NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:351.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Malam sudah cukup larut. Kayla baru saja selesai mandi dan mengganti pakaian dengan kaos oversized dan celana pendek rumahan. Rambutnya masih setengah basah, ia berniat langsung merebahkan tubuhnya setelah hari yang melelahkan.

Ia baru saja mematikan lampu utama kamar ketika—

Ting tong!

Bel rumah berbunyi.

“Ya ampun… siapa lagi sih jam segini?”

Dengan langkah malas, ia membuka pintu balkon kamar lantai dua untuk mengintip ke bawah. Dari atas, halaman rumahnya terlihat cukup terang karena lampu teras masih menyala.

Dan di sana. Sebuah motor hitam terparkir miring. Kayla menyipitkan mata.

“Itu motor….” Wajahnya langsung berubah kesal. “Anak rusuh itu, ngapain sih ke sini!” gerutunya.

Ia sudah hafal betul motor itu. Motor yang sering parkir sembarangan. Motor yang knalpotnya kadang terlalu berisik. Motor milik adik tirinya, Arfin.

Meski menggerutu, Kayla tetap turun. Langkahnya cepat tapi kesal. Ia membuka pintu depan.

Cklek!

“ASTAGA!”

Kayla refleks mundur setengah langkah. Di depan pintu, dua remaja laki-laki berdiri dengan susah payah menopang tubuh seseorang di tengah mereka.

Dan benar saja, orang itu—Arfin.

Wajahnya merah. Kepalanya terkulai lemas. Bau alkohol menyengat bahkan sebelum Kayla mendekat.

“Mabuk di mana dia?” tanya Kayla dengan nada campur aduk antara marah dan panik.

“Aduhh ini berat banget, Kak, sumpah,” keluh salah satu temannya yang terlihat kewalahan. “Boleh masuk dulu aja nggak?”

Kayla mendecak kesal. “Buruan masuk! Sekalian anter ke kamar tamu aja!”

Mereka bertiga masuk dengan langkah tertatih. Kayla berjalan lebih dulu, membuka pintu kamar tamu di lantai satu.

“Di sini!” perintahnya.

Brukk!

Tubuh Arfin dijatuhkan ke atas kasur dengan suara cukup keras. Kayla berkacak pinggang. “Kalian habis dari mana?”

Salah satu remaja itu menghela napas panjang. “Dia patah hati, Kak… jadi mabuk.”

Kayla memutar bola mata. “Patah hati apaan sih? Umur kalian berapa? Masih bocah kok bisa-bisanya mabuk begitu!”

Remaja itu menunduk malu. “Maaf, Kak. Makanya itu aku nggak berani anterin Arfin ke rumah. Takut sama Om dan Tante…”

Kayla mendengus makin keras. Tentu saja takut. Papa dan istrinya sangat menjaga reputasi keluarga. Kalau tahu anak kesayangan mereka pulang dalam keadaan mabuk begini? Bisa perang dunia.

Dan seperti biasa…

Arfin kaburnya ke sini. Ke rumah Kayla.

Sejak perceraian orang tua nya, hubungan Kayla dengan ayahnya memang renggang. Ia memilih tinggal sendiri. Tapi Arfin, anak dari istri baru ayahnya entah kenapa selalu datang kepadanya jika sedang bermasalah.

Ironis.

Kayla yang dianggap “anak buangan” justru jadi tempat pelarian.

“Ya udah kamu pulang aja sana. Biarin Arfin di sini!” usir Kayla tegas. Tanpa memberi kesempatan membalas, dia menutup pintu kamar Arfin dengan keras hingga terdengar bunyi bruk yang menggema di lorong rumah.

Ia berharap suara itu cukup menjadi peringatan. Tapi laki-laki itu tidak pergi.

Alih-alih melangkah menjauh, dia justru berdiri di depan Kayla, menatapnya dengan tatapan aneh tatapan yang membuat bulu kuduk Kayla meremang. Tatapan yang tidak sopan.

“K—kamu ngapain?” suara Kayla bergetar, meski ia berusaha terlihat tegar.

Laki-laki itu menyeringai kecil. “Ternyata Arfin bener ya… dia punya kakak yang cantik.”

Kalimat itu terdengar seperti pujian, tapi nada suaranya membuat Kayla muak.

“Jangan kurang ajar kamu ya!” Kayla mundur satu langkah, menjaga jarak.

“Aku pengen kenalan sama Kak Kayla.”

“Jangan macem-macem kamu! Aku lebih tua dari kamu!”

“Cuma beda setahun, Kak,” jawabnya santai. “Aku bukan temen sekolah Arfin. Kami temen tongkrongan. Dan umurku udah hampir 20 tahun!”

Nada suaranya terdengar bangga, seolah itu pembenaran.

“Aku gak peduli! Mending sekarang kamu pulang! Ini udah malem, silakan!” Kayla menunjuk ke arah pintu depan.

Tapi sebelum ia sempat berbalik, tangan laki-laki itu tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya.

Refleks, Kayla menyentaknya kasar.

“Jangan kurang ajar lo!” bentaknya keras.

Namun yang terjadi justru membuat dadanya makin sesak laki-laki itu tertawa. Tertawa kecil, meremehkan. Ia melangkah mendekat. Terlalu dekat. Kayla bisa mencium aroma rokok samar dari bajunya. Jarak di antara mereka nyaris tak tersisa.

Jantung Kayla berdetak cepat.

“Terserah lo mau nginep aja di sana sama Arfin. J—jangan lupa kunci pintu!” katanya akhirnya, suaranya mulai tak stabil.

Ia memilih mundur. Mundur lagi. Lalu berbalik cepat dan berlari menuju kamarnya sendiri. Tangannya gemetar saat memutar gagang pintu. Begitu masuk, ia langsung hendak menutupnya.

Menurutnya, itu lebih aman.

Tapi belum sempat pintu benar-benar tertutup, sebuah tangan besar menahan daun pintu itu dari luar.

Kayla terkejut. Nafasnya tercekat.

“Sialan! Mau apa lo, hah!” sentaknya, meski jelas ada rasa takut yang tak bisa ia sembunyikan.

Laki-laki itu berdiri di ambang pintu, masih dengan senyum tipis yang membuat Kayla ingin muntah.

“Kenapa sih galak banget? Aku cuma mau ngobrol.”

“Ngobrol apaan malem-malem begini?! Lepasin pintu kamar gue!”

Ia mendorong pintu sekuat tenaga, tapi laki-laki itu menahannya dengan mudah. Tubuhnya lebih besar. Tenaganya jelas lebih kuat.

“Kayla…” suaranya berubah lebih pelan, “aku cuma pengen kenal lebih deket.”

“Gue gak mau!” Kayla berteriak. Teriakan itu menggema.

“Tapi gue mau! Buka gak!” Suara itu tiba-tiba menggelegar di depan pintu kamar Kayla. Belum sempat ia bereaksi, dorongan keras menghantam daun pintu.

Brukk!

Kunci yang tadi ia putar dua kali tak mampu menahan tenaga itu. Pintu terhempas terbuka, menghantam dinding. Tubuh Kayla yang bersandar di baliknya ikut terdorong jatuh ke lantai.

Punggungnya membentur keras. Napasnya tercekat.

“M—mau apa lo? Jangan macem-macem! Atau gue telepon polisi!” ancamnya dengan suara gemetar.

Ia berusaha merangkak mundur, telapak tangannya menekan lantai dingin. Tapi laki-laki itu melangkah masuk, menutup pintu kamar dari dalam dengan kaki.

“Telfon polisi?” Ia terkekeh pelan. “Telepon aja, gapapa kok… HP Kakak mana?”

Kalimat itu seperti tamparan kedua bagi Kayla.

HP.

Benar.

Dari tadi… di mana HP-nya?

Otaknya berputar cepat. Terakhir kali ia memegang ponsel itu saat di ruang tamu. Atau… jangan-jangan tertinggal di meja makan? Atau jatuh?

Jantungnya semakin tak beraturan.

Saat pikirannya kacau memikirkan ponsel, tiba-tiba pergelangan kakinya terasa dicengkeram.

“Aaaarrrkkhhhhh!” jerit Kayla sejadi-jadinya. Laki-laki itu memegang kakinya, menariknya sedikit mendekat.

“Kaki Kakak mulus banget…”

...____...

...Kalau rame nanti Mommy up lagi 🤣...

...Hayukkk, like komen dan subcribe nya sayang 🤣🤣 mode maksa ini mah, ...

...jangan jadi PEMBACA GHOIB, bulan puasa ini 🤣🤣...

1
Rosy
serem juga sih tapi mungkin dg cara ini Arfin bisa sadar kalau Fatimah sangat berarti untuknya
di dunia nyata mereka kalang kabut nyari Fatimah tapi mungkin di dunia gaib Fatimah sedang menikmati kebersamaannya dg Tante Laras tanpa tau waktu sudah berlalu begitu lama 😬
Nengsih Irawati
Bolak balik lihat belom up mommy,,,,😊
Yanti Gunawan
D tunggu gk muncul" thor😭😭😭😭😭
Arsyad Algifari.
mommy kapan up 🙏🙏
Farid Atallah
kok blm up sih Thor 😥
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dan ternyata Fatimah dan Arash dibawa jin 😔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
apa kah iya ya , keluarga Kevin keluarga jin 🤔🤔🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
biar Desi, biarin anakmu mikirin mantan terus , sampai Fatimah benar² pergi dan gak bisa dimiliki Arfin lagi 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh ini gimana kok Arash ngobrol gitu ama Bianca🤔
Bianca sama Bia sama gak sih 🤔🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kalau Kevin orang baik, semoga jodoh Fatimah 🤲🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Arfin mau memiliki Arash sendiri 🤔
kasihan Fatim dijauhkan dari Arash😔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
siapa dia ya kok tau namanya Fatimah 🤔
Susilawati
jgn terlalu overthinking Kay, nggak baik buat kesehatan kamu dan juga kehamilan kamu, pokok nya jalani aja sekarang buat diri kamu bahagia, senang2 biar kehamilan kamu baik2 aja
🍎billaacha90🍎
Kak Mommy author 📢📢📢📢 ayo update udah habis bab nya🤭🤭
🍎billaacha90🍎: Oke dech Mommy aku setia menunggu ini😁, semoga besok di kasih dobbel bonus update🤭🤭🙈🙈
total 2 replies
🍎billaacha90🍎
Wah siapa pelakunya ini kok sampai tega melakukan nya. tak mungkin mama nya Arfin kan🤔🤔
🍎billaacha90🍎
nah benar itu Abah, apalagi kalau perasaan kosong gampang di masukin
🍎billaacha90🍎
Kamu serius tidak, jangan hanya mengucapkan janji terus Arfin, kalau tidak bisa menepati
Susilawati
terserah kamu ajalah Fatima yg penting kamu bahagia 🤭
Susilawati
kayaknya bakalan ada anggota keluarga baru nih 🤭
Susilawati
ayolah Kayla, mana Kayla yg dulu yg penuh dgn percaya dirinya, percayalah sama suami kamu Kayla agar hati mu bisa tenang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!