NovelToon NovelToon
Suami Untuk Kirana

Suami Untuk Kirana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Kirana, dalam hembusan terakhir sang Kakek dia menikah dengan sosok pria yang diyakini Kakeknya akan menjaganya dan membahagiakannya. Namun, siapa sangka kalau Arjuna adalah sosok suami yang menganggap Kirana sebagai musuh, bukan istri.

"Aku akan terus melafalkan namamu dalam doaku, karena aku mencintaimu." -Kirana Anindy.

"Menghilanglah dan pergi. Jika harta yang kamu inginkan, bawa itu bersamamu." -Arjuna Braja Satya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang jahat dimana-mana

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹

🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹

🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹

Kirana, entah berada di desa mana dia sekarang. Bibirnya melengkung ke bawah, masih ingat bagaimana dirinya turun dari angkot dan melupakan tasnya di sana. Saat Kirana kembali ke terminal, dia mendapati tasnya ada di tong sampah. Dompetnya masih ada. Tapi uang, ATM dan bahkan ponsel jeleknya tidak ada.

"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Kirana.

Dia mencoba memahami, kalau Tuhan mungkin sedang berkata kabur bukanlah penyelesaian masalah, tapi hanya mengundur waktu untuk penyelesaian. Yang mana membuat Kirana hanya bisa menghela napas.

Kirana pernah mendengar kalau Pekalongan  adalah tempat yang enak untuk tidak ditemukan, sebelumnya kenalannya pernah bercerita. 

Sebelumnya Kirana mengambil sebagian uang di ATM, dia pikir kaburnya ini akan baik baik saja. Tapi ternyata, uangnya yang ada di dalam tas diambil, hanya tersisa yang ada di saku saja.

"Ibu maaf numpang bertanya, ini kecamatan apa ya?"

"Ini Pekalongan Barat, Neng."

"Pekalongan Barat? Masih Kota Pekalongan ya?"

"Iya, Jawa Tengah."

"Ohh.. daerah pesantren di sini dimana ya, Bu? Saya lihat plang di depan katanya ada pesantren."

"Oh, ke dalam saja. Neng mau mesantren?"

"Mau ikut pengajiannya saja, Bu. Saya pendatang baru."

"Dari mana, Neng?"

"Jakarta."

"Oalah, ke sini kerja?"

Kirana hanya mengangguk.

"Udah nemu tempat tinggal? Atau mau di pesantren?"

"Tempat tinggal di sini ada yang murah, Bu?"

"Saya punya, samping pesantren lagi. Yuk, lihat dulu. Kebetulan sekali ya." Ibu itu terlihat sangat senang bisa bertemu dengan Kirana. "Panggil saja saya Ibu Enok ya, Neng. Saya aslinya Sunda kok."

"Saya Kirana, Bu."

"Neng orang pada mau kerja di Jakarta, kenapa Neng malah ke sini?"

Kirana hanya tersenyum. "Saya mau ngadem, Bu. Tadi keliling-keliling di daerah sini enak udaranya asri."

"Alaaaah, betul, Neng. Makannya Ibu betah."

Kirana mengikuti langkah wanita gendut itu, yang mengantarkannya pada salah satu kontrakan. "Nah, ini, Neng. Harganya 800 ribu perbulan."

Sontak saja mata Kirana membulat. "Gak ada yang lebih murah, Bu?"

Pemilik kontrakan itu tersenyum hambar. "Neng maunya yang berapa?"

"Yang murah, Bu. Sampai saya bisa dapet kerja dulu."

"Oh aduh, rata-rata semuanya diatas 500 ribu, Neng."

Kirana mulai gelisah 

"Tapi ada, Neng. Bekas ibu saya. Mau? Cuma gak pake keramik bawahnya."

"Boleh saya lihat?"

"Di belakang pesantren tapi."

"Iya tidak apa apa, Bu."

🌹🌹🌹

Disinilah Kirana sekarang, menatap sebuah rumah tua yang bagian bawahnya hanya memakai semen halus saja. Hanya terdapat tiga ruanga. Dapur dan Kamar yang disekat oleh lemari besar. Dan kemudian kamar mandi.

"Di sini masih ada perabotannya, Neng. Bisa Neng pakai saja, kasur lipatnya ada di dalam lemari. Nanti sprei sama selimutnya ada di rumah Ibu. Nanti Ibu kasih. Cuma ya kekurangannya agak bolong bolong, kalau malem dingin. Terus kalau hujan di belakang bocor. Tadinya mau ibu renovasi, tapi belum ada dana."

"Yang ini berapa, Bu?"

"Buat Neng cuma 200 saja, saya senang ada yang menghangatkan rumah ini. Tapi apa tidak dipesantren saja sambil mengabdi, Neng. Kalau niatnya mau ngaji? Nanti Ibu yang ngomong sama pimpinannya."

"Tidak, Bu. Saya hanya beberapa bulan kok di sini. Akan kembali ke Jakarta."

Ya, niat Kirana memang seperti itu. Dia akan kembali ke Jakarta dan menyelesaikan semuanya. Jika perceraian adalah jalan untuk dia tidak sakit hati, Kirana akan bicara kepada kedua mertuanya dan memberi mereka pengertian.

Tapi untuk saat ini, Kirana benar benar enggan diganggu oleh siapapun. Khususnya orang-orang yang ada di Jakarta. Kirana hanya ingin istirahat sebentar sebelum dia benar benar menemui mereka untuk menyelesaikan semuanya.

Jika Kirana memaksa menyelesaikan saat ini, hatinya akan terluka. Penuh dengan goresan dan juga membuat dirinya berpaling dari Tuhan.

"Ambil selimutnya yu, Neng di rumah Ibu bantuin. Kopernya tinggal aja di sini."

"Iya, Bu."

Kirana pun mengikuti langkah wanita itu, sembari melihat sekeliling yang asri. Di belakang pesantren adalah sawah, dan rumah yang akan ditempati Kirana menghadap ke sana. Benar benar istimewa, membuatnya yakin kalau Allah tidak akan memberikan cobaan tanpa alasan.

"Neng cantik banget ih. Udah punya pacar?"

"Sudah punya suami, Bu."

"Etdah udah punya? Yah… tadinya mau Ibu jodohin sama duda kaya di sini. Pasti demem sama eneng."

"Eh, saya sudah punya suami kok, Bu. Cuma lagi di Arab Saudi," ucapnya dusta. 

"Kok neng ke sini? Gak betah ya sama mertua?'

Kirana hanya mengangguk saja. Dia masuk ke dalam rumah ibu pemilik kontrakan yang cukup besar dan berada di depan pesantren.

"Kalau bulan depan Ibu juga mau ke luar kota nengok anak, Neng. Yang gantiin adik saya. Mana ya orangnya? Limah?! Limah?!"

Dan seseorang yang lebih muda itu turun. "Kenapa, Teh?"

"Nih, ini ada yang mau nempatin bekas rumah Ibu. Kenalan dulu."

"Hallo, Teh. Saya Kirana."

Dan orang itu tidak menjabat tangan Kirana sama sekali, dia hanya menatap tajam dengan mata menyipit. "Cantik putih gini kok tinggal di rumah jelek, adek ini simpenannya pejabat ya?"

"Heh! Jangan gitu!" Kemudian si pemilik kontrakan menatap Kirana. "Maaf ya, Neng. Diamah suka iri sama yang cantik."

🌹🌹🌹🌹

TO BE CONTINUE

1
dwie 2025
kutunggu cerita selanjutnya keluarga ArjunaKirana Emak cantik sukses sehat dg karya yg semakin TOP....
/Kiss//Kiss//Kiss//Heart//Heart//Heart/
dwie 2025
suka bgt karakter bunda Eliza...apalgi klo sdh berdebat dg Arjuna bener2 terhibur dan sedikit melupakan kisah pilu Kirana 🤭
dwie 2025
visual kirana di bab brp Mak....
dwie 2025
ko ak nangis😭
dwie 2025
Kan ..
kan...
kan...
cerita semakin bikin gedeg...
dwie 2025
sdhlah terserah Emak ak sdh kecewa...knp hamil to Mak 🤣🤣🤣kpn it Arjuna tersiksa krn tllu cinta....puyeeengg ga sesuai ekspektasi 🤣
dwie 2025
jln ceritany sulit diprediksi bmkg🤣
dwie 2025
ak pilih Mario mak tolong kawinkan ak sama dia Mak 🤣🤣🤣
dwie 2025
Emak berikan hukuman yg selayaknya untuk Arjuna...pisahin ja Mak kan Kirana msh prawan...
dwie 2025
Emak ak mohon lindungi Kirana🤭
dwie 2025
Kirana jgn dibuat kecintaan dehh mak ak ga ridho/NosePick/
dwie 2025
Emak knp tega membuat anak gadis menangis dg status istri tak di anggap mana lihat lg ciuman sama gadis lain😭😭😭
Rika
bagus
Novita Sari
Luar biasa
Siti Sopiah
ya Allah begitu ceritanya.dan kau Arjuna mata yg kau untuk melotot itu bukan matamu..tp cornea yg kau dpt dr ayannya kirana.yaitu mertua mu sendiri bodoh
Carlina Carlina
eeee eyaang tar lu duluan yg mati dr pd kirana tauuuu
orang dah ma tanah bukan nya berbuat baik😏😏😏
iya usir aja juna eyang mu ,trus jngn boleh dteng" lg 😏😏😏😡😡😡
Carlina Carlina
si gobloggg😡😡😡😡
Carlina Carlina
eeyaaaaaangg lu dah tuaaa jahat bngeett😡😡😡😡😡
Carlina Carlina
iiihhh si eyang bner" otak nya nya dan g punya prasaan😡😡😡😡
Carlina Carlina
aaaahhhh air mata ini g bisa berhenti thorrr😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!