NovelToon NovelToon
ARCHEON : THE LAST SIGIL

ARCHEON : THE LAST SIGIL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kutukan
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: Kenken77

Di dunia bernama Archeon, sihir bukan sekadar kekuatan.
Sihir adalah hukum.
Langit dipenuhi lingkaran rune raksasa yang terus berputar di atas awan. Laut bercahaya biru di malam hari karena mana mengalir seperti darah di bumi. Dan setiap manusia lahir dengan “Sigil” — tanda sihir yang menentukan takdir mereka.
Ada yang lahir sebagai penyihir api.
Ada yang mengendalikan badai.
Ada yang mampu berbicara dengan roh.
Namun…
Ada satu Sigil yang dianggap kutukan.
Sigil tanpa elemen.
Sigil kosong.
Dan pemiliknya…
Biasanya mati muda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenken77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Langit di tingkat tertinggi Aether-MegapolisPrime tidak pernah mengenal malam yang sunyi. Di Sektor 1, distrik para oligarki dan direktur eksekutif Solaria-Corp, udara dipenuhi oleh dengung konstan dari mesin-mesin pendingin kubah kaca dan desis kendaraan melayang yang menggunakan bahan bakar plasma cair. Di atas sana, hologram seorang model sibernetik setinggi dua ratus meter tersenyum mekanis, mempromosikan implan memori terbaru, sementara di bawah kakinya, jutaan manusia hidup dalam ritme biner yang diatur oleh algoritma kota.

​Namun, malam itu, senyuman hologram tersebut mendadak terdistorsi.

​Wajah digital itu bergetar, garis-garis kodenya pecah menjadi piksel-piksel kelabu yang membusuk, sebelum akhirnya digantikan oleh sebuah pesan sistem berwarna merah darah yang berkedip di seluruh penjuru kota:

​CRITICAL ALERT: SECTOR 04 ISOLATION SHIELD COLLAPSED.

CORRUPTION TYPE: ANTI-MATTER DIGITAL VIRUS (X-v2).

ALL CITIZENS: EVACUATE TO UPPER PLATFORM.

​Di tengah kepanikan massal itu, sebuah ledakan energi analog menghantam pusat pembangkit listrik Sektor 1. Bukan ledakan api yang membakar, melainkan sebuah denyutan vakum yang menelan seluruh gelombang elektromagnetik dalam radius dua kilometer. Jaringan Mana-Net terputus seketika. Kereta magnetik yang sedang melaju kencang kehilangan daya dan tergantung kaku di atas rel layangnya, sementara lampu-lampu neon yang menerangi malam padam satu per satu, meninggalkan distrik termegah di Archeon itu dalam kegelapan total yang asing.

​Dari dalam lubang menganga di lantai baja yang hancur akibat ledakan vakum tersebut, sesosok pria melangkah keluar.

​Kael Ravenhart berdiri di atas aspal sintetis Sektor 1. Angin malam yang berembus dari kubah yang retak menerbangkan rambut putih saljunya yang panjang. Di tangan kanannya, ia memegang sebilah besi berkarat yang ia ambil dari lantai dasar, namun besi itu kini memancarkan pendaran putih-perak yang begitu murni hingga partikel debu digital di sekitarnya hancur saat mendekat.

​Di belakangnya, seorang pemuda dengan jaket kulit usang merangkak keluar sambil terengah-engah. Vael, sang pemulung teknologi kuno, menatap pemandangan di sekelilingnya dengan mata terbelalak. Implan Sigil-Changer v9.4 di tengkuknya terus mengirimkan sinyal error ke otaknya, mencoba memproses kehadiran Kael yang tidak terdeteksi oleh sistem komputer mana pun.

​"Kita... kita berada di Sektor 1," bisik Vael, suaranya bergetar karena syok budaya dan ketakutan. "Orang-orang di bawah... di Under-Rust... menganggap tempat ini sebagai surga para dewa. Tapi lihat... semuanya mati tanpa listrik."

​Kael tidak memedulikan ucapan Vael. Ia menatap ke atas, ke arah reaktor fusi The Core-0 yang terkurung di dalam sangkar satelit pemanen milik Solaria-Corp. Reaktor itu memancarkan cahaya perak yang redup, tercekik oleh struktur mekanis yang terus-menerus memerah energinya demi menghidupkan AC dan papan iklan kota.

​"Mereka memperbudak matahari yang kuciptakan dengan Liora," suara Kael terdengar sangat dingin, sebuah frekuensi rendah yang membuat kaca-kaca gedung pencakar langit di sekitarnya bergetar halus. "Mereka mengubah esensi kehidupan menjadi komoditas dagang."

​"Dan kau terkejut?" Sebuah bisikan malas terdengar dari dalam bayangan jubah Kael. Sisa dari Umbra, yang kini hanya berwujud sepasang mata ungu kecil di kain jubahnya, berkedip. "Sepuluh ribu tahun, Kael. Manusia tidak pernah berubah. Mereka hanya mengganti kuil batu dengan menara baja. Keserakahan mereka tetap memiliki bau yang sama."

​Sebelum Kael sempat membalas, suara derap langkah kaki mekanis yang berat mendekat.

​Pasukan keamanan elit Solaria-Corp—The Radiant Enforcers—telah tiba. Mereka bukan lagi ksatria dengan zirah perak konvensional, melainkan prajurit sibernetik yang separuh tubuhnya telah diganti dengan prostetik titanium. Mereka membawa senapan laser plasma dan perisai energi heksagonal yang berdenyut biru.

​"Penyusup! Angkat tanganmu!" teriah pemimpin pasukan melalui pengeras suara internal helmnya. "Kau berada di wilayah terlarang Solaria-Corp. Identifikasi dirimu atau kau akan dieksekusi di tempat!"

​Kael menatap lurus ke arah moncong senapan laser yang mengarah padanya. Ia tidak mengangkat tangan. Ia hanya menggeser kaki kirinya sedikit ke belakang, menancapkan sisa besi berkaratnya ke tanah.

​"Sepuluh ribu tahun yang lalu, nenek moyang kalian berlutut di tempat ini untuk memohon fajar padaku," ucap Kael pelan. "Sekarang, kalian mengacungkan mainan besi itu ke arahku?"

​"Tembak!" Raung sang pemimpin Enforcer.

​Miliaran partikel laser plasma berwarna biru terang melesat menembus kegelapan malam, mengincar setiap titik vital di tubuh Kael. Serangan itu begitu cepat hingga Vael refleks menutup matanya, bersiap melihat pria kuno itu hancur menjadi abu digital.

​Namun, tidak ada suara ledakan fisik yang terdengar.

​"VOID DOMAIN: ABSOLUTE STILLNESS."

​Sebuah kubah transparan tanpa warna melebar dari tubuh Kael dalam radius sepuluh meter. Begitu partikel laser plasma masuk ke dalam wilayah kubah tersebut, mereka kehilangan seluruh energi kinetik dan termalnya. Cahaya biru laser itu membeku di udara, berubah menjadi butiran kristal energi padat yang kemudian jatuh dan pecah di atas aspal seperti pecahan kaca murahan.

​"Apa?!" Pemimpin Enforcer terbelalak di balik visor digitalnya. "Sistem! Analisis tipe perisai musuh! Apakah itu teknologi pembelok gravitasi Sektor 9?"

​SYSTEM REPORT: UNKNOWN ENERGY FREQUENCY.

ANTI-BINERY DETECTED. NO CODE FOUND.

​Kael melangkah maju menembus barisan laser yang membeku. Dengan satu ayunan santai dari besi berkarat di tangannya, ia melepaskan tebasan horizontal berbentuk bulan sabit perak-hitam—Celestial Void: Edge.

​SHUUU—

​Tebasan itu tidak memotong zirah titanium para Enforcer; ia melewati tubuh mereka seperti hantu. Namun, begitu energi perak-hitam itu menyentuh komponen mekanis di dalam tubuh mereka, seluruh implan sibernetik, baterai plasma, dan sirkuit digital para Enforcer langsung mengalami shutdown permanen. Kode-kode biner di dalam sistem mereka terhapus bersih, dikembalikan ke kondisi nol.

​Dua puluh prajurit elit itu langsung bertumbangan ke tanah, lumpuh total bukan karena terluka, melainkan karena seluruh teknologi yang menopang hidup mereka telah "dibatalkan" oleh kekuatan Kael.

​Vael yang menyaksikan hal itu dari belakang melompat kegirangan. "Luar biasa! Kau menghapus sistem operasi mereka tanpa menyentuh tombol restart!"

​Kael tidak merayakan kemenangan kecil itu. Matanya beralih ke ujung jalan distrik, di mana dinding kaca pelindung kota mulai retak. Dari balik retakan itu, kabut kelabu pekat mulai merayap masuk—Cyber-Abyssal.

​Makhluk yang keluar dari retakan kaca itu tidak lagi menyerupai monster otot dari Deepest Trench. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih mengerikan bagi peradaban modern.

​Wujud mereka adalah kumpulan serpihan logam cair dan kabel-kabel mati yang disatukan oleh jaringan energi anti-materi kelabu. Mereka tidak berjalan; mereka berpindah tempat dengan cara melakukan glitch di udara, berkedip dari satu koordinat ke koordinat lain dalam hitungan milidetik. Di tengah kepala mereka yang berbentuk monitor retak, terdapat sebuah simbol lingkaran dengan tujuh garis yang terbalik—simbol korupsi dari Void Genesis.

​"Mereka memakan data," ucap Kael, menyipitkan matanya. "Mereka mengubah informasi menjadi kehampaan."

​Salah satu Cyber-Abyssal menyadari kehadiran Kael. Makhluk itu mengeluarkan suara melengking berupa distorsi audio frekuensi tinggi yang membuat telinga Vael berdarah. Dalam sekejap mata, makhluk itu melakukan teleportasi digital dan muncul tepat di depan wajah Kael, cakar logam cairnya yang dialiri kode korupsi kelabu mengayun cepat ke arah dada Kael.

​Kael mengangkat besi berkaratnya untuk menahan serangan itu.

​BOOM!

​Benturan tersebut menciptakan ledakan data yang aneh. Angka-angka biner berwarna hijau dan kelabu melesat keluar dari titik benturan, membakar aspal sintetis di sekitar mereka. Kael terdorong mundur dua langkah. Ia merasakan bahwa kekuatan makhluk ini berbeda dengan Malphas atau Xylar masa lalu, makhluk ini tidak mencoba menghancurkan fisiknya, melainkan mencoba meretas dan menghapus aliran mana di dalam sirkuit tubuhnya sendiri.

​"Kael! Sisi Void-mu terganggu!" Umbra memperingatkan. "Makhluk ini menggunakan sisa-sisa energi gerbangmu yang terdistorsi oleh teknologi manusia. Mereka tahu struktur manamu!"

​"Hanya strukturnya, bukan esensinya," desis Kael.

​Kael melepaskan pegangan tangan kanannya pada besi berkarat, membiarkan senjata darurat itu melayang di udara karena terkunci oleh gravitasi. Ia lalu merentangkan kedua tangannya, memejamkan mata, dan menghubungkan kembali jiwanya dengan reaktor The Core-0 di puncak kota.

​Meskipun reaktor matahari perak itu dikurung oleh mesin-mesin Solaria-Corp, ikatan emosional dan magis yang diletakkan Kael dan Liora sepuluh ribu tahun lalu tidak bisa dihapus oleh kode digital apa pun.

​Jauh di puncak tertinggi Menara Solaria, Inti Reaktor The Core-0 mendadak bergetar hebat. Sensor-sensor pengawas milik para ilmuwan korporasi mendeteksi adanya lonjakan aktivitas magis analog sebesar 4000%.

​"Direktur! Reaktor Utama tidak merespons perintah sistem!" teriak seorang kepala teknisi di ruang kontrol utama. "Ada seseorang... seseorang dari bawah yang sedang menarik seluruh energi fusi secara manual tanpa menggunakan protokol transmisi!"

​Di layar monitor utama, siluet Kael yang sedang berdiri di Sektor 1 terpampang jelas melaui kamera satelit yang tersisa.

​Dari langit malam yang gelap, seberkas cahaya perak murni yang sangat tajam menembus sangkar satelit Solaria-Corp, meluncur turun seperti tombak dewa dan menghantam tepat di tubuh Kael.

​GRAAAAKKK!

​Kael merintih saat energi matahari lama itu kembali membanjiri sirkuit mananya yang telah lama kosong. Tubuhnya kembali memancarkan aura Celestial Void yang sempurna—perpaduan antara cahaya putih fajar dan kegelapan ruang angkasa. Rambut putihnya bercahaya, dan di punggung tangan kirinya, tato lingkaran dengan tujuh garis transparan kembali muncul, menyala dengan keemasan yang agung.

​"Xylar... atau apa pun sebutanmu sekarang," Kael menatap puluhan Cyber-Abyssal yang mulai mengepungnya. "Kalian adalah masa lalu yang seharusnya tetap berada di dasar bumi. Dan aku adalah hakim yang akan mengembalikan kalian ke sana."

​Kael melesat maju. Gerakannya tidak lagi dibatasi oleh kecepatan manusia, ia menjadi seberkas cahaya hitam-perak yang membelah malam Sektor 1. Setiap kali pedang besi berkaratnya bersentuhan dengan tubuh logam cair para Cyber-Abyssal, suara jeritan digital yang memekakkan telinga terdengar.

​Makhluk-makhluk itu tidak bisa melakukan glitch atau teleportasi lagi, energi Celestial Void milik Kael telah mengunci koordinat ruang mereka secara mutlak, membekukan kode korupsi mereka sebelum akhirnya menghapusnya dari memori dunia.

​Dalam hitungan menit, jalanan mewah Sektor 1 yang tadinya dipenuhi oleh ancaman virus kelabu kini kembali bersih. Sisa-sisa logam cair para Cyber-Abyssal menguap menjadi partikel cahaya perak yang jatuh seperti hujan gerimis di atas aspal.

​Vael berdiri terpaku, tidak mampu berkata-kata lagi. Di matanya, Kael bukan lagi karakter fiksi dari buku sejarah kuno, pria di depannya adalah seorang dewa hidup yang baru saja menyelamatkan distrik termegah di dunia dengan sebilah besi tua.

​Namun, Kael tidak merayakan pembersihan itu. Ia menatap ke arah Menara Utama Solaria-Corp. Di puncak menara itu, di bawah bayangan reaktor matahari perak, berdiri sesosok wanita dengan jubah mekanis putih-emas yang megah. Wanita itu menatap Kael melaui teropong digitalnya, dan di punggung tangan kanannya, sebuah tato kecil berbentuk lingkaran dengan tujuh garis transparan yang redup juga ikut menyala.

​Wanita itu adalah Director Ashveil, keturunan langsung dari garis darah Liora yang kini memimpin korporasi tertinggi di Archeon.

​Kael merasakan getaran garis darah itu dari kejauhan. Sebuah rasa rindu yang teramat dalam bercampur dengan amarah emosional melintas di matanya. Dunia ini mungkin telah berubah menjadi kaca, neon, dan kabel karat, namun benang merah yang mengikatnya dengan masa lalu belum sepenuhnya putus.

​"Vael," Kael memanggil tanpa menengok ke belakang.

​"Ya... Ya, Tuanku?" Vael langsung menegakkan tubuhnya seperti prajurit yang siap menerima perintah.

​"Ikut aku ke atas," ucap Kael, jubah hitam kosmisnya kembali berkibar saat ia melangkah menuju lift magnetik menara utama yang kini telah ia paksa aktif kembali menggunakan mananya. "Mari kita tanyakan pada pemimpin dunia baru ini... mengapa mereka mengurung matahari kita di dalam penjara mesin."

​Kael Ravenhart melangkah masuk ke dalam jantung peradaban siber Archeon, siap untuk memulai pengadilan terakhirnya terhadap masa depan yang telah melupakan akarnya sendiri.

1
Prety Chiky
semangat terus tor
Ivah Maria ulpah
Mc yg jdi villain hhmmm boleh juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!