NovelToon NovelToon
ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cerai / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Model
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ARSYILA qirani

Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.

Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.

Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Rasa yang tumbuh

Cukup lama Rafael dan Gita bertahan dengan posisi tersebut. Keduanya tersadar saat ponsel Rafael di atas meja makan berbunyi.

Rachel is calling...

Gita segera melepaskan tautan tangannya. Rafael sedikit linglung segera mengangkat telepon dari Rachel.

"Ada apa?" tanya Rafael tenang.

"Kok bisa?" alis Rafael bertemu. Gita memperhatikan ekspresi Rafael.

"Lagian mau kemana malam-malam begini?"

"Ngapain ke apartemen malam begini?" Gita masih saja memperhatikan. Hidungnya memerah karena lama menangis. Ia mengira-ngira apa yang di bicarakan Rachel dan Rafael.

"Kamu tunggu disana, aku otw." kata Rafael. Lalu memasukkan ponselnya ke saku celana.

"Aku pergi dulu, mobil Rachel mogok. Gita hanya mengangguk melihat Rafael pergi. Gita menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Kenapa ia tadi sampai kepikiran untuk memeluk Rafael. Memalukan, pikirnya.

***

Rachel berdiri disebelah mobil merahnya dengan wajah gusar. Rafael yang melihat itu segera menepikan mobilnya.

"Sudah telepon supir kamu?" tanya Rafael berjalan ke arah Rachel.

"Sudah, untung aja ada bengkel yang mau derek malam-malam begini." kata Rachel, menyeka keringat di dagunya.

"Kamu sudah makan?" tanya Rafael. Rachel menggeleng, ia sengaja setelah pemotretan selesai langsung berniat pergi ke apartemen Rafael. Tapi sialnya mobilnya malah mogok di tengah jalan.

"Setelah sopirmu datang kita cari makan." kata Rafael. "Kenapa malam-malam begini malah ke apartemen sih?" lanjut Rafael.

"Ya aku kangen aja, kita beberapa hari ini kan nggak ketemu." Rachel menjawab sambil menunduk. Rafael membuang muka, ia menurunkan letak topinya hingga matanya tak terlihat.

"Ayo masuk mobil aku aja." ajak Rafael.

Lalu mereka berjalan menuju mobil.

Rafael membuka topinya lalu melempar ke tempat duduk belakang. Beberapa detik suasana menjadi hening.

Rachel diam-diam melirik Rafael.

"Capek?" Tanyanya pelan.

"Lumayan." Rafael menyenderkan punggungnya ke kursi.

"Maaf ya ngerepotin kamu." tambah Rachel. Rafael hanya menggeleng. Lalu suasana hening kembali hanya suara pendingin udara dan samar lalu lalang kendaraan yang terdengar.

"Kamu dan Gita baik?" tanya Rachel. Seketika Rafael melihat ke arah Rachel.

"Baik, kenapa tanya begitu?"

"Kamu beda gak kayak dulu." Rachel menunduk, Rafael mengalihkan pandangannya pada kendaraan yang lalu lalang.

"Karena aku sudah menikah." Rafael memberi batasan itu. Walaupun ia dan Gita hanya menikah kontrak.

Rachel terdiam menunduk melihat jemarinya sendiri.

"Aku tahu...." Katanya pelan.

Rafael tak menjawab. Ia menatap jalanan di depan mereka. Lampu-lampu kendaraan membentuk garis panjang di tengah jalanan yang mulai sepi.

"Apa cuma karena itu?" lanjut Rachel, Rafael mengernyit.

"Maksud kamu?

"Kalau kamu nggak menikah sama Gita, apa semuanya akan berbeda?" tanya Rachel, matanya tegas menatap Rafael.

"Rachel." Rafael menghembuskan napas.

"jawab!"

"Ini gak perlu dibahas." jawab Rafael.

"Menurut kamu nggak perlu tapi menurut aku perlu." Rachel terus mengejar jawaban dari Rafael. Membuat Rafael gelagapan sendiri.

Rachel yakin Rafael masih mempunyai perasaan yang sama seperti dulu saat mereka masih bersama.

"Aku kenal kamu lebih dulu. Aku selalu ada buat kamu, aku ada saat kamu terpuruk. Dan kamu malah menikah dengan perempuan lain." kata-kata itu keluar begitu saja.

Rachel sudah memendam lama, ia pikir Rafael tak akan berpaling darinya berapa kali pun ia menolak Rafael. Namun kenyataan berkata lain. Rafael malah menikah dengan perempuan lain.

Bibir Rafael mengatup. Rahangnya mengeras.

"Aku cinta sama kamu, masih sangat cinta. Berat rasanya harus merelakan kamu." air mata mulai membasahi pipi Rachel.

"Kamu terlambat Rachel. Dulu Kamu selalu nolak lamaranku, sekarang aku sudah menikah." Rafael angkat bicara. Keduanya tertunduk dengan pikiran masing-masing.

"Lucu ya. Aku datang malam-malam karena kangen. Ternyata sekarang yang aku terima adalah kenyataan." Kata Rachel, air matanya jatuh pada telapak tangannya.

Mobil sopir Rachel terlihat menepi di pinggir jalan datang bersama mobil derek. Rachel pulang bersama sopirnya.

Rafael masih duduk di balik kemudi meskipun mobil Rachel dan mobil derek sudah hilang dari pandangannya. Lampu jalan memantulkan cahaya kekuningan di kaca depan mobilnya.

Kepalanya bersandar pada sandaran kursi, ia mengusap wajahnya kasar. Entah kenapa saat ini yang terlintas di kepala Rafael bukan Rachel melainkan Gita. Melihat Gita menangis membuat rasa tidak nyaman didadanya, dan ia tidak sempat bertanya pada Gita.

Rafael menghela napas panjang lalu menjalankan mobilnya.

Di apartemen, Gita berjalan mondar-mandir didapur. Padahal tidak ada yang harus ia kerjakan. Mencuci piring sudah, ia juga sudah membereskan meja makan bahkan mengelap meja yang sebenarnya sudah bersih.

Tapi ia masih tetap gugup, tangannya menyentuh pipinya sendiri. Terasa panas.

"Astaga." gumamnya pelan.

Kenapa tadi ia bisa memeluk Rafael?

Bahkan bukan sekedar memeluk, ia yang lebih dulu mencari perlindungan dari laki-laki itu. Mengingat itu membuat Gita ingin menenggelamkan diri.

Gita mengacak rambutnya frustasi.belum lagi setelah itu Rafael pergi menemui Rachel.

Suara apartemen terbuka. Jantung Gita langsung berdebar, refleks ia berdiri tegak. Lalu langsung duduk lagi, lalu berdiri lagi.

"Ya ampun kenapa aku gugup sih?"

Suara langkah kaki Rafael terdengar mendekat. Beberapa detik kemudian sosok laki-laki itu muncul. Tatapan mereka bertemu, dan entah kenapa keduanya langsung membuang muka. Canggung.

"Sudah pulang?" tanya Gita, lalu langsung menyesal. Bahunya melorot.

pertanyaan macam itu? Jelas-jelas Rafael sudah berada di depannya. Rafael terlihat menahan senyum.

"iya."

"oh." Gita menggigit bibir dalamnya.

Rafael memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Suasana tampak aneh dan sangat canggung Rafael pun tidak tau harus bagaimana.

Rafael menatap Gita beberapa detik. Sedangkan Gita pura-pura sibuk melihat gelas kosong di meja. Padahal gelas itu sudah ia lihat sejak lima menit lalu.

Rafael berdeham pelan.

"Kamu sudah makan?" tanya Rafael

"Udah." jawab Gita sambil mengangguk.

"Bohong." kata Rafael cepat.

Wajah gita melongo "kok tau?"

"Dari wajah kamu." Rafael lagi-lagi menahan senyumnya. Wajah Gita terlihat lucu.

"Emang wajah aku kenapa?" tanya Gita bingung.

"Kelaparan." Gita memutar bola matanya.

Suara tawa Rafael menggelegar membuat suasana mencair.

"Aku tadi beneran sudah makan..makan mie." Jawab Gita.

Rafael berjalan menuju dapur. Gita mengikuti Rafael dari belakang. Jarak mereka tidak terlalu jauh. Namun cukup membuat jantung Gita berdegup kencang. Terutama saat parfum Rafael tercium. Mengingatkan Gita pada kejadian beberapa jam lalu.

Gita mencoba mengalihkan pikiran. Namun justru semakin salah tingkah. Rafael berdiri didepan kompor ingin membuat mie instan. Melihat Gita aneh.

"Kamu kenapa?" tanya Rafael.

"Nggak apa-apa. Aku tidur dulu." Gita berjalan cepat menuju kamarnya. Ia kabur dari Rafael tidak tahan kalau harus terus-terusan kikuk depan Rafael.

Rafael yang melihat Gita berlari kecil tersenyum.

Lalu dering ponselnya membuyarkan semuanya.

Sebuah link yang dikirim oleh Andra, Rafael menglik link tersebut. Berita ia dengan seorang perempuan didalam mobil.

Ini Rachel. Kejadian beberapa saat tadi saat ia dan Rachel sedang menunggu mobil derek. Rafael meletakkan ponselnya di meja makan. Tidak peduli.

1
Tutik Wahyuni
lanjut
deathnote
lanjut💪
Rabiah Hamid
lanjut
Agatha soul
aku mau dong di tawarin begitu, asal ganteng🤣
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ya Tuhan situasi mavam apa itu😄
mama Al
lah nyimpan kodok git
T28J
kok gampang banget sih, harusnya ada konflik disini🤔
T28J
jadi gimana ceritanya, lebih bagus kayaknya kalau di jelaskan
T28J
emaknye aje heran 🤣🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dari tadi nyuruh Gita mulu, ya, heran
arsyila putri
siap kak, terima kasih.🙏🙏
T28J
berapa yang ditransfer tuh?
Ibu Rasyidd
kak, setiap awal kalimat di usahakan huruf kapital kak💪
Vibiappoline
Akal akalan si maya inimah
Agatha soul
scandal di balas scandal, beeuuhhh
mama Al
Git, kamu gimana sih. masa suruh perempuan lain bangunin Rafael.
mama Al
siram aja pake air segayung
Emi Sudiarni
Lanjut kita kak, kren bngat
Nyai Aksara 👩‍🦯
Wih, siapa ya apa pacarnya?
EvhaLynn
curigaan banget ya Gita .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!