NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 30.

Beberapa detik setelah kata-kata itu keluar dari mulut Angkasa, ruang ICU kembali sunyi.

Mesin monitor masih berdetak pelan.

Bip… bip… bip…

Namun bagi Arunika, suara detak itu tiba-tiba terasa jauh lebih jelas dari sebelumnya. Ia masih berdiri di samping ranjang Angkasa, tangannya memegang gelas yang tadi ia gunakan untuk memberinya minum.

Tatapan pria itu masih tertuju padanya, seolah-olah tidak ada orang lain di ruangan itu. Padahal Veronica masih berdiri di sana, dan wajah wanita itu kini sudah berubah. Tidak percaya, lalu perlahan menjadi gelap.

Arunika berdehem pelan, mencoba mengembalikan suasana menjadi lebih normal.

“Jangan banyak bicara,” katanya dengan nada profesional. “Luka tembak di perut bukan hal ringam, energi tubuhmu harus disimpan.”

Angkasa justru terkekeh pelan, meskipun jelas terasa sakit baginya.

“Arunika…” Ia menatap wanita itu dengan mata yang masih sedikit lemah, tetapi tatapannya tetap hangat. “Ini pertama kalinya aku melihatmu terlihat begitu… manusiawi.”

Alis Arunika sedikit terangkat.

“Maksudmu?”

“Biasanya kau selalu dingin.” Angkasa menjawab perlahan. “Seperti tidak ada hal di dunia ini yang bisa mengganggumu.”

Pria itu berhenti sebentar, menahan rasa sakit di perutnya. “Tapi tadi malam… saat aku hampir pingsan…”

“Aku melihat wajahmu panik.” Tatapan pria itu menjadi lebih dalam.

“Kau salah lihat.” Jawab Arunika dengan nada tenang.

Angkasa tersenyum tipis. “Aku tidak mungkin salah.”

Sementara itu, Veronica yang berdiri di sisi ranjang akhirnya tidak bisa lagi menahan dirinya. “Bang.”

“Kenapa kau melindunginya?” Nada suaranya terdengar lebih keras dari sebelumnya, Angkasa menoleh sedikit ke arahnya.

Pertanyaan itu keluar begitu saja, tidak ada lagi kelembutan yang tadi ia tunjukkan. Tatapan Veronica bahkan terlihat seperti menyimpan luka. “Kau bahkan tidak memikirkan keselamatanmu sendiri.”

“Karena dia dalam bahaya.” Jawab Angkasa tanpa keraguan sedikitpun.

Veronica menggertakkan giginya. “Dia bukan siapa-siapa bagimu!”

Kalimat itu membuat suasana ruangan kembali menegang, tapi Angkasa justru berkata dengan tenang.

“Kau salah, dia sangat penting bagiku.”

Wajah Veronica memucat.

Sedangkan Arunika sedikit terdiam, ia tidak menyangka Angkasa akan mengatakan itu dengan begitu langsung.

Veronica tertawa kecil, akan tetapi tawa itu terdengar pahit.

“Penting?” Ia menatap Arunika dengan tatapan penuh kebencian. “Sejak kapan?”

Angkasa menghela napas pelan. “Veronica, jangan membuat masalah di sini.”

“Masalah?” katanya tajam, Veronica jelas tidak puas. “Bang! Kau hampir mati!”

Ia menunjuk ke arah Arunika. “Karena wanita itu!”

“Jika kau ingin menyalahkan seseorang, seharusnya kau menyalahkan penyerangnya.” Arunika akhirnya bicara.

Nada suaranya tetap tenang, tapi cukup tajam.

Veronica langsung menoleh pada Arunika. “Diam! Ini bukan urusanmu.” Tatapan wanita itu penuh permusuhan.

Namun sebelum situasi menjadi lebih buruk, Angkasa mengangkat tangannya sedikit. Gerakan kecil itu langsung membuat keduanya terdiam, pria itu terlihat lelah.

“Cukup!” Ia menatap Veronica dengan serius. “Jangan bicara seperti itu pada Arunika.”

Veronica membeku, sekali lagi Angkasa membentaknya demi wanita lain. Ia menundukkan wajahnya perlahan, tangannya mengepal.

“Baik,” katanya pelan.

Namun sebelum pergi, ia melirik Arunika sekali lagi. Tatapan itu penuh permusuhan, lalu Veronica berbalik dan keluar dari ruang ICU tanpa berkata apa pun lagi.

Pintu ruangan tertutup.

Kini hanya tersisa dua orang di dalam.

Arunika dan Angkasa.

Beberapa detik mereka tidak berbicara, Arunika kembali memeriksa monitor detak jantung Angkasa.

“Tekanan darahmu stabil.”

Ia mencatat sesuatu di tablet medis. “Jika tidak ada komplikasi, kau bisa keluar dari ICU dalam dua hari.”

“Arunika.”

Wanita itu berhenti menulis. “Ya?”

“Aku lega… karena aku yang terluka, dan bukan kau.” Ucapan Angkasa mengalir begitu tulus, menembus hati tanpa ada kepalsuan.

Beberapa detik kemudian Arunika berkata tenang. “Kau terlalu emosional tadi malam, harusnya kau tidak mengorbankan nyawamu demi aku.”

Angkasa tersenyum kecil. “Aku tidak akan bilang lebih banyak tentang diriku sekarang. Kau tidak perlu tahu semua rahasiaku, tapi percayalah, tindakanku… bukan semata-mata karena emosi.”

Jantung Arunika berdegup lebih cepat, namun ekspresinya tetap tenang.

“Jadi, kau harus mulai mempertimbangkan kemungkinan lain.” Lanjut pria itu.

“Kemungkinan apa?”

Angkasa tersenyum tipis. “Bahwa aku benar-benar… menyukaimu.”

Kata-kata itu keluar begitu saja, tanpa keraguan.

Arunika benar-benar kehilangan kata-kata, dan detak jantungnya... kembali bertambah cepat.

“Istirahatlah… aku harus keluar.” Arunika menelan gugupnya, berusaha menahan detak jantung yang cepat. Ia melangkah pergi, namun tiba-tiba lengannya tersentak—Angkasa menahannya, menahan gerakannya dengan lembut tapi tegas.

"Kau tega meninggalkanku tak berdaya seperti ini, aku minta kamu merawatku.“ Wajah Angkasa tampak memelas.

Arunika akhirnya tak bisa menahan senyumnya, "Apa kamu lupa aku bukan hanya dokter, tapi aku juga memimpin proyek? Banyak yang harus aku kerjakan, kamu harusnya mengerti... bukan?"

Angkasa menghela nafasnya, dia tahu Arunika adalah orang sibuk. Akhirnya dia melepaskan cekalanannya dari pergelangan Arunika. “Baiklah, aku paham. Tapi berikan aku sedikit saja waktumu, dan datanglah kesini rawat aku nanti.“

“Oke.“ Arunika lalu berbalik badan dan melangkah keluar.

Di ranjang rawatnya, Angkasa tersenyum tipis. “Suruh siapa aku menyukai wanita sibuk seperti dia, orang hebat yang dibutuhkan dunia. Dan aku... tak akan pernah menyembunyikan sayapnya.“

1
.˚ ♡ ⃞ ⸱࣭ ִֶָ𓂃란라디앗꒰🐰 ⊹ ˚ .
aaaa akhirnyaaa cinta ngalahin ego kaliann 😍
Tiara Bella
wah langsung Gassss ini mah naik ranjang.....
Aditya hp/ bunda Lia
wah, wah waaah .... pak mayor akhirnya menyerah kalah .. 😂
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/teruskan sok jual mahal angkasa
Mineaa
akhirnya.....abis ini berdamai ya...
jangan marahan lagi..,..
ga enak tau memendam perasaan....berasa ada batu di dada....sesak kali buat nafas....🤭
🍁𝐌𝐈𝐌𝐈❣️💋🄴🄰🅂🅃🄴🅁👻ᴸᴷ: otewe nikah udah cukup masalah dan penderitaan diantara mereka saatnya bahagia🥳
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kamu salah pilih lawan jangan karena kamu anak jenderal kamu bisa semena2 ...
Tiara Bella
ternyata ada ulet bulunya dikemp.....
sunaryati jarum
Gengsi tak ada gunanya kok di . pertahankan
sunaryati jarum
Bibirmu menyuruh pergi , bagaimana hatimu, Angkasa?
merry
klian sm bodoh Dan Gila y aru vero sm sm cinta sm laki laki yg notaben or tu mrkk ngbunuh Dan ngrung orgtua kliann🤭🤭🤭🤭🤭
merry
ceraiin aj brii ud nkhin kmu msh ajj iri semburu itu bkn cemburu itu iri krn mm y arunika hebat bnyk yg suka
Tiara Bella
emang hrs digituin angkasa biar panas dan nnti terus terang....
Aditya hp/ bunda Lia
ck, .. kau sok jual mahal Angkasa ntar dibikin bucin loh sama othor
Aditya hp/ bunda Lia
ayo Arunika ... cemungut 💪💪
ρυтяσ✨
jujur aja naba baaang... hati mu sakit kan karna Arunika populer di kamp situ🤣🤣🤣🤭🤭jujur lah pada ku jujur baaang
ρυтяσ✨
ach... apa kau yakin menyuruh Arunika pergi dari situ Angkasa???? hati dan bibir mu berbeda loh🤭🤣apa kau maluuuu??? katakan uang sejujur'y... Q tak akan menggoda mu🤣🤣🤣
ρυтяσ✨: lah... typo... yang loh ko jadi uang
total 1 replies
vj'z tri
yaaaaaaaa boleh lah boleh bikin suasana makin meriah tambahan horang gantng /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dah mulai panas ni kaya nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ρυтяσ✨
Alhamdulillah... Aruka mau mengejar Angkasa😇😇😇Q turut bahagia.. semangat mengejar Run, Angkasa pasti senang sekali nanti'y
ρυтяσ✨
astagfirullah 😭😭😭😭ini Q yang cengeng ato bagaimana, pagi" baca sambil tertawa dengan pertemuan Veronika. n ke 2 orang tua'y😭😭😭😭😭
Rere💫: eh 🤣🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!