NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:758
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Bebegig Kedaton

"Begini, Pangeran, hamba tidak akan menanyakan tentang megahnya Istana Mandala Hyang ini," ucap Nyi Ratu lembut, memotong kalimat Kiano dengan ketukan nada yang diatur rapi. "Hamba cuma mau tahu... apakah selama seminggu ini Anda pernah pergi ke suatu tempat? Misalnya, berkunjung ke kuburan wingit yang letaknya dekat dengan stasiun ghaib di negeri kita ini?"

Kiano yang mendengar pertanyaan spesifik itu seketika mengernyit heran. Boro-boro seminggu, ia baru saja mendarat di dunia antah-berantah ini kemarin sore!

Lagi pula, ada urusan apa gadis cantik ini mendadak menanyakan perihal kuburan angker? Kiano menduga kuat bahwa tempat yang dimaksud si dayang adalah kuburan wingit tempat pertama kali ia menginjakkan kaki di dunia bunian, tepat setelah ia turun dari kereta ghaib yang tidak sengaja ia tumpangi dari dunia manusia.

"Ah, kalau itu saya gak tahu, Neng," sahut Kiano memilih untuk berbohong. "Soalnya belakangan ini saya sibuk banget sama urusan kencan buta maraton yang sudah disiapkan sama orang tua saya. Jadi mana sempat saya kelayaban gak jelas, apalagi pergi ke kuburan kayak gitu."

Kiano memutar otaknya cepat. Ia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya bahwa ia sempat tersesat di kuburan tersebut, mencabut sebilah golok keramat, dan tidak sengaja membebaskan khodam jawara bernama Ki Saron.

Bagaimanapun juga, ia belum mengenal luar-dalam watak gadis cantik di depannya ini.

"Oh... begitu ya, Pangeran," ucap gadis itu, menyembunyikan gurat kekecewaan di balik senyum tipisnya.

"Tapi, Neng, kok nanyanya agak aneh, sih? Kenapa malah nanya-nanya soal kuburan angker?" selidik Kiano balik.

Nyi Ratu tidak langsung menjawab. Ia justru menyunggingkan sebuah senyuman manis nan memikat, lalu perlahan mengikis jarak, bergerak menggeser duduknya semakin dekat ke arah Kiano.

Mendapat serangan seduktif yang tiba-tiba, Kiano tentu saja terlonjak kaget. Jantungnya mendadak berdegup abnormal. Ia refleks mangap-mangap menahan napas saat menyadari jarak wajah gadis berwajah mirip idol K-Pop itu kini hanya tersisa beberapa sentimeter saja dari wajahnya.

"Kalau begitu..." Nyi Ratu memberanikan diri. Jemari lentiknya terulur perlahan, menyentuh lembut dada bidang Kiano.

Sentuhan kasat mata itu sukses membuat Kiano berdebar gelisah tak karuan. Di balik tindakan beraninya, Nyi Ratu sebenarnya diam-diam sedang menyalurkan sedikit sisa energi hitamnya untuk mengorek informasi lebih jauh lewat resonansi detak jantung, demi mencari tahu siapa sebenarnya identitas pemuda gila di hadapannya ini.

"Apakah hamba boleh tahu... siapa nama panjang Anda yang sebenarnya, Yang Mulia Pangeran?" bisik Nyi Ratu tepat di depan bibir Kiano.

Waduh! Mana gue tahu nama panjang si pangeran asli! jerit Kiano panik setengah mati di dalam hatinya.

"N-Neng... Maaf, jangan kayak gini dong. Aa bisa jantungan," rintih Kiano terbata-bata, mencoba memundurkan kepalanya yang sudah mentok ke tiang ranjang emas.

Nyi Ratu seolah menulikan telinganya dari rintihan canggung Kiano. Alih-alih mundur, ia malah semakin nekat naik dan mendudukkan dirinya tepat di atas pangkuan Kiano. Seulas senyum lebar yang memikat menghias wajah cantiknya yang berwujud idol K-Pop, sementara Kiano sudah benar-benar terpojok tak berkutik di sudut ranjang emasnya.

Jantung Kiano mendadak berdebar disko dengan tempo abnormal. Keringat dingin sebesar biji jagung bahkan sukses menetes bebas dari pelipisnya.

"Pangeran, ayo katakan... Kenapa Anda malah gemetaran seperti itu?" goda Nyi Ratu, merapatkan wajahnya sembari menatap lurus ke dalam manik mata Kiano.

‘Ki Saron! Kasih tahu gue nama panjang si Wirasada sekarang! Cepetan!’ jerit Kiano panik, buru-buru memanggil khodam jawaranya lewat jalur batin.

‘Mana saya tahu, Tuan? Anda kan sudah tahu sendiri jika saya ini terkurung selama lima puluh tahun di dalam tanah kuburan terkutuk. Dan Anda juga tahu jika saya baru bisa kembali menghirup udara segar kemarin malam berkat bantuan Anda,’ jawab Ki Saron dengan nada suara yang teramat serius di dalam kepala Kiano.

‘Mampus gue! Kalau gitu, lo tanya sama si Dharma gih!’ desak Kiano kian frustrasi.

‘Sepertinya untuk saat ini tidak bisa, Tuan. Posisi saya kan sedang bersemayam di dalam tubuh Anda. Saya harus keluar mewujud dulu jika ingin berbicara dengan Dharma,’ balas Ki Saron santai.

‘Ah, edan bener!’ umpat Kiano, merasa diambang kematian akibat salah server.

"Pangeran..." panggil Nyi Ratu lagi, jemarinya mulai memainkan kerah baju seragam kedaton Kiano.

"N-Neng... duduknya bisa kayak tadi aja nggak? Di sebelah saya aja, jangan di sini," ucap Kiano dengan nada suara yang bergetar grogi.

Nyi Ratu menaikkan sebelah alisnya, pura-pura heran. "Kenapa? Bukankah Anda sangat suka? Sebelumnya, Anda bahkan menawarkan diri dengan sangat percaya diri agar saya duduk di pangkuan Anda, bukan?"

"Ah... tadi saya cuma bercanda, Neng. Kalau posisinya kayak gini terus, takutnya ada setan lewat. Kita kan bukan mahram," kilah Kiano dengan sisa-sisa keberaniannya, mencoba bersikap alim demi menyelamatkan harga dirinya.

Nyi Ratu menaikkan sebelah alisnya, tersenyum mengejek. "Benarkah? Kenapa Anda malah semakin berbelit-belit dan menolak menjawab pertanyaan hamba yang tadi? Apa... ada sesuatu yang sedang Anda sembunyikan dari hamba, Pangeran?"

Nyi Ratu semakin mendekatkan wajahnya. Embusan napas hangatnya yang beraroma mistis menyapu kulit wajah Kiano, memaksa pemuda itu untuk memejamkan matanya rapat-rapat. Kedua tangan Kiano mengepal kuat di sisi tubuh hingga buku-buku jarinya memutih.

‘Aduh Gusti, gue belum siap di-anu-anu sama dia! Meskipun dia cakepnya spek bidadari, tapi tetep aja dia jin!’ batin Kiano menjerit histeris, meratapi nasib imannya yang mulai goyah imbas salah dimensi.

"Kau takut, Pangeran? Apa hamba kurang menggoda di mata Anda?" bisik Nyi Ratu lagi. Ia mendekatkan hidungnya, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kiano. Entah mengapa, insting monsternya mendadak bergejolak, ingin sekali mencicipi kucuran darah segar pemuda gila ini.

Kiano tak menjawab ia masih memejamkan matanya rapat-rapat.'Ya allah kuatkan-lah iman hamba dalam menghadapi cobaan yang sangat menggoda iman ini.' mohonnya dalam hati.

Nyi Ratu mengelus pelan pipi Kiano lalu terkekeh sinis. "Jadi benar Anda takut hanya karena itu? Dan Anda tidak sudi berbagi rahasia nama panjang Anda sendiri dengan gadis seperti hamba?"

Melihat Kiano hanya diam terpaku tanpa bisa menjawab, seringai licik langsung terpancar dari wajah sang ratu bermuka dua. Ia memiringkan kepalanya, mendekat ke arah ceruk leher Kiano, siap menancapkan kuku tajam dan taringnya demi menyerap habis darah pemuda itu.

Namun, malang bagi Nyi Ratu. Sialnya, beberapa helai rambut panjangnya tidak sengaja menyenggol ujung hidung Kiano.

Rasa gatal yang luar biasa mendadak menyerang hidung sang pangeran KW. Urat hidungnya berkedut hebat. Kiano tidak bisa menahannya lagi. Dadanya membusung, menghirup oksigen dalam-dalam, lalu—

Hachiiimmm!!!

Kiano bersin dengan kekuatan masif gila-gilaan, tepat di depan wajah Nyi Ratu.

Sreeet! Bssttt!

Nyi Ratu sontak menghentikan aksinya, tertegun kaget. Bertepatan dengan itu pula, tiupan angin kencang bercampur air liur maut dari bersin Kiano sukses merusak total koordinasi sihir ilusi tingkat tinggi miliknya. Fluktuasi energi ghaibnya korslet seketika.

Dalam sekejap mata, wujud gadis cantik bak idol K-Pop papan atas itu luntur tanpa sisa. Berganti menjadi sosok yang luar biasa mengerikan, bagaikan korban yang tersambar petir tiga kali berturut-turut, lalu tercebur ke dalam lubang sepiteng penuh kotoran bau busuk.

Wajah aslinya luar biasa amburadul, keriput hitam mengelupas, dengan mata melotot yang ngerinya melebihi setan lokal mana pun dan tampak seperti korban malpraktik gagal operasi internasional.

Nyi Ratu sama sekali tidak menyadari kehancuran ilusinya. Ia tidak merasakan perubahan tiba-tiba itu karena jiwanya sudah terlalu percaya diri setelah hidup abadi menggunakan asupan darah para gadis perawan.

Kiano yang refleks membuka mata dan berniat tulus untuk meminta maaf karena sudah bersin sembarangan, sontak langsung terlonjak horor. Jantungnya nyaris copot melompat keluar dari dada.

"Astagfirullahaladzim! Tuh kan, setannya beneran datang!!!" teriak Kiano refleks.

Saking panik dan jijiknya melihat penampakan gaib sedekat itu, Kiano melayangkan kedua telapak tangannya, mendorong kuat tubuh Nyi Ratu hingga wanita itu terjengkang jatuh dari atas ranjang emas.

Bruk! Gedebuk!

Nyi Ratu jatuh terjungkal ke lantai batu dengan posisi yang sangat tidak estetik—seperti jemuran baju yang ambruk, alias tubuh bagian atas mendarat duluan sementara kedua kakinya mengacung kaku ke atas udara.

Kiano gemetaran hebat di atas kasur, merapatkan tubuhnya ke dinding. "M-Mbak dayang yang tadi kok hilang, ya? Terus itu setan muka penyok kenapa tiba-tiba ada di sini?!" jerit Kiano frustrasi. Ia menutup matanya dengan bantal, tidak kuat melihat wajah makhluk di lantai yang terlampau menembus batas nalar horor dunia manusia.

Sementara itu, Nyi Ratu perlahan bangkit berdiri dengan tubuh yang encok. Ia meringis kesakitan, mendengus kesal tak terima karena harga dirinya diinjak-injak oleh manusia tidak tahu diri.

"Kenapa Anda malah mendorong saya dan mengatai saya setan?! Anda benar-benar keterlaluan, Pangeran!" bentak Nyi Ratu dengan suara melengking horor, sama sekali belum sadar bahwa topeng indahnya sudah hancur lebur terkena bersin maut Kiano.

"Pergi lo setan! Jangan deket-deket gue! Tahi... tolongin gue, Tahi! Ada bebegig kedaton lepas nih!" teriak Kiano makin histeris.

Pasalnya, makhluk berwajah hancur itu malah nekat merangkak kembali untuk naik ke atas kasur emasnya. "Hus! Hus! Nyingkah siah setan curut!"

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!