"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya
Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Badai di Paternoster
Pagi itu, Nosterland tidak menyadari bahwa fondasi ekonominya sedang berada di ujung tanduk, jarum jam raksasa Big Ben menunjukkan pukul 08:50
Di dalam sebuah van butut yang terparkir tidak jauh dari Noster Stock Exchange di Paternoster Square, Vandiko duduk di depan deretan monitor yang memancarkan cahaya biru pucat ke wajahnya yang kaku
The Architect duduk di sampingnya, jemarinya menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang tidak manusiawi
"Vandiko, kau yakin? Begitu aku menekan enter, tidak ada jalan kembali. Pihak intelijen Inggris akan melacak sinyal ini dalam waktu kurang dari lima belas menit."
Vandiko menatap layar yang menunjukkan pergerakan saham Wijaya Global Corp dan beberapa bank besar yang terafiliasi dengan The Black Ledger. "Lima belas menit sudah lebih dari cukup. Lakukan."
Tepat pukul 09:00, lonceng pembukaan bursa saham berbunyi
Di layar raksasa gedung bursa, angka-angka mulai menari
Namun, ada sesuatu yang aneh, Saham-saham raksasa yang biasanya stabil mendadak berfluktuasi dengan pola yang tidak logis
[Ting! Sinkronisasi Chip 'Heart of Zero' Berhasil.]
[Memulai Protokol: 'Ghost Trade'.]
[Status: Menyusup ke High-Frequency Trading (HFT) Server.]
Vandiko tidak menghancurkan pasar; ia memanipulasinya
Chip itu bekerja dengan cara menciptakan jutaan transaksi palsu dalam hitungan mikrodetik—sebuah teknik yang disebut spoofing pada tingkat dewa, Ia membuat pasar percaya bahwa ada penjualan besar-besaran, menjatuhkan harga saham hingga ke titik nadir, lalu membelinya kembali dalam sekejap mata melalui ribuan akun cangkang di seluruh dunia
"Saham Wijaya Global anjlok 40% dalam tiga menit!" seru The Architect, keringat dingin mengucur di pelipisnya. "Vandiko, uangnya mulai masuk!"
Di layar monitor, saldo akun anonim Vandiko mulai berputar kencang seperti mesin slot yang rusak
[£10,000,000...]
[£100,000,000...]
[£500,000,000...]
Sementara itu, Isabella Wijaya berteriak histeris di ruang kerjanya "Apa yang terjadi?! Siapa yang menjual saham kita?! Hentikan perdagangan sekarang juga!"
Namun, perintah Isabella sia-sia, Chip yang dipegang Vandiko telah mengunci pintu belakang sistem bursa
Para pialang di lantai bursa peternoster mulai panik
Teriakkan ketakutan menggema saat layar berubah menjadi merah darah, Ini adalah pembantaian finansial paling rapi dalam sejarah
"Tuan, tim respon cepat MI5 telah mendeteksi lokasi kita!" Gia memperingatkan melalui saluran radio
"Mereka berjarak dua blok dari sini!"
Vandiko tetap tenang, Matanya terpaku pada angka di layar
[£950,000,000...]
[£1,000,000,000!]
[Ting! Modal Awal Tercapai: 1 Miliar Poundsterling.]
[Status Sistem: Daya Pulih ke 15%. Fungsi 'Prediksi Pasar' Aktif Kembali.]
"Cabut kabelnya! Sekarang!" perintah Vandiko.
The Architect menarik paksa kabel enkripsi hingga percikan api keluar dari laptopnya
Di saat yang sama, van itu melesat pergi, hanya beberapa detik sebelum unit taktis bersenjata mengepung tempat parkir tersebut
Vandiko bersandar di kursinya, menutup mata sejenak, Ia baru saja melakukan pencurian terbesar di abad ini tanpa melepaskan satu peluru pun
Dengan uang satu miliar poundsterling (sekitar 20 triliun rupiah) di tangan, ia bukan lagi buronan yang kelaparan
Ia adalah ancaman nyata yang memiliki bahan bakar untuk membakar seluruh dunia Isabella
"The Architect," panggil Vandiko dengan suara rendah
"Ya, Tuan?" pria tua itu menyahut, masih gemetar karena adrenalin
"Beli sebuah manor tua di pinggiran Windsor. Lengkapi dengan server bawah tanah dan sistem pertahanan rudal mandiri
Mulai hari ini, kita tidak lagi bersembunyi di selokan."
Vandiko menatap ke luar jendela van, melihat gedung-gedung London yang mulai terlihat kecil
"Isabella, kau bilang kau adalah pemilik dunia karena kau punya uang? Mari kita lihat, siapa yang akan bertahan saat aku menjadikan uangmu tidak lebih dari sekadar angka tak berarti di layar komputer."
[Misi Selesai: Infiltrasi Finansial.]
[Hadiah: Poin Atribut +20 (Dialokasikan ke Strategi Global).]
[Misi Berikutnya: Jamuan Makan Malam dengan Sang Naga.]
Vandiko tersenyum
Perang ini baru saja naik ke level yang lebih mematikan
Ia memiliki uangnya kembali, dan kali ini, ia tahu persis ke mana harus menghabiskannya untuk membeli kesetiaan orang-orang yang paling dekat dengan Isabella