NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Wajah Willy merengut kesal saat Gio masih terus tertawa tanpa henti setelah mendengar cerita darinya.

Willy semakin sebal, karena cerita soal kesialannya kemarin sebenarnya sudah selesai sejak setengah jam lalu. Semua kronologi sudah ia jabarkan lengkap, detail, bahkan dengan nada trauma.

Dari sempak Spongebob yang terbang ke jemuran kontrakan sebelah, lalu dioper-oper penghuni kost laki-laki seperti barang temuan misterius, sampai Summer yang dengan santainya menuduh ia bisa saja laki-laki menyamar atau pencuri celana dalam jelangkung.

Namun anehnya, semakin lengkap cerita itu dijelaskan, semakin parah juga tawa Gio. Cowok itu bahkan sudah hampir jatuh dari sofa apartemennya sendiri.

“Anjir... bentar... bentar...” ucap Gio sambil memegangi perut. “Gue sakit ketawa. Lo beneran konyol, Willy. Seorang lo yang pewaris, anak pemilik perusahaan media terbesar, musti dianggap klepto kancut jelangkung sama Summer?”

Willy menatap datar.

“Lo bener-bener ya, belum puas lo ngetawain gue?”

“Belum,” jawab Gio cepat, lalu kembali tertawa.

Mereka baru saja menyelesaikan jam kuliah sore tadi. Bukannya pulang ke kost, Willy malah memilih ikut Gio ke apartemen.

Selain karena besok libur, ia juga sedang malas berhadapan dengan Summer malam ini.

Bukan marah atau juga takut, tapi lebih ke malu dan gengsi karena celana yang terbang beda dimensi.

Willy jelas senang bisa melihat summer tertawa dengan lepas, tapi tetap saja… kalau isian pakaiannya terlihat semua orang, itu mengundang rasa malu yang besar.

“Kira-kira, gimana ya muka lo kemaren pas Summmer ngangkat celana lo tinggi?”

“Eh, upil tokek,” gerutu Willy akhirnya. “Lo bener-bener ya. Sohib macam apa lo, sampe gak ada akhlak sama temen sendiri? Gue lagi nanggung malu, dan lo seenaknya ngetawain gue. Dan lo malah bayangin muka gue kayak gimana kemaren?”

Gio akhirnya berhenti tertawa sejenak.

Ia duduk tegak, mengusap air mata di sudut matanya, lalu menatap Willy dengan wajah seolah iba.

“Wil.”

“Apa?”

“Gue turut prihatin.”

“Prihatin kenapa lo? Nyadar kan, kalau gue semalang itu kemarin? Dan lo malah ngetawain gue sampe kayak gini?”

“Heemh. Gue turut prihatin... karena hidup lo ternyata lebih tragis dari sinetron yang biasa ditayangin di stasiun tv bapak lo.”

“Gio!”

Detik berikutnya, Gio kembali meledak tertawa. Willy memejamkan mata, berusaha sekuat mungkin menahan kekesalannya.

“Ya ampun...” kata Gio di sela tawa. “Gue gak bisa bayangin muka lo kemarin. Terus lo dengan muka melas lo itu, ngomong sama summer… Mer, balikin kancut gue. Itu Spongebob warisan dari kakek buyut gue dari zaman dinasti Ming.”

Gio menirukan suara dramatis sambil memegangi dada seperti aktor teater.

Willy langsung mengambil bantal sofa dan melemparkannya keras.

Bug!

Bantal itu tepat mengenai muka Gio.

Namun bukannya diam, Gio malah tertawa lebih keras sampai tubuhnya nyaris terguling dari sofa.

“Gio sumpah ya,” geram Willy sambil berdiri.“Kalau lo bukan sahabat gue, udah gue lempar dari balkon.”

Gio menyingkirkan bantal dari wajahnya.

“Tenang, pewaris kerajaan media. Kekerasan bukan solusi, kan gak lucu… media yang suka bilang stop cyberbullying dan bayangin berita kriminal, tiba-tiba aja anak pemiliknya tersandung kasus yang sama gara-gara sempak warisan.”

“Anjir Gio, makin-makin lo ya…”

Gio kembali tertawa dengan terbahak.

“Haha, tenang kawan. Kekerasan bukan solusi dari permasalahan.”

“Kalau ke lo, iya. Lo pengecualian ya, sialan.”

Kesal dengan Gio, Willy bangkit dan berjalan mondar-mandir di depan sofa dengan wajah kusut.

Apartemen Gio cukup luas dan rapi. Lampu ruang tamu menyala hangat. Jendela besar di sisi kanan menampilkan gemerlap kota malam hari. Di meja ada camilan, dua gelas es kopi, dan laptop Gio yang dari tadi terbuka tapi tidak disentuh.

“Gue serius. Kemarin gue panik sekaligus malu banget, Yo,” gumam Willy akhirnya.

Gio masih menyeringai.

“Karena sempak lo?”

“Karena yang pegang Summer.”

“Nah, ini poin menarik.” Willy menoleh tajam.

“Apanya yang menarik?”

“Kalau yang nemu Bu Siti, penjaga kost, lo segitunya gak?”

“Kenape jadi bawa-bawa Bu Siti, ah elah.”

“Ya kan gue cuma nanya, itu juga kan perumpamaan, Malih.”

“Gak lucu lo ah.”

“Gue bukan ngelucu. Ya lo coba pikir-pikir lagi, kalau Bu Siti yang nemu, gue yakin lo cuman malu dikit aja kan karena lo juga udah paham banget siapa Bu Siti, gitu juga dia ke lo. Nah, tapi karena Summer yang megang tuh sempak, lo jadi tengsin dong. Masa cewek pake sempak cowok? Lo takut ketahuan kan sama Summer.”

Willy menahan kesalnya, mengambil bantal sofa dan melemparkannya lagi ke arah Gio.

“Dari awal juga gue udah bilang, sialan. Gue udah bilang, kalau gue sempet syok dan takut kalau si Summer tahu, kalau sebenernya Willa yang jadi temen dia itu gue. Alias cowok.”

Gio menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

“Apalagi kan ini kedua kalinya juga dia bersikap kaya yang curiga sama gue. Pertama kan waktu kemarin itu, dan sekarang kejadian lagi.”

Gio mengangguk pelan sambil menyandarkan tubuh ke sofa.

“Oke, sekarang gue ngerti.”

“Bagus. Berarti otak lo masih nyala.”

“Masih. Cuma kadang dipakai buat ngetawain lo.”

“Bangsat.”

Gio terkekeh kecil, kali ini tidak seheboh tadi. Ia menatap Willy yang masih berdiri dengan wajah kusut, lalu menepuk sofa di sebelahnya.

“Duduk dulu, Pangeran Spongebob.”

“Jangan panggil gue begitu.”

“Duduk.”

Willy mendecih, tapi akhirnya duduk juga. Ia menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan napas panjang.

Gio memiringkan kepala. “Jadi inti masalahnya sekarang bukan sempaknya.”

“Ya iyalah.”

“Tapi rasa takut lo kalau Summer makin curiga.”

Willy diam.

“Dan?” tanya Gio.

“Dan gue gak siap kalau dia tahu sekarang.”

“Kenapa?”

Willy menatap meja di depannya.

Karena pertanyaan itu sederhana, tapi jawabannya tidak.

“Karena kalau dia tahu sekarang, semua yang gue bangun bakal keliatan kayak bohong.”

Gio tidak langsung memotong.

Willy melanjutkan. “Selama ini dia kenal gue sebagai Willa. Temen cewek sekost. Orang yang nemenin dia makan, ngobrol, becanda. Kalau tiba-tiba dia tahu gue Willy, cowok... ya pasti aneh.”

“Hmm.”

“Dia bisa ngerasa dibohongin.”

“Emang dibohongin.”

Willy menoleh tajam. “Lo di pihak mana sih?”

“Di pihak fakta.”

Willy berdecak kesal. “Makanya gue bilang, gue tahu itu salah.”

Gio mengangguk santai. “Nah, berarti lo sadar. Tinggal pilih, mau lanjut bohong atau pelan-pelan beresin.”

“Kalau dia marah?”

“Wajar.”

“Kalau dia jijik?”

“Belum tentu.”

“Kalau dia benci?"

“Belum kejadian.”

“Kalau dia pindah kost?”

“Lo kenapa skenarionya selalu kiamat?”

Willy terdiam.

Gio menatapnya sebentar, lalu tertawa kecil. “Lo udah jatuh cinta banget, Will. Tapi sayangnya, lo mulai sesuatu dengan hal yang salah.”

“Gue tahu, makanya sekarang gue takut.”

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!