NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Berikutnya

Kabut simulasi perlahan menghilang, memperlihatkan kembali lapangan latihan Akademi Arclight yang rusak namun masih berdiri kokoh. Tanah yang tadi hancur kini kembali seperti semula, seolah-olah pertempuran barusan hanyalah ilusi—meskipun kelelahan di tubuh mereka membuktikan sebaliknya. Ren berdiri diam beberapa detik, napasnya masih berat, tetapi kali ini ia tidak kehilangan keseimbangan. Ia merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirinya, bukan hanya kekuatan, tetapi kendali. Sesuatu yang sebelumnya terasa liar kini mulai tunduk pada kehendaknya.

Mira langsung meregangkan tubuhnya sambil menghela napas panjang. “Oke… itu gila,” katanya, lalu melirik Ren. “Tapi kamu lebih gila lagi.” Nyra tertawa kecil, jelas masih menikmati pertarungan barusan. “Aku tidak keberatan kalau latihan setiap hari seperti itu,” ujarnya santai. Lilia menatap ke arah tempat makhluk raksasa tadi hancur. “Simulasi atau tidak, tingkat ancamannya realistis,” katanya pelan. Aria duduk di tanah sejenak, mencoba menenangkan napasnya. “Kalau ini standar latihan baru… aku harus cepat jadi lebih kuat,” gumamnya. Selene tetap berdiri, matanya tertuju pada Ren, seolah-olah masih menganalisis sesuatu yang belum selesai ia pahami.

Gareth melangkah mendekat bersama Eldric. “Kalian bertahan lebih lama dari perkiraan,” katanya singkat, namun jelas ada nada pengakuan di balik suaranya. Eldric mengangguk pelan. “Koordinasi kalian membaik. Tapi masih banyak celah,” tambahnya. Mira menyilangkan tangan. “Ya jelas, itu pertama kalinya kita disuruh lawan monster segede itu.” Nyra menyeringai. “Dan kita menang.” Eldric meliriknya sekilas. “Kalian menang karena kerja sama. Bukan karena satu orang.” Kalimat itu membuat semua secara refleks melirik Ren, termasuk dirinya sendiri.

Ren menghela napas pelan. “Kalau tadi aku salah timing, kita semua bisa kalah,” katanya jujur. Selene langsung menanggapi, “Tapi kamu tidak salah.” Nada suaranya tenang, tapi pasti. Lilia mengangguk kecil. “Keputusanmu tepat.” Aria tersenyum lelah. “Dan kamu menyelamatkan kita.” Mira menepuk bahu Ren lagi. “Jangan terlalu rendah hati. Itu bukan gayamu.”

Gareth kemudian berkata dengan nada lebih serius, “Latihan hari ini hanya tahap awal.” Semua langsung fokus kembali. “Mulai besok, tingkat kesulitan akan meningkat.” Nyra terlihat semakin tertarik. “Bagus.” Eldric melanjutkan, “Dan bukan hanya kekuatan. Kalian akan diuji dalam strategi, reaksi, dan… keputusan.” Ia menatap Ren lebih dalam saat mengatakan kata terakhir itu. “Terutama kamu.”

Ren sedikit mengerutkan kening. “Aku?” Eldric mengangguk. “Ordo Umbra tidak akan datang dengan serangan langsung seperti kemarin. Mereka akan bermain lebih dalam. Lebih rumit.” Mira menghela napas. “Artinya kita bakal sering diserang diam-diam?” Gareth menjawab singkat, “Kemungkinan besar.”

Suasana kembali serius. Untuk pertama kalinya sejak latihan dimulai, mereka benar-benar merasakan bahwa ini bukan sekadar persiapan. Ini adalah awal dari perang yang belum terlihat sepenuhnya.

Tiba-tiba, seorang penjaga akademi berlari mendekat dengan wajah tegang. “Instruktur Gareth!” panggilnya. “Ada laporan dari menara pengawas.” Gareth langsung menoleh. “Apa itu?” Penjaga itu menelan ludah. “Aktivitas sihir gelap… terdeteksi di luar wilayah akademi. Tidak jauh dari perbatasan.”

Semua langsung terdiam.

Eldric menyipitkan matanya. “Seberapa besar?” Penjaga itu menjawab cepat, “Tidak sebesar kemarin… tapi stabil. Seperti… seseorang sedang mengamati.”

Mira langsung menggeram pelan. “Mereka lagi?” Nyra tersenyum tipis. “Sepertinya kita tidak perlu menunggu lama untuk ronde berikutnya.” Lilia terlihat lebih serius. “Kalau ini pengintaian, berarti mereka sedang merencanakan sesuatu.” Aria memegang lengannya sendiri tanpa sadar. “Jadi… ini belum selesai…”

Selene menatap ke arah horizon, matanya tajam. “Ini baru dimulai.”

Ren mengikuti arah pandang Selene. Di kejauhan, langit terlihat normal, tetapi entah kenapa ia bisa merasakan sesuatu. Sebuah tekanan samar. Tidak sekuat Kael, tetapi cukup untuk membuatnya waspada. Ia mengepalkan tangannya perlahan. Energi di dalam dirinya merespon, tenang namun siap.

Gareth akhirnya memberi perintah. “Semua kembali ke posisi. Kita akan perketat pengawasan.” Ia menatap Ren dan kelompoknya. “Kalian istirahat. Tapi tetap siap.”

Mira mendesah. “Istirahat sebentar sebelum kekacauan berikutnya ya.” Nyra hanya tersenyum, jelas tidak keberatan. Lilia mengangguk, sementara Aria terlihat lega meskipun masih cemas. Selene tetap diam.

Ren berbalik perlahan, tetapi sebelum ia berjalan pergi, ia melirik sekali lagi ke arah luar akademi. Perasaan itu belum hilang. Ada sesuatu di sana. Sesuatu yang sedang menunggu.

Dan kali ini…

ia tahu mereka juga sedang menunggu dirinya.

1
ラマSkuy
keknya ini salah draf novel ya kok beda 🤔
3RSEL
💪💪💪💪💪
Wedanta 05
bagus
3RSEL
Sebenarnya saya masih bingung dengan jalan dan alur ceritanya......dari arka menjadi cerita Ren.Yang terkesan dipaksakan.Tidak ada penjelasan perjalanan nya.


Tapi,penyajian pembahasan mu keren Thor.Tidak bertele-tele,semua nya sudah bagus.Tinggal itu yang tadi terkait penjelasan dari cerita Arka menjadi Ren.💪💪💪💪
ラマSkuy: saya juga bingung kak dari bab awal latarnya aja dunia modern tapi tiba tiba di bab 6 berubah jadi latar dunia fantasy sihir dan MCnya pun berbeda.

plot cerita dan alur pun sangat berbeda mungkin ini novel berbeda cuma malah salah up atau gimana kali dari authornya .
total 1 replies
3RSEL
💪💪💪
Bonn Bonnies
langsung skip je, baca sampai L4 je, terus masuk chanel lain, bosan
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
ラマSkuy: sumpah dah dari bab 6 berubah anjirr jadi fantasi
total 1 replies
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!