NovelToon NovelToon
Pria Pembuly Yang Menjadi Takdirku

Pria Pembuly Yang Menjadi Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: nana_riana

Dulu, Alya hanya gadis pendiam yang selalu menjadi sasaran ejekan di sekolah. Hari-harinya dipenuhi rasa takut, terutama karena Reno,ketua geng paling disegani sekaligus pria yang paling sering membuat hidupnya terasa menyakitkan. Bagi Alya, Reno adalah luka yang ingin ia lupakan selamanya.
Namun takdir mempertemukan mereka kembali setelah bertahun-tahun berlalu.
Kini, Alya telah berubah menjadi wanita mandiri dan sukses, sementara Reno bukan lagi remaja arogan seperti dulu. Di balik sikap dinginnya, Reno menyimpan penyesalan yang tak pernah sempat ia ungkapkan. Pertemuan mereka kembali membuka kenangan lama, menghadirkan benci yang perlahan berubah menjadi perasaan yang tak terduga.
Bisakah seseorang yang pernah menyakitimu menjadi rumah terbaik untuk hatimu? Atau masa lalu akan tetap menjadi penghalang di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_riana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 — Orang Ketiga

Hubungan Alya dan Reno perlahan mulai membaik setelah malam penuh pengakuan itu.Meski luka masa lalu belum benar-benar hilang, Alya mulai belajar menerima bahwa manusia bisa berubah.Dan Reno membuktikannya setiap hari.

Pria itu menjadi jauh lebih hati-hati dalam memperlakukan Alya.Ia tidak lagi memaksa saat Alya butuh waktu sendiri.Tidak marah saat Alya tiba-tiba teringat masa lalu lalu menjadi diam.

Reno hanya tetap berada di sampingnya.

Menunggu.Dan entah kenapa, kesabaran itu justru membuat hati Alya semakin luluh.

Pagi itu, Alya sedang fokus bekerja ketika sebuah kotak kecil diletakkan di atas mejanya.

“Apa ini?” tanyanya bingung.

Reno yang berdiri di samping meja hanya mengangkat bahu santai.

“Buka aja.”

Alya mengernyit curiga sebelum akhirnya membuka kotak tersebut perlahan.Dan seketika matanya membesar.Di dalamnya terdapat sebuah tablet desain terbaru lengkap dengan stylus premium.

“Hah?!”

Siska yang mengintip langsung menjerit kecil.

“Ya ampun, mahal banget itu!”

Alya buru-buru menutup kotaknya lagi.

“Reno, ini kebangetan.”

“Kenapa?”

“Itu mahal!”

Reno terlihat santai. “Biar kamu nyaman kerja.”

“Aku masih punya tablet lama.”

“Tapi yang itu sering error.”

Alya langsung terdiam.Karena benar.

Ia memang pernah mengeluh soal tablet lamanya yang mulai rusak.Namun ia tidak menyangka Reno mengingat hal sekecil itu.

“Aku nggak bisa nerima,” ucap Alya pelan.

“Bisa.”

“Nggak enak.”

Reno mendekat sedikit lalu berbisik pelan,

“Aku senang kalau bisa bikin hidup kamu lebih mudah.”

Deg.

Pipi Alya langsung memanas.Sementara Siska di belakang mereka sudah sibuk menahan senyum gemas.

“Pak Reno romantis banget sih,” bisiknya pelan pada diri sendiri.

Namun kebahagiaan kecil itu mendadak terganggu ketika suara heels terdengar mendekat.Vanessa datang.Wanita itu memakai dress merah elegan dengan senyum santai di wajahnya.

“Wah.” Tatapannya langsung jatuh pada kotak di meja Alya. “Aku telat lihat adegan romantis ya?”

Alya langsung salah tingkah.

Sementara Reno terlihat biasa saja.

“Ada perlu apa?”

Vanessa menghela napas dramatis.

“Galak banget sama sahabat sendiri.”

Tatapan wanita itu kemudian beralih pada Alya.

“Aku pinjam pacarmu bentar boleh?”

Deg.

Kata pacarmu langsung membuat wajah Alya memanas lagi.Namun Reno justru mengernyit.

“Ngapain?”

Vanessa menyilangkan tangan di dada.

“Meeting keluarga.”

Ekspresi Reno langsung berubah dingin.

“Aku males.”

“Om Mahardika nyuruh aku jemput kamu langsung.”

Suasana mendadak terasa sedikit tidak nyaman.Alya bisa melihat jelas perubahan wajah Reno setiap kali keluarganya dibahas.

“Aku tunggu di bawah,” lanjut Vanessa santai sebelum pergi lagi.

Begitu wanita itu menghilang, Reno langsung mengusap wajahnya lelah.

“Aku nggak pengen pergi.”

Alya tersenyum kecil.

“Tapi kamu harus.”

Reno menatap Alya beberapa detik sebelum akhirnya mendesah pasrah.

“Aku balik cepet.”

“Hm.”

Dan sebelum pergi, Reno tiba-tiba mencubit pelan pipi Alya.

“Jangan terlalu dekat sama cowok lain.”

Alya langsung melotot kaget.

“Kamu apaan sih?!”

Reno tertawa kecil puas lalu pergi meninggalkan Alya yang wajahnya sudah merah total.Namun beberapa jam setelah Reno pergi, suasana hati Alya mendadak berubah.

Karena Dimas datang lagi.Pria itu berdiri di depan meja Alya sambil memasukkan tangan ke saku celana.

“Kita ketemu terus ya.”

Alya langsung memasang wajah dingin.

“Aku nggak suka kebetulan ini.”

Dimas tertawa kecil.

“Galak banget.”

“Ada perlu apa?”

Tatapan Dimas perlahan berubah serius.

“Aku cuma mau kasih peringatan.”

“Aku nggak butuh.”

“Lo pikir Reno bakal terus baik sama lo?”

Alya langsung lelah mendengarnya.

“Kalau kamu datang cuma buat ngomong buruk soal Reno, mending pergi.”

Namun Dimas justru mendekat sedikit.

“Lo tahu nggak siapa yang paling hancur kalau Reno kehilangan semuanya?”

Alya mengernyit.

“Maksud kamu?”

“Dia.”

Tatapan Dimas berubah dalam.

“Reno hidup buat pengakuan ayahnya.” Ia tertawa kecil hambar. “Dan sekarang dia rela buang semua demi lo.”

Dada Alya terasa tidak nyaman.

Karena ia tahu ucapan itu ada benarnya.

“Kamu tahu kenapa gue terus ganggu hubungan kalian?” lanjut Dimas pelan.

“Aku nggak peduli.”

“Karena gue pernah lihat Reno hancur.”

Kalimat itu membuat Alya terdiam.

“Waktu di luar negeri dulu…” Dimas tersenyum tipis, “dia nyaris mati gara-gara mabuk dan berantem terus.”

Mata Alya langsung membesar.

“Apa?”

“Reno nggak pernah cerita?”

Jantung Alya kembali terasa tidak tenang.

“Aku capek lihat dia nyiksa diri sendiri gara-gara rasa bersalah.” Tatapan Dimas melembut sedikit untuk pertama kalinya. “Makanya gue nggak suka dia balik dekat sama lo.”

Alya membeku.Karena untuk sesaat…

Ia melihat sesuatu selain kebencian di mata Dimas.Kekhawatiran.

“Aku tahu Reno jahat dulu,” lanjut Dimas lirih. “Tapi dia juga dihukum sama hidupnya sendiri.”

Suasana mendadak sunyi.Dan sebelum Alya sempat menjawab, ponselnya tiba-tiba berdering.Nama Reno muncul di layar.

Namun entah kenapa…Perasaan Alya mendadak menjadi sangat tidak tenang.

Begitu telepon diangkat, suara Reno terdengar berat.

“Alya.”

“Hm?”

“Aku mungkin telat jemput kamu hari ini.”

“Kenapa?”

Beberapa detik Reno terdiam sebelum akhirnya berkata pelan,

“Ayah aku masuk rumah sakit.”

Deg.

Jantung Alya langsung terasa jatuh.

“Apa?!”

“Aku lagi di rumah sakit sekarang.”

Suara Reno terdengar kacau.Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bersama

Alya mendengar ketakutan yang nyata dalam suara pria itu.

“Ayah kamu kenapa?” tanya Alya panik.

Reno mengusap wajahnya lelah di seberang telepon.

“Serangan jantung ringan.”

Deg.

Dada Alya langsung terasa sesak.

“Sekarang gimana kondisinya?”

“Masih ditangani dokter.”

Suara Reno terdengar jauh lebih pelan dibanding biasanya.

Dan Alya bisa membayangkan pria itu sedang berusaha tetap tenang sendirian di rumah sakit.

“Aku ke sana.”

“Nggak usah.”

“Aku serius."

Reno terdiam beberapa detik.

“Alya… suasananya lagi kacau di sini.”

“Aku cuma mau nemenin kamu.”

Kalimat sederhana itu langsung membuat Reno memejamkan mata sesaat.

Karena di tengah semua kekacauan hidupnya, Alya tetap memilih datang.

“Aku kirim alamatnya,” bisik Reno lirih

akhirnya.Satu jam kemudian, Alya tiba di rumah sakit.

Begitu keluar dari lift, ia langsung melihat Reno duduk sendirian di lorong dengan wajah lelah.

Kemeja pria itu sedikit berantakan, rambutnya pun tidak serapi biasanya.

Dan entah kenapa, melihat Reno seperti itu membuat hati Alya terasa sakit.

“Alya…”

Reno langsung berdiri saat melihatnya.

Tanpa banyak bicara, Alya berjalan mendekat lalu menggenggam tangan Reno pelan.

“Aku di sini.”

Deg.Tatapan Reno langsung melembut.

Untuk beberapa detik, pria itu hanya diam menatap Alya seolah sedang menenangkan dirinya sendiri.

“Ayah kamu gimana sekarang?” tanya Alya lembut.

“Udah sadar.” Reno tertawa kecil hambar. “Tapi hal pertama yang beliau lakuin malah marahin aku.”

Alya mengernyit sedih.

“Karena hubungan kita?”

Reno mengangguk pelan.

“Beliau bilang aku bikin keluarga berantakan.”

Suasana mendadak hening.

Dan Alya mulai merasa bersalah lagi.

Namun sebelum ia sempat bicara, Reno tiba-tiba menggenggam tangannya lebih erat.

“Jangan mikir aneh-aneh.” Tatapannya serius. “Aku nggak pernah nyalahin kamu.”

Air mata Alya perlahan mulai menggenang.

Karena semakin Reno berusaha melindunginya…Semakin besar rasa takut Alya kalau suatu hari nanti pria itu benar-benar kehilangan segalanya demi dirinya.

1
tinuet'z
sangat menarik
partini
hoki Banggt si Reno di cinta ugal-ugalan wehhh mau sakiti Ampe darah" tetep cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!