NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.14 Aku sudah menikah

Alexander....

Pagi ini, aku sudah menghabiskan waktu untuk berdebat dengan Olivia, jadi aku hanya punya sedikit waktu untuk bersiap sebelum aku berangkat ke kantor. Aku mandi dengan cepat dan berpakaian. Setelah itu turun ke bawah untuk sarapan. Aku hanya makan beberapa suapan lalu langsung pergi.

Sopir pribadiku sudah menunggu sejak tadi, maka begitu melihatku, dia langsung membukakan pintu mobil dan tanpa bicara kami langsung berangkat menuju ke kantorku. Hanya beberapa menit aku sudah tiba di sana.

Aku berjalan mendekati meja asistenku dan bertanya padanya. "Apa jadwalku hari ini? Bawakan padaku!"

Dia mengangguk dan segera mengikutiku menuju ke ruanganku.

Saat masuk ke ruanganku, ku letakkan mantel dan tasku di sofa di sebelah meja kerjaku. Seperti rutinitas hari biasa, asistenku mulai menyebutkan apa saja jadwalku hari ini.

Aku berjalan menuju meja kerjaku dan mengambil cangkir kopi yang sudah tersedia di atas meja. Aku menyesap kopi itu, aroma dan rasanya membuat isi kepalaku menjadi sedikit rileks.

"Tuan, Nona Claudia meminta untuk bertemu hari ini, katanya urgent." ucap asistenku dengan hati-hati saat dia meletakkan beberapa dokumen di meja kerjaku.

Aku mengangguk. "Baiklah, terima kasih, Nora." ucapku, Nora mengangguk dan berjalan menuju pintu.

Aku tidak tahu mengapa Claudia ingin bertemu denganku lagi. Dia tidak memiliki nomor kontakku karena memang aku tidak ingin berbicara secara langsung dengannya. Aku tidak ingin pembicaraan berlanjut dengan Claudia akan membuat Olivia merasa tidak senang dan terganggu jika dia suatu saat menemukannya.

Mataku sedang memindai jadwalku hari ini, saat aku tahu jika jadwal pertemuanku Claudia adalah saat makan siang.

Aku mengeluh dalam hati, aku tidak ingin mengambil resiko bertemu dengannya di depan umum. Maka dengan cepat aku memerintahkan pada Nora agar menghubungi Claudia dan memberitahunya agar pertemuan itu dilaksanakan di kantor saja.

Setelah selesai dengan urusan Claudia, aku pun segera pergi ke bagian HDR. Hari ini ada perekrutan karyawan baru. Sebenarnya itu adalah tugas HRD, tapi aku selalu melakukan pengecekan ulang lagi.

Pagi itu berlalu begitu cepat. Setelah meeting dengan partner bisnis dan klien, tanpa terasa waktu makan siang tiba.

Sebelum aku memasuki ruang kerja, asistenku memberi tahu bahwa Claudia sudah datang sejak tadi. Kepada asistenku, aku memintanya untuk tetap di dalam menemaniku selama beberapa menit saat aku sedang berbicara dengan Claudia.

"Hey, apa kabar?" tanyaku, melalui isyarat, aku menyuruhnya duduk di depanku.

Mata Claudia menjelajah ke seluruh ruangan sebelum mengambil tempat duduk di hadapanku. "Kabarku baik. Ngomong - ngomong, kantormu bagus juga." pujinya dan aku hanya tersenyum.

"Yeah, aku banyak menghabiskan waktu di ruangan ini, maka dari itu aku membutuhkan ruangan yang nyaman." jawabku.

"Aku minta maaf karena memintamu bertemu melalui chat seperti itu. Aku tahu, aku baru saja bertemu denganmu beberapa hari lalu." Claudia menarik napas dan melanjutkan ucapannya. "Aku membutuhkan saranmu mengenai sesuatu."

Penasaran, aku menyandarkan punggung di kursi, tatapanku tertuju padanya. "Saran? Mengenai apa? Katakan saja, aku akan berusaha yang terbaik untuk membantu." ucapku dengan ramah.

Aku sangat penasaran apa sebenarnya yang diinginkan Claudia. Terutama setelah pertemuan kami kembali setelah beberapa tahun. Claudia tampak ragu, pandangannya jatuh pada lantai sebelum kembali tertuju padaku.

"Ini tentang karirku. Aku merasa ada sedikit hambatan dan aku menghargai saranmu." Dia berhenti sejenak, lalu kemudian berucap seperti bergumam. "Aku sedang berpikir tentang suatu perubahan tapi aku tidak tahu apakah itu benar atau salah."

"Coba katakan lebih jelas lagi." ucapku, jujur aku semakin penasaran.

Aku dan Claudia berbincang lagi beberapa saat sebelum Nora memotong pembicaraan kami dan memberi tahu bahwa sebentar lagi waktu meeting. Aku menawarkan Claudia untuk mengantarkannya ke mobil.

"Kita lanjutkan pembicaraannya nanti." ucapku saat membuka pintu mobil.

"Terima kasih karena sudah mau menjadi pendengar. Kamu selalu bisa memahami apa yang kuinginkan dan selalu bisa membuatku tenang."

"Tak masalah, Claudia. Itulah gunanya teman, kan?" Aku merentangkan tangan untuk memberikannya pelukan persahabatan. Namun, saat tubuh kami bersentuhan, bibir Claudia tiba-tiba sudah menempel di bibirku.

Aku tersadar dari keterkejutanku dan langsung mendorongnya. "Claudia, apa yang kamu lakukan?" suaraku berbisik dengan cemas. "Aku sudah menikah."

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!