NovelToon NovelToon
Suamiku Selingkuh

Suamiku Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Atul Maronge

Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Raditya Mengembalikan Uang Perusahaan

Keesokan seperti yang telah dijanjikan oleh Raditya bahwa dia akan secepatnya mengembalikan uang perusahaan, saat ini dia tengah diperjalanan ke perusahaan tempatnya bekerja dulu dengan membawa tas kerja berisi uang sejumlah tiga milyar rupiah.

"Selamat pagi pak Raditya, ada yang bisa dibantu?" Tanya receptionis.

"Saya ingin bertemu dengan pemilik ataupun CEO perusahaan ini. Saya sudah membawa uang yang mereka mau" Jawab Raditya.

"Baik akan saya hubungkan dengan sekretaris pak Ronald dulu, silahkan bapak menunggu sebentar disana" Ucap receptionis dan mempersilahkan Raditya untuk duduk disofa yang ada diloby tersebut.

Setelah beberapa saat barulah sang receptionis mempersilahkan Raditya masuk dengan diantar oleh security karena atas perintah dari sekretaris pak Ronald, apalagi tadi dia bilang kalau membawa uang didalam tas.

"Silahkan pak Raditya, anda ditunggu oleh pak Ronald diruangannya." Ucapnya.

Pak Reza tolong antar pak Raditya sampai diruangan pak Ronald" Lanjut receptionis dengan menoleh kearah security yang ada disana.

Tak berapa lama kini Raditya sudah sampai didepan ruangan pak Ronald, disana sudah ada seorang pengacara perusahaan dan juga Renata.

Kalau bu Rosa dia tidak bisa hadir karena mengantarkan Rindiani ke sekolah.

"Selamat pagi pak Raditya, silahkan duduk" Ucap Ronald mempersilahkan tamunya.

Dengan segera Raditya mendaratkan bokongnya dikursi yang ada disana.

"Jadi maksud kedatangan anda pagi ini atas hal apa pak?" Tanya pengacara perusahaan.

"Saya akan mengembalikan uang perusahaan" Ucap Raditya dengan mengangkat tas yang dia bawa dan di taruh dimeja.

"Silahkan dihitung" Lanjut Raditya dan membuka resleting tas, sehingga terlihat jelas tumpukan uang berwarna merah yang sangat banyak disana.

Mereka yang ada diruangan tersebut seolah kaget dengan Raditya, kemarin saja dia meminta waktu kelonggaran untuk membayar.

Setelah dikasih waktu dengan mudahnya dalam waktu dua hari dia mampu mengembalikan semua uang perusahaan tanpa mencicil.

Renata tersenyum sangat tipis sampai disana tidak ada satu orang pun yang menyadarinya.

Dia tahu suaminya ini banyak tabungan, sebelum menikah dengannya dulu saja Raditya sangat gigih dalam bekerja dan selalu menabung alasannya cuma satu.

Dia ingin punya banyak tabungan jika ada hal mendesak dia tidak akan terlunta-lunta mencari pinjaman kesana kemari.

Sekretaris pak Ronald segera mengambil mesin penghitung uang yang ada diruangan divisi keuangan.

Setelah mendapatkan alat tersebut mereka segera menghitung uang itu dan ternyata pas serta asli semua uangnya.

"Bagaimana pak?" Tanya Raditya.

"Semua hutang kamu lunas, tunggu biar pak rusdi menyiapkan surat tanda terima agar kelak tidak merepotkan kamu jika ada oknum-oknum yang meminta ganti rugi" Jawab Ronald.

"Baik pak" Jawab Raditya.

"Silahkan dibaca dan dipahami dulu pak Raditya, kalau sudah benar silahkan ditanda tangani" Ucap Ronald.

Setelah memastikan semuanya benar, Raditya segera membubuhkan tanda tangannya disana.

"Baik urusan saya dengan perusahaan ini sudah selesai, atas nama pribadi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah menggelapkan dana perusahaan" Ucap Raditya dan menjabat tangan Ronald.

"Sama-sama pak Raditya, terimakasih atas kerjasamanya. Silahkan anda langsung ke ruangan HRD" Jawab Ronald.

Raditya sedikit bingung ngapain ke ruangan HRD?

Bukankah semua uang pesangon yang dia miliki untuk menutup hutang.

Raditya segera pamit dari ruangan Ronald dan segera berjalan keruangan HRD.

Tok tok tok...

"Silahkan masuk" Teriak kepala HRD.

Raditya segera masuk ke dalam ruangan itu.

"Selamat pagi pak, saya disuruh pak Ronald untuk menghadap bapak" Ucap Raditya.

"Silahkan duduk pak Raditya, anda sudah tahu kenapa disuruh kesini?" Tanya kepala HRD.

"Belum tahu pak, saya tadi habis mengembalikan uang perusahaan saja" jawab Raditya.

"Baik akan saya jelaskan ya pak, sebenarnya uang pesangon anda masih sisa lima ratus juta rupiah. Jadi kedatangan anda disini ya itu untuk mengambil sisa pesangon, kemarin kata bu Rosa pak Raditya hanya mendapatkan satu milyar kan?" Tanya kepala HRD.

"Benar pak, semua hutang saya empat milyar dan dipotong pesangon. Jadi saya tadi mengembalikan tiga milyar" jawab Raditya.

"Iya pak Raditya pesangon anda sebenarnya adalah satu milyar setengah, kenapa bu Rosa bilang seperti itu? Agar uang pesangon anda tidak semuanya untuk menutup hutang" Ucap kepala HRD.

"Oh gitu, syukurlah saya masih punya uang untuk membuka usaha" Ucap Raditya.

"Iya pak, akan segera saya transfer ke rekening yang biasanya ya pak" Ucap kepala HRD.

"Jangan pak, ke rekening baru saya saja" Ucap Raditya dan memberikan nomor rekeningnya yang baru.

Dia memang memberikan ATM miliknya pada Ratih, kalau ada dana masuk kerekening itu pasti langsung dihabiskan oleh Ratih.

Apalagi kemarin dia meminjam uang berlian dan juga meminta penambahan modal untuk usaha barunya.

Ya meskipun uang untuk modal belum dikasih oleh Ratih, kalau sampai uang itu diketahui oleh Ratih pastilah dia tak akan memberikan uang modal dan lebih parahnya lagi menghambur hamburkan uang itu.

"Sudah saya transfer pak Raditya, silahkan dicek dan tanda tangan disini jika anda sudah menerima uang tersebut" Ucap kepala HRD dan memberikan selembar kertas didepan Raditya.

Raditya segera mengecek lewat sms banking, dia memang tidak mendownload aplikasinya karena rawan ketahuan oleh Ratih kalau dia mempunyai rekening lain.

Raditya tersenyum karena saldo direkeningnya mulai menggendut lagi.

Dia segera menandatangani surat terima pesangon itu dan pergi ke arah sekolah Rindiani.

Bagaimanapun juga dia rindu dengan putrinya, dia akan mengajak Rindiani jalan-jalan sepulang sekolah nanti.

Mobil yang dikendarai Raditya sampai didepan gerbang sekolah Rindiani, dia segera menghubungi Renata untuk meminta izin membawa Rindiani jalan-jalan agar nanti Renata tidak bingung saat Rindiani sudah keluar dari sekolah karena belum ada yang menjemputnya.

[hallo Renata, aku sekarang ada didepan sekolah Rindiani. Kami akan jalan-jalan, kamu gak usah menjemputnya] Ucap Raditya tanpa basa-basi.

[??????]

[Iya Renata aku janji sore sudah pulang, yaudah aku tutup telponnya assalamualaikum] Ucap Raditya dan menutup panggilan telepon dengan Renata.

Setelah beberapa saat menunggu bel pulang sekolah sudah berbunyi, Raditya segera keluar dari mobil dan menunggu putrinya didepan gerbang agar Rindiani tak bingung mencari siapa yang menjemputnya.

"Sayaaang..." panggil Raditya dengan melambaikan tangannya kearah Rindiani.

"papaaaa..." panggil Rindiani sambil berlari kearah Raditya dan langsung memeluknya karena saat Rindiani berlari kearahnya dia langsung jongkok dan merentangkan tangannya.

"Papa rindu sama kakak, maafin papa ya nak" Ucap Raditya dan mencium pelan kepala sang putri.

"Iya pa, kok tumben papa bisa jemput? Biasanya papa sibuk kerja?" Ucap Rindiani.

"Papa sekarang sudah gak kerja lagi nak, jadi bisa menjemput kamu pulang sekolah. Maafin papa karena selama ini selalu sibuk ya" Ucap Raditya.

"Iya pa, kakak mengerti, kan kata mama kalau papa kerja cari uang buat mama dan kakak" Jawab Rindiani.

"Iya sayang, ayok kita jalan-jalan. Kamu mau kemana? Tadi papa sudah bilang sama mama kalau hari ini kakak akan main sama papa" Ucap Raditya.

"Waah beneraaan pa? Kakak mau main ke timezone terus makan eskrim dan jalan-jalan sama papa di mall" Jawab Rindiani.

"Oke sayang, letss go kita berangkat sekarang. Tapi sebelumnya kakak ganti baju dulu ya, kemarin papa sudah belikan kakak baju baru loh" Ucap Raditya.

"Beneran pa?"

"Iya sayang, itu bajunya ada didalam mobil. Ayo kakak ganti baju dulu" Ucap Raditya dan membukakan pintu mobil untuk putrinya.

Setelah Rindiani ganti baju dengan pakaian santai barulah mereka berangkat ke pusat perbelanjaan terbesar yang ada dikota itu, karena disana permainan timezonenya lebih lengkap dan super luas.

Di jamin anak-anak pasti akan suka.

1
Lee Mba Young
karma raditya otewe, semoga resto bankrut Dan ratih selingkuh.
Lee Mba Young
resto ne gk laku biar tau rasa tu laki tukang selengki
Ma Em
Wah Ratih bakal recokin lagi hubungan Renata dgn David karena Ratih sdh menyukai David , bakal ada persaingan lagi nih antara Renata dgn Ratih .
Lee Mba Young
masih enak saja hidup radtya blm dpt karma ya..
Ma Em
Renata hrs cepat cari gantinya Raditya dong jgn lama lama nanti dikira si Ratih msh mengharapkan Raditya lagi , semoga Renata dapat penggantinya Raditya lelaki yg lbh baik yg mapan juga ganteng .
Ma Em
Ratih ketakutan Raditya direbut orang soalnya Ratih juga dapat Raditya hasil merebut dari Renata jadi sekarang Ratih sdh ketakutan saja .
Ma Em
Raditya setelah berpisah baru perhatian sama anak .
Atul Maronge: baru dia menyesal setelah terlambat
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Raditya blm mnerima karma. masih enak hidup nya. tukang selingkuh korupsi.
Suhadi
langsung talak 3 ya thor..?
Atul Maronge: biar gak bisa rujuk lagi,
total 1 replies
Ma Em
Semoga Renata segera dapat pengganti Raditya .
Atul Maronge: orang baik pasti dapat yang baik juga
total 1 replies
Ma Em
Dasar ibunya Raditya tdk tau malu masa minta uang sama mantan menantu dan tdk dikasih malah ngomel2 , semoga Renata semakin sukses dgn perusahaan yg Renata pimpin dan Raditya dgn Ratih tdk akan bisa dapat kerjaan lagi dan untuk buka restoran nya gagal biarkan Raditya dan Ratih merasakan pahitnya hdp jadi orang susah .
Lee Mbaa Young
Sombong banget mau bikin usaha baru, modal juga pas pas an. jual perhiasan gk Ada semilyar masih kurang banyak buat nutup utang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!