NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis aneh itu ...

Di tempat lain, Agam, dokter tampan dengan tatapan mata memukau itu tidak ada waktu lagi untuk marah-marah pada para suster yang bertugas menjaga Gauri di rumah sakit, karena harus segera mencari gadis itu.

Bagaimana Agam tidak marah coba kalau selesai ia mengoperasi pasien dan mengecek Gauri di kamar khusus, gadis itu sudah menghilang. Padahal telah berkali-kali ia memperingatkan mereka untuk memantau Gauri setiap waktu. Mereka sendiri tahu keadaan Gauri yang sewaktu-waktu bisa kambuh. Gadis itu bisa pergi kemana saja dan melakukan apa saja kalau sampai dia kambuh. Masih baik kalau pergi ke sekolah sebelah rumah sakit, Agam tidak akan kesulitan mencari karena di sana rata-rata kenal gadis itu. Tapi ini, pria itu tak tahu Gauri pergi kemana. Di sekolah tidak ada, ia sudah memeriksa.

Agam mengusap wajahnya kesal. Sambil menyetir, pandangannya terus menengok kanan kiri, berharap segera menemukan Gauri.

"Kamu di mana Gauri," gumam Agam menyebut nama gadis itu.

Saat melirik ke kiri, pandangannya berhenti pada seseorang yang berdiri di pinggir jalan. Agam menyipitkan mata terus menatap ke depan sana. Saat mengenal siapa yang dilihatnya, ia lalu menghentikan mobilnya dengan cepat dan berlari keluar menghampiri gadis itu. Astaga, kenapa Gauri bisa berdiri di jalan raya. Dan, dia menangis?

"Gauri!" seru Agam kini memegangi bahu Gauri kuat-kuat. Matanya memeriksa gadis itu. Tidak ada yang terluka pada badannya, Gauri hanya menangis.

Agam menghembuskan nafas lega lalu memeluknya. Tadi ia sangat takut kalau terjadi apa-apa pada Gauri. Kondisi gadis itu sekarang tidak begitu baik.

"Kamu kenapa keluar sembarangan, hemm? Kan kakak udah bilang jangan keluar rumah sakit sembarangan kalau kakak nggak ada. Kalau mau main batasnya sampai area sekolah aja, kamu udah tahu kan? Untung kamu perginya masih nggak jauh dari rumah sakit." katanya kemudian. Tangisan Gauri sudah berhenti sejak dirinya datang.

"Gauri mau beli permen," balas gadis itu sambil memilin-milin bajunya.

Agam menghela nafas, tangannya terangkat mengusap kepala Gauri.

"Terus kenapa nangis?" ia ingin tahu apa penyebab gadis itu menangis.

"Tadi Gauri di tinggal sama kakak yang di mobil, kakak itu marah-marah." Gauri menjawab dengan wajah sedih. Agam mengernyit bingung. Kakak di mobil? Brengsek. Siapa yang berani meninggalkan Gauri sendirian di jalanan sepi begini. Harusnya mereka bisa mengerti hanya dengan sekali melihat kondisi gadis ini.

Gauri berbeda dengan kebanyakan orang dewasa lainnya. Sejak kecelakaan tragis yang menimpa seluruh keluarganya dua tahun lalu, Gauri berubah. Beberapa tahun ini ia sering bertingkah seperti anak kecil. Para dokter sudah berusaha melakukan yang terbaik, namun tidak mendapatkan hasil yang pasti.

Kondisi tubuh Gauri memang baik, hanya saja kondisi mentalnya berubah total. Alasannya adalah Gauri belum bisa menerima keadaan yang menimpa keluarganya. Karena otaknya tidak mampu menanggung semua itu, ia jadi sering bertingkah seperti anak-anak.

Hanya Agam satu-satunya kerabat dekat Gauri yang tersisa. Bisa dibilang kakak ipar. Karena almarhumah kakak perempuan Gauri adalah tunangannya. Namun sudah ikut meninggal bersama kedua orangtuanya dalam kecelakaan maut itu. Gauri satu-satunya yang hidup.

Sejak saat itu, Agam berjanji akan menjaga Gauri dengan baik, demi tunangan tercintanya, demi kedua orangtua Gauri, juga demi dirinya sendiri. Setidaknya ia merasa lebih baik dengan adanya Gauri yang selalu di dekatnya. Sekarang Gauri adalah adiknya. Ia tidak akan berhenti mencari cara sampai gadis itu sembuh dan kembali normal seperti dulu lagi.

"Ya sudah, kalo gitu kita pulang sekarang ya." gumam Agam membimbing Gauri masuk mobil. Seperti biasa, Gauri selalu patuh pada pria itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di rumah Devan, laki-laki itu membanting dirinya ke kasur besar mewah miliknya sambil menerawang ke langit-langit kamar. Pekerjaan hari ini melelahkan. Namun lebih melelahkan saat dirinya bertemu dengan perempuan aneh tadi.

Siapa gadis aneh itu?

Devan bangun berjalan ke dekat meja dan duduk di kursi putar lalu memijit pelipisnya sambil mendesah pelan. Ingatannya kembali pada kejadian siang tadi kemudian memegangi bibirnya yang menurutnya sudah tidak suci lagi karena ciuman gadis tadi. Pria itu berdecak kesal. Berani-beraninya ada perempuan yang berbuat tidak senonoh pada seorang Devan.

Tapi ...

Rasa bibir gadis itu manis. Ia yakin kalau dirinya tidak menolak, ia pasti akan menikmati ciuman itu. Sekarang ia tahu kenapa banyak pasangan suka sekali berciuman.

Tadi itu pengalaman pertamanya. Makhlum kalau ia baru tahu rasa berciuman itu seperti apa. Memang dirinya sudah sering sekali melihat orang berciuman, bahkan melihat orang yang paling dekat dengannya bercumbu dengan orang lain. Tapi biasa saja baginya.

Emosi Devan kembali naik saat mengingat mamanya dan laki-laki brengsek itu berbuat mesum di rumah mereka dulu. Ah, sialan. Pria itu mengepal tangannya kuat-kuat. Sampai sekarang dirinya tidak pernah mau bertemu wanita yang melahirkannya itu lagi karena jijik. Papanya sudah meninggal tak lama setelah bercerai dari mamanya. Semenjak itu Devan membuat keputusan tinggal dengan kakeknya, ayah dari papanya. Ia tidak pernah mau melihat mamanya lagi. Dirinya masih remaja waktu menjadi saksi perselingkuhan sang mama. Mamanya sendiri pun tidak pernah peduli padanya.

Sebuah ketukan di depan pintu kamarnya terdengar.

"Masuk." ujar Devan dari dalam. Tak lama kemudian Gino muncul sambil memegang berkas di tangannya dan duduk di sofa kamar itu.

"Ini dokumen yang kau butuhkan. Mulai besok kau sudah bisa mengajar di sekolah itu." Gino menyerahkan dokumen di tangannya ke Devan,  pria itu membacanya.

"Agam sudah tahu aku telah kembali?" Devan bertanya. Devan memang baru saja kembali dari luar negeri sekitar satu minggu yang lalu. Ia sibuk menyelesaikan studi S3-nya di sana.

"Aku rasa belum. Aku belum menghubunginya. Dia sangat sibuk beberapa hari terakhir ini. Banyak pasien yang sedang dia urus." ujar Gino.

Devan, Gino dan Agam sudah berteman semenjak SMA. Hubungan persahabatan mereka cukup dekat sampai sekarang. Tapi karena Devan dan Gino berkuliah di luar negeri, mereka jarang ketemu langsung dengan Agam. Biasanya hanya berkomunikasi lewat sosial media saja.

Tapi mulai sekarang sepertinya mereka akan rajin ketemu. Karena Agam bekerja di rumah sakit milik kakeknya, dan mulai besok dia juga akan mengajar di sekolah samping rumah sakit itu. Mereka bisa menjadwalkan makan siang sesekali.

"Oh ya, aku bingung. Kenapa kau ingin jadi guru? Kenapa tidak tidak ambil alih rumah sakit kakekmu saja? Kakekmu sudah tua, sebentar lagi dia mungkin akan menyuruh mengelola rumah sakit itu." Gino bertanya lagi.

Tapi tidak ada jawaban dari Devan. Laki-laki itu hanya tampak berpikir, entah apa yang dia pikirkan.

1
tutut wahyuningsih
👍👍👍👍
irma hidayat
rasain lu gino kamu lengah padahal udah gunain akal akalanmu agar devan ikut
irma hidayat
pede banget kamu diana bilang ga cocok, mau nya kamu ya yg cocok
irma hidayat
cerita nya bagus,semangat berkarya thor
irma hidayat
kena juga tuh di akalin gino
irma hidayat
diana jangan marah kamu sedang menuai hasil dari perbuatanmu
irma hidayat
pelampiasan cemburu tuh s diana,ares kena
Qaisaa Nazarudin
Padahal yah dengan kejadian berlaku dan setelah kecelakaan itu, Sesiapa juga bisa MENEBAK apa yg sebenarnya terjadi,Setelah kejadian itu dengan Tiba2 Ibnu langsung berkuasa dan hidup mewah,Siapa juga akan mikir apa yg sudah terjadi..Lha ini malah PASRAH gitu aja,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
Padahal diawal Agam mengenalkan Siapa Gauri ke Gino dan Devan, Perasaan ku Agam menyebut nama Tunangannya Gretta,Kok bisa berubah jadi Iriana..🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Move on Agam,Kamu juga berhak bahagia, Orang yg meninggal Roh akan nyangkut selagi orang yg dia Sayang belum mengikhlaskan dia PERGI, Jadi DIA belum bisa TENANG diatas sana..
Qaisaa Nazarudin
Aku takut aja ada yg merakam perbuatan mereka,Ia sih sekolah ini milik Gauri,tapi gak ada CONTOH YG BAIK,Apalagi Devan yang notabene nya SEORANG PENDIDIK,Tidak mencerminkan jiwa seorang pendidik,Kalah dengan Nafsu..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Devan..Devan kan sudah di peringatin juga sama tante Victoria dirumah saat dimeja makan,Kenapa dilakukan juga ckk..
Qaisaa Nazarudin
Hareudang... Akhirnya Jebol juga Gauri,Tahan nafas aku baca bab ini 🤭🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Nah akhirnya Gauri SEMBUH sendiri, Semoga Gauri gak lupa kalo Devan itu SUAMINYA ya..
Qaisaa Nazarudin
Semoga setelah mimpi ini Gauri SEMBUH ya..🤲🤲🤲 Gak sabar aku nunggu Gauri sembuh..
Qaisaa Nazarudin
kok IRINA??Bukan GRETTA ya nama kakak nya?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Aku takut nya ntar Gauri cerita ke orang lain apa yang sudah Devan lakukan ke dia..😂😂🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Itu mah buah Terong bukan anggur ya Gauri 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Padahal aku udah takut banget kalau Keluarga Devan gak setuju dan gak restuin karena keadaan Gauri yg sakit.. Alhamdulillah ternyata diluar Ekspektasi aku..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah tdk ada DRAMA tdk restu dan memandang RENDAH dan MENGHINA Gauri dari sang kakek..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!