Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"jika kau mati mereka akan lebih bahagia, menikmati harta itu sampai tua, apakah kau rela melihat jerih payahnya papa dan mama mu di nikmati oleh orang seperti mereka?" kata Zavier meneruskan ucapannya.
Sofia mengelengkan kepala nya dengan cepat, sesungguhnya saat ini rasa benci telah menutup hatinya.
"Jika kau mati, apa kau fikir mereka akan bersedih? Tentu tidak, jadi jangan bodoh, kau harus berubah kau tidak boleh menjadi lemah, kau harus merebut semuanya kembali karena semua itu adalah milik mu, apa kau tidak menyadari nya? Mereka bertindak tidak baik kepada mu karena kau tidak pernah ingin melawan, kau sangat lemah, dan jadi wanita yang gampang di bohongi dan juga di tindas," ujar Zavier sambil mengelilingi Sofia ia terus mengatakan sesuatu yang membuat hati Sofia memanas.
Segera saja Sofia menyadari betapa bodohnya dirinya saat ini, ia sudah kehilangan segalanya dan malah ingin bunuh diri, sebenarnya sama saja dengan membuat mereka yang telah jahat kepada nya jadi semakin bahagia.
"Apa yang harus aku lakukan?" Kata Sofia sambil mengepalkan tangannya.
"Jadi lah wanita yang kuat, lupakan cinta lupakan kesedihan, dan ingat satu hal, milik mereka itu adalah milik mu, mereka hanya merampas nya dari mu, kau harus membalas apa yang telah mereka perbuat kepada mu, dan kau juga harus menyelidiki kasus kematian papa mu, apakah itu murni kecelakaan atau tidak, melihat kelicikan mereka aku curiga kalau mereka melakukan sesuatu kepada papa mu," Zavier terus mengatakan hal-hal yang membuat Sofia jadi semakin penasaran.
Terlihat jelas kalau saat ini Sofia semakin geram, tatapan polos nya berubah menjadi tatapan penuh dendam, seketika di dalam kamar tersebut di penuhi dengan hawa dendam yabg menyeruak.
"Benar, aku tidak boleh mati sebelum merebut semuanya, dan jika benar mereka melakukan sesuatu kepada papa, aku akan membuat mereka membayar nya dengan nyawa," kata Sofia yang kini mulai berubah.
"Seperti nya kau sudah sadar kalau sekarang mati bukan lah jalan yang terbaik, kau memang harus membalas semua perbuatannya mereka kepada kelaurga mu, jadilah wanita kuat," kata Zavier sambil memegang pundak Sofia.
"Tapi apa yang harus aku lakukan," jawab Sofia mulai melemah, dirinya tau saat ini tidak punya koneksi apa-apa balas dendam bukan lah hal yang mudah bagi seorang seperti nya.
"Apa kau lupa dengan tawaran ku? Kau cukup menerima nya, tidak akan lama, hanya satu tahun saja setelah itu kau bisa meneruskan kehidupan mu, aku akan membantu mu merebut kembali apa yang menjadi milik mu, kau boleh mengandalkan aku," kata Zavier dengan mengatur ulang tawarannya terhadap Sofia.
"Siapa sebenarnya dirimu? Kenapa kau begitu menginginkan aku untuk menjadi istri kontrak mu? Dan kenapa kau percaya kalau kau bisa membantu ku mengambil semua itu? Kenapa aku harus percaya kalau kau bisa aku andalkan?" tanya Sofia lagi.
"Aku? Nanti kau juga akan mengetahui nya, tidak secara langsung, tapi perlahan, sekarang terserah padamu saja," aku berikan waktu tambahan untuk kau berfikir," kata Zavier yang kemudian hendak melangkah pergi dari kamar tersebut.
"Ba-baik, aku mau," kata Sofia dengan sedikit gugup.
Zavier menghentikan langkahnya, ia kemudian berbalik kembali dan menatap Sofia dengan tatapan tak percaya atas apa yang dia dengar barusan.
"Kau serius?" kata Zavier.
"Ya, aku serius," kata Sofia dengan penuh keyakinan.
Perkataan dan hasutan Zavier ternyata benar-benar berguna, Sofia kini memutuskan untuk balas dendam, rasa kecewanya kepada Samuel dan kelaurga tirinya kini benar-benar membuat hitam seluruh hidupnya.
Bagaimana tidak? Dia di siksa dari umur nya lima belas tahun sampai sekarang, kalau di pikir-pikir hidup nya tidak seharusnya jadi seperti ini jikalau dia lebih kuat sedikit.
"Baik lah, aku akan mengurus semuanya," kata Zavier yang kemudian meninggal kan kamar tersebut.
Malam pun tiba, siang berlalu begitu cepat, kini terlihat Sofia yang sedang berdiri di balkon kamar nya.
Ia menatap langit malam yang begitu cerah di taburi dengan bintang-bintang yang sangat indah.
"Mama, papa, aku memutuskan untuk keluar dari segala keterpurukan ini, aku adalah anak kalian satu-satunya, tak akan aku biarkan mereka mengambil hasil kerja keras kalian, termasuk papa, pa, aku memutuskan untuk membalas semua perbuatan mereka kepada ku, aku akan mengambil kembali hak milik ku, sudah cukup rasanya selama lima tahun aku berada dalam kebodohan dan kelemahan, jika kalian mendengar ku aku mohon berikan lah dukungan kalian untuk ku," ucap Sofia dengan mata berkaca-kaca menatap langit.
Tiba-tiba dua buah bintang seolah menambah cahaya terang nya, mereka terlihat sangat cerah lebih cerah dari bintang-bintang yang lain.
"Ma, pa, aku tau itu kalian kan? Kalian mendukung keinginan ku kan? Aku tau kalian juga tidak mau aku jadi sosok yang terus lemah, ma, pa, aku janji akan mendapatkan hak ku kembali sebagai pewaris," kata Sofia dengan senyum tipis nya, tak sadar air mata kembali mengalir saat mengucapkan hal tersebut.
Meskipun harus menerima tawaran Zavier yang menurut Sofia sangat tak bermotif, Sofia harus rela melakukan apapun demi ambisi nya yang kini sudah mulai membara, memutuskan menjadi lebih kuat, memutuskan untuk menjadi lebih baik dan bangkit dari keterpurukan bukan lah hal yang gampang, namun Sofia rela melakukan apapun sekarang demi hak nya sebagai pewaris.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan muda, aku sudah menyiapkan semuanya, besok pagi anda dan nona muda bisa menunju ke catatan sipil untuk melakukan pernikahan," kata Glen yang kemudian memberikan sebuah map coklat kepada Zavier.
"Bagus, kau sangat cepat," ujar Zavier mengambil map tersebut dan membuka nya, ternyata isi map tersebut adalah surat keterangan kontrak pernikahan.
"Ada lagi yang harus aku kerjakan tuan muda?" tanya Glen.
"Belikan pakaian bagus untuk nya, sudah beberapa hari dia memakai pakaian yang sama," kata Zavier lagi.
"Baik tuan muda," seperti biasanya Glen akan langsung mengerjakan pekerjaan nya.
Zavier tersenyum miring setelah membaca isi dari kontrak pernikahan tersebut, seusai dengan yang dia inginkan.
"Dengan begini kakek dan Siho tidak akan lagi bisa memaksa ku untuk menikahi pilihan mereka, aku sudah menemukan yang tepat, dia tidak akan jatuh cinta kepada ku, begitu juga sebaliknya, pernikahan ini hanya di atas namakan pernikahan kontrak yang saling menguntungkan," batin Zavier yang tersenyum senyum sendiri dengan kertas tersebut.
"Ini adalah awalnya Zavier, dia bisa saja tidak mencintai mu namun bagaimana jika kau duluan yang mencintai nya?" kata author.
Next.
Sementara itu di mansion Atharyan.
"Kepala pelayan, apakah Zavier belum kembali? Apakah dia menelepon atau menitipkan pesan?" tanya sang kakek kelas kepala pelayan di mansion nya.
Pelayan tersebut terdiam, karena memang tidak ada kabar dari Zavier untuk kakek nya.
Bersambung ....