa.

***

Rintik air hujan mengiringi laju mobil yang dikemudikan oleh Krisna di dini hari ini. Akhirnya, setelah hampir dua jam ia menempuh perjalanan, pria itu berhasil tiba di rumah dalam keadaan selamat. Perjalanannya kali ini sedikit lebih lama dari biasanya. Hal itu dikarenakan di tengah perjalanan ada pohon tumbang yang sedikit mengganggu pengguna jalan.

Perlahan, Krisna menarik tuas pintu depan. Dahi lelaki itu mengernyit mendapati pintu rumah ini sama sekali tidak terkunci. Ia paham jika semalaman, sang istri menunggu kepulangannya. Dengan langkah kaki pelan dan mengendap-endap layaknya seorang pencuri yang sedang menyatroni rumah kosong, Krisna menyusuri area dalam rumahnya ini.

Tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika manik matanya menangkap sosok wanita yang tengah tertidur pulas dengan meletakkan kepalanya di atas meja makan. Di hadapan wanita itu sudah terhidang kue black forest dengan lilin angka 10 yang masih belum dinyalakan.

Melihat pemandangan yang tersaji, membuat hati Krisna sedikit ngilu. Ada satu rasa yang sulit untuk ia ungkapkan yang mendadak memenuhi kalbu.

"Sayang... Bangun!"

Dengan penuh kelembutan, Krisna mengusap kepala Ganis, mencoba untuk membangunkannya. Sesekali lelaki itu mengecup pucuk kepala sang istri yang mungkin sebagai salah satu isyarat permintaan maafnya.

"Ssssttt... Sayang, bangun! Aku sudah pulang."

Krisna mencoba sekali lagi untuk membangunkan sang istri. Nampaknya istrinya ini begitu kelelahan menunggunya pulang sampai-sampai untuk dibangunkan pun sangat susah sekali. Seperti seseorang yang menahan rasa lelah bercampur kantuk yang tiada terperi.

"Eghhhhhmmmmm..."

Tubuh Ganis menggeliat dengan eraman lirih yang keluar dari bibirnya. Dua bola matanya berputar ke sembarang arah meski kelopaknya masih tertutup sempurna. Tak berselang lama kelopak mata itu terbuka dan wajah sang suami sudah ada di depan matanya.

"Mas.. Kamu pulang? Aku kira kamu tidak pulang."

Ganis mencoba menegakkan kepala. Tubuh yang sebelumnya meringkuk, kini duduk tegak di kursi. Dengan senyum yang dipenuhi oleh kebahagiaan, wanita itu menyambut kepulangan sang suami.

"Maafkan aku Sayang, aku terlambat pulang. Di perjalanan aku menemui kendala. Di Magelang hujan lebat sampai ada pohon tumbang sehingga mengganggu perjalanan."

Krisna berjongkok dan memeluk tubuh Ganis. Memeluknya dengan erat sebagai permohonan maaf karena sedikit berbohong. Berbohong karena bukan perkara pohon tumbang yang membuatnya terlambat pulang namun karena istri keduanya.

Ganis mengusap-usap punggung Krisna. "Tidak apa-apa Mas. Yang penting kamu bisa pulang dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apapun. Karena keselamatanmu jauh lebih berharga dari apapun."

Krisna mengurai pelukannya. Ia tatap lekat wajah Ganis dan ia ciumi setiap sudut wajah sang istri.

"Happy anniversary Sayang. Maaf jika aku masih banyak kurangnya sebagai suami."

Ganis meraih telapak tangan Krisna dan ia kecup berkali-kali.

"Sama-sama Mas, aku juga minta maaf jika banyak kurangnya. Semoga kamu tetap menjadikan aku satu-satunya pendamping hidup meskipun aku belum bisa memberikan keturunan."

Krisna terhenyak. Lelaki itu seperti kesusahan menelan salivanya ketika doa-doa itu dipanjatkan oleh Ganis.

Maafkan aku Ganis, karena permintaanmu itu tidak bisa aku penuhi. Aku sudah menikah dengan wanita lain dan saat ini aku tengah menanti kelahiran darah dagingku.

.

.

.

1
Ma Em
Dinda sadar kamu , kamu itu cuma istri muda mau disamain sama Ganis istri tua Krisna mana bisa sedangkan Ganis merasakan bagaimana merintis usaha dari awal sampai perusahaan sdh sebesar sekarang sedangkan kamu pelakor Dinda baru dtg setelah Krisna sukses dan kamu cuma bisanya menghambur hamburkan uang Krisna cuma tinggal enaknya doang tapi mau disamain sama Ganis mana bisa dasar pelakor ga tau diri .
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya.. makasih
Amy
emang anda ada harga diri yaaa bu dindaaaaa🤭🤭🤭
Ma Em
Krisna baru sadar bahwa istri keduanya bkn membawa berkah malah membawa apes Saja , sedangkan waktu bersama Ganis usaha lancar uang mengalir dgn lancar juga , Ganis istri Solehah selalu mendoakan yg baik2 agar jadi berkah lah si Dinda mah hdp nya cuma mau uang uang dan uang hati nya dipenuhi dgn rasa iri dan dengki jadi apes dibawa usahanya .
Masha 235
itu sudah konsekuensi mu,jgn nyesel...telat mh ..
sunaryati jarum
Lambat Laun kau jadi gembel Krisna,istri keduamu dan ibunya hanya bisa foya- foya,beda dengan Ganis yang punya usaha sendiri mungkin ini akan lebih sukses darimu
Laviolla: hihihi udah mendekati jadi gembel kak🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Ikut lega emak rumahmu sudah laku,lebih baik memang begitu karena itu rumahmu,dan tanah Magelang jangan sampai laku jika bukan Ganis yang jual
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe dan follow ya.. mkasih
Anonim
gak usah bawa bawa nama tuhan LO 🖕
Anonim
mampus goblok
Laviolla: dia lg insaf kak.. 😂 kemarin2 lupa🤭
total 3 replies
Anonim
KOL DINDA SIH??
Lee Mba Young
🤣🤣 biar makin bangkrut.
Laviolla: hehehe bakal belangsak sepertinya kak🤣
total 1 replies
Ma Em
Bagus Ganis lbh baik dijual rumahmu daripada diisi sama pelakor ke enakan Dinda tinggal nempati rumah yg kamu beli , usir saja pelakor .
Lee Mba Young
🤣🤣 joss ganis.
sunaryati jarum
Waah sebentar lagi Dinda ,Rika ,dan Krisna terusir dari rumah milik Ganis yang mereka tempati,pasti seru
sunaryati jarum
Kehamilan Dinda sepertinya mendekati kelahiran
sunaryati jarum
Lambat Laun dengan kesabaran kamu ,nanti keburukan Dinda dan siapa ayah bayinya,akan membuka mata dan hati Krisna,bahwa Dinda yang utama hanya mengincar harta, apalagi anaknya kelainan.Jika telah terungkap ayah bayi Dinda pasti akan menampar muka Bu Puspa dan Krisna.Semoga Laras aman,sehat dan usahanya makin sukses.Emak tidak sabar menunggu momen Dinda tertangkap dengan selingkuhannya atau ayah bayinya.
Lee Mba Young
akhir nya karma dinda jd lakor. biar gk sombong tu lakor 🤭.
gimana ibu mertua zalim cucu yg kau banggakan bgitu masih kah akn sombong 🤣.
Anonim
yausudahlah
Anonim
lah kok bisa tau dok? apa anda cenayang?
Laviolla: iyaaa.. ilmunya nurun dari pembaca yang cenayang🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!