NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 17.

Di sisi ruangan, Arunika berdiri tenang, matanya mengamati setiap gerakan. Ia sudah cukup melihat, Arunika melangkah mendekat.

“Boleh saya lihat?”

Veronica langsung menoleh dengan ekspresi tidak senang. “Aku masih menanganinya.”

Arunika tidak membantah, ia hanya menatap wanita yang tergeletak di lantai.

Sepuluh detik.

Lima belas detik.

Tatapannya tenang, tetapi tajam.

Lalu Arunika berkata pelan. “Jika kita menunggu lebih lama, saraf pusatnya akan berhenti bekerja.”

Beberapa dokter tamu langsung menoleh.

Veronica mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

Arunika berlutut di sisi lain tubuh Mama Angkasa. Ia memeriksa pupil mata, lalu menekan satu titik saraf di pergelangan tangan. Tubuh wanita paruh baya itu langsung bereaksi dengan kejang ringan.

Arunika menghela napas tipis. “Reaksi neurotoksin kompleks.”

Kerumunan langsung berbisik.

“Racun?”

Veronica langsung menggeleng. “Tidak mungkin!”

“Saya akan menanganinya. Tolong beri saya ruang, Nona Veronica,” ujar Arunika tegas. Sorot matanya tajam, suaranya tidak memberi ruang untuk dibantah. “Keselamatannya bergantung pada waktu.”

Angkasa segera menarik lengan Veronica menjauh. “Dengarkan dia, Vero! Aku percaya padanya.”

“Tapi Bang, aku—”

“Diam!” potong Angkasa dingin. “Itu ibuku! Aku tidak akan membiarkan penanganannya terlambat.”

Wajah Angkasa mengeras saat mengatakan itu. Lalu ia menoleh pada Arunika, tatapannya penuh kepercayaan. “Aku percaya padamu, tolong selamatkan ibuku.”

Arunika tidak menjawab pria itu, ia membuka clutch kecil yang dibawanya. Dari dalamnya ia mengeluarkan kotak logam kecil, Angkasa memperhatikannya dengan serius.

“Apa itu?”

“Penawar,” jawab Arunika singkat.

Seorang dokter di antara para tamu langsung berkata ragu. “Neurotoksin seperti itu tidak memiliki antidot umum.”

Arunika membuka kotak tersebut, di dalamnya terdapat beberapa vial kecil berisi cairan bening.

“Benar, karena penawarnya belum diproduksi.” Ia menarik cairan dari salah satu vial ke dalam jarum suntik.

Veronica menatapnya dengan tidak percaya. “Obat apa itu?”

Arunika menjawab tanpa menoleh. “Formula eksperimental.”

“Apa?”

Arunika menyuntikkan cairan itu ke lengan Ibu Angkasa. Kemudian ia menekan beberapa titik saraf di leher dan bahu dengan teknik yang sangat presisi.

Semua orang menahan napas.

Sepuluh detik.

Lima belas detik.

Dua puluh detik.

Tubuh wanita itu yang tadi kaku perlahan berhenti gemetar, napasnya mulai stabil.

Lalu tiba-tiba—

“Kh… kh!” Wanita paruh baya itu batuk keras dan membuka matanya.

Kerumunan langsung gempar. “Dia sadar!”

“Baru saja dia hampir mati!”

Angkasa menatap Arunika dengan sorot mata dalam, pria itu langsung memeluk ibunya.

Sementara Veronica membeku di tempatnya. Ia Dokter hebat, dia tahu betul betapa rumitnya gejala tadi. Dan ada sesuatu yang membuatnya semakin tidak nyaman. Obat seperti itu… tidak pernah ada di jurnal medis mana pun.

Salah satu dokter tamu akhirnya berkata pelan. “Obat itu…”

Arunika menutup kotak logamnya dengan tenang. “Saya yang meraciknya.”

Aula pesta langsung hening.

Beberapa dokter saling memandang dengan ekspresi tidak percaya. “Dia meracik sendiri?”

“Apa Anda… Dokter Jenius yang selama ini dicari dunia medis?” tanya seseorang dari kerumunan.

Seisi aula langsung gempar. Bisikan para tamu terdengar di mana-mana, penuh rasa penasaran dan keterkejutan.

Namun Arunika tetap tenang, ia justru menoleh pada Angkasa.

“Sekarang yang lebih penting adalah membawa ibu Anda ke rumah sakit,” katanya tegas. “Saya akan menangani beliau, sebaiknya segera dibawa sekarang.”

Setelah itu, Arunika berdiri dan menatap Veronica. “Lanjutkan saja pestanya... ini malam Anda, Nona Veronica. Soal ibu angkat Anda… jangan khawatir, saya akan mengobatinya.”

Tak lama kemudian, ibu Angkasa dibawa pergi menuju rumah sakit.

Pesta kembali berlangsung, meski suasana tak lagi sepenuhnya sama. Beberapa orang tetap tersenyum dan bercakap-cakap, tetapi sebagian lainnya menahan rasa penasaran mereka.

Di antara para tamu, Simon yang sengaja diundang Veronica hanya bisa tertegun. Sekali lagi, Arunika menunjukkan kemampuannya sebagai Dokter luar biasa.

“Arunika… sebenarnya siapa kamu?” gumam Simon pelan.

Veronica menoleh ke arah Simon. Rencana yang ia susun, untuk menjebak Arunika agar kembali bersama dengan Simon... berantakan dalam sekejap.

Sialan kau, Arunika! Veronica mengumpat dalam hati.

Beberapa hari terakhir, ia diam-diam menyelidiki kehidupan pribadi Arunika. Dari situlah ia mengetahui hubungan Arunika dengan Simon yang kini sedang berada di ambang perceraian. Ia sempat mengira informasi itu bisa dimanfaatkan untuk menjalankan rencananya.

Namun sekarang… semuanya gagal total.

1
Raisya Almira
Woooi...nikah...nikah...nikah dulu
jangan langsung Nina ninu...
Atoen Bumz Bums
penisirin thor aru Masi ORI apa gak???🤭🤭
Atoen Bumz Bums
tunjukkan pesonamu arunika
Lina Carolina
suka banget kak ceritanya, singkat, padat ending yg bagus makasi
Netty Netty
thanks thor, cerita mu selalu yg terbaeeek
💝🧚SHA_QUANDRA 😇
Suka sm ceritanya gk banyak konflik di dlmnya. BABnya jg gak banyak.
irena
bagus banget ceritanya thor
Rere🌠: Makasih kk♥️
total 1 replies
Neny Risdiani Dewi
ulet keketnya nongol
Raden
simon kau tak tau apa2, sombong amat🤭
Sandisalbiah
luar biasa
Sandisalbiah
bisa jadi itu ulah Veronica.. yg menjadi dalang utk melenyapkan Arunika...
Sandisalbiah
Kenzo beneran terobsesi dgn org² yg berotak super.. tp sayang utk tujuan negatif
Sandisalbiah
kenapa anomali yg selalu datang dan berdengung seperti lebah pengganggu itu bersikap seolah yg paling berkuasa dan paling berhak atas diri Angkasa..
Sandisalbiah
keras hati Arunika krn hidupnya di tempat dgn rasa sakit, kehilangan orang tuanya, di perlakukan buruk oleh mertua dan suami sendiri.. dan selama itu Arunika tetap berdiri dan bertahan sendiri...
Sandisalbiah
jika Veronika tipe cewek yg terobsesi pd Angkasa jelas dia kan menatap Arunika sebagai ancaman yg harus di singkirkan..
Sandisalbiah
satu lagi wanita ambisius seperti Raina muncul..
Sandisalbiah
dr bab awal langsung di suguhkan dgn segala ketegangan dan konflik... buat readers semakin penasaran
Sandisalbiah
mengawali segala sesuatu dgn cara licik dan niat tdk baik selalu mengarah pd kehancuran sendiri dan efek samping yg nyata ialah hilangnya ketenangan diri dan selalu merasa was².. nikmati hasil kerja kerasmu Riana
Sandisalbiah
definisi tong kosong nyaring bunyinya itu ya si Riana.. merasa paling cerdas padahal isi kepalanya cuma rongsokan bekas...
Sandisalbiah
dan manusia licik berhati culas biasanya selalu menemukan jalan buat menjatuhkan lawannya walau dgn cara yg terhina sekalipun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!