NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super: Dari Penghinaan Ke Puncak Kekuasaan

Sistem Kurir Super: Dari Penghinaan Ke Puncak Kekuasaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:582.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.

Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.

Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.

Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:

“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”

Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.

Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 – Aku Akan Bertemu Mantan Pacarku Lagi!

Meski kini memiliki kekayaan yang luar biasa, Kevin Sanjaya tetap hidup dengan sangat rendah hati.

Hal itu benar-benar membuat Regina kebingungan.

Sejak kejadian hari itu, Regina bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak pernah meremehkan siapa pun lagi.

Terlebih lagi, ia bertekad membangun hubungan yang sangat baik dengan Kevin Sanjaya. bagaimanapun juga, pria itu kini adalah bos besarnya!

Jika memang diperlukan… bahkan mengajaknya ke hotel pun bukan masalah baginya.

Saat mobil Regina melaju pergi dengan tergesa-gesa, Kevin menyeringai kecil.

“Meremehkanku, ya? Anggap saja ini pelajaran hidup.”

Pada saat itu juga, Suara Sistem kembali terdengar.

“Karena telah memberi pelajaran pada selebritas sombong dan menjaga harga diri seorang kurir, Anda memperoleh 10 poin dan hadiah uang tunai sebesar 100 juta rupiah!”

Kevin Sanjaya tersenyum puas.

“Bagus sekali. Sepertinya aku harus sering-sering ‘meluruskan’ orang-orang sombong supaya poinku cepat terkumpul.”

Poin-poin itu sangat berharga.

Di Toko Sistem, poin bisa ditukar dengan obat ajaib yang bahkan mampu menghidupkan orang mati!

Dengan bantuan Nyonya Julia, proses serah terima perusahaan berjalan sangat lancar.

Kevin Sanjaya bahkan hanya perlu menandatangani beberapa dokumen, itu saja.

Begitu keluar dari gedung perusahaan, Kevin Sanjaya langsung menelepon Teresa Sanjaya.

“Adik, Kakak dapat tiket konser Regina. Tapi bukan tiket biasa, kursi barisan depan!” kata Kevin Sanjaya dengan nada sedikit membanggakan.

“Kak, tiket barisan depan itu mahal sekali! Bisa sampai puluan juta! Kenapa Kakak buang-buang uang?”

Nada khawatir Teresa Sanjaya terdengar jelas.

Ia tahu betul kakaknya hanyalah kurir pengantar makanan, penghasilannya pas-pasan, hanya beberapa juta per bulan.

Sekarang, hanya karena bercanda, Kevin Sanjaya malah menghabiskan penghasilan lebih dari sebulan.

Hati Teresa Sanjaya dipenuhi rasa bersalah.

Keluarga mereka memang hidup serba kekurangan sejak dulu, dan ia baru sadar betapa cerobohnya dirinya, serta betapa besar kasih sayang kakaknya padanya.

“Sudah, jangan dipikirkan,” ujar Kevin lembut.

Ia bisa menebak isi pikiran adiknya, lalu berbohong kecil.

“Perusahaanku ada undian, dan Kakak dapat tiket VIP barisan depan konser Regina!”

“Benarkah?!”

Mata Teresa Sanjaya langsung berbinar penuh kegembiraan.

“Tentu saja benar! Masa Kakak bohong ke kamu?” Kevin Sanjaya tertawa.

“Kalau kamu nggak mau nonton, ya sudah. Kakak jual saja tiketnya, uangnya buat beli minum.”

“Tidak boleh!”

Teresa Sanjaya langsung panik.

“Siapa bilang aku nggak mau? Simpan baik-baik tiket itu! Kalau sampai hilang, awas kamu! Aku benar-benar bisa nonton Regina secara langsung! Terima kasih banyak, Kak!”

Setelah berkata demikian, Teresa menutup telepon dengan penuh semangat.

“Anak itu…”

Kevin Sanjaya tersenyum hangat. Sejak kecil mereka memang hidup sederhana, tapi hubungan keluarga mereka sangat erat.

Sekarang setelah ia punya uang, ia bersumpah akan memberi keluarganya kehidupan yang lebih baik.

“Kalau aku langsung bilang soal kekayaanku, mungkin mereka akan kaget,” gumamnya.

“Lebih baik biarkan mereka tahu pelan-pelan.”

Kevin Sanjaya mengangguk mantap.

Tiba-tiba, Sistem kembali mengingatkan:

“Host, vila mewah yang Anda peroleh tadi malam belum diklaim. Setelah klaim, Anda akan memperoleh poin tambahan.”

“Oh iya!” Kevin teringat.

“Aku sampai lupa vila itu gara-gara kejadian dengan Kak Clarisa di taman botani semalam.”

Ia tertawa kecil.

“Dulu aku pikir ‘uang bikin orang pelupa’ cuma mitos. Ternyata benar adanya!”

“Aku harus cepat-cepat klaim vila itu, lalu ajak orang tuaku makan besar!”

Kevin Sanjaya segera menyalakan motor butut kecilnya, menuju tempat Bugatti Veyron miliknya diparkir.

Kevin melempar jaket hijau Ojol ke kursi penumpang, lalu melaju dengan supercar itu menuju kawasan elite kota, Perusahaan Properti Gunung Tianlu.

Raungan mesin Bugatti menggelegar di jalanan, menarik perhatian dan tatapan iri dari banyak orang.

“Itu… Bugatti Veyron?!”

Begitu tiba di perusahaan properti, para satpam langsung bersikap siaga.

Begitu Kevin turun dari mobil, seorang satpam berlari menghampiri sambil membawa payung.

“Kamu punya masa depan cerah,” ujar Kevin sambil menepuk bahu satpam itu.

“Sudah, kalian lanjutkan tugas saja. Aku mau agak low profile.”

Para satpam sudah terbiasa melayani orang kaya, tapi sikap Kevin Sanjaya yang ramah membuat mereka terkesan.

Tak lama kemudian, mereka bahkan mulai memanggilnya dengan akrab, “Bang Kev.”

Dengan perasaan santai, Kevin berjalan sendiri menuju ruang penjualan.

Sebagai properti paling elite di kota, tempat itu tak pernah sepi pengunjung.

Namun tiba-tiba, langkah Kevin terhenti.

Di antara para tamu, ia melihat wajah-wajah yang sangat dikenalnya...

Keluarga mantan pacarnya, Meysi Kurniawan,

dan juga Stevanus Polimpung, pria yang pernah membuat keributan besar di Hotel Hilton Garden Inn malam itu!

1
Roynaldi Ananda
katanya teny hasan batasan dananya cuma 15 milyar kok bisa nawar lelang sampai 2 triliun? thor kalo bisa waktu menulis kondisikan tubuh sehat serta istirahat yang cukup sehingga waktu menulis tidak ngawur tentang urusan angka2
Kenjiro Dominic: makasih ka nasehatnya, saya akan cukupkan istirahat... 🙏 dan saya akan revisi lagi beberapa bab kebelakang 🙏
total 1 replies
Roynaldi Ananda
thor apakah anda mengerti sama matematika? kenapa awalnya triliunan berubah menjadi milyar?
Kenjiro Dominic: makasih ka koreksinya, saya perbaiki 🙏
total 1 replies
muhammad rizqi
ko di pindah Thor?
Kenjiro Dominic: ada problem dengan Editor Noveltoon, jadi di pindah kembali...🙏
total 1 replies
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp
Harman Loke
makanya kalian semua jangan suka merendahkan orang lain
Harman Loke
rasakan akibatnya sekarang
Harman Loke
hajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrr jangan beri ampun
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
Harman Loke
krrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
rasakan akibatnya sekarang makanya jangan macam macam sama Kevin Sanjaya
Harman Loke
makanya jangan sombong
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp
Harman Loke
krrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn banget
Harman Loke
makanya kalian semua jangan suka merendahkan orang lain
Harman Loke
mereka belum tahu bahwa Kevin Sanjaya sudah kaya raya
Harman Loke
Kevin Sanjaya siap siap saja akan banyak perempuan yang menyukaimu
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Kevin Sanjaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!