NovelToon NovelToon
Siapa Ayah Anakku???

Siapa Ayah Anakku???

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: S.A.Hanifa

Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.

Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...

Apakah harus????.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Semakin hari semakin lengket saja Catherine dengan kedua orang tua Syela. Gadis itu sudah bagaikan anak kandung bagi keduanya. Tak ayal membuat hati Syela sedikit terasa perih juga.

Dulu saat dia masih menjadi anak keduanya kasih sayang mereka tak semanis ini. Apalagi sang Mama yang terkesan sedikit dingin padanya, tapi pada Catherine wanita itu amat hangat dan menerima.

Entah apa rayuan yang diberikan Catherine pada kedua mantan orang tuanya tersebut, hingga gadis itu mendapatkan kasih sayang yang melebihi dirinya dulu.

Tapi Syela menepis rasa irinya. Pekerjaan yang melelahkan sebagai pembantu membuatnya tersadar jika ia sudah tak mau merebut posisi Catherine dirumah itu. Dia ikhlas menerima semuanya asal Ansel sang Putra bisa tetap dan terus bersamanya.

Hanya bayi berumur dua bulan itulah yang menjadi penyemangat hidupnya saat ini.

"Hey, anak Ibu kok makin ganteng aja sih" ujar Syela gemas menciumi pipi gembul putranya itu.

Baru saja berganti pakaian setelah mandi membuat aroma Ansel sangat wangi. Pipi dan tubuh yang semakin berisi membuat siapa saja yang melihatnya akan gemas sendiri. Tapi sayangnya keimutan bayi itu hanya bisa dilihat sang Ibu juga Bidan yang sesekali datang saja.

Ansel belum pernah sekalipun dibawa keluar dari rumah ini oleh sang Ibu akibat dari peraturan yang berikan Handoko. Imunisasi yang harus dipaksa Syela dengan memotong gajihnya pun, harus dilakukan didalam rumah dengan memanggil Bidan yang membantunya melahirkan hari itu.

Sedangkan Handoko sendiri juga istri dan putri barunya tak ada yang berniat menengoknya sekalipun, padahal mereka berasa di satu rumah yang sama.

Ansel menggeliat, sedikit merengek yang membuat Syela tersenyum. Dia hapal jika sudah wangi dan ganteng begini pasti putranya itu akan merasa lapar, sudah menyusu diapun akan tertidur dengan lelapnya.

Syela mengusap wajah sang putra sayang, ketika suara bel pintu terdengar memanggil ditelinganya. Diletakkannya lah Ansel di kasur dengan berbagai bantai mengelilinginya.

"Ibu tinggal dulu yah sayang, anak Ibu pintar" ucapnya mengecup kening sang putra kemudian meninggalkannya sendiri dengan membiarkan lagu sholawat diponselnya menyala.

Syela pun bergegas keluar dengan pikiran yang bersyukur sebab sang Putra benar benar seperti mengerti keadaannya saat ini. Padahal anak itu masih bayi.

"Terima kasih Tuhan sudah memberikan aku anak sesabar Ansel".

Dulu ia membenci bahkan memakai dalam hati pada sang pencipta sebab keadaannya yang hancur, kini malah berterima kasih karena sudah memberikan sosok malaikat kecil untuknya.

"Ya, sebentar" teriaknya saat bel pintu semakin gaduh saja.

"Lama amat sih buka pintunya" cerca Catherine yang terlihat buru buru masuk kedalam rumah.

Syela memutar bola matanya malas "Kenapa juga nunggu aku bukain pintu, nggak bawa kunci Nona Muda" sindirnya berani.

Catherine menatap kesal Syela, gadis ini masih berani saja dengannya. Lihat saja sebentar lagi akan kubalas kau, pikirnya.

"Akhhh udahlah aku buru buru, minggir" ujarnya kemudian berjalan cepat menuju kamarnya.

Tak berselang lama Catherine kembali, Syela pun masih diruang tamu ada beberapa perabot yang harus dibersihkannya. "Habis itu beresin kamarku, awas aja kalau sampai ada yang hilang" titahnya kemudian kembali meninggalkan rumah.

Syela menghela napas berat. Dia memang kesal pada mantan sahabatnya itu tapi untuk tak menuruti perintahnya Syela masih belum sanggup apalagi jika sampai tuan dan nyonya rumah tau bisa dipotong gajihnya.

Karena Syela masih mengharapkan uang tersebut untuk menambah tabungan dan membesarkan Ansel nanti. Dia sudah ada niatan ingin keluar dari rumah ini, walau tak tau kapan. Jauh didalam hati kecilnya dia masih ingin kedua orang tuanya kembali menerima dirinya.

Usai membersihkan perabot Syela pun pergi kekamar Catherine, membersihkan kamar yang sudah seperti kapal pecah itu. Dulu saat kamar ini masih miliknya tak pernah seberantakan ini.

Bantal dan seprai tidak pada tempat nya, baju baju berserakan, buku berhamburan. Pokoknya seperti ada perang dikamar ini semalam.

Beberapa menit Syela dengan sedikit ogah ogahan membersihkan kamar itu hingga suatu benda menarik perhatiannya. Ia mengenali wajah di foto itu.

"Miko" gumamnya. "Kenapa fotonya ada dikamar Catherine??" pikir Syela bingung.

Miko kan masih tunangannya, walaupun beberapa minggu ini dia berusaha menghilang dari pria yang sesekali menghubungi nya itu. Tapi kenapa fotonya ada dikamar Catherine, atau waktu dia memindahkan barang kekamar pembantu, foto ini tertinggal pikirnya.

Syela masih berpikir positif seraya kembali merapikan kamar ini, dan mendapatkan lagi barang yang mencuri perhatiannya. Kali ini dia mengabaikan amanat Catherine.

Syela mengambil dan membawa barang itu bersamanya setelah satu kalimat membuatnya penasaran. Tapi jika dia berdiam disini pasti akan lama, bisa bisa Catherine datang kembali. Jadi dia memutuskan membawa benda itu kekamarnya.

Keesokan harinya Mama Susi dan Catherine nampak sangat sibuk entah akan ada apa dirumah ini yang jelas keduanya seperti pusing sendiri.

Kali ini usai sibuk dengan majalah gaun, keduanya sibuk hendak memasak apa malam ini. Sepertinya akan ada tamu, dan Syela pun ditugaskan membersihkan rumah lebih teliti lagi. Juga mengganti semua bunga dalam vas dengan yang baru.

Tak ada yang memberi tau Syela akan ada apa dirumahnya tapi sudah Ibu Ansel itu pastikan jika ada acara istimewa dirumahnya ini.

Sampai malam pun tiba Susi, Handoko dan Catherine yang tampan sangat cantik tengah menunggu tamu mereka. Makanan dimeja pun sudah siap tertata rapi, rumah sudah wangi dan Syela malah disuruh bersembunyi kembali.

Gadis itupun tak ambil perduli toh bukan urusan juga, ia memilih bermain dengan sang putra yang sedang belajar membalikkan badannya. Terlihat sangat menggemaskan apalagi saat Ansel dengan tubuh gempalnya berusaha memiringkan tubuhnya.

Syela tertawa kecil sambil menyemangati "Ayo anak Ibu kuat, Ansel pasti bisa semangat Nak".

Syela bertepuk tangan senang saat Ansel berhasil membalikkan badannya dari terlentang ke tengkurap. Ada kebanggaan tersendiri dalam dirinya saat anak yang dulu tak diharapkannya itu berhasil melakukan hal kecil saja.

"Yey, tuh kan Ansel pasti bisa, anak Ibu itu hebat" sanjungnya. Digendongnya Ansel lalu diberikannya ciuman bertubi tubi.

Selama adanya Ansel, Syela tak lagi mengingat kejadian malam kelabu itu. Bahkan untuk mencari tahu siapa Ayah Anaknya dia sudah berhenti. Sekarang Ansel adalah anakknya seorang diri, dia akan fokus untuk merawat dan membesarkannya saja tanpa mengingat asal usulnya.

"Ibu janji akan merawat dan membahagiakan Ansel, karena Ansel adalah malaikat kecil buat Ibu" ujarnya memeluk Ansel sayang.

Masih seru bermain dengan putranya Syela seketika ingat sesuatu. Dia pun beranjak mengambil benda yang disembunyikannya dari kamar Catherine. Sebuah buku catatan seperti diary itu membuatnya sedikit penasaran. Apalagi saat ditemukan buku itu terbuka dan ada nama dirinya disana.

Namun saat hendak membuka halaman pertama samar samar terdengar keramaian diluar kamarnya. Sepertinya dari ruang tamu, orang yang ditunggu Tuan rumah datang sudah pikirnya.

Tapi dari ramainya suara orang mengobrol Syela seperti mengenali salah satunya. Sangking penasaran nya gadis itu pun memilih keluar dari kamar, untuk memastikan siapa pemilik suara itu.

Betapa terkejutnya Syela saat mengintip dari balik dinding dapur. Suara berat itu benar benar milik orang yang dikenalnya dan kenapa bisa ada dirumahnya membawa orang tuanya pula.

Orang orang itu terlihat sangat rapi dan bercanda tawa. Apalagi Catherine, wajahnya amat sangat gembira.

"Apa maksudnya ini, kenapa ada Miko disini?" gumam Syela tak mengerti.

1
Hanifa
Sabar ya 😁😁
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya
tia
cerita nya ribet banget thor ,,, sampai kapan ketemu bpk nya Ansel??
Hanifa
Salah ngetik nama, harusnya Bagas tapi ketulis Andre karena lagi ngerjain judul lain juga🙏🙏.... ada yang belum ke edit kah namanya
Marifah
bagas apa andre sih Thor namanya
tia
lanjut thor ,
EkaYulianti
apanya yg ganjil ya?
Hanifa: hayo tebak😁
total 1 replies
Marifah
lanjuttt
tia
jgn ad drama di culik kyak novel yg lainnya
tia
lanjut thor,,,
tia
dobel update thor
Hanifa: lain kali diusahakan ya😊
total 2 replies
tia
lanjut thor , tetap semangat 💪
Hanifa: komen pertama 😊😊
Terima kasih banyak dukungannya, semoga nggak bosen cara cerita aku ya😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!