NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Semua ada Akibatnya

Setelah melihat seuntas kejadian tesebut, Perasaan yang tidak nyaman menghantui pikiran Gua. Kejadian ini sebenarnya sudah biasa Gua lalui, Beberapa tahun lalu Gua melewatkan satu kejadian yang terjadi dan hasilnya kejadian itu benar-benar terjadi dan Gua yang merasa berdosa atas kelalaian itu, Gua bukan orang kejam yang rela membunuh banyak orang.

Mata Gua perlahan terpejam walaupun Gua menolak untuk menutup, tetap sajah tubuh ini sudah berada di ambang batas hingga akhirnya tertidur. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, selama satu jam tertidur, Gua merasakan rasa hangat seperti ada yang menyelumuti Gua dengan selimut hangat, setelah sepenuhnya sadar Gua terkejut dengan selimut yang menyelimuti Gua. Termenung sejenak karna semua pintu sudah dikunci rapat-rapat hingga Gua sadar satu hal, ketika Gua melihat ventilasi, ada hal yang janggal namun ventilasi itu tidak ada jejak di jebol ataupun di rusak.

"ah sudah lah mungkin Jeni sempat masuk, lalu liat Gua tertidur"pikir Gua meski ini tidak masuk akal, sebab hanya Gua dan Jeni yang punya kunci ruangan ini.

setelah itu Gua titip pesan dengan Jeni kalau lukisan di ruang produksi jangan di sentuh ataupun di pindahkan, Jeni tau kalau lukisan itu pasti berharga, Gua sempat videokan lukisan itu meski video tahun 2018 ini kualitasnya burik tapi di tahun ini teknologi masih terbatas.

"mari saatnya kembali beraksi"ucap Gua sambil membuka ponsel lalu mengklik website facebook lalu memposting video yang sempat di rekam tadi kemudian menutup ponsel lalu pulang kerumah.

Keesokan harinya Gua terbangun seperti biasa, lakuin aktifitas yang selalu Gua lakuin namun ketika Gua melewati ruang tamu terdengar berita yang heboh

"Kami umumkan berita terkini kembali hadir! sang penyelamat kembali meramalkan kejadian akhir bulan nanti, Tsunami akan terjadi di Selat Sunda yang di gadang-gandang akan menewaskan banyak warga setempat"ucap presenter TV dengan serius, Gua hanya mendengar sekilas namun rasa puas membuat Gua lega.

"Masih ada aja yang percaya hal beginian, sepertinya berita saat ini isinya sampah semua"keluh Ayah dengan ekspresi jengkel, ini orang taunya komentar doang sama aja dengan boomer- boomer di luar sana (boomer \= orang tua generasi milenial).

Setelah mengoceh tidak jelas Ayah mengganti saluran TV dan hasilnya sama saja, semua TV saat ini memberitakan perihal bencana akhir 2018, hal ini membuat Ayah merasa kesal lalu duduk di belakang sambil menikmati asap kentut yang ia nyalakan, Gua tentu menjauh dari asap busuk tersebut.

"Bundah Lana pamit dulu, mau ke perpustakaan"ucap Gua lalu mencium tangan Ibu dengan lembut kemudian pergi tanpa melihat bajin*an itu.

Setelah keluar dari rumah, Gua di sambut oleh Yura dan Erin yang ternyata menunggu di depan rumah, Gua mendekat lalu menyapa mereka

"lan, lo lama banget kasian Erin lututnya lemas tuh"ucap Yura menyindir Erin yang duluan datang namun tak memanggil Gua,

"Eh mana ada ya, gini-gini Gua kuat"ucap Erin dengan nada ketus untuk menutupi rasa malunya

"udah deh mau ikut Gua nggak ngerjain pr?"ucap Gua menawarkan mereka padahal Gua pengennya sendiri, tapi mumpung ada mereka mending Gua ajak sekalian

"yahh Lana main aja yuk prnya kan masih lama di kumpul"ucap Yura dengan ekspresi dan nada yang memelas

"kalo kamu nggak mau yaudah kita aja Lana, nggak usah ajak dia"ucap Erin menyindir balik Yura, Yura hanya tersenyum tanpa dosa. Kebiasaan Yura ini emang sudah ada sejak TK

"yaudah deh ikut, nggak asik ah kamu rin"ucap Yura lalu menggandeng tangan kami masing masing, di kanan Gua dan di kiri Erin kemudian pergi menuju perpustakaan, tak lama setelah itu kami sampai di depan pintu masuk perpustakaan, tanpa pikir panjang kami masuk tak lupa melepas sedal/sepatu yang kami pakai.

"selamat datang... eh nak Lana toh bawa temannya juga ya, apa ada buku yang kalian mau?"ucap bibi Alin menyambut kami dengan rama,

"hai bibi kami nggak lagi mau baca buku bi, kami mau ngerjain pr sekolah"jawab Yura

"oh kalian lagi mau ngerjain pr ya..."sahut bibi lana tersenyum ramah

"iya bi kami mau ngerjain pr sekolah, dan lana mau pinjam meja di sudut belakang, boleh kan bi?"ucap Gua sambil menunjuk meja yang berada di paling sudut belakang tempat biasa Gua membaca buku, sejak Gua SMP semua keluarga Gua termasuk teman-teman Gua tau kalo Gua biasa ada disini setiap hari, untuk tempat ko Aceng Gua beralasan dengan Ibu ke pasar untuk membeli sesuatu.

"pakai aja meja itu kebetulan ada nak Alvin yang duduk disana bareng nak Edward sama nak Max dan juga nak Delvano"ucap bibi Alin menunjuk meja tempat Rombongan Alvin yang lagi sibuk ngerjain tugas dari sekolah

Yura mendekat ke meja Alvin lalu duduk di sebelah persis kemudian berkata "Vin kamu ngerjain pr juga ya?"ucap Yura bertanya dengan basa basi yang sudah ketebak

"iya lagi ngerjain bareng, kalian mau ikut?"ucap Alvin yang awalnya hendak marah, namun ia melihat Gua ada disana membuat amarahnya redah kemudian menawarkan kami untuk bareng. Belum sempat Yura merespon Gua berkata

"nggak perlu Vin meja kami disana"ucap Gua lalu menunjuk meja yang tak jauh dari tempat mereka, Alvin hanya bisa mengangguk lalu melanjutkan, Yura hendak duduk di sana, namun ia sudah bareng sama Gua jadi ia dengan terpaksa meninggalkan Alvin dan rombongannya menyusul Gua yang sudah duduk dengan Erin kemudian membuka buku pelajaran yang telah kami bawa sedari rumah masing-masing.

Gua menikmati setiap soal yang menurut Gua gampang berkat ingatan masa depan Gua yang Gua asah kembali di kehidupan ini, mata pelajaran SMP ini Gua bertekad untuk mendapatkan nilai sempurna seperti Gua waktu SD.

Yura tampak kesusahan mengerjakan soal matematika, begitu juga Erin yang tengah bertapa berharap Jawaban bisa turun dari langit. Melihat tingkah keduanya membuat Gua merasa terhibur karna Gua nggak tega, mereka berdua Gua bimbing agar mampu mengerjakan soal mereka masing-masing, Gua ngerti kok matematika ini musuh semua siswa-siswi tetapi dengan matematika, semua hal bisa terasa mudah.

Namun saat Gua asik mengajari mereka satu persatu, pandangan Gua terasa kabur, sebenarnya sejak kejadian kemarin Gua merasakan tubuh Gua ini ada yang tidak beres, dan benar sajah baru sadar kalo Gua lagi demam, tapi Gua berusaha menutupinya karna janji hari ini Gua ngerjain tugas sekolah bareng mereka, namun namanya manusia pasti ada batasnya, Gua pingsan tepat saat selesai mengajari mereka satu persatu.

Sebelum Gua pingsan, Gua merasakan pelukan hangat di belakang, samar-samar Gua melihat Delvano yang cemas dengan keadaan Gua, dan Gua juga melihat Max yang khawatir sekaligus sedih, setelah itu Gua nggak tau apa yang terjadi selanjutnya.

***

ketika mata Gua terbuka, Gua melihat siluet kakek yang berkata

"cucuku, kau sudah siap untuk mengemban takdir yang seharusnya milikmu"ucap kakek tersebut

"hati hati keluarga rendra itu licik, setelah kematian saya, mereka telah memusnahkan keluarga kita"lanjutnya

"kau harus membangun kembali kejayaan keluarga Valeryne"ucapnya lagi, belum sempat Gua bereaksi kesadaran Gua tertarik kembali.

"semoga kau bisa cucuku"

Nyahoo sampai sini dulu ya, semoga kalian suka dengan cerita ku, sampai jumpa di bab selanjutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!