NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Seno

"Sebenarnya, sakit apa yang di derita Seno Mbah?" Tanya Bu Santi walaupun jelas apa yang dia lihat saat Sanur mengobati Seno, semuanya yang terjadi di luar akal sehat.

"Kekuatan hitam sedang mengelilingi anakmu itu." Kata Mbah Sanur.

"Kekuatan hitam Mbah?"

"Iya, sepertinya dia tidak akan berhenti sebelum apa yang dia inginkan tercapai." Kata Mbah Sanur melanjutkan sambil menatap bara kemenyan yang mulai meredup. "Seseorang di desa ini sedang mengirimkan teluh, memainkan ilmu hitam yang sangat tua untuk menghancurkan hidup Seno. Dan sepertinya, orang itu tidak akan berhenti sampai nyawa Seno benar-benar lepas dari raganya."

Bu Ranti dan Pak Sugeng tersentak, wajah mereka pucat pasi mendengar kenyataan itu.

"Astaghfirullah, Mbah... siapa yang setega itu?" isak Bu Ranti sambil memeluk suaminya.

"Apa salah anakku, Mbah? Seno memang nakal, tapi dia bukan penjahat. Kenapa ada yang tega melakukan hal sekeji ini padanya?" sahut Bu Ranti dengan nada suara yang bergetar antara amarah dan kesedihan yang mendalam.

Mbah Sanur hanya menghela napas panjang, matanya melirik ke arah jendela yang tertutup rapat namun terasa seolah ada yang sedang mengintip dari balik kegelapan.

"Mbah, tolong obati Seno Mbah." Pinta Bu Ranti.

"Akan aku usahakan." Kata Mbah Seno.

Mbah Sanur terdiam sejenak, tangannya yang keriput perlahan menaburkan sisa serbuk kemenyan ke atas bara, menciptakan asap kelabu yang memutar-mutar di udara. Di atas tikar pandan, Seno kini terbaring tak berdaya. Napasnya pendek-pendek. Namun, di balik kelopak matanya yang tertutup rapat, Seno sedang tidak beristirahat dengan benar. Karena saat ini dia justru sedang terjebak dalam ruang gelap memorinya yang paling kejadian itu.

Dalam tidurnya, Seno merasa dirinya kembali ke malam berdarah itu.

Suasana sawah yang gelap, hanya ada suara jangkrik dan embusan angin.

Di hadapannya, Aning sudah tidak berdaya. Tubuh gadis itu gemetar hebat, air matanya bercampur dengan lumpur sawah yang mengotori wajah pucatnya. Seno berdiri di sana, menatap Aning dengan pandangan yang gelap dan penuh nafsu, tanpa sedikit pun rasa iba.

Bayangan itu bergerak lambat. Seno melihat dirinya sendiri mulai mendekat, lalu dengan kasar ia mulai menggerayangi tubuh Aning. Dan menikmati setiap isak tangis ketakutan yang keluar dari mulut Aning yang di sumbal.

Rasa sakit Aning justru menjadi bahan bakar kegilaan Seno malam itu.

"Sudahlah, Ning... diam saja," suara Seno dalam mimpi itu terdengar menggema, dingin dan menjijikkan. "Nikmati saja. Permainanku ini jauh lebih bagus dan menggairahkan daripada mereka. Mereka tadi permainannya sangat datar, tidak seru. Kamu harusnya beruntung aku yang terakhir."

Dalam mimpi itu, Seno tertawa sinis sambil terus melakukan aksi kejinya. Ia merasa sangat berkuasa atas tubuh yang sudah hancur martabatnya itu. Ia tidak peduli betapa Aning memohon dengan matanya agar dilepaskan.

Bagi Seno saat itu, Aning hanyalah objek untuk melampiaskan sisi binatangnya.

Namun, suasana mimpi itu mendadak berubah. Langit yang gelap menjadi semerah darah. Saat Seno sedang berada di puncak kenikmatan biadabnya, wajah Aning yang semula menangis tiba-tiba berubah kaku. Matanya melotot putih sempurna, dan lehernya berputar dengan bunyi krak yang sangat nyaring.

Tangan Aning yang semula lemah, tiba-tiba mencengkeram bahu Seno dengan kuku-kuku yang menghitam dan tajam.

"Kau Senang Seno?" bisik suara itu tepat di telinga Seno, membawa hawa sedingin es.

Di ruang tengah, tubuh Seno yang sedang terbaring mulai kejang-kejang. Mulutnya menganga, mengeluarkan suara rintihan tertahan yang menyeramkan. Keringat dingin mengucur deras, membasahi bajunya yang sudah lusuh. Pak Sugeng dan Bu Ranti yang melihat hal itu hanya bisa menangis ketakutan, tidak tahu bahwa anak yang mereka bela mati-matian adalah seorang monster yang sedang dihantui oleh dosanya sendiri.

Mbah Sanur yang melihat kegelisahan Seno memejamkan mata rapat-rapat. perlahan mengulurkan tangannya, meletakkannya tepat di atas dahi Seno yang masih basah oleh keringat dingin. Bibirnya kembali bergerak, merapalkan mantra penenang sukma.

Seketika, kejang-kejang di tubuh Seno mereda. Napasnya yang tadi tersengal-sengal kini berubah menjadi teratur, meski wajahnya tetap pucat bak mayat.

Bayangan mengerikan tentang Aning di dalam mimpinya seolah ditarik paksa oleh kekuatan Mbah Sanur, menyisakan kekosongan yang membuat Seno tertidur jauh lebih dalam.

Dia merapikan bungkusan kain hitamnya dan berdiri perlahan.

Jarum jam di dinding rumah Pak Sugeng sudah hampir menunjuk ke angka dua belas malam.

"Sudah tenang sekarang. Dia tidak akan bermimpi buruk untuk malam ini," ucap Mbah Sanur dengan suara parau.

"Mbah mau pulang sekarang? Ini sudah tengah malam, Mbah. Bahaya di jalan," ujar Pak Sugeng dengan nada khawatir sekaligus berharap sang dukun tetap tinggal untuk berjaga.

Mbah Sanur menggeleng pelan.

"Aku harus pulang. Ada hal yang harus aku persiapkan di rumah. Besok malam, tepat saat Magrib kembali datang, aku akan ke sini lagi. Pengobatan ini belum selesai. Arwah itu hanya mundur, bukan menyerah."

Mbah Sanur menatap Pak Sugeng dan Bu Ranti dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Jaga anakmu baik-baik. Jangan biarkan lampu di ruangan ini mati sedikit pun. Dan ingat, jika dia mengigau lagi, jangan sekali-kali kalian menjawab panggilannya."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Mbah Sanur melangkah keluar menembus kegelapan malam desa yang sunyi. Pak Sugeng mengunci pintu dengan tangan gemetar, sementara Bu Ranti terduduk lemas di samping Seno.

Saat Mbah Sanur melewati kerimbunan pohon bambu di pinggir desa. Hawa dingin yang menusuk mulai merayap di tengkuknya.

Mbah Sanur menghentikan langkah. Ia memejamkan mata, merasakan getaran ganjil di sekelilingnya.

"Sapa kowe? Wani-wanine ngetutke aku." teriaknya dengan suara parau yang menggema di kegelapan.

Namun, tidak ada jawaban. Hanya deru angin yang semakin kencang.

"Metuo! Ojo dadi pengecut ndelik ing mburiku!" bentak Mbah Sanur lagi dengan berani meskipun dia tahu yang mengikutinya bukanlah manusia.

Tiba-tiba, tanpa ada peringatan, tubuh Mbah Sanur tersentak hebat. Seolah ada tangan yang tak kasat mata mencengkeram lehernya dan merenggutnya ke atas.

Kakinya tak lagi berpijak di tanah, dia melayang tinggi ke udara dengan posisi tubuh yang kaku.

Ugh!

Leher Mbah Sanur terasa tercekik dengan sangat kuat. Tekanannya begitu dahsyat hingga matanya melotot dan urat-urat di keningnya menegang. Ia mencoba merapalkan mantra, namun mulutnya hanya bisa menganga tanpa suara.

1
Gadis misterius
Bu darsia sdh psrah dan ingin mati krn ingin bertmu dngn aning tp sebelum itu blas dendam dl bu bkin mati orang2 yg tdk pny hati itu jngn menyerah
Gadis misterius
Pantesan anak2nya bejat ternyata orang tuanya juga biadap ,jngn biarkan kejahatan menang kasih blasan untuk orang2 jht itu biar tdk seenaknya
Gadis misterius
Ayo jaka bntu bu darsia km hrpan satunya2 yg bisa menolong.....mlam jum'at kliwon kpn agar bu darsia membunuh mereka smua
Gadis misterius
Jaka dan udin yg pnya rasa kemanusiaan lainya pd gk pnya hati ....hati2 jngn smpai ketahuan...semoga ada keajaiban bu darsia bisa kbur dan tdk knpa2
Mega Arum
bu darsia sebaiknya cerita ke jaka dan udin, biar mereka tau tntg kematian anaknya
Mega Arum
semakin seru...
Santi
salah satu cerita horor yang menarik untuk di baca
Cut Atika
Seru wae ceritanya
Mega Arum
semakin seru juga Thor
Mega Arum
kenapa kurang nyambung ya alurnya
Gadis misterius
Ya Allah Q melu deg2n rek....perjuangan seorang ibu yg ingin bls dendam krn tdk dpt keadilan
Gadis misterius
Jahatnya mereka....ayo aning blas mreka jgn smpai ibumu jd korban kebiadapan mereka cukup km aza'yg jd korban aning
Gadis misterius
Knp harus ada marzuki hedeh bikin emosi wae
Agus Tina
Bu Darsia jangan ku habisi semua pembunuh anakmu, sisakan buat dia mengaku apa yv telah mereka perbuat pada Aning ... agar mereka malu dan menyadari bahwa apa yg kau lakukan juga akibat dari perbuatan mereka.
Gadis misterius
Siapa yg mau menolong darsia kok Q tg dega2n
Gadis misterius
Jngn smpai bu darsia ketahuan thour kasian krn para pelaku blom mati smua ....bu darsia hati2 tdk ikhlas rsanya klu smpai terjadi apa2.... marsuki dan bpknya daud cari mati kau
Gadis misterius
Balasan dr seorang ibu yg sdh begitu sabar krn miskin dia tdak mendapatkan keadilan ,sdh lelah mencari ke adilan untuk anaknya dan dngn caranya sendiri dia mencari keadilan...apa kau marsuki jngn smpai kau yg jd daud berikutnya ....jaka udin pkoknya pling kenyang melihat kejadian yg bnr2 diluar nalar dan yg paling akitifff menolong semoga kalian brdua tdk terlibat iya
Gadis misterius
Mangakulah daud akhiri smuanya kuncinya ada pdamu klu kau ingin selamat
Agus Tina
Sudah kuduga kalau ibu Aning menggunakqn kekuatan hitam utk membalaskan kematian anaknya ... tapi bagaimana dia bisa tahu para pemuda yg audah melecehkan putrinya?
Gadis misterius
Untung ada jaka dan udin walaupun penakut tp mereka berdua yg paling aktif menolong....darsia mencari keadilan dngn caranya mereka semua abai dan tdk perduli dtmbh pr pelaku tdk ada yg menyesal...bertmbh pusing tuh pk rt gra2 dukunya mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!