Zee Chou, atau yang dikenal dengan nama panggung Choi Heesung, adalah idola K-Pop paling populer dan dicintai jutaan penggemar. Di atas panggung, ia bersinar sempurna, tampan, dan memiliki citra bersih yang dijaga sangat ketat. Namun di balik kemegahan itu, ia menyembunyikan satu kenyataan pahit: warisan perusahaan keluarga yang terancam bangkrut. Demi menyelamatkan segalanya, Zee terpaksa menyetujui pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan—menikahi Park Hye-ri, gadis biasa dan sederhana, putri sahabat orang tuanya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia hiburan.
Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan di atas kertas, rahasia yang harus dijaga mati-matian dari publik dan penggemar. Tidak ada cinta, tidak ada perasaan, hanya kewajiban dan aturan ketat. Bagi Zee, Hye-ri hanyalah kewajiban yang mengganggu karir cemerlangnya. Bagi Hye-ri, Zee hanyalah idola dingin, angkuh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Eunbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Retak di Cermin Kejayaan
Kemenangan di malam gala belum sepenuhnya berlalu, namun di balik sorak sorai dan tepuk tangan, mata jahat Jung Soo-ah tidak pernah berhenti mengawasi. Kegagalannya menjatuhkan nama baik Heesung lewat fitnah bisnis membuatnya berpikir lebih kejam lagi. Ia tahu persis kelemahan terbesar yang disembunyikan keluarga Chou: Status hubungan mereka yang sebenarnya.
Malam itu, di ruang kerja rahasianya, Jung Soo-ah tersenyum licik sambil menatap dokumen yang baru saja ia dapatkan dari tangan orang bayarannya. Sebuah foto salinan perjanjian tertulis.
"Kau pikir kau hebat, Heesung? Kau pikir kau bisa hidup bahagia dengan berpura-pura? Tunggu saja besok pagi... aku akan hancurkan citra sempurnamu sampai tak ada sisa," gumamnya penuh dendam.
Keesokan paginya, dunia seolah berhenti berputar bagi Heesung dan Hyeri.
Saat matahari baru saja terbit, pemberitaan meledak di seluruh lini media sosial, portal berita hiburan, hingga saluran berita utama. Judul besar dan mencolok menghiasi layar:
🔥 RAHASIA TERBONGKAR! DI BALIK CINTA HEESUNG CHOU: TERNYATA HANYA PERNIKAHAN KONTRAK? 🔥
Isi beritanya sangat rinci dan meyakinkan. Dipublikasikan foto salinan dokumen perjanjian yang ditandatangani Heesung dan Nenek Chou dulu. Tertulis jelas poin-poinnya: "Hubungan ini hanya perjanjian kerja sama keluarga, akan berakhir dalam waktu 2 tahun, tidak ada ikatan perasaan, dan Hyeri hanya berperan sebagai istri bayangan."
Berita itu menyebar seperti api yang menyambar hutan kering. Dalam hitungan jam, nama Heesung menjadi tren teratas dengan jutaan komentar.
Para penggemar dan publik yang selama ini mengagumi ketulusan cinta mereka merasa dikhianati habis-habisan.
"Dasar penipu! Selama ini pura-pura romantis di depan kamera!"
"Jijik banget, ternyata cuma transaksi bisnis."
"Hyeri cuma dijadikan alat saja, kasihan atau sama-sama licik ya?"
"Aku kecewa berat, tidak akan percaya lagi sama Heesung Chou!"
Peringkat popularitas Heesung anjlok drastis. Banyak sponsor dan mitra kerja langsung mengirim surat pembatalan kontrak. Karirnya yang sedang menanjak tinggi kini berada di ujung jurang kehancuran.
Di kediaman Chou, suasana menjadi sangat gelap dan mencekam.
Hyeri memegang ponselnya dengan tangan gemetar. Air mata jatuh membasahi pipinya saat membaca ribuan makian dan hinaan yang ditujukan pada mereka berdua. Apa yang ditulis di kertas itu memang benar adanya di awal... tapi hatinya sakit sekali karena semua orang menganggap perasaannya selama ini palsu.
"Heesung... semua orang benci kita sekarang..." bisik Hyeri parau. "Mereka bilang aku pembohong, mereka bilang aku memanfaatkanmu..."
Heesung berdiri diam di dekat jendela, rahangnya mengeras menahan amarah dan rasa bersalah yang luar biasa. Ia tahu ini ulah Jung Soo-ah. Wanita itu menyerang tepat di bagian paling rahasia dan rentan dari hidup mereka.
Heesung berbalik mendekati Hyeri, langsung memeluk gadis itu erat meski hatinya sendiri sedang hancur.
"Maafkan aku, Hyeri... Maafkan aku karena perjanjian bodoh itu. Maafkan aku karena membuatmu terlibat dalam semua ini. Dokumen itu memang ada di awal... tapi kau tahu kan? Bahwa sejak pertama kali aku jatuh cinta padamu, kertas itu sudah tidak ada artinya bagiku."
"Tapi dunia tidak tahu itu, Heesung. Bagi mereka, kita penipu," jawab Hyeri lirih.
Belum sempat mereka bicara lebih lanjut, telepon berdering terus-menerus. Panggilan dari Agensi Manajemen Heesung, dari pemegang saham, hingga dari Nenek Chou yang terdengar sangat khawatir dan sedih.
Tak lama kemudian, Direktur Agensi datang bergegas ke kediaman dengan wajah pucat dan berkeringat dingin.
"Tuan Heesung! Situasinya sangat kritis sekarang! Citra publik Anda hancur total. Para penggemar menggelar aksi boikot massal. Jika ini tidak segera diatasi, seluruh proyek Anda—termasuk proyek besar Global Project senilai triliunan rupiah—akan dicabut sepenuhnya. Karir Anda selesai jika ini terus berlanjut!"
"Lalu apa yang harus dilakukan? Katakan saja," tanya Heesung tegas.
"Kami sudah siapkan pernyataan resmi untuk menyangkalnya," jawab Direktur sambil menyerahkan selembar kertas. "Kami akan bilang dokumen itu palsu, hasil rekayasa pihak yang iri, dan menyatakan hubungan Anda adalah nyata dan tulus. Tapi... Tuan, banyak bukti foto lama yang mendukung berita itu. Orang-orang sulit percaya."
"Dan ada satu jalan lain..." tambah Direktur ragu-ragu. "Banyak pihak menyarankan agar Anda mengumumkan perpisahan dengan Nona Hyeri. Bilang perjanjian itu memang ada tapi sudah dibatalkan, dan sekarang Anda bebas. Itu mungkin sedikit meredakan kemarahan publik..."
"JANGAN BERHARAP!" potong Heesung keras. Matanya menatap tajam membuat Direktur itu mundur ketakutan.
"Aku tidak akan pernah melepaskan Hyeri hanya demi menyelamatkan citra atau karirku. Dengar baik-baik. Karir, uang, popularitas... semuanya bisa hilang dan bisa aku bangun kembali. Tapi jika aku kehilangan dia, aku tidak akan pernah mendapatkannya lagi. Mengerti?"
Hyeri menatap Heesung dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa haru namun juga rasa takut. Ia tidak ingin menjadi alasan hancurnya masa depan Heesung.
"Heesung..." Hyeri menarik lengan jas kekasihnya. "Bagaimana jika... bagaimana jika kita biarkan agensi mengeluarkan pernyataan penyangkalan saja. Tapi aku yang akan mundur sementara waktu. Biar aku yang menanggung semua kebencian ini, agar namamu tetap bersih."
"Tidak akan terjadi. Kita hadapi ini bersama. Ingat janji kita?" Heesung menggeleng tegas.
Sore itu, pernyataan resmi dari Agensi Grup Chou akhirnya dirilis ke seluruh media:
📢 "Dokumen yang beredar adalah manipulasi dan fitnah jahat. Hubungan antara Tuan Heesung Chou dan Nona Hyeri dibangun atas dasar rasa saling mencintai yang tulus. Tidak ada perjanjian kontrak, tidak ada kepalsuan. Kami akan menempuh jalur hukum terhadap penyebar berita bohong ini."
Namun... penyangkalan itu tidak cukup. Kemarahan publik tidak reda begitu saja. Mereka menganggap penjelasan itu hanya akal-akalan untuk menutupi aib.
Tagar #HeesungChouOut dan #BoiikotProdukChou makin membesar. Saham perusahaan terus merosot tajam. Posisi Heesung sebagai pewaris utama pun mulai dipertanyakan oleh anggota keluarga lain yang iri.
Di tengah kekacauan itu, Jung Soo-ah duduk nyaman di hotel mewah, menyesap anggurnya sambil menonton berita di televisi.
"Bagus sekali... persis seperti rencanaku. Sekarang dia punya dua pilihan: Kehilangan karir dan kekuasaannya selamanya... atau mengorbankan gadis itu. Ayo pilih, Heesung. Apa yang lebih berharga bagimu?"
Malam itu sangat berat bagi mereka berdua. Hyeri melihat betapa banyak orang yang bekerja keras di bawah kepemimpinan Heesung kini ikut menderita karena skandal ini. Ia merasa sangat bersalah.
Di balkon kamar, Heesung berdiri diam menatap kota yang berkilauan namun terasa begitu dingin. Hyeri mendekat dan memeluk punggungnya.
"Heesung... jika kau harus memilih antara aku dan semuanya yang kau bangun selama ini... aku rela mengerti. Aku tidak mau kau hancur," ucap Hyeri lirih.
Heesung berbalik, memegang wajah gadis itu dengan kedua tangannya. Tatapannya begitu dalam dan penuh keyakinan.
"Hyeri, dengar aku sekali ini saja. Dunia boleh membenci kami, dunia boleh salah paham... Tapi aku akan buktikan pada semua orang. Bahwa cinta yang bermula dari perjanjian pun bisa tumbuh menjadi cinta yang paling tulus dan sejati. Aku tidak peduli apa kata mereka. Aku akan berjuang mempertahankanmu, bahkan jika aku harus kehilangan segalanya."
"Besok... aku akan buktikan kebenaran itu di front terdepan. Aku tidak akan sembunyi di balik pernyataan agensi. Aku akan bicara langsung pada dunia."