NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:434
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Bayangmu di jalan"

"Dev.. waktu kecil loe pernah tinggal di sini kan? pasti masa kecil loe indah banget kan?" tanya Alvin yang tak berhenti memotret kuda liar di sepanjang jalannya, mereka semua sudah kembali melanjutkan perjalanannya

di puncak, ada tanah yang sangat datar di tengah-tengah dengan hanya rumput kecil yang menghias seperti karpet berwarna hijau. mereka mendirikan tenda di sana hari juga sudah mulai gelap, di pinggiran ada pepohonan yang besar-besar dengan air sungai yang mengalir indah di bawahnya

"kita sampai terlalu sore, hari sudah gelap.. kita bagi tugas sebagian mendirikan tenda, sebagian lagi pergilah mencari ranting pohon yang patah ke hutan tapi jangan terlalu jauh, dan dan sebagian lagi siapkan makan malam.. setelah itu kita istirahat sambil mengisi dengan sedikit keseruan, besok pagi kita akan menjelajahi hutan, mengunjungi lembah awan sambil belajar, jangan lupa siapkan kamera dan buku catatan kalian" ucap Dharma memberi perintah dan arahan, para siswa mulai bekerja membagi tugas

Claudia membantu menyiapkan makan malam dengan yang lainnya, sedangkan Yulia dan Lusi membatu taman-taman nya yang mencari ranting ke hutan sekaligus mengarahkan teman-teman nya itu agar tidak tersesat

"loe ke utara, gue ke barat ajak yang lainnya juga Yul" ucap Lusi, Yulia mengiyakan dan mengajak beberapa orang untuk mengumpulkan ranting-ranting yang patah

"api unggun nya bakalan besar banget, kita butuh banyak kayu Lusi" ucap salah satu temannya

"di sana banyak rantingnya, minggu kemarin anginnya cukup besar pasti banyak banget ranting yang patah" tunjuk Lusi ke arah barat

"kita ikut loe, biar gak nyasar" sahut lainnya

sibuk dengan rantingnya, tangan Lusi tak sengaja menarik tangan Arsha yang menggenggam ranting yang akan di ambil Lusi, mata mereka bertemu dengan keterkejutan yang sama

"eh.. maaf Sha" buru-buru Lusi menarik tangannya

"gak apa-apa, Lusi. yang lainnya kalau sudah ngumpulin kayu kita balik langsung ya!" teriak Arsha setelah terbangun dari jongkok nya

Deva yang membantu mendirikan tenda juga sibuk mengarahkan teman-teman nya yang lain. pak Mali sibuk memperhatikan Deva yang terlihat familiar, entah di mana dia pernah melihat remaja itu

setelah selesai, semua duduk mengitari api unggun yang sudah menyala menerangi malam itu. pak Dharma sudah menyiapkan untuk acara malam itu

"karena ada beberapa group band yang cukup populer di antara kita, mari kita sambut mereka untuk mengisi dan memeriahkan malam ini" ucap Dharma,

Band Beatronika maju lebih dulu, menghibur dengan lagu-lagu mereka yang asik dan menciptakan moodbooster tanpa akhir. malam meriah itu di saksikan oleh burung-burung yang masih siap terjaga dan beterbangan di atas mereka, angin malam yang sejuk dan Kunang-kunang yang terlihat dari kejauhan memamerkan keindahannya seolah menyambut musik mereka yang mengalun merdu walau sedikit berisik karena suara tawa dan teriak siswa lain

Lusi menikmati malam itu dengan sangat bahagia, malam yang benar-benar sangat istimewa untuknya. Lusi mengabadikan momen malam itu dalam bentuk video.

"sudah ada dua Band yang berpartisipasi, ada lagi yang mau ikut memeriahkan malam ini? ayo!" ucap Dharma mempersilahkan para siswa nya ikut memeriahkan malam itu

Deva maju dengan gitarnya, hanya sendiri tanpa dua orang lainnya. Samudra dan Alvin pun tak bertanya, mereka bertiga juga sebenarnya anak Band, hanya saja jarang untuk mereka tampil meski kepopuleran mereka jauh di atas Band lainnya. sorak sorai para Siswi terdengar girang dan meriah mereka benar-benar senang melihat Deva sang Arjuna mereka akan tampil untuk menghibur di tengah

Deva mulai memetik senar gitarnya, terdengar berbeda dan asing dari lagu-lagu yang pernah di pertunjukkan nya sebelum ini

"lagu ini, aku ciptakan untuk seseorang di masa lalu.. judulnya: BAYANGMU DI JALAN, kalian nikmatilah" ucap Deva sebelum benar-benar mulai bernyanyi

......dalam berisik angin kota.. aku hidup dalam hampa.. ......

...tawa kecil dari masa lalu, menghantam perlahan jantung ku.. ...

......aku terhubung dengan luka, aku terhubung dengan cinta, aku terhubung dengan dua rasa yang memaksa untuk selalu ada.. ......

...di jalan yang panjang, bayangmu selalu ku bawa.. gadis manis dengan senyum mengiris.. ...

...takdir mempermainkan setiap jalanku.. memberi luka tanpa aba-aba, menanam cinta tanpa ku minta.. Aaa.. haa.. ...

semua terdiam mendengar setiap Bait yang keluar dengan nada dari mulut Deva, suasana yang riuh sebelumnya menjadi hening seketika.

...aku mencoba melupakan, tapi bayangmu tetap ada.. menghantui aku seperti ilusi yang tak terhapus.. aku ingin berteriak tapi suara tak bisa keluar.. karena rasa sakit.. yang masih terasa... ...

...dijalan yang panjang, bayangmu selalu ku bawa.. gadis manis dengan tawa yang mengiris.. takdir mempermainkan setiap langkahku.. ! memberi luka tanpa aba-aba, menanam cinta tanpa ku minta.... Aaahaaa... ...

Lusi menatap Deva dalam diam, entah mengapa bayangan Sena berputar di benaknya, suara Sena yang terus memanggil namanya terdengar begitu jelas di telinganya. mendengar Bait yang Sena nyanyikan 'takdir mempermainkan setiap langkah ku, memberi luka tanpa aba-aba, menanam cinta tanpa ku minta' itu tiba-tiba membuatnya teringat pada Sena

'perasaan gak ada hubungannya sama Sena, kenapa malah tiba-tiba keinget dia? udah 7 tahun ya? lama juga.. dia gak mungkin masih salah paham kan sama aku? masa iya om Maja gak jelasin ke dia.. kangen deh.. kamu di mana Sen?' batin Lusi memalingkan wajahnya menatap kerlap kerlip lampu desa di bawah sana

'kamu gak kangen ya sama aku? kok kamu perginya lama banget.. kapan kamu balik? kamu gak kangen sama bibi Tari? aku harap kita bisa ketemu lagi ya Sen.. aku bakalan tagih janji kamu yang waktu itu kalo kita ketemu' lanjutnya lagi menatap sendu ke arah desa

...biarkan aku bernyanyi, meredam luka di hati.. ku harap kamu tak pernah kembali, tak sanggup membencimu lebih dalam lagi.. aku ingin bebas dari bayangan yang menghantui, tapi tak bisa.. karena cinta masih ada.. ...

...di jalan yang panjang, bayangmu selalu ku bawa.. gadis manis dengan tawa yang mengiris.. takdir mempermainkan setiap langkah ku, memberi luka tanpa aba-aba.. menanam cinta... tanpa ku mintaaa Aaa... aa.. ...

musik berhenti, Bait dalam lagu itu pun sudah berakhir. Alvin dan Samudra teringat dengan cerita pak Lian beberapa bulan lalu, sebuah kebenaran yang selalu Deva tak ingin dengar karena berfikir jika pak Lian yang hanya menghiburnya saja, Deva masih percaya pada apa yang dilihatnya tak pernah ingin mendengar penjelasan papanya, tak pernah ingin mendengar nama Surya di sebut oleh papanya, hingga seiring waktu Deva menjadi remaja yang dingin dan acuh.

"lagu itu buat seseorang yang Deva benci sampai sekarang ya? gue gak tau seberapa benci dia pada orang itu sampai tak pernah ingin dengar penjelasan Om Lian jika Om Lian menyebut nama orang tua orang itu" bisik Samudra pada Alvin

"sulit.. sulit buat ngejelasin sesuatu pada orang yang keras kepala dan hanya percaya pada matanya yang bisa saja salah melihat, tak pernah berfikir jika orang lain juga butuh ruang untuk menjelaskan sesuatu karena dia tak pernah bersedia memberikan ruang itu.. gue berharap tiga hari kita disini dia bisa ketemu gadis yang di dalam lagunya itu, dia kayaknya juga kangen banget tuh" sahut Alvin

Deva kembali duduk ke tempat nya yang semula mengabaikan sorak dan tepuk tangan teman-teman nya. suara Deva yang merdu dan diringi dengan melodi indah yang tercipta dari setiap petikan jarinya berhasil menggoda setiap telinga yang mendengar nya. Deva menarik nafas panjang, dirinya menjadi sedikit emosional setelah selesai bernyanyi

'Aru.. jangan pernah muncul lagi atau gue gak akan biarin lo lolos dari genggaman gue!!' batin Deva yang memendam benci karena teringat jika gadis itu adalah putri dari laki-laki bejat yang telah menodai dan merenggut nyawa mamanya

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!