NovelToon NovelToon
Di Balik Topeng Kembar

Di Balik Topeng Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:565
Nilai: 5
Nama Author: Diyanathan

Ziva kembali ke keluarga kandungnya setelah dua puluh tahun terpisah, namun ia harus menyembunyikan identitas aslinya sebagai bos mafia yang kejam.

Di sana, ia bertemu Arsen—pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi ada aura bahaya yang tak bisa dibohongi oleh naluri Ziva.

Mereka saling tertarik, tapi sama-sama memakai topeng.

Saat rahasia terbongkar, akankah cinta mereka bertahan... atau justru menjadi alasan untuk saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyanathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ratu yang Disembunyikan & Para Penjaga Rahasia

Di balik dinding tebal tempat persembunyian mereka, suasana terasa semakin tegang namun juga dipenuhi rasa penasaran yang membuncah di hati Ziva. Di hadapannya, pemandangan yang dilihatnya semakin jauh melampaui dugaan yang pernah terlintas di benaknya.

Zea berdiri tegak dengan sikap yang sangat percaya diri. Di punggung mungilnya itu, tergantung rapi sebuah senjata laras panjang buatan khusus yang dirakit dengan teknologi paling canggih, terpasang kokoh seolah menjadi bagian dari tubuhnya. Gadis yang selama ini ia kenal lembut, manja, dan polos itu kini tampak berubah total—matanya tajam bak elang yang siap menyambar mangsa, gerakannya tenang dan terukur, tanpa sedikit pun rasa gugup atau takut.

Di sisi lain, Zio sudah mengenakan perangkat komunikasi lengkap di telinganya. Sebuah mikrofon kecil terpasang di dekat bibirnya, dan di tangannya ia memegang perangkat penerima sinyal yang terus berkedip menandakan adanya koneksi dengan pihak lain. Ia tampak seperti seorang komandan militer yang sudah berpengalaman puluhan tahun, bukan mahasiswa muda yang baru memulai masa kuliahnya.

Zea melangkah mendekat, lalu menepuk lembut bahu Ziva dengan senyum menenangkan yang hangat namun menyembunyikan ketajaman di baliknya.

"Kak Ziva, kamu tunggu saja di sini ya, tetap aman dan jangan bergerak ke mana pun. Biarkan aku dan Zio yang menangani semuanya. Aku akan menjagamu agar tidak ada bahaya sedikit pun yang mendekat," ucap Zea dengan nada lembut namun penuh keyakinan, seolah dialah pelindung utama di antara mereka bertiga.

Ziva hanya mengangguk perlahan, memaksakan senyum dan pura-pura mengerti serta merasa aman. Namun jauh di dalam hatinya, ia tertawa kecil yang bercampur rasa takjub. "Aduh Zea... Kamu tidak tahu kan siapa kakakmu ini? Orang yang ingin kujaga justru kini berbalik ingin melindungiku. Padahal aku ini adalah Ratu Bayangan, pemimpin organisasi terkuat yang ditakuti seluruh dunia kriminal, yang namanya saja sudah cukup membuat musuh gemetar ketakutan," gumam Ziva dalam hati. Ia merasa lucu sekaligus terharu melihat sikap adiknya itu.

Begitu Zea melangkah pergi menyelinap perlahan menuju posisi yang lebih tinggi dan strategis, Ziva segera bertindak. Saat Zio sedang asyik memantau layar perangkatnya dan tidak memperhatikan, Ziva diam-diam mengeluarkan jam tangan canggih miliknya. Dengan gerakan jari yang cepat dan terlatih, ia mengirimkan pesan rahasia terenkripsi kepada Gabriel.

"Gabriel, perkuat penjagaan ekstra untuk Zea. Dia sudah bergerak duluan, membawa senjata dan menyelinap menuju posisi penyerangan. Pastikan dia aman dari segala arah, jangan sampai ada satu pun bahaya yang mendekatinya. Lindungi dia seolah dia adalah diriku sendiri," tulisnya dalam pesan itu, lalu menekan tombol kirim.

Setelah memastikan pesan terkirim sempurna, Ziva menoleh ke arah Zio yang masih sibuk dengan tugasnya. Rasa ingin tahunya akhirnya tidak bisa ditahan lagi.

"Zio... Katakan padaku, apakah Zea akan baik-baik saja? Dia sendirian di luar sana menghadapi orang-orang bersenjata itu. Apakah dia benar-benar sanggup?" tanya Ziva dengan nada penasaran sekaligus khawatir. Ia masih kesulitan menerima kenyataan bahwa gadis lembut yang biasa mengikutinya ke mana-mana itu kini siap terjun langsung ke medan bahaya.

Zio mengangkat wajahnya, tersenyum lebar seolah mengerti kebingungan di hati kakaknya itu. Ia menatap ke arah tempat Zea menghilang, lalu menjawab dengan nada bangga.

"Tenang saja Ziva. Jangan lihat dia yang terlihat lembut dan polos di depan orang lain. Sebenarnya... Zea adalah penembak jitu tingkat elit. Dia sudah mendapatkan izin resmi, sertifikat, dan pelatihan khusus dari lembaga keamanan terbaik sejak usia sangat muda. Keakuratannya dalam membidik sasaran bahkan melebihi standar militer, dan dia tidak pernah meleset sedikit pun selama ini," jelas Zio jujur.

Mendengar penjelasan itu, mata Ziva membelalak takjub, rasa kagum langsung memenuhi dadanya. Ternyata di balik wajah manis dan tingkah polos itu, tersembunyi kemampuan luar biasa yang tidak pernah ia duga. "Hebat sekali... Selama ini aku pikir dia butuh dijaga, padahal dia justru memiliki keberanian dan keahlian yang luar biasa. Ternyata adik bukanlah anak biasa sama sekali," pikir Ziva dalam hati dengan rasa bangga yang meluap.

"Kalau begitu... lalu apa sebenarnya yang sedang kamu kerjakan dengan semua perangkat ini?" tanya Ziva lagi, mengarahkan pandangannya pada layar yang penuh gambar dan kode itu.

Zio menyesuaikan posisi headsetnya, lalu menjelaskan dengan sabar dan rinci.

"Aku bertugas sebagai pengawas lapangan sekaligus penghubung utama. Lewat gelombang radio ini, aku bisa melihat seluruh pergerakan musuh lewat CCTV yang sudah aku retas aksesnya. Aku juga terus berkomunikasi dengan pasukan khusus, kepolisian, hingga tim penyerang dari berbagai pihak yang sudah dipanggil. Setiap informasi yang aku dapatkan langsung aku sampaikan kepada mereka, agar mereka bisa melumpuhkan musuh dengan cepat dan tepat tanpa ada korban jiwa dari pihak kita. Singkatnya... aku adalah mata dan telinga kita semua di sini," jawab Zio penuh tanggung jawab.

Ziva hanya mengangguk perlahan, kini semua potongan teka-teki mulai terpasang rapi di benaknya. Belum sempat ia memproses semuanya, getaran lembut di tangannya menyadarkannya. Sebuah balasan pesan masuk dari Gabriel.

Ziva membacanya dengan pandangan tajam. "Siap Nona. Semua pasukan sudah dikerahkan dan mengepung seluruh area kampus rapat-rapat. Tidak ada jalan keluar sedikit pun bagi mereka. Penjagaan khusus sudah ditempatkan di sekitar posisi Nona Zea, dia dalam keadaan aman penuh dan terawasi ketat."

Membaca pesan itu, napas Ziva terasa lebih lega. Namun bersamaan dengan itu, kesadaran besar perlahan tumbuh semakin kuat di hatinya.

Fakta demi fakta mulai terungkap satu per satu. Zea bukan gadis polos biasa, melainkan penembak jitu yang andal. Zio bukan anak santai yang hanya suka bersenang-senang, melainkan ahli teknologi dan strategi yang brilian. Lalu bagaimana dengan Kevin? Bagaimana dengan ayah dan ibunya? Jika adik-adiknya memiliki identitas tersembunyi dan kekuatan besar, pasti tidak mungkin mereka tumbuh seperti ini tanpa bimbingan dan izin dari orang tua mereka.

Artinya... seluruh keluarga Sterling, dari atas hingga ke bawah, ternyata memiliki dua identitas. Di siang hari mereka adalah keluarga kaya raya, terhormat, dan warga masyarakat biasa. Namun di balik tirai itu, mereka adalah kekuatan tersembunyi yang kuat, terlatih, dan siap melindungi apa yang menjadi milik mereka.

Dan di tengah semuanya itu, Ziva menyadari satu hal penting—selama ini ia sibuk menyembunyikan jati dirinya sebagai Ratu Bayangan agar keluarganya tidak khawatir, mengira mereka semua lemah dan butuh perlindungannya. Padahal kenyataannya, keluarganya pun melakukan hal yang sama, menyembunyikan kekuatan mereka karena tidak ingin ia merasa terbebani. Mereka semua saling melindungi, saling menjaga rahasia, dan menyimpan kekuatan masing-masing dengan tulus demi kebahagiaan bersama.

"Jadi begini rupanya... Kita semua menyimpan topeng masing-masing. Tidak ada yang lemah di keluarga ini. Semua sama kuat, dan kini kita berdiri bersatu menghadapi bahaya," gumam Ziva pelan dengan senyum bangga yang tak bisa disembunyikan lagi.

Di luar sana, angin bahaya terus berhembus, namun kini tidak ada lagi rasa sendirian di hati Ziva. Ia tahu, di sampingnya ada Zio, ada Zea, ada Kevin, ada ayah dan ibu, serta seluruh kekuatan keluarga yang siap melangkah berdampingan. Dan saat ini, perang melawan musuh lama pun baru saja dimulai, dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari apa yang dibayangkan oleh Organisasi Cakrawala.

1
YusWa
karya baru Thor? semangat semoga sukses
Mimpi Pencatat: Terimakasih suportnya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!