NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pengungsian

Setelah melalui perdebatan batin yang begitu menyiksa ego Zeus, keputusan besar itu akhirnya diambil. Arzeus Ezoic Cyrillus mengiyakan usulan Vlad untuk membawa Yorinka pergi ke Rusia, sebuah negeri beruang putih yang berada di bawah cengkeraman kekuasaan penuh klan milik Vlad.

Logika Zeus terpaksa mengalahkan obsesi miliknya, mungkin di bawah pengasuhan dan proteksi ketat Vlad yang manipulatif namun andal, Yorinka akan benar-benar aman selama Zeus tengah berperang habis-habisan antar-klan melawan William dan sisa-sisa loyalis Leona.

​Meskipun jet pribadi klan dijadwalkan berangkat beberapa jam lagi, Zeus masih tertahan untuk bekerja di dalam ruang kerja utamanya. Di sekeliling meja kayu jatinya, Dom dan Josh masih setia mendampingi. Sementara itu, Vlad sudah pergi terlebih dahulu untuk mempersiapkan segala keperluan medis darurat dan rute penerbangan rahasia yang aman sebelum ia membawa Yorinka menjauh dari medan perang Eropa.

​Atmosfer di dalam ruangan tersebut kembali sunyi, hanya menyisakan suara pendingin ruangan dan ketukan jemari pada papan ketik. Dom terlihat tengah sangat serius dengan berkas-berkas di tangannya, membaca lembar demi lembar laporan berkala mengenai distribusi produk baru berupa senjata taktis klan Cyrillus yang sempat tertunda akibat sabotase mall kemarin. Di seberang meja, Josh fokus pada laptop miliknya dengan wajah yang datar tanpa ekspresi. Jemarinya bergerak dengan kecepatan konstan, sepertinya Josh tengah mempersiapkan siasat perang digital, meretas jaringan komunikasi klan Leona untuk mendukung taktik penyerangan senyap yang akan dipimpin oleh Zeus nanti.

​Di tengah keseriusan kedua orang kepercayaannya, pikiran Zeus justru mengembara jauh dari urusan mesiu dan strategi militer. Sang kepala klan tengah memikirkan Yorinka. Ada secercah rasa takut yang asing di dalam dada pria sekasar dirinya, ia sedikit takut untuk memberikan kabar pemindahan ini pada Yorinka.

Zeus tahu betul bagaimana rapuhnya mental wanita itu, dan ia cemas jika berita ini akan menghancurkan senyuman hangat yang baru saja berhasil ia hidupkan kembali semalam. Namun, mau tidak mau, Yorinka harus tahu kenyataan ini sebelum matahari terbenam.

​Pada akhirnya, Zeus menghela napas berat lalu berdiri dari kursi kebesarannya. Ia memilih untuk keluar dari ruang kerja, meninggalkan Dom dan Josh yang seolah mengerti kegundahan sang ketua tanpa perlu mengajukan pertanyaan. Dom hanya melirik sekilas dengan senyuman miringnya yang maklum, sementara Josh mengangguk takzim menundukkan kepala saat Zeus melangkah melewati pintu ganda ruangan tersebut.

​Langkah kaki Zeus membawa tubuh tegapnya menyusuri koridor mansion menuju kamar utama. Begitu pintu dikuak secara perlahan, pemandangan indah langsung menyambut manik matanya. Kamar itu tampak sepi, namun pintu kaca menuju balkon atas telah terbuka lebar.

​Di sana, memperlihatkan Yorinka yang sudah terbangun dari tidur pulasnya sejak beberapa jam lalu.

Wanita itu tengah duduk di kursi kecil balkon, mengenakan dress longgar yang nyaman sembari menikmati embusan angin dan suasana tenang di siang hari.

Tangannya yang mungil tak henti-hentinya mengelus perutnya yang membuncit besar, memberikan kehangatan alami pada sang jabang bayi.

​Zeus melangkah dengan sangat pelan, mendekati tubuh istrinya dari arah belakang. Tanpa mengeluarkan suara, pria dominan itu langsung melingkarkan kedua lengan kekarnya di sekeliling bahu dan perut Yorinka, memeluknya erat dari belakang seolah-olah ia tidak ingin berpisah dengan Yorinka walau hanya sedetik saja. Kehangatan tubuh Zeus yang maskulin langsung menyelimuti punggung wanita itu.

​Yorinka yang mendadak mendapatkan pelukan erat dari Zeus tentu saja cukup terkejut. Jantungnya sempat berdesir pelan memicu rasa takut kecil, namun mengingat kelembutan malam panjang yang mereka habiskan bersama, Yorinka menahan diri. Ia mendongak, menatap rahang tegas suaminya, lalu kemudian menerimanya dengan pelukan balasan yang manja sambil tersenyum manis, sebuah senyuman hangat yang selalu berhasil meruntuhkan gunung es di hati Zeus.

​"Mas mafia kok jam segini udah di kamar? Pekerjaan menguasai dunianya udah selesai, ya?" canda Yorinka dengan santainya yang ceria sambil menyadarkan kepalanya di dada bidang Zeus

​Zeus terdiam sesaat, membenamkan wajahnya di ceruk leher Yorinka, menghirup aroma vanila yang menenangkan sebelum akhirnya berbicara dengan nada suara yang lembut namun sarat akan kegetiran.

​"Yorinka... ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepadamu" buka Zeus

Zeus menghilangkan kekakuan formalnya demi menjaga perasaan istrinya. Biar bagaimanapun Zeus harus hati-hati untuk mengatakan tujuannya.

"Malam ini juga, kamu akan pergi meninggalkan mansion ini. Aku akan mengirimkan mu ke Rusia bersama Vlad" ucapnya serius

​Mendengar penuturan Zeus, senyuman manis di bibir Yorinka langsung memudar dalam sekejap. Tubuhnya mendadak kaku di dalam dekapan Zeus. Rasa sedih yang mendalam menghantam dadanya, dan seketika itu juga, pikiran buruk yang selama ini ia takuti kembali mencuat ke permukaan. Yorinka berpikir jika Zeus sudah membuangnya ke negara asing, persis seperti ancaman yang pernah dibisikkan oleh Leona beberapa waktu lalu bahwa dirinya hanyalah sebuah wadah yang akan disingkirkan setelah kandungannya membesar.

​"Rusia?" suara Yorinka bergetar

Mata Yorinka mulai berkaca-kaca menahan tangis cengengnya yang mulai terpicu.

"Kenapa tiba-tiba ke Rusia? Kamu... kamu mau membuang aku, ya? Karena urusan semalam udah selesai, jadi sekarang kamu mau menjauhkan aku dari sini?" tanyanya bergetar

​Melihat air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata bulat Yorinka, Zeus merutuki dirinya sendiri di dalam hati. Pria itu segera memutar tubuh Yorinka agar menghadap ke arahnya, lalu menangkup kedua pipi tembam istrinya dengan lembut.

​"Dengarkan aku, sayang. Jangan pernah berpikir bodoh seperti itu" bantah Zeus

Zeus secara detail dengan tatapan mata elang yang memancarkan ketulusan mutlak, mencoba meluruskan kesalahpahaman agar Yorinka tidak berpikiran buruk tentangnya.

"Situasi di luar sana sedang dalam keadaan perang yang sangat berbahaya. Sisa-sisa klan William bersekutu dengan kartel barat untuk menyerang kita, dan mall kemarin adalah buktinya. Mereka tidak mengincar ku, Yorinka... mereka mengincar mu dan bayi kita" ​Zeus mengusap air mata yang mulai menetes di pipi Yorinka menggunakan ibu jarinya

"Mansion ini sudah tidak cukup aman lagi karena ada kebocoran informasi dari dalam. Jika kamu tetap di sini, fokus ku akan terpecah antara menghancurkan musuh dan mengkhawatirkan keselamatanmu. Di Rusia, Vlad memiliki otoritas penuh dan pangkalan militer medis yang tidak akan bisa disusupi oleh kartel mana pun. Ini demi keselamatan mu dan anak kita, bukan karena aku ingin membuang mu. Aku... Aku tidak bisa kehilanganmu" ucap Zeus panjang lebar dengan wajah sedih

​Yorinka mendengarkan penjelasan panjang itu dengan dada yang sesak. Sifat penakutnya merespons ancaman perang tersebut, namun ego manja di dalam dirinya tetap merasa tidak rela untuk berjauhan dengan Zeus, terutama setelah mereka baru saja memulai hubungan yang lebih hangat.

​"Kalau memang di sini berbahaya... daripada ke Rusia yang jauh dan dingin, bagaimana kalau aku pulang ke rumah orang tuaku saja selama perang berlangsung?" usul Yorinka dengan nada memohon yang manja mencoba mencari opsi lain agar tetap berada di lingkungan yang ia kenal

"Aku bisa sembunyi di rumah lama ayah, mereka pasti bisa merawat ku" lanjutnya berharap usulannya diterima

​Namun, Zeus langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas, menolak mentah-mentah usulan tersebut demi keselamatan keluarga istrinya juga.

"Tidak bisa, Yorinka. Sifat kejam klan William tidak akan segan-segan membantai warga sipil hanya untuk memancing mu keluar. Justru sore ini juga, aku sudah memerintahkan Josh untuk mengungsikan kedua orang tuamu secara rahasia ke sebuah tempat perlindungan terpencil di wilayah selatan. Kita harus memindahkan mereka supaya posisi dan perhatian pihak lawan terkecoh, mengira kau berada bersama mereka" bantah Zeus

​Mendengar bahwa kedua orang tuanya pun harus ikut terseret dan diungsikan demi keselamatannya, Yorinka akhirnya menyadari betapa gentingnya konflik action dunia bawah tanah yang sedang mereka hadapi saat ini. Tidak ada ruang untuk bersikap egois atau cengeng di tengah kepungan peluru dan konspirasi mafia Cyrillus.

​Pada akhirnya, dengan berat hati dan tubuh yang lemas berlindung di dalam pelukan hangat Zeus, Yorinka mengangguk setuju. Ia pasrah menerima takdir pemindahannya ke Rusia demi keselamatan buah hati yang tinggal dua bulan lagi akan lahir ke dunia.

​"Janji ya... setelah semua orang jahat itu selesai kamu urus, kamu harus jemput aku dan si Gendut di Rusia" bisik Yorinka parau dengan linangan air mata yang membasahi kemeja Zeus

​Zeus mengeratkan pelukannya, mengecup kening Yorinka dengan ciuman posesif yang teramat dalam dan penuh komitmen.

"Aku bersumpah dengan nama Cyrillus, Yorinka. Aku akan meratakan mereka semua secepat mungkin, lalu menjemputmu kembali ke sisi ku. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita lagi" sumpah Zeus

​Di balik jendela balkon, langit siang hari yang cerah seolah menjadi saksi bisu atas perpisahan sementara yang sarat akan bumbu romansa tragis ini. Perang besar antar-klan sudah di depan mata, dan Zeus akan memastikan bahwa setiap tetes air mata yang dikeluarkan Yorinka hari ini akan dibayar dengan aliran darah dari kepala klan William di medan pertempuran nanti.

🔪🔪🔪

Oh no! Bumil mau di ungsikan ke Rusia guys? Padahal bentar lagi lahiran.

Tetap dukung novel ini dengan cara komen, vote, like dan subscribe ya.😉

1
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!