NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Niat Suami Benar-benar gila.

Karena Kanaya sudah pergi membuat Arash meninggalkan istrinya. Namun tangan itu langsung ditahan oleh Kanaya. Tatapan mata Arash melihat serius kalah Kanaya dan menjatuhkan tangan itu dengan kasar.

"Jangan kebiasaan menyentuhku yang hanya membuatku semakin jijik padamu!" tegas Arash.

"Apa yang baru saja kamu bicarakan dengan, Kak Kanaya?" tanya Shafiya.

"Heh! Shafiya apapun yang aku katakan dengannya adalah urusanku dan kau tidak punya kuasa atau tidak pantas mempertanyakan hal itu kepadaku!" tegas Arash.

"Kamu juga tidak pantas berbicara seperti itu kepada Kak Kanaya. Kalian tidak mahram dan sebagai ipar tidak pantas dekat seperti itu!" tegas Shafiya.

"Kau cemburu?" tanya Arash dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Tidak! Aku hanya merasa hubungan yang kalian lakukan benar-benar tidak pantas!" tegas Shafiya.

"Itu menurutmu dan bukan aku, apapun yang aku lakukan adalah kebebasan untukku dan kau tidak harus mencampuri semua itu!" tegas Arash.

"Aku hanya mengingatkan ada batasan dalam ipar, akan timbul fitnah jika kamu berbicara begitu dekat dengannya dan bagaimana jika Umi dan Abi melihatnya?" tanya Shafiya.

"Bukan urusanku, jika dia tidak keberatan aku mendekatinya kenapa tidak? Lagi pula dia jauh lebih menarik dibandingkan kau. Dia tidak munafik dan tidak harus menutup tubuhnya dari atas sampai bawah seolah-olah suci, dia pintar memikat hati seorang pria dan membuat pria nyaman di dekatnya, huhhh... kenapa aku tidak kepikiran untuk menikahnya saja waktu itu dan kenapa harus denganmu," ucap Arash.

Shafiya kaget dengan pernyataan suaminya itu. Arash benar-benar laki-laki dengan penuh rencana, bahkan pernyataan yang baru saja terdengar di telinganya itu memiliki maksud.

"Jadi wanita berhenti sok suci dan jangan mengguruiku, aku tidak terlalu tertarik kepada Shafiya," ucap Arash dengan sinis.

"Hmmm, kenapa tiba-tiba aku kepikiran untuk memiliki istri lebih dari satu," Arash terlihat mengeluarkan ide busuknya dengan mengetuk-ngetuk kepalanya menggunakan jarinya.

"Apa maksud kamu?" tanya Shafiya.

Arash sudah kehilangan akal sehatnya.

"Dia cantik, bodynya bagus dan sungguh menarik, setelah berbicara dengannya hanya beberapa menit terlihat dia nyaman denganku dan aku mulai melihat dari wajahnya ada ketertarikan padaku, mungkin jika aku mengajaknya untuk menikah dan meski mengetahui aku memiliki istri, aku pikir dia tidak akan keberatan sama sekali," ucap Arash terdengar begitu santai.

"Jahat sekali pikiran kamu, bertanggung jawab dengan pernikahan kita saja kamu tidak bisa dan sekarang kamu ingin menikah lagi!" tegas Shafiya.

"Kenapa tidak? bukankah seorang pria boleh memiliki lebih dari satu istri dan lagi pula aku mampu. Mampu dengan segala hal yang dibutuhkan wanita karena aku memiliki semuanya!" tegas Arash berbicara begitu dekat dengan Shafiya.

Shafiya sampai mendorong dada bidang Arash atas semua perkataannya itu kepadanya.

"Bagaimana mungkin kamu punya pikiran menikahi wanita yang sudah memiliki suami!" tegas Shafiya.

"Maksudmu Kanaya sudah memiliki suami?" tanyanya.

"Iya. Dia adalah Kakak iparku dan suaminya adalah Kakaku. Apa kau tidak menggunakan otak mengajak wanita yang sudah memiliki suami menikah lagi!" tegas Shafiya sejak tadi sudah menahan diri.

"Hah! jadi dia Kakak iparmu? Lalu kenapa dia melayaniku ketika aku mengajaknya berbicara, dia membuka diri dan seharusnya kau memberi peringatan kepadanya dan bukan aku. Seorang pria akan meladeni wanita yang membuka diri padanya!" tegas Arash.

"Arash aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran kamu saat ini? Kamu tidak menyadari semua kesalahan kamu!" tegas Shafiya.

"Aku tidak punya kesalahan apapun dan berhak memilih, yang bersalah itu adalah kamu dan keluargamu. Jangan mengaturku

melakukan ini dan itu," tegas Arash berlalu dari hadapan Shafiya.

"Aku belum selesai bicara!"

"Arash!"

"Arash!" Shafiya memanggil suaminya itu yang diabaikan oleh Arash.

****

Kanaya berada di dapur melanjutkan pekerjaan Umi. Shafiya baru saja berbicara dengan Arash dan yang adanya mereka berdua hanya bertengkar. Shafiya menghampiri Kanaya yang berada di dapur.

"Kak..." tegur Shafiya.

"Shafiya," sahut Kanaya hanya melihat sebentar saja dengan tersenyum.

"Apa Arash masih ada di teras rumah. Kakak baru saja selesai membuat kue dan ini sudah matang, Kakak ingin mengantarnya," ucap Kanaya.

Kanaya bahkan belum mendapatkan jawaban Shafiya sudah begitu excited ingin pergi sampai ditahan oleh Shafiya.

"Biar Shafiya saja yang mengantarkannya," ucap Shafiya.

"Kamu ingin mengantar pada Arash?" tanya Kanaya terdengar tidak yakin.

Shafiya menganggukkan kepala.

"Lalu kamu pikir Arash akan memakannya?" tanya Kanaya.

Shafiya cukup kaget mendengar perkataan itu.

"Maksud Kakak bagaimana?" tanya Shafiya.

"Shafiya, Arash ternyata orang yang sangat asyik, bahkan sangat terbuka dengan urusan rumah tangga kalian. Arash mengatakan tidak pernah memakan apapun yang kamu buat dan mungkin kedepannya tidak akan melakukannya karena Arash pernah keracunan akibat kecerobohan kamu, jadi Arash tidak mungkin memakan kue ini meski bukan kamu yang membuatnya," ucap Kanaya.

Sungguh Shafiya tidak menyangka jika suaminya mengarang kebohongan dengan menjelekkan dirinya.

"Tetapi Kakak tidak pantas memberikan kue ini kepadanya. Arash adalah ipar Kakak dan kakak juga wanita yang bersuami dan tidak pantas terlalu dekat dengan laki-laki yang bukan mahram Kakak!" tegas Shafiya.

"Hey, Shafiya kamu kenapa? Apa kamu cemburu sampai berpikiran berlebihan seperti itu?"

"Shafiya Kakak juga tahu sudah menikah. Kakak tidak berpikiran apa-apa sama sekali dan bukankah sesama ipar harus akrab, kamu jangan tersinggung dengan apa yang baru saja Kakak katakan. Kakak hanya tidak ingin kamu dengan Arash bertengkar hanya karena masalah sepele," ucap Kanaya.

"Kakak tahu saat ini rumah tangga kamu sedang tidak baik-baik saja. Karena kamu terlalu ceroboh dan sering menggurui suami kamu membuat dia tidak nyaman. Kamu harus tenangkan diri kamu dan belajar menjadi istri agar suami kamu nyaman, Shafiya zaman sekarang pria itu sangat suka sekali mencari kekurangan wanita, jadi jangan sampai suami kamu harus berpaling karena kekurangan sedikit saja dari kamu dan buatlah dia nyaman," ucap Kanaya memberi saran kepada adiknya itu.

"Ya sudah, Kakak berikan kuenya dulu, kamu berhenti berpikir negatif. Oke," ucap Kanaya langsung pergi dari hadapan Shafiya.

Shafiya bahkan sampai tidak bisa berkata apapun atau semua yang dikatakan Kanaya. Kanaya juga sepertinya tidak menghargai perasaannya.

Shafiya meninggalkan dapur. Langkahnya terhenti di depan pintu menghadap ke teras belakang rumah, dari kejauhan Shafiya melihat bagaimana suaminya bersama dengan Kakak iparnya tampak mengobrol berdua dengan saling berhadapan sembari menikmati kue yang dibawakan Kanaya.

Arash menikmati kue itu dan tertawa tanpa beban, menyentuh apa yang dia buat Arash bahkan tidak Sudi sama sekali.

"Dengan wanita lain kamu bisa tersenyum, kamu menikmati kue itu tanpa marah dan tanpa jijik sama sekali, tetapi usaha dan kesabaran yang aku lakukan selama ini tidak pernah kamu hargai?"

"Kamu terus menjadikanku sebagai alat balas dendam, menyakitiku tanpa henti, kamu jahat Arash, aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di masa lalu sampai aku bisa menikah dengan laki-laki sepertimu, laki-laki tidak bertanggung jawab, tidak memiliki hati nurani, Arrogant dan sangat menakutkan!" ucap Shafiya dengan air mata yang jatuh.

"Tidak ada gunanya kamu menangis Shafiya. Air matamu sudah terlalu banyak untuk laki-laki seperti itu," Shafiya berusaha untuk kuat dengan mengusap air mata itu.

Istri mana yang tidak sakit hati melihat bagaimana suaminya bisa dekat dan nyaman dengan wanita lain.

Bersambung.....

1
mama
nohhh mbulet lgi kan🤣,yg satu blm kelar yg satu lgi nonggol🤭..cerita ny panjang tp mbulet
Oma Gavin
dan bila kamu percaya thoriq berarti kamu sama bodohnya dgn aku arash
vitrienoor99
zidan patah hati dah, apakah syafiya akan kembali ke Arash
Emi Sudiarni
agak kcewa klw💪 aras benaran cerai spaja safiya
Oma Gavin
sudahlah arash percuma berharap sama shafiya yg kepala batu egois ngga usah nyesel ceraikan saja hbis perkara semoga kamu secepatnya dpt pengganti yg lebih baik dari shafiya yg mau nurut dan bisa diajak hidup berkeluarga saling mengisi bukanya yg sedikit" berubah pikiran kena hasutan tantrum membosankan shafiya
vitrienoor99
Arash masa kamu udah mundur aja sebelum berperang, usaha donk
Dew666
💟💟💟💟
Oma Gavin
Alhamdulillah arash akhirnya setuju untuk berpisah dan menceraikan shafiya perempuan bodoh goblok terlalu mudah dibodohi dan dimanipulasi ngga perlu dipertahankan, semoga arash bisa secepatnya mendapatkan pengganti yg lebih baik dan mencintai arash dgn tulus tidak plin plan dan bodoh
vitrienoor99
makanya shafiya jangan terburu buru ngambil keputusan disaat sedang marah, nyesel kan jadinya
Oma Gavin: biarkan kak aku justru senang arash bercerai sama shafiya yg bodoh
total 1 replies
Dew666
☀️☀️☀️☀️
Oma Gavin
makanya jgn goblok dan oon shafiya perempuan bodoh sedunia udah cerai saja arash percuma kamu mengejar dan minta maaf sama manusia baru seperti shafiya ceraikan dan pergi jauh jgn mau lagi berhubungan dgn kanaya dan shafiya beserta kroni semua iblis
vitrienoor99: makanya shafiya kamu jangan gegabah ngambil keputusan, tar nyesel lagi setelah terungkap kebenaran nya
total 1 replies
Pipit Fitriani
bagus banget
vitrienoor99
heran dah mah Arash masa belum bisa membuktikan juga kalau Kanaya hamil bukan sama Arash, sewa detektif kek Arash, masa kamu juga ga punya asisten untuk menyelidiki kasus kamu itu
vitrienoor99
Arash belum dapat juga bukti kalau Kanaya hamil bukan sama arash
vitrienoor99
hah ternyata Kanaya licik banget, esmosi banget bacanya
Emi Sudiarni
kok tambah rumit aja ni. apa aras ngah punya asisten ya kyak di crita novel lain yg membantu pekerjaan bosnya
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
gemes dech, Arash kamu kan punya kekuasaan dan power, gunakan itu untuk menyelidiki kehamilan Kanaya. Shafiyah juga jangan langsung percaya begitu saja sama Kanaya.... esmosi bacanya
Emi Sudiarni: benar emosi bngat bacanya. bnyak bangat yg musuhi a🙏ras. dan kecela🙏kaa🙏n itu aku ygakin kanaya yg bersalah. tpi wili yg ambil alih kesalahan kanaya
total 1 replies
Oma Gavin
sudah episode 57 tapi cerita hanya berkutat dgn kesalah pahaman melulu kemaren arash dan shafiya sekarang arash dan kanaya melibatkan shafiya membosankan
Oma Gavin
kanaya terlalu banyak drama dan cerita nya juga cuma muter" terkait kebohongan Kanaya kenapa ngga ada solusi buat arash membongkar semua kebohongan kanaya dan kenapa juga tokoh asyifa yg bodoh terlalu oon dan goblok mudah percaya hasutan sudah tau tabiat kanaya kok ya termakan dramanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!