kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"ibu sudah makan kan!??"
"sudah sayang, ibu juga sudah meminum obat nya. ibu menelfon mu karena ingin memberitahu mu, kalau Jimin tadi datang mencari mu. dia bilang menelfon mu tapi tidak di angkat, jadi dia mencari mu di rumah. "
"ooh begitu... ibu memberitahu nya kan kalau aku di sini!?? "
"iya, mungkin sebentar lagi dia akan sampai. "
baru saja ibu nya bicara begitu, Hana pun sudah melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan toko nya. "bahkan dia sudah sampai" ucap batin Hana "baiklah bu, kau istirahat lah. aku tutup dulu telfon nya"
"baiklah sayang, jaga dirimu"
"emm.... " Hana pun menutup telfon dan langsung berjalan ke arah pintu keluar menghampiri Jimin
"sunbae... " sapa Hana melihat Jimin
"Hai... aku mencari mu di rumah, tapi bibi bilang kau di sini. aku mencari mu karena kau tidak mengangkat telfon ku " ucap Jimin masuk ke dalam toko dan duduk di kursi pengunjung sembari meletakkan majalah di atas meja
"maaf sunbae, aku tadi sedang menyusun barang. jadi tidak tau kalau ponsel ku berbunyi. "
"Hana... " Jimin pun memandang nya
"hemm.... " reflek Hana pun berbalas memandang Jimin
"kita akan menikah, kau bisa memanggilku dengan sebutan yg lain selain sunbae kan!?? "
"ouh... a.. apa... maksud ku, harus ku panggil apa!!? " tanya Hana terbata-bata karena gerogi
"kalau kau memanggilku sunbae terus, tidak akan enak di dengar. panggil saja nama ku... "
"tidak... aku tidak bisa, kau lebih tua dari ku. aku tidak biasa. "
"kalau begitu, panggil aku oppa..." Jimin mendekat kan wajah nya
"oppa... "
"hemm, bisa di biasakan kan!?? "
"hemm, aku akan mencoba nya. ngomong-ngomong sunbae eeh maksud ku oppa, kau mencari ku ada apa!?? "
"hemm... nyonya besar meminta kita untuk memilih gedung pernikahan, jadi aku harus mencarimu bukan!?? " Jimin menyodorkan majalah yg di bawa nya pada Hana
Hana pun menarik nya dan mulai membuka lembaran nya "jangan begitu, nyonya yg kau sebut itu adalah ibu mu. kau sediri sudah melihat nya kan!?? "
"hemm, di pandangan ku semua sama. kau coba pilih... " ucap Jimin melihat Hana masih melihat satu persatu gedung plus dekorasi nya.
ada satu halaman yg di lihat Hana cukup lama, namun Hana tidak berani memilih. "aku juga tidak bisa memilih nya. sun... aah maaf. oppa, kau saja yg memilih nya. " ucap Hana memberikan majalah nya
"kau yakin!?? "
"hemm... "
tanpa sepengetahuan Hana, Jimin pun melipat halaman yg di lihat Hana cukup lama tadi. "baiklah Hana, kita akan menikah. mari mengobrol agar kita lebih dekat. "
"bukan kah kita dari tadi sudah mengobrol" Hana pun mengambil minuman kaleng rasa buah untuk menemani obrolan mereka
"tidak ada bir...!? " tanya Jimin melihat minuman di hadapan nya
"ada... tapi kau tidak boleh meminum nya, itu di larang oleh dokter."
Jimin pun bangun dan mengambil nya sendiri, Hana hanya melihat sembari menggeleng kan kepala nya. "minum lah jika kau tidak ingin sembuh... "
mendengar ucapan Hana itu, Jimin langsung meletakkan nya kembali. "sekarang beri tau aku, apa kau memiliki kekasih!?? " tanya Jimin langsung pada inti nya
"tidak ada... " jawab Hana sembari menggeleng
"bohong.... "
"apa wajah ku terlihat berbohong.!? " Hana pun mendekat kan wajah nya ke wajah Jimin
sontak saja Jimin menelan ludah melihat wajah Hana yg cantik, putih, bersih, dengan bibir berwarna pink peach itu. "hemm, tidak. pasti ada seseorang yg menyukai mu dan kau sukai kan!?? "
"menyukai ku... memang ada, tapi dia tidak di sini. dia sedang kuliah di Amerika. dan orang yg ku sukai, tidak ada. bukan tidak ada, tapi belum ada. " jawab Hana
Jimin pun mengangguk-angguk "lalu bagaimana dengan mantan kekasih mu!? "
"tidak ada. sudah cukup, kau ini seperti menginterogasi, bukan mengajak ngobrol"
"maaf... sekarang kau boleh bertanya!?? "
"aku... apa yg harus aku tanya kan!?? ah benar, apa makanan kesukaan mu!?? warna kesukaan mu, dan juga tempat yg kau suka!?? dan yg paling penting, kau ada alergi apa!??"
mendengar itu, Jimin pun tersenyum "aku suka semua jenis makanan, terutama makanan pedas. warna hitam, semua tempat aku suka asal ada orang. dan alergi, aku tidak tau. tapi sejauh ini, aku tidak makan bawang putih. " jelas Jimin
"ouh begitu ya... "
"emmm, kau tidak mau tanya lagi!?? "
"harus kah!?? apa lagi yg bisa aku tanyakan!! " Hana pun bingung
"pertanyaan paling mendasar mungkin!! "
"paling mendasar...!!!??? " Hana semakin bingung
"hemmm.... seperti aku tanya, kau sudah memiliki kekasih atau belum... apa kau juga tidak ingin tau!?? "
"ooh hahaha.... aku kira apa"
"kenapa kau malah tertawa!?? "
"sunbae emm bukan, maksud ku oppa... apa kau lupa pembicaraan kita waktu di dapur rumah ku. dengan kau mengatakan, kalau kau sembuh kita bisa bercerai. tentu saja karena kau memiliki kekasih kan!?? siapa yg tidak bisa menebak itu. "
jawaban yg di berikan Hana itu, sontak membuat Jimin terdiam.....