NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EMPAT BELAS

"Hmm,... Bener-bener keliatan kaya keluarga bahagia." Ucap Leah sambil menunjuk salah satu foto berukuran paling besar, foto itu menampilkan dirinya dan Andra serta kedua mertuanya yang tersenyum bahagia ke arah kamera.

Kanaya berjalan mendekat sambil membawa jus Cranberry di tangannya, ia tertawa getir sambil menggelengkan kepala.

"Yah, seenggaknya emang pernah jadi keluarga bahagia. Meskipun sekarang udah nggak." Ucapkan saya sambil meminum jus Cranberry-nya.

Leah menatapnya lama, kedua mata wanita itu memperhatikan Kanaya dengan seksama seolah sedang menerka-nerka.

Leah seolah memiliki banyak pertanyaan, tapi pada akhirnya ia memilih untuk memendam semua pertanyaan tersebut.

"Andra masih belum pulang?" Leah bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Kanaya.

Pertanyaannya itu jelas mendapatkan gelengan dari Kanaya sebagai jawaban.

"Ya belum dong, kalau dia udah pulang mana bisa kita ngobrol kaya begini. Nanti ketahuan dong,..." Jawab Kanaya.

Ia menatap ke luar lewat jendela besat saat suara lain kembali terdengar.

Dayu terlihat baru saja turun dari mobil dengan kacamata hitamnya, ia berjalan dengan langkah penuh percaya diri ke dalam rumah.

Tak membutuhkan waktu yang lama, Dayu benar-benar sudah berdiri di hadapan mereka kemudian ikut duduk bergabung.

"Halo, Madam." Kanaya menyapa Dayu dengan nada centil membuat Dayu hanya memutar bola matanya malas.

Ia tau kalau temannya itu sedang menggoda dirinya

yang memang berstatus sebagai seorang Madam.

"Suami brengsek kamu itu belum pulang?" tanya Dayu sambil melepas kacamata hitamnya.

Ia mengedarkan pandangannya seolah sedang berusaha menemukan Andra sebelum kembali menatap wajah cantik Kanaya.

"Belum, belum. Dia lagi bulan madu sama istri keduanya. Semoga aja nggak cepet-cepet pulang. Gerah ah ngeliat muka jelek mereka."

Kanaya menjawab dengan nada acuh tak acuh, wajahnya sama sekali tak menunjukan kesedihan.

Kanaya tidak terlihat seperti seorang istri yang tau bahwa dirinya telah dikhianati oleh sang suami dan kini suaminya itu telah menghabiskan waktu bersama wanita lain.

Kanaya terlihat terlalu santai untuk ukuran seorang istri yang di dua kan oleh suaminya.

"Apalagi nanti kalau mereka pulang dan perempuan itu benar-benar ikut tinggal di sini."Ucapkan saya sambil mengangkat kedua bahunya.

Kalimat tersebut jelas membuat Leah dan Dayu terkejut, mereka menatap wajah Kanaya lekat-lekat.

"Maksud kamu? Itu perempuan sialan ikut tinggal di sini?" Tanya Leah tak percaya.

"Ho'oh." Karenanya menganggukan-anggukan kepalanya dengan santai seperti anak kecil.

"Wah, brengsek maksimal memang suami kamu itu ya. Bisa bisanya bawa istri kedua buat tinggal sama istri pertama, bajingan."

Maki Dayu berapi-api, iya jelas sangat kesal mendengar hal tersebut seolah dirinya sendiri lah yang ada di posisi Kanaya.

"Terus kamu terima-terima aja gitu? Kamu gak berusaha buat nolak?"

Leah bertanya dengan kesal. Ia merasa gemas dan tak habis pikir dengan jalan pikiran kan Kanaya.

"Apa sih? Santai aja, biarin aja itu perempuan tinggal di sini biar makin rame dan seru nanti drama yang aku buat."

"Dasar nggak waras." Ucap Leah dan Dayu berbarengan.

"Santai, santai. Aku tau kalian kesel, aku juga. Tapi ini bakalan jadi bagian dari rencana balas dendam aku. Aku bakal bikin hal yang mereka lakuin ke aku sebagai alat buat ngebales perbuatan mereka." Jelas Kanaya berusaha menenangkan kedua temannya.

"Ya tetap ajakan Kanaya, apa yang mereka lakuin itu benar-benar gak masuk akal. Suami kamu bener-bener brengsek, keluarganya nggak punya hati nurani. Bisa bisanya bawa istri kedua masuk ke rumah istri pertama. Kalau mereka semua ada di sini kayaknya udah aku remes-remes mukanya sampai kusut. Bodo amat dilaporin juga."

Dayu masih emosi berapi-api.

"Nah makanya sekarang aku mau balas mereka tanpa harus masuk penjara. Kan nggak worth it kalau aku harus terkurung di dalam penjara gara-gara manusia kaya mereka."

Kanaya mengusap-usap lengan Dayu seolah-olah wanita itu lah korban dari keadaan ini dan bukan dirinya.

"Please, kali ini aku pengen benar-benar langsung terlibat sama semua rencana balas dendam kamu. Nggak terima aku kamu diperlakuin kayak begini,..." Ucap Leah.

Kanaya melipat kedua telapak tangannya di atas dada

dan dengan amat dramatis ia memasang raut wajah seolah dirinya begitu terharu hingga ingin menangis.

"Guys,... Kalian emang yang terbaik. Aku sayang kalian,..."

Kanaya berucap masih sambil dengan ekspresi penuh harunya yang dramatis.

Perempuan itu kemudian melemparkan dirinya ke arah Leah dan Dayu sambil tertawa kemudian memeluk kedua temannya itu erat-erat.

***

Andra ingin pulang, kali ini ia sudah benar-benar tak tahan. Panggilan telepon dan pesannya yang terabaikan oleh Kanaya membuat Andra benar-benat tidak bisa tenang.

Rasanya ia tak bersemangat untuk melakukan apapun selama di sini meski ada Nisrin di sampingnya.

Tidurnya tak lelap, makan pun terasa tak nikmat tidak peduli seberapa mahal pun makanan yang ia pesan.

"Kali ini aku bener-bener yakin kalau Kanaya emang sengaja nggak angkat telepon dan balas chat dari aku. Dia pasti sebenarnya marah."

Meski gelisah dan tidak tenang karena Kanaya yang seakan sulit untuk dihubungi, sejujurnya Andra merasakan sedikit rasa lega dan bahkan bahagia.

Kanaya marah, ia yakin Kanaya sedang marah karena cemburu.

Dan itu tandanya wanita itu masih peduli dan memiliki perasaan padanya pikir Andra penuh percaya diri di dalam hatinya.

"Tapi apa aku udah kelewatan ya bikin Kanaya satu rumah sama Nisrin? Gimana kalo seandainya Naya emang bener-bener nggak terima aku bawa Nisrin ke rumah apalagi tinggal permanen?" Gumam Andra bertanya pada dirinya sendiri.

"Mas,.... Nanti kita ke kebun strawberry lagi ya. Aku mau beli strawberry yang banyaak."

Suara Nisrin yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Andra membuat pria itu terkejut dan mau tak mau memasukkan ponselnya ke dalam saku.

Andra tidak mau kalau istri keduanya itu sampai melihat ia tengah kembali memikirkan Kanaya dan kembali merajuk.

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!