NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(REVISI) BAB 14

Hujan akhirnya berhenti keesokan paginya.

Udara terasa lebih segar, namun dingin yang tertinggal membuat jalanan masih basah. Kim Ae Ra berjalan menuju halte bus sambil memegang payung hitam milik Hyun Jae Hyuk. Ia sempat ragu membawanya, tetapi entah kenapa ia tidak ingin meninggalkannya di rumah.

Payung itu terasa… menenangkan.

Sepanjang perjalanan, pikirannya kembali pada mimpi samar semalam. Bukan mimpi yang jelas, hanya potongan perasaan—hujan, suara air, dan seseorang berdiri di sampingnya.

Ia tidak bisa mengingat wajahnya.

Hanya rasa hangat yang tertinggal.

“Aneh sekali,” gumamnya.

 

Aegis Corp terlihat lebih hidup setelah cuaca membaik. Jadwal yang sempat tertunda kembali menumpuk, membuat lantai eksekutif sibuk sejak pagi.

Ae Ra langsung tenggelam dalam pekerjaan.

Telepon masuk tanpa henti, perubahan jadwal datang beruntun, dan beberapa divisi meminta konfirmasi sekaligus.

Namun kali ini ia tidak panik.

Tangannya bergerak lebih cepat, suaranya lebih stabil, dan untuk pertama kalinya ia merasa benar-benar menjadi bagian dari tempat itu.

Pintu ruang CEO terbuka.

Jae Hyuk keluar sambil memperhatikan meja kerja Ae Ra yang tertata rapi.

“Kau mulai terbiasa.”

Ae Ra tersenyum kecil.

“Mungkin.”

Ia hendak menyerahkan dokumen ketika tangan mereka hampir bersentuhan. Keduanya berhenti sesaat sebelum sama-sama menarik tangan.

Hening singkat terasa canggung.

Jae Hyuk berdeham pelan.

“Ada rapat tambahan siang ini.”

“Iya.”

Namun sebelum ia kembali ke ruangannya, pandangannya jatuh pada payung yang disandarkan di sisi meja Ae Ra.

“Kau membawanya.”

“Iya… saya akan mengembalikannya nanti.”

Jae Hyuk mengangguk, tapi tidak mengatakan bahwa ia sebenarnya sengaja memberikannya.

 

Siang hari membawa kabar baru.

Han Sin Woo datang dengan ekspresi serius.

“Tuan CEO, perusahaan Haesung mengajukan kerja sama proyek gabungan.”

Ae Ra yang sedang mencatat sedikit terkejut.

Kerja sama?

Bukankah mereka pesaing?

Jae Hyuk menyilangkan tangan.

“Menarik.”

Nada suaranya justru terdengar waspada.

“Pertemuan awal dijadwalkan minggu depan,” lanjut Sin Woo.

Jae Hyuk mengangguk pelan.

“Kita terima.”

Saat pria itu pergi, Ae Ra bertanya hati-hati, “Apakah itu hal baik?”

Jae Hyuk menatap jendela beberapa detik.

“Dalam bisnis, tidak ada yang benar-benar baik atau buruk.”

Jawaban itu terasa berat.

 

Malam hari, Ae Ra kembali ke toserba setelah pulang kerja.

*Klining…*

Bo Ram sedang menata rak sambil bersenandung.

“Ae Ra! Hari ini cerah sekali!”

Seo Jun berdiri di dekat kasir, mengangkat pandangan sebentar.

“Kau terlihat lebih ringan.”

“Aku tidak terlalu dimarahi hari ini,” jawab Ae Ra bercanda.

Bo Ram tertawa keras.

Namun Seo Jun memperhatikan payung di tangan Ae Ra.

“Payung baru?”

Ae Ra melihatnya.

“Oh, ini… punya CEO.”

Kalimat itu keluar begitu saja.

Seo Jun terdiam sesaat, hampir tidak terlihat.

“Hm.”

Ia kembali menata barang, tapi gerakannya sedikit melambat.

Ae Ra tidak menyadarinya.

 

Di luar toko, malam terasa tenang.

Namun tidak jauh dari sana, sebuah mobil berhenti sebentar sebelum kembali melaju.

Hyun Jae Hyuk tidak turun kali ini.

Ia hanya memastikan satu hal.

Bahwa Ae Ra sudah pulang dengan selamat.

Ia sendiri tidak mengerti kapan kebiasaan itu mulai terbentuk.

 

Di dalam toko, Bo Ram tiba-tiba berkata,

“Eh, Ae Ra… kau ingat tidak dulu waktu sekolah kita pernah kehujanan parah?”

Ae Ra berpikir sebentar.

“Sering sekali.”

Bo Ram tertawa kecil, tapi matanya sekilas berubah ragu, seolah hampir mengatakan sesuatu… lalu mengurungkannya.

“Tidak apa-apa,” katanya cepat.

Seo Jun memperhatikan mereka berdua dalam diam.

Ada bagian dari masa lalu Ae Ra yang tidak ia ketahui.

Dan entah kenapa, ia merasa bagian itu perlahan akan muncul kembali.

Sementara Ae Ra sendiri berdiri di bawah lampu neon toko kecil itu, memegang payung hitam di tangannya.

Tanpa sadar bahwa benda sederhana itu… perlahan membuka pintu menuju kenangan yang selama ini terkunci.

Pagi datang dengan langit cerah untuk pertama kalinya setelah beberapa hari hujan panjang.

Kim Ae Ra berdiri di halte bus sambil memandang langit biru pucat. Udara masih dingin, namun terasa ringan. Ia memegang payung hitam yang kini hampir menjadi kebiasaan baru di tangannya.

Beberapa kali ia berpikir untuk mengembalikannya kepada Hyun Jae Hyuk.

Namun setiap kali hendak melakukannya, selalu ada alasan kecil untuk menundanya.

Bus datang, dan rutinitas kembali berjalan.

 

Aegis Corp tampak lebih sibuk dari biasanya.

Begitu Ae Ra tiba di lantai eksekutif, Yoo Min Ji langsung menghampirinya.

“Tim Haesung mengirimkan daftar peserta pertemuan minggu depan.”

Ae Ra menerima dokumen itu.

Nama-nama asing memenuhi halaman, sebagian besar direktur dan eksekutif senior.

Ia membacanya sekilas sebelum berhenti pada satu kalimat kecil di bagian bawah:

**Perwakilan Strategi Eksternal.**

Nama belum dicantumkan.

“Akan diumumkan nanti,” kata Min Ji singkat.

Entah kenapa, Ae Ra merasakan kegelisahan kecil tanpa alasan jelas.

 

Di ruangannya, Jae Hyuk terlihat lebih fokus dari biasanya.

“Kita harus mempersiapkan semua kemungkinan,” katanya sambil membaca laporan.

Ae Ra mencatat cepat.

“Apakah kerja sama ini berbahaya?”

Jae Hyuk mengangkat pandangan.

“Kerja sama dengan pesaing selalu berbahaya.”

Jawaban itu terdengar seperti peringatan.

 

Hari berjalan cepat hingga sore.

Ae Ra hampir tidak memiliki waktu istirahat. Namun di tengah kesibukan, ia mulai menyadari sesuatu—ia tidak lagi merasa asing di kantor itu.

Beberapa staf mulai berbicara normal dengannya.

Beberapa bahkan meminta bantuannya tanpa nada meremehkan.

Perubahan kecil, tapi nyata.

Saat ia sedang merapikan dokumen, aroma kopi hangus dari pantry kembali tercium samar.

Tubuhnya menegang refleks.

Napasnya tersendat.

Kilatan cahaya oranye kembali muncul di kepalanya.

Api.

Suara retakan.

Pelukan hangat.

Ia menutup mata kuat-kuat.

“Ae Ra.”

Suara Jae Hyuk membawanya kembali.

Ia berdiri di sampingnya tanpa diketahui sejak kapan.

“Kau pucat.”

“Aku baik-baik saja.”

Namun kali ini ia tidak langsung percaya.

“Kau boleh istirahat.”

Ae Ra mengangguk pelan.

 

Malam hari, ia pulang lebih lambat dari biasanya.

Lampu toserba sudah menyala terang ketika ia masuk.

*Klining…*

Bo Ram melambaikan tangan.

Seo Jun sedang membaca sesuatu di balik kasir.

“Kau terlihat lelah,” katanya.

“Aku mencium bau asap lagi di kantor.”

Seo Jun berhenti membaca.

Tatapannya berubah sedikit lebih serius.

“Kau tidak suka api?”

Ae Ra menggeleng.

“Aku tidak tahu… rasanya seperti pernah terjadi sesuatu.”

Bo Ram yang sedang menata barang tiba-tiba diam.

Ia menunduk cepat, pura-pura sibuk.

Seo Jun memperhatikan perubahan kecil itu.

Namun ia tidak bertanya lebih jauh.

“Minum dulu,” katanya sambil menyerahkan minuman hangat.

Ae Ra tersenyum kecil.

Di tempat ini, semuanya terasa sederhana.

 

Di luar toko, malam berjalan tenang.

Namun jauh di pusat kota, Hyun Jin Suk duduk sendirian di ruang kerjanya.

Di tangannya terdapat laporan kerja sama dengan Haesung.

Matanya berhenti pada satu bagian kecil.

Nama keluarga lama yang hampir terlupakan.

Ia menghela napas panjang.

“Takdir memang aneh…”

Pikirannya tanpa sadar teringat pada seorang pria bertahun-tahun lalu.

Seorang supir yang selalu tersenyum sopan.

Dan malam kebakaran yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatannya.

Jin Suk menutup dokumen itu perlahan.

Ia tahu sesuatu yang lama terkubur… mungkin akan segera muncul kembali.

 

Di sisi lain kota, Ae Ra berjalan pulang di bawah lampu jalan.

Angin malam berhembus pelan.

Ia membuka payung meski hujan tidak turun.

Kebiasaan aneh yang bahkan ia sendiri tidak mengerti.

Langkahnya melambat.

Untuk sepersekian detik, ia merasa seperti pernah berjalan di bawah payung yang sama… bersama seseorang yang tidak bisa ia ingat wajahnya.

Perasaan hangat itu datang lalu pergi.

Ae Ra menggeleng kecil.

“Aku benar-benar aneh akhir-akhir ini.”

Ia melanjutkan langkahnya.

Tidak menyadari bahwa seseorang di masa lalunya… perlahan mulai berjalan kembali menuju hidupnya.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!