NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

“Heran banget, kenapa mertua kamu nyama-nyamain poligami rasul sama suami gendengmu itu, hah??.“Tanya Bibi terdengar emosi dengan dada yang terlihat naik turun dan suara nafas tersenggal-senggal, aku pun bercerita pada bibi dan Arka tentang tiga hari yang lalu, di saat kedua mertuaku datang ke rumahku dan mencoba membujukku untuk menarik gugatan cerai yang ku layangkan.

Dan ya, seperti yang ku duga, baik itu bibi maupun Arka keduanya sama-sama terlihat emosi sekali, bukan hanya mereka sih. Tapi aku juga, cuman aku yang bisa mengontrol emosi dan memilih maklum pada mertuaku itu, mungkin mereka kurang paham tentang konsep poligami di zaman rasul, selalu itu yang ku tanamkan kepada diriku. Supaya aku tidak menceremahi kedua mertuaku itu, walau nyatanya memang sangat ingin.

“Gak jelas banget sih. Pingin bibi tuh rasanya berteriak di depan mertuamu itu lho, Nad..“Ujarnya dan ku balas dengan helaan nafas panjang.

“Terus kamu bilang apa Nad?.“

“Ya, ku bilang kalau jelas beda bi. Aku jelasin juga kalau rasul mah poligaminya sama ibu-ibu yang udah tua dan bisa di bilang udah jadi nenek-nenek, itu pun alasan bukan nafsu semata, tapi melindungi hak-hak mereka sebagai wanita, mengangkat derajat dan menolong mereka.“

Bibi memberikan kedua jempolnya ke arahku”Bagus, mertuamu itu sesekali perlu di ceramahi juga, biar tahu konsep poligami rasul seperti apa..“

“Mereka bilang apa lagi?.“

“Ya, intinya. Kalau aku harus mempertimbangkan pernikahanku dan mas Afif, juga dengan nasib Bintang yang nantinya akan menjadi anak broken home.“

Bibi menghela nafasnya panjang”Benar, tapi kan kamu juga gak harus ngorbanin diri kamu, Nad. Buat apa di pertahankan?, kalau suami kamu sudah tidak menghargai kamu sebagai istrinya dan kata kamu Afif juga selalu acuh dan cuek dengan Bintang. Lalu buat apa rumah tangga kalian itu? Sebagai hiasan saja?.“

Aku menunduk dengan kedua tangan tertaut di atas lutut.

“Pokoknya aku dukung kamu cerai dari dia, Nad. Gak papa Bintang gak punya papa, masih ada aku Omnya.“Tukas Arka yang ikut menimpali sambil memandangku penuh keyakinan, aku membalasnya dengan tersenyum seadanya, perasaanku mendadak melow begini. Ahh mungkin karena efek kehamilanku ini. Bagaimana pun wanita sedang hamil itu, cenderung punya perasaan yang lebih sensitif.

“Kenapa kamu Nad? Nangis? Kangen Afif atau apa?.“Tanya bibiku yang sontak membuatku menatapnya kesal.

“Biii, boleh peluk nggak?.“Tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca dan siap menangis, air mata itu tertumpuk di pelupuk mata. Sambil menggoda kedua tangan bibi terbuka lebar dan aku begitu saja masuk ke dalam pelukannya, bibi menepuk-nepuk punggungku beberapa kali dan menenangkanku dengan kata-katanya.

“Sabar ya? InsyaAlloh akan ada pelangi setelah hujan reda.“Aku hanya mengangguk dan memeluknya semakin erat, ku rasakan pelukan itu yang kian hangat dan nyaman darinya, beruntung bagiku memiliki bibi yang selalu ada untukku. Meski aku sudah tak punya orang tua lagi, tapi bibi selalu ada untuk mendukungku, apapun itu. Selalu menjadi teman berkeluh kesahku dan yang terpenting selalu menerima keadaanku. Meksi bibi dan kedua orang tuaku tak bisa di samakan, karena menurutku mereka jelas berbeda, tapi setidaknya aku masih punya tempat 'berpulang'

“Makasih ya bi, udah dukung Nadia.“Ucapku sedikit meregangkan pelukan di antara kami lalu mendongak untuk melihat wajahnya, senyum bibi terlihat merekah dengan tatapan yang terlihat begitu tulus ke padaku.

“Iya, sama-sama. Makasih juga karena kamu udah bertahan sejauh ini, Nad. Dan ingat, jangan pendam semuanya sendiri, kamu masih punya keluarga, bibi dan Arka akan selalu ada untuk kamu. Kami gak keberatan sama sekali menjadi teman kamu bercerita, apapun itu.“Ucapnya dan membuat perasaanku menghangat.

“Iya-iya, mulai dari sekarang aku akan cerita apapun itu sama bibi dan Arka.“

©©©©

Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke rumah yang bibi dan Arka temoati untuk sementara waktu ini. Tentu alasannya, karena aku takut kalau Adif nekat lalu mendatangi kosanku dan terjadi hal yang tidak-tidak, Arka dan bibi pun setuju dengan keputusanku itu, katanya keputusan yang aku buat sudah sangat tepat sekali.

“Nanti sekolahnya di anterin Om ya, Bin? Gak papa kan?.“Tanya Arka yang kini terlihat sedang memangku Bintang, kedua pria beda generasi itu sedang memancing di kolam milik bibi. Beruntungnya aku, Bintang sama sekali tidak rewel atau menolak saat aku mencetuskan ide untuk pindah rumah ke rumah Bibi, Bintang mengangguk dan mengatakan “ikut mama aja” meski sampai detik ini pun, aku belum mengatakan yang sejujurnya soal aku dan Afif yang sebentar lagi mungkin akan sah bercerai__aku bingung dan aku takut, memang selama ini Bintang tidak terlihat mendebat atau marah padaku, justru karena hal itulah yang membuatku di landa resah dan bingung sampai sekarang.

“Ehh ngelamun aja kamu? Pamali tahu nggak??.“Ucap bibi yang membuatku sontak menoleh ke arahnya sambil tersenyum meringis.

“Ada apa lagi sih?.“Tanyanya dengan sebelah alis terangkat, otomatis aku pun menggelengkan kepalaku, menurutku. Tentang masalah gugatanku yang belum ku ceritakan pada Bintang, biar menjadi urusanku saja, kasihan bibi dan Arka, mereka banyak sekali menanggung beban dengan semua permasalahku.

“Bibi udah masak?.“Tanyaku tibq-tiba sambil nyengir lalu bibi terlihat berdecak dengan kepala yang terlihat di anggu-anggukan.

“Udah, panggilin Arka sama Bintang, kita makan sama-sama.“

“Ok.“Tukasku sambil memberi pose hormat pada bibi dan sukses membuatnya tersenyum miring, lalu aku pun berjalan ke arah Bintang dan Arka yang masih anteng dengan memancing.

Langkah kakiku terhenti tatkala mendengar suara Bintang.

“Om, kenapa papa gak pernah pulang ya?.“Tanyanya dengan suara lirih sambil mendongak dan menatap Arka memelas, duhh Bintang. Padahal aku mengira dia seceria itu lho, tapi nyatanya, dia masih mengharapkan papanya pulang sepertinya.

“Eum Bintang kangen papa?.“Tanya Arka yang di angguki oleh anakku cepat.

“Kangen, tapi Bintang gak mau mama nangis.“

“Nangis? Memang mama Bintang suka nangis?.“

Bintang mengangguk”Suka Om, saat mama dan Bintang pulang setelah makan sama papa, mama nangis sendirian dan wajahnya di tutup bantal Om.“Mendengarnya membuat hatiku tercubit, tak ku sangka ternyata anakku melihat saat aku menangis kala itu, padahal seingatku Bintang sudah tertidur lelap, tapi nyatanya anak itu pura-pura tidur dan melihat kerapuhanku.

“Eum terus Bintang nanya enggak kenapa mama bisa nangis?.“

“Enggak berani Om.“Jawab Bintang sambil tertunduk lalu di saat itulah Arka menoleh ke arahku dan memberi kode supaya aku meninggalkan mereka berdua__entah apa yang akan di katakan Arka pada Bintang. Tapi feelingku mengatakan, kalau Arka akan memberi pengertian yang mungkin cukup bisa di pahami oleh anak seusia Bintang.

Harusnya aku tahu dan paham. Bagaimana pun Bintang akan selalu sayang dengan papanya__dan bagaimana pun kalau Afif adalah papanya. Harusnya, sesekali. Aku pertemukan mereka dan membiarkan mereka jalan berdua atau menikmati waktu kebersamaan mereka, aku terlalu egois dan memikirkan diriku sendiri.

Duh, Bintang maafin mama.

1
Anonymous
JLEB
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!