Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Luna memandang gedung yang ada pilar - pilar besar. Langkah kakinya terasa berat saat ingin melangkah masuk kesana. Beberapa kali ia menarik nafas berat dan menghembuskannya. Memejamkan matanya sebentar baru mantap melangkah.
"Bismillah, ayo Luna. Semangat....." Luna mensugesti dirinya sendiri.
"Permisi, bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas.
"Oh, iya pak. Kalau mau mengajukan perceraian saya mesti ke mana, pak?" tanya Luna sopan.
"Ibu ambil nomor antrian dulu sebelah sini dan tunggu panggilan, baru dibukakan keruangan sana. " jelas petugas sopan juga.
"Oh, baik pak. Terimakasih."
"Sama - sama, bu."
Luna mengambil nomor antrian seperti arahan petugas dan duduk menunggu panggilan. Jantungnya terasa berdetak lebih kencang dan Tanganya juga terasa gemetar. Ini pengalaman pertamanya yang membuatnya tegang.
Selang beberapa menit kemudian, nomor antrian di panggil dan Luna melangkah dengan tegap masuk kedalam ruangan.
"Selamat siang, bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas dengan sopan.
"Saya mau mengajukan perceraian, mbak." jawab Luna dengan suara tegas tanpa ada keraguan.
"Kalau boleh tau, alasan ibu bercerai kenapa ya?" tanya petugas menjalankan prosedur yang ada.
"Suami saya selingkuh." jawabnya cepat.
"Apa ada lagi?" tanya petugas.
"Selingkuhnya hamil."
"Apa hubungan ibu dan suami masih ada kesempatan untuk diperbaiki lagi?" tanya petugas.
"Tidak. " jawab Luna ketus karna kesal dengan pertanyaan dari petugas.
"Baik, bu. Apa ibu bawa syarat - suaranya?" tanya petugas. Luna menyerahkan syarat - syarat yang di minta pada petugas.
"Ini tolong di isi dulu, bu!" petugas memberikan formulir untuk di usia oleh Luna sebagai pemohon. Luna secepat mungkin mengisi formulir itu dan menyerahkan kembali pada petugas setelah selesai di isinya.
"Tolong prosesnya di percepat ya, mbak. Berapapun biayanya akan saya bayar." Luna bukanya bermaksud sombong tapi ia hanya ingin secepatnya bebas dari suaminya.
"Baik, bu. Ini sudah di proses ya, bu. Silahkan ke kasir di sebelah sana untuk melunasi administrasinya." petugas itu menyerahkan sambar slip pembayaran. Luna mengambil kertas itu dan langsung menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran.
"Ini, bu. Tunggu tujuh hari lagi, nanti akan ada petugas yang akan datang ke alamat rumah suami ibu mengantarkan undangan pengadilan." uajr petugas sambil menyerahkan slip pembayaran.
"Baik, mbak. Terimakasih."
"Sama - sama, mbak." Luna memasukan slip pembayaran ke dalam tasnya dan langsung meninggalkan gedung pengadilan.
Ada segaris senyum terbit di sudut bibirnya karna satu proses telah ia lewati tunggal proses selanjutnya. Ada secercah harapan menantinya jauh di depan sana.
Rasanya langkah kaki Luna jauh teras lebih ringan. Beban di pundaknya terasa mulai hilang. Ia bisa bernafas lega, yak sabar rasanya ia terbebas dari keluarga toxid suaminya.
Sebelum pulang kembali kerumah suaminya, Luna menyempatkan diri singgah sebentar ke rumahnya. Sekalian menemui ayah dan ibunya.
"Assalamualaikum, yah, bu." sapa Luna sambil menciumi tangan ayah dan ibunya bergantian.
"Waalaikumsalam." kamu sama siapa nak?" tanya Ibunya.
"Sendiri, bu."
"Suamimu ga ikut?" tanya ibu lagi.
"Sebenarnya aku dan mas Keanu sebentar lagi mau bercerai yah, bu." Luna akhirnya memilih jujur pada kedua orang tuanya. Untuk apa lagi ia tutupi nasib pernikahannya. Ucapan Luna sukses membuat kedua orang tuanya shock.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk,terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 💪🙏😘
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat