NovelToon NovelToon
Pendekar Mulut Sampah

Pendekar Mulut Sampah

Status: sedang berlangsung
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Li Zhen terbangun di ranjang jerami yang gatal, menggaruk kepalanya dengan wajah bingung. Dia menyadari dirinya terlempar ke Benua Awan Surgawi, masuk ke tubuh pemuda lemah dengan nama yang sama.

Alih-alih berlatih ilmu kanuragan seperti kultivator lain, Li Zhen hanya menguap lebar sambil menatap langit-langit yang bocor. Dia memilih menggunakan lidahnya yang setajam pisau untuk bertahan hidup di dunia persilatan yang kejam ini.

Dia tidak pernah sekalipun memukul lawan, namun musuhnya sering menangis tersedu-sedu sambil memeluk lutut. Ini adalah kisah berputar-putar tentang seorang pemuda yang mengacaukan dunia kultivasi hanya dengan ocehan tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Suasana di halaman gubuk itu mendadak menjadi hening seketika, suara kicauan burung di dahan pohon bahkan seolah ikut berhenti karena terkejut. Senyuman di wajah Kepala Sekte membeku seketika, matanya melebar memancarkan rasa tidak percaya atas apa yang baru saja telinganya dengar.

"A-apa maksud Senior?" tanya Zhao Wuji dengan suara yang tiba-tiba bergetar, tangannya secara refleks bergerak melindungi area perutnya sendiri. Wajah gagah yang selalu dihormati itu kini perlahan berubah pucat, keringat dingin sebesar biji jagung mulai bermunculan di dahinya yang lebar.

Li Zhen tidak memberikan kesempatan bagi korbannya untuk bernapas, dia langsung melepaskan rentetan serangan verbal yang mematikan pertahanan mental sang pemimpin tertinggi. "Kau pikir jubah emas tebal itu bisa menyembunyikan fakta bahwa kau mengikat perut buncitmu dengan korset baja pembentuk tubuh setiap pagi?" ejek Li Zhen lantang.

Para tetua elit yang berdiri di belakang Kepala Sekte saling berpandangan dengan raut wajah terkejut yang tidak bisa ditutupi. Mereka semua secara serempak menundukkan pandangan mereka ke arah pinggang Kepala Sekte, mengamati postur tubuh pemimpin mereka yang memang terlihat sedikit kaku di bagian tengah.

"J-jangan dengarkan ucapan aneh ini, Senior pasti sedang menguji Dao Heart kita dengan ilusi kata-kata!" teriak Zhao Wuji panik, berusaha menutupi rahasianya. Suaranya melengking tidak wajar, memecahkan citra berwibawanya yang selama ini dia bangun dengan sangat hati-hati selama puluhan tahun.

"Menguji Dao Heart? Aku hanya membongkar kemunafikan pria tua yang tidak bisa berhenti memakan tiga piring kue manis buatan istrinya setiap tengah malam," lanjut Li Zhen tertawa sinis. "Kau memaksa murid-muridmu berlatih keras hingga kurus kering, sementara kau sendiri memakai korset untuk menipu mereka agar terlihat gagah!"

Rahasia paling gelap dan paling memalukan itu akhirnya terbongkar tanpa sisa, ditelanjangi di depan puluhan bawahan kepercayaannya sendiri. Fakta bahwa pria terkuat di sekte itu takut gemuk dan mengenakan korset penahan lemak adalah sebuah pukulan mental yang melampaui batas kewarasan.

Dao Heart milik Kepala Sekte Zhao Wuji seketika retak parah, tekanan psikologis yang luar biasa brutal itu membuat aliran energi Inti Emas di tubuhnya berontak. Dia terhuyung mundur beberapa langkah, kedua tangannya mencengkeram dadanya sendiri dengan raut wajah menahan sakit yang tak tertahankan.

Pria perkasa itu memuntahkan seteguk darah segar yang bercampur dengan sisa kue manis tadi malam, menodai rumput hijau di bawah kakinya. Zhao Wuji jatuh terduduk dengan lutut membentur tanah merah, tubuhnya gemetar hebat menahan rasa malu yang menghancurkan seluruh harga dirinya sebagai seorang pemimpin sekte.

[Ding! Target Kepala Sekte Zhao Wuji mengalami kehancuran harga diri tingkat kaisar dan depresi struktural tubuh. Mendapatkan +35.000 Poin Sampah.]

Suara dentingan notifikasi itu terdengar bagaikan alunan harpa surgawi di telinga Li Zhen, membuatnya tersenyum semakin lebar hingga memperlihatkan giginya. Dia membuang tulang ayam di tangannya ke sembarang arah, lalu melipat kedua lengannya di dada dengan gaya angkuh yang mendominasi.

Melihat Kepala Sekte mereka tumbang memuntahkan darah hanya karena beberapa kalimat, para tetua elit langsung panik bukan kepalang. Tetua Lin dan Tetua Zhao yang berada di barisan paling depan segera bergegas maju, berniat untuk menolong atasan mereka yang sedang sekarat secara mental.

Namun, langkah mereka terhenti seketika saat Li Zhen tiba-tiba menoleh dan menatap tajam ke arah kerumunan tetua tersebut. Mata pemuda itu menyipit, memancarkan aura arogansi mutlak yang membuat para kultivator tingkat tinggi itu menelan ludah dengan susah payah.

Kemampuan 'Mata Penilai Kelemahan' tidak berhenti bekerja, layar biru di depan Li Zhen memunculkan belasan teks merah yang melayang di atas kepala masing-masing tetua. Informasi rahasia tentang aib, kelemahan, dan rasa tidak aman dari para petinggi sekte itu kini terpampang jelas bagaikan menu makanan di restoran murah.

"Dan kalian semua, sekumpulan orang tua yang tidak tahu malu," sapa Li Zhen dengan suara dingin yang menusuk tulang. "Apakah kalian pikir berdiri di halaman rumahku sepanjang malam membuat kalian terlihat seperti sekumpulan pertapa yang setia?"

Tetua Lin memberanikan diri untuk angkat bicara, tangannya yang keriput disatukan di depan dada dengan gerakan hormat yang gemetar. "Senior, kami hanya ingin menunjukkan kesungguhan hati kami untuk belajar sedikit tentang jalan alkimia dari kehebatan Anda," ucap Tetua Lin dengan suara serak.

Li Zhen mendengus keras, tawanya meledak seketika memecah ketegangan yang menyelimuti area gubuk kumuh tersebut. Dia menunjuk tepat ke arah wajah Tetua Lin, matanya fokus pada layar merah yang menampilkan rahasia memalukan pria tua berjubah putih itu.

"Belajar alkimia? Kau bahkan tidak bisa meracik obat penyubur untuk janggut tipismu yang sengaja kau sambung dengan bulu ekor kuda spiritual itu," ejek Li Zhen telak. Rahasia mengenai janggut palsu kebanggaan Tetua Lin terbongkar begitu saja, membuat pria tua itu seketika memucat dan memegangi dagunya dengan panik.

Tidak berhenti sampai di situ, Li Zhen segera menggeser pandangannya ke arah Tetua Zhao yang berdiri kaku di sebelah Tetua Lin. "Dan kau, pria tua dengan sisa jenggot hangus, apakah kau masih sering menangis diam-diam di kamar mandi karena istrimu selalu menyebutmu tidak berguna di atas ranjang?"

Serangan verbal beruntun yang sangat personal dan kejam itu menghantam mental para petinggi sekte layaknya hujan meteor yang menghancurkan benua. Dao Heart mereka yang seharusnya kokoh bagaikan gunung batu, ternyata serapuh kaca tipis yang disentil oleh jari anak kecil.

Tetua Lin terbatuk keras memuntahkan darah, wajahnya memerah karena rasa malu yang membakar jiwa saat menyadari rekan-rekannya mulai menatap janggutnya dengan curiga. Tetua Zhao bahkan langsung pingsan di tempat, tubuhnya kaku dan jatuh terjerembab mencium tanah karena rahasia ranjangnya terbongkar di depan publik.

Kekacauan mental menjalar dengan cepat bagaikan wabah mematikan yang menulari satu per satu tetua elit Sekte Teratai Angin. Suara erangan kesakitan dan batuk darah bersahutan di halaman gubuk reyot itu, mengubah tempat tersebut menjadi sebuah rumah sakit jiwa darurat yang sangat tragis.

[Ding! Target massal Jajaran Tetua Sekte mengalami kehancuran mental berantai. Mendapatkan +85.000 Poin Sampah total.]

Layar sistem berkedip terang dengan gembira, menampilkan saldo poin Li Zhen yang kini meroket tajam menembus angka seratus ribu hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Pemuda itu tertawa terbahak-bahak, tawanya terdengar seperti tawa iblis yang sedang menikmati penderitaan umat manusia.

Anjing Petir Ekor Tiga yang bersembunyi di sudut gubuk hanya bisa menutupi kepalanya dengan kedua kaki depan, tidak berani melihat pembantaian sepihak tersebut. Binatang buas itu bersyukur dalam hati karena dia hanya diejek soal kebotakan dan ketiga ekornya, bukan aib gelap yang disembunyikan seumur hidup.

Setelah puas melihat puluhan kultivator hebat bergulingan menahan malu di atas tanah, Li Zhen berdehem keras untuk mengembalikan perhatian mereka. Dia mengusap minyak di sudut bibirnya, memasang wajah otoriter yang tidak menerima bantahan apa pun dari korbannya.

"Dengar baik-baik, kalian sekumpulan orang tua berpenyakit jiwa," bentak Li Zhen, suaranya memotong erangan kesakitan para tetua sekte. "Kalian telah berdiri di halamanku sepanjang malam, menginjak rumputku, dan membuat anjingku ketakutan."

Kepala Sekte Zhao Wuji yang masih memegangi perut berlapis korsetnya mencoba mendongak dengan wajah yang sangat pucat. "M-maafkan ketidaksopanan kami, Senior... Kami tidak bermaksud untuk menyinggung ketenangan tempat pengasingan suci ini," bisiknya dengan susah payah.

Li Zhen mendecakkan lidahnya, menatap sekumpulan orang tua itu dengan pandangan jijik layaknya melihat hama yang merusak perkebunannya. "Permintaan maaf tidak akan memperbaiki pintu gubukku yang sudah lepas dari engselnya ini," ucap Li Zhen sambil menunjuk sisa pintu kayunya yang hancur.

Para tetua saling bertatapan dengan bingung, sama sekali tidak menyangka bahwa 'Senior Alkemis Agung' ini akan mempermasalahkan sebuah pintu kayu lapuk yang tidak berharga. Di mata mereka, pintu gubuk fana itu bahkan tidak lebih mahal daripada sebutir debu di lantai paviliun mereka.

"Jika kalian ingin terus berdiri di halaman ini, bayar uang sewanya dengan tenaga kerja kasar kalian," perintah Li Zhen dengan nada mutlak. "Aku ingin halaman ini dibersihkan dari gulma berduri, pintu gubukku diperbaiki menggunakan kayu jati berkualitas, dan pastikan tidak ada debu yang tersisa di atapku."

Kepala Sekte dan para tetuanya membelalakkan mata lebar-lebar, tidak percaya dengan instruksi gila yang baru saja mereka dengar. Puluhan kultivator ranah elit, penguasa wilayah yang ditakuti oleh jutaan manusia, kini diperintah untuk mencabut rumput liar dan menjadi tukang kayu dadakan.

Namun, rasa takut mereka terhadap kekuatan 'Senior' yang bisa membongkar aib masa lalu mereka itu jauh lebih besar daripada harga diri mereka yang sudah hancur. Dengan sisa-sisa tenaga dan Dao Heart yang retak, Kepala Sekte Zhao Wuji akhirnya menganggukkan kepalanya dengan berat.

"K-kami mengerti, Senior... Kami akan segera melaksanakan perintah Anda dengan sebaik-baiknya," jawab Kepala Sekte dengan suara bergetar menahan air mata. Pria perkasa itu perlahan bangkit berdiri, lalu mulai membungkuk untuk mencabut rumput liar berduri di dekat kaki Li Zhen menggunakan tangannya yang biasa memegang pedang pusaka.

Melihat pemimpin mereka mulai bekerja sebagai tukang kebun, para tetua lainnya tidak punya pilihan selain ikut merangkak di atas tanah untuk mencabuti rumput. Pemandangan puluhan kultivator berjubah sutra emas dan perak yang sedang berkebun di halaman gubuk reyot itu benar-benar terlihat sangat surealis dan konyol.

Li Zhen menyilangkan tangannya di dada, mengangguk puas melihat pasukan pekerja paksa gratisan yang kini berada di bawah kendalinya. Dia berbalik badan dan melangkah masuk kembali ke dalam gubuk, sama sekali tidak mempedulikan nasib para penguasa dunia persilatan yang kini harus berjemur mencabuti gulma demi menebus kesalahpahaman mereka sendiri.

1
Bambang Slamet
m
T28J
mantap kakak 👍 like dan hadiah💪
Kalong Super
💪💪💪💪👍👍 mantul
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!