NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16

Wardrobe akhirnya selesai ditata menjelang siang.

Rak tambahan terpasang rapi. Lampu LED baru menyala lebih terang, membuat seluruh ruangan tampak seperti butik pribadi.

Tessa berdiri di tengahnya, sementara Clara mengamati dari ujung ke ujung.

“Kita mulai dari dasar,” ucap Clara tenang. “Postur.”

Tessa langsung menegakkan punggungnya.

“Bukan tegang,” koreksi Clara lembut. “Tegak bukan berarti kaku. Bahu turunkan sedikit. Dagu naik satu sentimeter saja.”

Tessa mengikuti.

“Bayangkan ada benang menarik dari puncak kepala Anda.”

Tessa menarik napas pelan.

“Oke. Sekarang berjalan.”

Clara menunjuk ruang kosong di depan cermin panjang.

“Langkah kecil. Tumit dulu yang menyentuh lantai. Jangan terburu-buru.”

Tessa mulai berjalan.

Dua langkah pertama masih canggung.

Gaun latihan yang dipilihkan Clara, dress midi sederhana warna ivory, jatuh anggun, tapi terasa asing di tubuhnya.

“Pelan,” ulang Clara.

Tessa mencoba lagi.

Tumit.

Lalu ujung kaki.

Langkah ketiga lebih stabil.

Keempat mulai terlihat natural.

“Bagus,” kata Clara. “Sekarang ekspresi wajah.”

Tessa berkedip heran,

“Ekspresi?”

“Anda bukan hanya istri Tuan. Anda akan dilihat. Diamati. Dinilai.”

Tessa menelan ludah pelan,

“Wajah Anda tidak boleh terlihat takut. Tidak boleh terlihat tersinggung. Tidak boleh terlalu ramah.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Tenang. Seolah Anda memang pantas berada di sana.”

Kalimat itu membuat dada Tessa terasa sedikit berat.

Clara mendekat.

“Keluarga besar biasanya menguji. Dengan tatapan. Dengan kalimat yang terdengar biasa tapi bermakna.”

Tessa terdiam.

“Kalau mereka bertanya tentang latar belakang Anda, jawab singkat. Jangan defensif. Jangan berusaha menjelaskan terlalu panjang.”

“Bagaimana kalau mereka meremehkanku?”

Clara menatapnya lurus.

“Tatap balik. Senyum tipis. Dan alihkan topik.”

Tessa mencoba tersenyum di depan cermin.

Tapi senyumnya terlihat terlalu tegang.

“Ulangi,” ujar Clara.

Tessa mencoba lagi.

Kali ini lebih lembut.

Lebih terkontrol.

“Lebih baik.”

Mereka lanjut ke latihan duduk.

“Jangan bersandar penuh. Lutut rapat. Pergelangan kaki sejajar.”

Tessa mencoba duduk.

Gaun itu sedikit naik.

Clara langsung membetulkan.

“Gerakan tangan halus. Jangan gelisah.”

Beberapa kali Tessa salah.

Beberapa kali ia lupa postur.

Dan setiap kali itu terjadi, Clara tidak memarahi, hanya mengulang.

Tapi tetap saja, tekanan itu ada.

Setiap kesalahan kecil terasa seperti pengingat bahwa ia bukan bagian asli dari dunia ini.

Setelah hampir satu jam, Clara menutup tabletnya.

“Sekarang kita coba simulasi.”

Tessa mulai menegang lagi.

“Saya akan berperan sebagai salah satu anggota keluarga.”

Clara berdiri di depannya, ekspresinya berubah lebih dingin.

“Nyonya Tessa, saya dengar Anda baru menikah tanpa latar belakang keluarga bisnis. Bukankah itu cukup… mengejutkan?”

Nada suaranya halus. Tapi menusuk.

Tessa terdiam sepersekian detik.

Ia hampir menjawab dengan penjelasan panjang, lalu ia ingat.

Singkat. Tidak defensif.

Ia menatap Clara di cermin.

Senyum tipis.

“Pernikahan kami bukan keputusan bisnis.”

Jawaban itu keluar lebih stabil dari yang ia kira.

Clara mengangguk kecil.

“Baik. Sekarang yang lebih tajam.”

Ekspresi Clara berubah lebih menusuk.

“Apakah Anda yakin bisa mengikuti ritme keluarga ini?”

Tessa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.

Ia hampir menunduk.

Tapi ia teringat satu kalimat nick pagi tadi.

Berdiri di sampingku.

Tessa mengangkat dagunya sedikit.

“Saya pastikan tidak akan tertinggal.”

Hening sepersekian detik.

Clara tersenyum tipis.

“Lebih baik.”

Tessa baru sadar tangannya sedikit gemetar.

Ia mengepalkan jemarinya pelan.

“Apa aku terlihat sangat tidak cocok?” tanyanya pelan, tanpa melihat cermin.

Clara terdiam sejenak sebelum menjawab.

“Tidak.”

Tessa menoleh.

“Anda hanya belum terbiasa.”

Itu bukan hinaan, bkan pujian juga.

Tapi cukup jujur.

Clara mengambil kotak perhiasan tadi.

“Sore nanti kita latihan dengan sepatu heels sebenarnya. Dan kalung ini.”

Tessa melihat pantulan dirinya sekali lagi.

Gaun itu bukan miliknya.

Kalung itu bukan miliknya.

Dunia itu pun belum terasa miliknya.

Namun ia tidak sepenuhnya ingin mundur.

Bukan karena takut pada keluarga Nick.

Bukan karena ingin membuktikan sesuatu.

Tapi karena ia mulai sadar,

Jika Nick sekeras itu menjaga posisinya di sampingnya…

Maka ia tidak bisa terus terlihat goyah.

1
Nur Halida
cemburu lagi entar si nick orion deket2 sama tessa
itsmecancer: wkwk bisa jadi... 😭 nick lagi sensi banget sekarang sih🤫
total 1 replies
Nia Nara
Kalau belum menyerahkan diri sih masih mending, baru menyerahkan diri terus diginiin, sakitnya tuh berlipat2 rasanya
Nia Nara
Masa Nick gitu aja marah. Semua orang punya masa lalu. Tessa saja bukan wanita pertama Nick kan.
itsmecancer: iya tuh...si nick emang ngadi² aja😌🤫
total 1 replies
Nia Nara
Tessa definisi putri tidur ya, baru bangun jam 8 malam bisa tidur lagi 🤭
itsmecancer: definisi, bisa tidur kapan aja, dimana aja 🤫🤭
total 1 replies
Nia Nara
Kebayang jadi nick selelah apa dalam hidup. Mending duit cukup, makan enak, tidur nyenyak, pikiran tenang 😄
itsmecancer: wkwk andai hidup semudah itu ya 🤭
total 1 replies
Nur Halida
nick .. kamu buat tessa kecewa lagi dg menjawab tidak ..
itsmecancer: iyaa 😭 lagi-lagi dia salah langkah di sini😔
total 1 replies
Nia Nara
Terlalu banyak aturan. Ngerasa gak bisa napas 🤣
itsmecancer: wkwk iya ya kayak gak bisa napas jadinya🤭
total 1 replies
Nur Halida
nick kali ini kamu harus benar2 melindungi tessa dari kejulidan tante livia .. jangan sampe tessa terbojok dan membuatnya sedih cukup kamu saja yg buat tessa sedih dan kecewa
itsmecancer: huhu… tessa emang gak pantas disakitin lagi 😭 tapi nick nya lagi gak bener juga…
total 1 replies
Nur Halida
ada ya manusia macem nick ini..
munafik tau gak kamu nick😡😡😡
itsmecancer: dia sebenernya mau...tapi malu🤫
total 1 replies
Nur Halida
bagus tessa .. diemin aja terus si nick itu lama2 juga dia yg akan ngejar2 kamu
Jelita S
abaikan terus dia Tessa biar mampus sendiri dia
Nur Halida
dasar nick manja kalo gak disuruh tessa gak mau makan .. tapi tessanya di cuekin gak mau dilihat gak mau di dengar.. piye toh kamu nick... nick...🤔
itsmecancer: wkwk iya keliatan banget di part ini 😭
total 1 replies
Jelita S
apa sih maunya si Nick banci ini
Jelita S
malas banget liat Nick
Nur Halida
sumpah kesel banget sama nick ini... udah lah tessa sebaiknya kamu harus benar2 menjauh dari nick atau tinggakin aja sekalian .. darah tinggi aku lama2 dg sikap nick ini😡😡
itsmecancer: sabar.. sabar dulu ya...aku ngerti banget kenapa kalian pengen tessa ninggalin dia 😔🥺kita tunggu kelanjutannya dulu oke 🤫
total 1 replies
Nur Halida
kenapa gak pulang sih nick .. aku yakin walau kecewa tessa pasti tetap akan merawatmu dg lebih baik
itsmecancer: Nick : “kamu pikir semua bisa selesai cuma dengan pulang?" 😌
total 1 replies
Jelita S
GK usah pulang Nick kelaut z sana
itsmecancer: waduuhh.. kasian nanti Tessa nya dong😌
total 1 replies
Nur Halida
dasar nick cemen .. lari dari masalah .. kalo kamu gak pulang2 emang masalahnya bisa terselesaikan??
itsmecancer: bener banget lagi 😑
total 3 replies
Nur Halida
terus kapan kau mulai untuk memperbaikinya nick??
semakin lama semakin tessa kecewa sama kamu
itsmecancer: iya… masalahnya bukan cuma kapan dia mulai, tapi apakah semuanya masih bisa diperbaiki atau tidak😌
total 1 replies
Jelita S
Nikmatilah penyesalanmu Nick 😄😄
itsmecancer: wkwk… sepertinya dia memang harus merasakan menyesal dulu ya 😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!