Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 PESTA
aska ambil ponsel di atas meja dan menelepon seseorang.
"hallo, ini saya, jemput saya sekarang juga, saya ada di apartemen biasa". Minta aska pada seseorang di dalam telepon nya itu
aska menoleh melihat tubuh wanita sexy, tidak lama memperhatikan tubuh wanita sexy itu aska melangkah jalan mengmbil baju yang ada di bawah lantai berserakan di mana-mana.
*****
*****
*****
Hari ini adalah hari yang tidak bisa tenang bagi ana, dari pacaran sama Aska hingga ayahnya tersendiri, entah apa yang akan terjadi bagi ana kedua laki-laki tujuan yang sama yaitu Janet\_\_namun keinginan berbeda.
Tampaknya ana membuka lemparan undangan dari Aska ia membaca dengan seksama. ia berfikir pasti Janet datang. dirinya akan ikut datang dan ingin rasa mengenal dengan Janet. ia ingin tahu sebesar apa dan teng pengaruh nya seperti apa___ia penasaran, ini adalah kesempatan bagus semua orang akan datang begitu juga dengan ayahnya pasti ada.
"Aska... apa ini akal-akalan saja?? ". Gumam ana berfikir
ana pun meletakkan di meja kertas undangan nya. kini dirinya sudah bersiap untuk pergi kerja. dirinya sudah rapi dengan pakaian baju jas kerja nya itu. ana pun melangkah keluar kamar. Menutup pintu kamar nya ia berjalan dengan pelan
kini dirinya sudah sampai di depan gedung kantor memperkirakan mobil dengan aman, ana turun dari mobil dan menutup pintu mobilnya, ia melangkah jalan ke pintu itu.
ana melangkah di lorong kantor melewati setiap karyawan yang menyapa nya dengan ramah pada dirinya.
berdering
saat hendak ke pintu lift ponsel nya berdering ana pun berhenti melangkah dan ambil ponsel di dalam tas kecil, ia melihat di layar ponsel yang ternyata yang menelepon dirinya adalah Aska. ana mengangkat telepon dari Aska.
"hallo... ". jawab ana di dalam telepon nya
" hallo, sayang, gimana nanti apa mau datang?? ". tanya Aska
" iya, aku akan datang ". jawab ana dengan nada tenang
" ok, sayang nanti aku jemput kamu, ok". ucap Aska
"tidak usah, bisa sendiri, aku akan membawa mobil sendiri". jawab ana dingin
" hm! ok sayang kalau memang ingin seperti itu, tidak masalah ". Ucap Aska
ana pun menutup telepon dari Aska, ia lanjut jalan masuk ke dalam lift
Sesampainya di ruang kantor nya, ana meletakkan tas kecil di atas meja kerjanya, ia duduk di kursi dengan menyender dirinya cukup lelah yang harus memikirkan sesuatu.
"hm!! Janet!? ". gumam ana berfikir terdiam dengan santai. " Aska... apa tujuan kamu sebenarnya! ". sepertinya ana mulai curiga terhadap Aska, dirinya merasa ada tidak beres dengan tujuan pesta yang di buat Aska itu.
Di sisi lain terlihat Aska sedang memandangi sebuah foto besar di dinding tembok yang lebar. foto itu sangat besar terpang-pang jelas. kedua tangan nya memasuki saku celana nya.
"Janet kamu sangat... cantik tidak sabar nanti malam". Ucap Aska pada foto Janet itu. " hm!! pada kemana orang-orang itu, sudah berkali-kali menghubungi mereka tidak aktif!! dasar tidak berguna mereka itu! ". ucap Aska kesel dirinya sulit berkomunikasi dengan orang suruhan, tampaknya Aska tidak mengetahui kalau anak buah nya sudah di kubur hidup-hidup oleh Leon.
Aska berbalik melangkah keluar dari ruangan nya. terlihat Dev sedang bicara dengan seorang wanita yang ternyata karyawan nya itu sedang mengoda Dev.
Aska yang melihat itu pun heran dan melangkah jalan menghampiri Dev.
"Dev...! ". panggil aska pada Dev
Dev pun menoleh pada aska, Dev melangkah mendekat
" sedang apa kamu ada di kantor ku? ". tanya aska kesel, Lagi-lagi Dev masih saja datang ke kantor nya.
" oh. aku kesini, dengar-dengar kamu mau adakan pesta! ". tanya Dev senyum
" iya, memang kenapa? ". tanya balik dengan ketus
"aku cuman bertanya saja". Ucap dev
"aku sudah bilang jangan kesini lagi, kenapa kesini, hah?apa yang kamu cari?". Ucap aska
"ok, aku akan pergi aku kan cuma tanya soal pesta itu, kenapa sensitif sekali dirimu". jawab dev, kini dirinya pun melangkah jalan pergi meninggalkan Aska
Aska yang melihat dev hanya terdiam tajam, ia sangat tidak menyukai kehadiran dev, setelah dev pergi jauh, kini Aska pun melangkah jalan pergi
aska memasuki mobilnya mengendarai sendiri, di perjalan Aska akan pergi ke suatu tempat
Sesampainya di gedung kosong, Aska pun turun dari dalam mobilnya, tidak lupa menutup pintu mobilnya. aska pun melangkah jalan ke gedung kosong itu terlihat sepi tidak ada penghuni nya sama sekali, Aska melihat sekeliling gedung tidak ada siapapun di sana
aska mengeluarkan ponselnya ia mencoba menelpon untuk mencari keberadaan mereka semua. ia pun mencoba telepon tapi tetap saja tidak aktif.
"Kemana mereka perginya, bener tidak berguna, awas saja. akan aku habisi mereka". Ucap Aska kesel, dirinya pun berbalik melangkah kembali ke mobilnya, ia pun masuk kedalam mobil dan jalan pergi meninggalkan gedung kosong itu. aska tidak menyadari tidak jauh dari nya, kalau ada sebuah tanah baru di dalam sana ada anak buah nya terkubur.
"sial... jangan-jangan mereka kabur!". Ucap aska kesel, dirinya pun mengambil ponsel sambil menyetir mobil. dirinya menelepon seseorang.
" hallo, kamu cari mereka berempat pasti kan mereka mati, paham! ". perintah aska pada seseorang di ponsel nya, ia pun langsung menutup telepon dengan kesel.
mobil aska pun melaju cepat
kini malam pun tiba___terlihat Janet sangat cantik dengan gaun biru dan kaki sepatu helis nya. Janet melangkah keluar kamar, berjalan turun dari anak tangga.
"kak?? ". Sahut Alicia yang lagi berdiri di bawah tangga itu.
" hm!! ". jawab Janet sambil melangkah turun
" mau kemana? cantik banget! ". Ucap Alicia penasaran melihat tampilan kakaknya itu.
" mau pergi ke pesta nya keluarga HASMURANDRA! ". jawab Janet melihat wajah Alicia di hadapan nya.
" Hah? ". Alicia pun langsung kaget. " kak! jangan pergi kesana". minta Alicia khawatir
"kamu ini kenapa tiba-tiba bicara seperti itu! ini kan cuman pesta". ucap Janet merasa aneh dengan sikap nya Alicia.
" iya.. tahu, asalkan kakak tahu.. saat aku di culik oleh mereka, aku mendengar bicara dengan seseorang lewat telepon, mungkin saja acara itu sengaja kak! ". ujar Alicia
" maksud kayak gimana!? ". tanya Janet bingung
" maksud aku, mungkin saja musuh kita itu orang-orang yang kita kenal, aku mendengar mereka ingin nya kakak, bukan aku, itulah kenapa aku masih selamat sampai sekarang, artinya tujuan mereka adalah kakak, entah apa yang mereka inginkan dari kakak! ". Ujar Alicia dengan wajah khawatir
"iya... kakak tahu, dan... ia kakak merasa kayak gitu, tapi kakak juga ingin tahu.. siapa orang nya yang melakukan sejauh ini! ". Ucap Janet dengan nada tegas.