NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 SILUET BAYANGAN WANITA

Setelah aku selesai melaksanakan serangkaian ibadah, aku ingin segera kembali menuju kamarku di lantai dua. Karena ketika ku lihat jam dinding di masjid ini, masih sekitar pukul setengah enam sore, dan masih ada sedikit waktu untuk aku bisa merapikan barang-barang di kamar sebelum waktu maghrib tiba.

Aku berjalan keluar dari dalam, dan sejenak ku berhenti di beranda masjid. Suasana yang saat awal kedatanganku terlihat cerah, sejuk, tampak seluruh pemandangan di sekitar, kini mulai menunjukkan sisi lainnya.

Siluet bayang-bayang pepohonan jati yang terkena sinar matahari sore berwarna kuning kemerahan...

Hembusan angin menjelang maghrib yang semakin terasa dingin...

Dan juga suara hewan-hewan di pagi serta siang hari, kini mulai digantikan oleh suara hewan-hewan malam...

Semuanya seolah sedang menunjukkan sisi lain di lingkungan sekitar pondok putri ini...

Ditambah pula, pemandangan Gunung Kelud yang berdiri kokoh nan gagah di belakang pondok menjelang malam, tampak bagaikan sebuah tembok raksasa berwarna hitam. Dengan segala bentuk energi rahasia di dalamnya.

Aku mulai menaiki anak tangga menuju kamarku. Dan aku memang tak menoleh ke arah kamar sebelah, tak juga ada keinginan untuk sekadar menikmati suasana menjelang maghrib ini di balkon ujung lantai dua itu. Segera saja aku masuk ke dalam kamar, dan menutup pintu tanpa dikunci.

Segera dengan agak cepat ku buka dua tas besarku. Seluruh pakaian aku masukkan ke dalam lemari, segala macam peralatan tulis dan beberapa buku aku letakkan di atas meja, dan sebagian lagi berupa parfum serta sedikit alat-alat make up aku letakkan di laci meja.

Memang aku tak terlalu banyak membawa barang dari rumah. Hanya barang-barang yang menurutku memang wajib di bawa dan memang dibutuhkan saja. Karena dalam pikiranku, pasti selama aku mengabdi dan bekerja di pondok putri ini, barang-barang lainnya bisa ku beli belakangan saja, sesuai dengan kebutuhan seiring waktu.

Dan... Ketika seluruh barang sudah ku letakkan pada tempatnya, tersisa dua barang lagi di dalam salah satu tas besarku.

Yaitu dua buah bingkai foto. Satu adalah bingkai foto Bapak bersama almarhumah Ibuku, dan satu lagi bingkai foto almarhumah Ibuku seorang.

Sejenak, ku pandangi bingkai foto Bapak bersama almarhumah Ibu. Dan aku tersenyum saat menatapnya. Langsung terasa merasuk kerinduan pada Bapakku.

Setelahnya, ku tatap dalam-dalam bingkai foto almarhumah Ibuku seorang. Entah mengapa, langsung saja menetes air mataku saat menatapnya.

"Bu... Seandainya... Ibu masih ada di sampingku... Pasti semuanya gak akan kerasa berat kayak gini." gumamku sambil mengusap air mata.

Untuk beberapa saat tetap kupandangi ke dua bingkai foto itu, lalu ku letakkan saja di atas meja, yang tepat berada di samping kasurku.

"Alhamdulillah, semuanya udah rapi, tinggal nunggu waktu maghrib dan isya, baru deh aku makan malem sambil nunggu Ustadz Furqon sama Bu Fatimah ke sini." ucapku.

Akan tetapi...

Sedetik kemudian aku baru sadar...

"Eh iya, makan malem?" gumamku sambil berpikir.

"Makan malemnya gimana ya? Kan aku belom beli makan. Terus, di sini juga belom ada siapa-siapa lagi. Gimana aku mau makan?" gumamku sambil menepuk jidatku sendiri.

"Aduuuh... Nisa... Kenapa gak beli stok makan malem dulu tadi pas masih di mobil bareng Pak Nardi?" tambahku.

Sejenak, muncul harapan ringan dalam batinku, "Mungkin... Nanti Ustadz Furqon sama Bu Fatimah bawa makanan kali ya? Semoga aja deh..."

"Eh, atau... Aku telepon aja Bu Fatimah ya? Titip pesen buat beli makanan..." ideku muncul.

"Ah, jangan deh, gak enak aku... Nanti malah makin ngerepotin..."

Di saat aku sedang bingung tentang makan malam, perhatianku teralihkan oleh sesuatu dari arah luar kamarku.

Perlahan-lahan, terdengar di telingaku...

Suara seorang wanita yang bersenandung lagu gending jawa...

Dengan nada suara yang mendayu, suaranya yang lembut, benar-benar bagaikan seorang sinden yang sedang menyanyikan lirik-lirik lagu gending jawa itu...

"Eh, suara siapa itu?" gumamku sambil menoleh ke arah jendela kamar yang tertutup gorden.

Aku terdiam. Mencoba menajamkan pendengaranku. Sambil menatap dari balik gorden yang tertutup. Ku harap itu adalah suara manusia. Dan aku harap semoga ada seseorang yang lewat di depan kamarku.

Akan tetapi, tiba-tiba suara itu berhenti. Dan tidak ada suara langkah kaki, entah menaiki tangga, atau berjalan di depan kamarku.

"Duh, Ya Alloh..." sedikit merinding aku dibuatnya.

Akan tetapi, aku kembali teringat dengan apa yang di sampaikan oleh Dayang Putri dan Sekar Mayang dalam mimpiku tadi.

Lalu muncul sebuah kekuatan dalam batinku...

"Astaghfirulloh, Nisa... Jangan takut! Kamu memiliki Alloh, Yang Maha Menguasai segala makhluk-Nya!" kataku pada diriku sendiri.

"Dan kamu punya Dayang Putri, yang terus menemani kamu." tambahku.

"Dan juga... Mungkin Sekar Mayang mulai menemaniku?" aku agak sedikit ragu soal kehadiran Sekar Mayang itu.

"Ah, kenapa malah jadi mikirin perewangan Mas Zaki sih..."

Aku seperti orang gila, berbicara sendirian di dalam kamar ini. Dan aku jadi teringat dengan ucapan Risa pada saat ia main ke rumahku di malam itu.

"Orang seperti kita berdua ini memang aneh kan Mbak?" itulah ucapan Risa yang seketika muncul dalam kepalaku.

"Hehe... Iya ya Ris... Ternyata emang aneh kita berdua..." celotehku sendirian sambil mulai berjalan mendekati kasur.

Aku hendak kembali mengambil mukena untuk melaksanakan sholat Maghrib di masjid lagi, karena sudah terdengar jelas sayup-sayup suara orang yang melantunkan sholawat.

Ternyata tak ada beda dengan daerahku di Bogor, Jawa Barat. Saat menjelang maghrib, hampir di seluruh mushollah atau masjid, pasti dilantunkan bacaan-bacaan sholawat. Dan itu juga ternyata sama dengan daerah ini, di kaki Gunung Kelud, Jawa Timur, tempatku sekarang berada. Terdengar lantunan sholawat di seluruh penjuru. Hanya saja, sebagian besar menggunakan bahasa jawa yang sangat halus.

Akhirnya, mukena sudah ku pegang, dan aku segera bergegas menuju pintu kamarku.

Akan tetapi...

Seketika langkahku berhenti...

Dengan jantungku yang seolah berhenti berdetak sesaat...

Muncul lagi suara wanita itu, bersenandung lagu gending jawa yang aku tak mengerti artinya...

Dan kali ini...

Tampak jelas sebuah bayangan sosok wanita melintas tepat di depan jendela kamarku...

Aku langsung bertanya dalam hati, "Manusia kah? Atau jangan-jangan..."

Sejenak ku perhatikan bayangan sosok wanita itu melintas. Dan anehnya, bayangan itu berjalan terlalu pelan menurutku. Dan arah bayangan itu berjalan adalah menuju ke kamar sebelah lantai dua ini.

Aku berharap ada suara pintu kamar yang dibuka. Jika ada, maka dipastikan itu adalah manusia. Mungkin dia yang menempati kamar sebelahku itu.

Tapi... Saat bayangannya tak nampak lagi di depan jendela kamarku ini, tak ada suara apapun lagi.

Tak ada suara pintu yang dibuka...

Tak ada lagi senandung gending jawa halus...

Bahkan, aku baru sadar, tak terdengar suara langkah kakinya sedari tadi...

"Astaghfirulloh... Astaghfirulloh..." ucapku pelan seketika.

Aku menarik napas dalam-dalam sambil memejamkan ke dua mataku. Mencoba mengaktifkan pandangan ghoibku. Tapi, aku tak jadi mengaktifkannya.

Aku tak ingin niatku untuk melaksanakan sholat maghrib dan isya di masjid menjadi terhalang oleh ketakutanku terhadap bangsa lelembut!

Aku ingin tetap kuat keimananku, apapun yang ku hadapi!

Kuberanikan diri membuka pintu kamar perlahan. Dan langsung tampak bayanganku di atas lantai karena terkena sinar matahari yang semakin memerah. Aku melangkah keluar, dan ku tutup pintu kamarku perlahan.

Rasanya aku ingin acuhkan saja apa yang barusan ku dengar dan ku lihat. Rasanya ingin segera menuju masjid.

Namun, langkahku kembali dibuat terpaku, tepat di depan tangga yang akan aku turuni.

Kembali terdengar sayup-sayup suara wanita itu, menyanyikan lagi lagu gending jawa itu...

Dan benar saja, arahnya dari balkon di ujung sana...

Karena semakin penasaran diriku, akhirnya kuputuskan saja untuk memeriksanya. Aku ingin memastikan suara siapa itu. Apakah suara manusia? Atau suara dari bangsa lelembut yang mungkin tertarik dengan aura diriku?

Pelan-pelan... Aku melangkah mendekati balkon...

Ditemani sinar matahari menjelang maghrib yang semakin memerah...

Dan juga hembusan angin yang semakin terasa dingin menusuk kulit...

Semakin mendekat, suaranya semakin jelas ku dengar. Dan tampak sebuah kain seprei berwarna putih yang sedang digantung di salah satu ujung balkon ini.

Dan aku berhenti seketika, saat melihat siluet bayangan yang sama dengan yang ku lihat barusan di depan jendela kamarku, berdiri tegak di balik kain seprei putih itu.

"Bayangan itu lagi..." gumamku sendirian.

Dan semakin merinding tubuhku, saat tercium sebuah aroma di hidungku...

"I-i-ini... Wangi bunga... Melati...???"

.....

.....

.....

Aku melangkah perlahan, sambil tetap memegangi mukenaku...

Semakin mendekat...

.....

.....

.....

Semakin kuat aroma bunga melati itu...

.....

.....

.....

Dan... Suara nyanyian gending jawa itu berhenti, hanya menyisakan bayangan...

Kini hanya tersisa kain seprei yang menjadi pembatas antara diriku dan bayangan itu...

.....

.....

.....

Dengan jantung yang semakin berdegup cepat, napas yang sedikit ku tahan...

Dengan cepat kusingkap kain seprei di depanku itu!

Dan...

"AAAAAAAA!!! ASTAGHFIRULLOH!!!" Teriak sosok itu!!

"AAAAAAAA!!! ALLOHU AKBAR!!!" teriakku bersamaan dengannya!!

Ternyata... Sosok itu benar-benar seorang perempuan!!

"Yaaa Alloooh..." ucapku sambil memegangi dadaku yang terasa hampir copot jantungku.

"Alloooh Gustiii..." ucapnya juga sambil memegangi dadanya.

Kami berdua saling pandang dengan jantung yang sama-sama hampir copot rasanya...

😂😂😂😂😂

"Kamu siapa?!" tanyaku spontan.

"Lah... Kamu siapa?!" tanyanya juga, dengan logat jawa yang kental.

"Kamu dulu! Siapa kamu?!" kataku lagi sambil sedikit melotot padanya.

"Lah... Kamu duluan! Siapa toh kamu?!" katanya lagi, sambil mulai menunjuk wajahku.

"Kamu dulu sih!" kataku lagi.

"Mohhh!!! (Gak mau!!!)... Kamu duluan!!!" balasnya.

😂😂😂😂😂

"Kamu!!" kataku.

"Moh!! (Gak Mau!!) Kamu dulu!!" balasnya.

😂😂😂😂😂

"Aku Nisa!!" akhirnya sedikit kuturunkan egoku.

"Aku Ayu!!" katanya.

"Ngapain sih kamu bikin aku takut?!" tanyaku sambil sedikit melotot dan menunjuk wajahnya.

"Loh, kamu tuh yang bikin aku jantungan!!" balasnya.

"Yeeehhh... Kamu tuh!!" balasku lagi sambil sedikit memajukan wajahku menatapnya.

"Apa?! Aku kenapa?!" balasnya juga sambil kini bertolak pinggang memandangku.

😂😂😂😂😂😂

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!