"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MULUT LEVEL SETAN
Wajah Gesta sangat tidak ramah ketika memasuki ruang meeting. Tim talent, tim keuangan sudah stand by, begitu juga dengan Wilona dan sang asisten. Rasanya mereka seperti sedang menahan nafas. Niar sempat melirik Wilona, agak aneh dengan ekspresinya yang tampak tenang. Seolah tak ada ketakutan, atau mungkin hanya topeng menutupi kegelisahan.
Gesta tak butuh Jaka untuk membuka meeting kali ini, sudah tak sabar untuk eksekusi Wilona. "Bagi saudara Wilona, apa yang Anda lakukan sangat merusak citra perusahaan, ditambah wajah Anda memenuhi hampir 50% produk perusahaan. Skandal yang pernah terjadi ditutup, demi Anda dan Om saya. Saya kira itu yang terakhir, tapi nyatanya Anda tetaplah Anda yang memakai cara tidak hormat untuk mengamankan posisi sebagai model utama." Ucapan Gesta sangat menusuk hati, kecewa karena saat sang papa menjabat dulu sudah dimaafkan, tapi tidak diambil pelajaran hingga terulang kembali.
Bagi Gesta tidak akan memaafkan perbuatan Wilona, dia yang pegang kekuasaan, dan Gesta tak mau mengambil solusi seperti sang papa. Apalagi sudah ada kontrak yang tertulis dengan jelas bila ada pelanggaran terutama berkaitan dengan perselingkuhan. "Silahkan tim keuangan membacakan pinalti yang harus dibayar oleh saudari Wilona," pinta Gesta tak mau rugi. Ia sudah mengantisipasi jauh-jauh hari, agar perusahannya terbebas dari skandal murahan seperti ini.
Manajer keuangan pun menjelaskan secara rinci pinalti produk yang harus dibayar Wilona sesuai dengan kontrak perjanjian, apabila terlibat skandal seperti asusila, pembunuhan, dan penyalah gunaan obat terlarang, maka model tersebut akan membayar 75% dari nilai kontrak yang ada, sekaligus pemutusan kontrak untuk mengantisipasi pemboikotan produk di masyarakat.
Niar menatap Wilona, ada satu moment Wilona meneguk ludahnya, tanda dia mulai ketakutan menghadapi biaya pinalti. "Ada 15 produk yang masih menjadikan Nona Wilona sebagai model, maka pembayaran pinalti bisa dibayarkan secara berangsur selama 2 tahun!" begitu manajer keuangan menyebutkan aturan pembayaran pinalti.
"Intruksi," semua mata tertuju pada Wilona. Kaget, ternyata dia punya keberanian untuk bersuara. Harus diapresiasi nekadnya nih cewek, batin Niar.
"Saya mengakui kesalahan saya telah melakukan tindakan tidak senonoh dan tersebar ke dunia maya. Hanya saja, untuk pinalti, saya telah memberikan kontribusi besar pada penjualan produk perusahaan, bahkan melebihi pinalti tersebut. Kalau bukan saya yang jadi model, tidak mungkin selaris itu produknya," percayalah hidung Niar langsung membesar. Gengsinya masih tinggi, apa-apaan ini, tak minta maaf malah menuntut akan kontribusinya.
Ya memang penjualan produk yang dibintangi Wilona meledak, tapi kan dirinya sendiri yang membuat skandal ini, harusnya tahu konsekuensinya.
"Kalau saja keadaannya normal, tentu antara perusahaan dan model saling menguntungkan. Produk kami terjual, dan kamu dikenal luas oleh masyarakat. Sekarang kalau saya balik, akibat skandal Anda yang ciptakan, apa konsekuensi yang harus perusahaan terima bila seluruh produk tersebut diboikot?" tantang Gesta. Rasanya kali ini meeting hanya dilakulan oleh Gesta dan Wilona.
"Yang kena boikot tentu saya. Bukan produk tersebut," balas Wilona tak mau kalah.
"Pemikiran yang lucu, sedangkan dalam kemasan produk tersebut ada wajah Anda. Masyarakat tentu berpikir ngapain beli produk ini, bisa mendukung pelakor dong!" Niar dan Meta kompak meneguk ludah, tak membayangkan saja Gesta bisa menyebut kata dengan konotasi negatif di lingkungan kerja. "Pernah Anda berpikir seperti itu. Anda dipercaya menjadi model utama, bukan untuk petantang-petenteng seolah perusahaan bergantung pada Anda. Enggak. Saya pun bisa mengorbitkan model baru dan yakin produk kami bisa laku di pasaran tanpa Anda!" makin telak saja Gesta memojokkan Wilona, hingga perempuan itu tak berkutik.
"Kalau Anda tidak mau membayar pinalti, maka masalah ini akan saya bawa ke jalur hukum, terlebih setelah meeting ini selesai tim promosi kantor akan membuat pengumuman pembatalan kerja sama pada Anda. Jadi kalau tidak mau berurusan panjang, bayar pinaltinya!" gertak Gesta dengan tatapan menusuk.
"Yang jadi pelaku saya dan Bang Anton, lalu bagaimana saya yang menanggungnya sendiri?" Wilona tak terima, menurutnya Bang Anton harus bertanggung jawab juga atas pinalti ini.
Gesta menyeringai, "Itu urusan kalian, mau patungan bayar pinalti silahkan. Bisa berbagi keringat, tak bisa berbagi penyelesaian pinalti! Pasangan miskin berarti ya," Niar langsung menatap Gesta. Pria ganteng itu sangat berbeda dengan Gesta-nya dulu, masih tengil tapi omongannya jauh lebih nyelekit.
"Omongan Anda tidak mencerminkan pemimpin perusahaan yang bijak!" Wilona tak mau skandalnya semakin dibahas. Meski ia yakin, orang yang hadir di ruangan ini telah melihat videonya.
"Oh ya, Anda berani mengatakan saya tidak bijak? Lalu apa kabar saya yang mengambil sikap untuk keep video bugil Anda yang sengaja dikirim ke saya!" tantang Gesta, sudah mulai menyerang personal.
Tanpa komando, mereka batuk secara kompak. Duh telinga rasanya langsung berdenging ketika Pak Gesta menyinggung video bugil Wilona. Wah, parah sih kelakuan perempuan satu ini.
"Baik saya akan bayar pinaltinya! Asal kalian tahu, bos kalian ini belok. Dia tak mempan saya goda karena dia tak suka perempuan," Wilona mengamuk dan sengaja menyinggung Gesta yang tak pernah meresponnya.
Mereka tak berkomentar karena situasinya semakin panas dan tertuju masalah personal. Niar memejamkan mata, Duh tuh cewek gak sadar saja. Gue yang jadi pelampiasan saat Gesta sedang berhasrat, meski hanya pelukan.
"Jangan salahkan saya kalau setelah ini ada rumor pimpinan perusahaan Anda belok," ancam Wilona sembari beranjak keluar ruangan.
Mendadak ruangan sunyi, dan Niar melihat rahang Gesta mengeras. Jiwa laki-lakinya mungkin tersentil. Namun dia bisa mengatasinya, tak perlu diperpanjang, hanya mengatakan pada manajer keuangan untuk segera membuat tagihan pinalti pada Wilona.
Aji ditugaskan untuk menghubungi tim promosi untuk membuat pengumuman di media sosial terkait pemutusan kontrak dan tidak ada kerja sama lagi perusahaan dengan Wilona. Gesta keluar dengan hati yang dongkol, dan Niar menatapnya dengan sendu. Beban menjadi pimpinan perusahaan besar pasti berat. Niar pun berinisiatif untuk menghibur Gesta meski lewat chat saja.
Cemungut Ges. Masalah ini gak bakal lama, karena tindakan kamu tepat. 💪💪💪.
Butuh pelukan kamu, Cay. Sini dong ke ruangan.
Ogah!🤛🤛🤛🤛
Juteknya 🤣🤣🤣.
"Yang diomongkan Wilo gak benar kan?" tanya Resti, salah satu tim keungan yang ikut meeting, pada Niar.
"Yang mana?" tanya Niar memastikan.
"Yang gak suka perempuan," bisik Resti, ya wajar langsung tanya ke Niar, karena gadis itu kan mantan Pak Gesta. Pasti tahu lah, kepribadian Pak Gesta seperti apa.
"Enggak benar. Pak Gesta normal kok, itu usahanya Wilo saja melawan Pak Gesta, memberikan citra buruk. Lagian orang waras juga bakal mikir dua kali lah, mau diajak begituan sama Wilo!" ucap Niar tak sadar kalau dia tahu sesuatu. Meta dan Resti langsung menatap tajam.
"Jangan bilang, Pak Gesta juga diajak begituan sama Wilona? dipancing dengan video bugilnya dia dulu, benar begitu Ni? Kamu tahu kan?" tuduh Resti dan Niar hanya tertawa lebar saja.
"Kabur!" Niar langsung lari, sedangkan Resti dan Meta spontan berteriak.
"Awas ya, kalau gue punya gosip. Lo gak bakal gue ajak ghibah!" ancam Meta kesal.
lanjut pasti nya..
lanjotkan kak🤭
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭